NovelToon NovelToon
Air Mata Istri Pertama

Air Mata Istri Pertama

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: peony_ha

Demi rasa iba, Arhan menikahi Dira, seorang gadis yatim piatu yang baru kehilangan kedua orang tuanya. Dira mengira pernikahan itu adalah awal dari kehidupan yang penuh kasih sayang. Nyatanya, ia hanya dijadikan istri untuk mengurus rumah, melayani suami, dan merawat ibu mertuanya.

Lima tahun berlalu tanpa kehadiran buah hati. Dira terus menyalahkan dirinya karena dianggap mandul. Ia tak pernah tahu bahwa setiap hari Arhan memberinya pil KB yang dikemas sebagai obat penyubur agar ia tak pernah mengandung.

Ketika alasan "mandul" itu digunakan Arhan untuk menikahi wanita yang sejak dulu dicintainya, hati Dira hancur. Lebih menyakitkan lagi, ia tak sengaja mendengar percakapan yang mengungkap bahwa selama ini dirinya hanyalah seorang babu yang sengaja dipertahankan sampai wanita pujaan Arhan kembali.

Namun, semua kebohongan memiliki waktunya untuk terbongkar. Saat rahasia pil KB akhirnya terungkap, penyesalan mulai menghantui Arhan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon peony_ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Garis Merah yang Membuat Dilema.

Satu bulan kemudian.

Kediaman Arhan Arjuna, diruang makan Dira tengah menyisakan sarapan pagi. Hanya omelet dan salad sayur, karena kebiasaan sejak dulu, Arhan dan keluarga tidak bisa sarapan dengan makanan yang berat.

Dira terus menunduk, sorot matanya kini tidak bercahaya lagi. Bahkan tubuhnya kini terlihat lebih kurus dengan cekungan mata yang lebih dalam. Satu bulan ia menahan rasa sakit yang kian bertubi-tubi dari Arhan maupun dari Ayu, bahkan seminggu terakhir Dira sudah tidak lagi bertegur sapa dengan Arhan karena suaminya itu sibuk mengurus Ayu, memenuhi keinginan yang katanya sedang ngidam. Entah akal-akalan Ayu yang berkedok ngidam atau apa, Ayu pernah meminta dibelikan berlian dengan harga seratus juta dan itu Arhan penuhi.

Arhan telah beringkar janji dengan Dira, dimana letak keadilan yang pernah ia janjikan untuk Dira. Bahkan uang bulanan pun dipangkas setengahnya oleh Ayu, dan ketika Dira protes Arhan hanya menggelengkan kepala dan berkata sabar untuk Dira, dan mewanti-wanti Dira agar tidak membuat Ayu setres.

Padahal pada kenyataanya Ayu lah yang sudah membuat setres Dira, sampai Dira ingin menyerah dan ingin keluar dari rumah yang bagai neraka baginya. Ingin pergi tapi Dira masih meragukan dirinya sendiri, tidak ada keluarga dan tidak ada tempat untuk pulang. Ingin mencari kerja, tapi Dira hanyalah seorang lulusan SMA, pasti banyak perusahaan yang akan menolak dirinya.

Dimeja makan Arhan melirik Dira yang tengah menuangkan teh hangat pada gelas-gelas kosong. Arhan sadar akan wajah Dira yang terlihat pucat pagi ini.

Dira, beruntung sekali saya bisa menikahimu dan memanfaatkanmu. Kamu yang selalu sabar dan perhatian, mengerjakan semua pekerjaan rumah dengan baik.

Asik juga ya punya istri dua, ketika aku kesal dengan Ayu yang sering mencuekan aku. Aku bisa pergi ke kamar Dira dan mencari perhatian darinya.

Makasih Ra, tapi maaf cintaku sudah habis pada Ayu....

Batin Arhan dengan sorot mata yang terus tertuju pada Dira.

Ternyata aku baru menyadari jika Dira memang secantik itu.

"Mas." Ayu yang sedari tadi sadar jika Arhan sedang memandangi Dira, ada rasa panas yang kian membakar hati Ayu. Ia tidak terima jika Arhan terus memperhatikan gerak-gerik Dira..

Arhan tersentak dengan panggilan Ayu. Sontak pria yang berusia 33 tahun menoleh pada istri keduanya.

"Apa sayang..." jawab Arhan dengan suara yang begitu lembut.

Dira tidak ingin melirik drama romantis dipagi hari ini, dengan pandangan yang terus tertuju pada piringnya Dira mendudukan tubuhnya diatas kursi. Tidak lupa ia melirik pada ibu mertuanya yang sedang melirik ke arahnya.

"Makan yang banyak Ra, badan kamu kurusan ya." ucap Bu Rena lembut.

"Iya Bu, akhir-akhir ini Dira memang sedang tidak nafsu makan."

Arhan mendengar percakapan Dira dengan ibunya, walaupun sorot matanya tertuju pada Ayu.

"Mas, aku gak nafsu sama menu sarapan pagi ini. Aku mau makan diluar nanti, kamu temenin aku ya..." ucap Ayu dengan suara yang sangat manja.

"Iya sayang, nanti siang aku jemput, untuk sementara ganjel dulu perutnya sama ini. Kasihan adek didalam nanti dia kelaparan.." ucap Arhan dengan lengkungan senyum yang menghiasi wajah manisnya, tangannya mengelus pelan perut Ayu.

Lagi-lagi Dira harus mengalihkan pandangannya dari drama romantis yang membuat hatinya sesak.

"Huwekk huwekk..." bukan mual karena melihat drama romantis antara suami dengan istri keduanya. Tapi sedari tadi subuh Dira merasa perutnya tidak enak, terasa perih dan mual.

Dira berlari menuju ruang belakang, kemudian ia segera mengeluarkan isi perutnya didalam kamar mandi.

Arhan yang melihat itu sontak tubuhnya tiba-tiba menegang. Ada dorongan dalam hatinya ingin menyusul Dira, dan menanyakan keadaan Dira.

"Arhan Dira juga istrimu, temui dia sepertinya Dira sedang kurang enak badan." ucap Bu Rena tegas.

Arhan tetap melangkahkan kakinya walaupun sudah mendapat tatapan tajam dari Ayu. Ia berjalan ke arah pintu kamar mandi kemudian mengetuk pintu itu pelan.

tok tok tok

"Ra...." panggil Arhan pelan.

Tidak lama pintu terbuka dengan menampilkan wajah ayu yang begitu pucat, keringat dingin kini membasahi keningnya.

Ayu tetap melangkahkan kakinya, ia mengabaikan keberadaan suaminya yang berada diambang pintu.

"Ra.." Arhan menahan pergerakan Dira, ia memegang erat pergelangan tangan Dira yang semakin kecil.

"Gak usah sok peduli mas, aku mau istirahat keatas. Lepaskan, sentuhan tanganmu membuatku hati ini semakin nyeri." Dira melepaskan cekalan tangan Arhan, kemudian dengan langkah kecil Dira berjalan menuju tangga lantai dua.

*

Didalam kamar mandi kamarnya, dengan tangan yang bergetar Dira memegang suatu benda pipih kecil yang kini membuat jantungnya berdebar kencang.

Sebuah alat tes kehamilan.

Dira sudah merasakan tanda-tanda itu sejak satu minggu yang lalu. Sering mual dipagi hari, nafsu makannya turun drastis, serta emosinya sering meledak tidak stabil.

"Apapun hasilnya aku pasrahkan kepadamu ya tuhan, walau bagaimanapun ini adalah darah daging dari mas Arhan dengan hubungan kami sebagai suami istri yang sah."

Deg.

Garis dua terpampang nyata pada alat tes kehamilan itu, Dira positif hamil. Hasil dari hubungan yang hanya satu kali dilakukan pada malam itu. Berarti rahim Dira memang benar-benar sehat, tapi perbuatan suami nya lah yang membuat Dira tidak bisa hamil.

"Jadi selama ini benar, pil yang kamu berikan padaku adalah sebuah pil kontrasepsi. Tega sekali kamu mas, apa yang membuat kamu berbuat seperti itu padaku." Dira terisak, air matanya mulai mengalir deras pada pipinya yang putih mulus.

"Sekarang apa yang harus aku lakukan ya Allah, aku mengandung benih dari suami yang tidak mencintaiku sama sekali. Aku tidak mau membuat anak yang aku kandung ini sama menderitanya dengan aku..."

"Aku ingin pergi dari rumah ini....tapi itu bukanlah hal yang mudah, dengan aku yang hanya hidup sebatang kara."

Isak tangis Dira begitu pilu, menembus dinding kamar mandi.

Dan hal itu secara tidak sengaja terdengar oleh Ayu yang diam-diam memasuki kamar Dira.

Ayu mengetahui jika Dira sedang hamil. Seketika wajah ayu memanas dengan luapan emosi.

Ia berjalan keluar dan membanting pintu kamar Dira.

"Bagaimana ini? kok bisa dia hamil. Padahal mas Arhan sudah memberinya pil kontrasepsi setiap hari."

"Gak bisa, gak boleh dibiarkan, aku harus mencari cara..."

Bersambung..

Jangan lupa like ya readers 🤩

Ramainkan juga novel author yang lain.

Raya Gadis Desa yang Terhina, dinikahi CEO Tampan.

Berbagi Suami dengan Saudara Sepupu.

Menjadi Ibu Pengganti Anak Sahabat.

Pernikahan yang Lahir dari Luka.

1
Inarrr Ulfah
semoga hidup mu sengsara Arhan,,hancur lebur bagi debu,,
Inarrr Ulfah
jahat bgt kamu ayu,,KLO emng BNR kamu mengandung ank nya Arhan semoga anak kamu dan Arhan cacat,,tau bukan anak Arhan ..biarin si Arhan menyesal seumur hidup nya
Yantie Narnoe
up lg thor
roses: ditunggu ya kak🙏
total 1 replies
Yantie Narnoe
ya allah...keguguran donnk...😭😭 Jahat banget si ayu
roses
Siap kak, terimakasih sudah baca karya author
Yantie Narnoe
semangat up thor...💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!