Nayla Faranisa, gadis cantik yang masih duduk di bangku SMA kelas 12, Ia tinggal berdua dengan Abang nya yang merupakan seorang pengusaha kaya raya, sejak kematian kedua orang tua mereka delapan tahun silam, Gerald sang kakak adalah orang yang selalu melindungi adik satu-satunya yang kini telah menginjak dewasa, siapa sangka Gerald mulai menyukai Nayla yang kini bertransformasi menjadi seorang gadis yang sangat cantik, Ia tak rela jika sang adik dekat dengan laki-laki lain selain dirinya. Hingga akhirnya Gerald benar-benar jatuh cinta kepada adiknya. Dan ia bertekad untuk menjadikan adiknya sebagai miliknya agar tidak ada pria yang coba-coba mendekati Nayla.
Nayla pun tak terima dengan perlakuan sang Kakak, tapi Gerald tetap meyakinkan kepada Nayla jika dirinya benar-benar mencintai gadis itu.
Akankah Gerald berhasil meluluhkan hati Adiknya? Rahasia apa yang membuat Gerald yakin jika Nayla akan menjadi miliknya untuk selamanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18 HTA
Gerald menutup ponselnya dengan segera, Ia tidak mau sang Istri bersedih dengan ucapan Oma Hera yang berniat menjodohkan nya dengan Moza. Nayla terlihat diam dan memalingkan wajahnya, Gerald mengerti perasaan istrinya, pasti Nayla akan mengalami hari-hari tersulit selama ada Oma mereka di rumah. Dan tentu saja Gerald pun tidak akan bisa bebas bersama istrinya di rumah.
"Kamu marah, ya?" tanya Gerald sembari menarik tangan istrinya. Nayla menoleh dan pura-pura tersenyum.
"Marah? Jika Aku harus marah, Aku marah sama siapa, Bang? Sama Oma? Dari dulu Oma selalu menyayangi mu, Oma selalu menginginkan yang terbaik untukmu, ternyata sekarang Aku sadar semuanya, kenapa Oma selalu bersikap beda terhadap diriku, ternyata Aku bukanlah bagian dari keluarga kalian, Aku hanya anak angkat, jadi Aku tidak bisa menyalahkan sepenuhnya kepada Oma, Oma ingin kamu menikah dengan wanita lain, meskipun sebenarnya Aku tidak rela, Nay sadar Nay siapa, Nay tahu diri, Bang! Jika kamu setuju dengan permintaan Oma itu hak kamu, Aku tidak bisa menahan nya, apalagi status kita hanya pernikahan rahasia, sewaktu-waktu kamu bisa meninggalkan ku dengan mudah dan ....!" Nayla tidak melanjutkan kata-katanya. Karena Gerald mendadak menghentikan mobilnya.
Seketika Gerald menarik tubuh Nayla dan memeluknya dengan erat, "Jangan katakan itu lagi, Aku mohon! Apapun yang terjadi Aku tidak akan meninggalkan mu, Nay! Aku tidak akan pernah menikah dengan siapapun kecuali dengan mu, jadi jangan pernah berpikir jika Aku akan pergi darimu, tidak akan pernah! Sampai kapan pun kita akan terus bersama, kita harus melewatinya, Sayang!"
"Kenapa sih Abang sayang banget sama Nayla? Di luar sana masih banyak gadis-gadis cantik yang lebih dari Nayla, Nayla cuma anak tukang angkot, dan nggak tahu Ibunya ada di mana, ya pantaslah Oma tidak akan mau kamu menyukai gadis seperti Aku, Oma tidak akan membiarkan cucunya hidup bersama dengan gadis seperti ku, apa sebaiknya Nay pergi dari rumah aja deh, Bang! Nay takut, Bang!" ucap Nayla dengan wajah harunya.
"Jika kamu pergi, Aku pasti juga akan pergi, kamu pikir Aku bisa hidup tanpa kamu, sembarangan! Satu hari nggak lihat wajah kamu, Aku sudah bingung setengah mati, bagaimana kalau kamu pergi, Aku nggak bisa bayangin betapa gilanya Aku." ucap Gerald.
"Halah gombal!" Gerald terkejut mendengar jawaban dari Nayla, Ia pun terlihat menggelitik pinggang istrinya, hingga membuat Nayla menggeliat kegelian.
"Apa kamu bilang! Aku menggombal, sekarang kamu rasakan ini, hmm ...!" Gerald menggelitik pinggang sang istri dengan kedua tangannya.
"Iya iya ampun, Bang! Ampun!" teriak Nayla saat tangan Gerald menggelitik indah pada pinggang nya. Di saat bersamaan muncul dari seberang jalan mobil sedan mewah yang meluncur dari arah yang berlawanan dengan mobil Gerald, terlihat di dalam mobil seorang wanita yang yang sudah berumur senja, namun gurat wajahnya masih terlihat masih cantik, sangat terlihat jika masa mudanya, wanita itu adalah gadis cantik dan terpandang dilihat dari cara berpakaian nya.
Wanita yang bernama Herawati, atau yang biasa di panggil Oma Hera itu, dari kejauhan tanpa sengaja Ia melihat seperti mobil Gerald yang sedang berhenti di pinggir jalan.
"Loh! Itu bukannya mobil cucuku?" batin Hera yang semakin tajam memperhatikan mobil yang mulai Ia dekati. Hingga akhirnya mobil Hera berpapasan dengan mobil Gerald, Ia menyuruh sang sopir untuk melambatkan laju mobilnya agar Hera bisa tahu apakah itu mobil Gerald atau bukan. Setelah cukup dekat, dengan mata kepala sendiri, Hera menyaksikan sang cucu kesayangan sedang bergurau dengan cucu angkatnya, yaitu Nayla.
"Gerald, Nayla, astaga! Apa yang sedang mereka lakukan, peluk-pelukan gitu, mesra-mesraan kayak orang pacaran aja, hmm awas saja ya nanti di rumah Aku bakal kasih pelajaran buat kalian, ini kalau orang-orang tahu, bisa gawat. Sangat memalukan keluarga, kalian berdua itu dikenal orang sebagai saudara kandung, Aku harus ngomong sama Gerald secepatnya, dia nggak boleh meneruskan perasaan nya kepada Nayla." Hera terlihat marah melihat kelakuan Gerald dan Nayla yang terlihat begitu akrab.
Sedangkan Gerald dan Nayla tidak menyadari jika sang Oma telah melihat mereka berdua sedang berpelukan, bercanda di dalam mobil.
"Udah udah stop, Bang! Kita berangkat Nay nggak mau terlambat gara-gara Abang!" seru Nayla sembari menepis tangan Gerald, Ia tampak merapikan rambut dan bajunya. Gerald pun menyetujui permintaan sang istri.
"Oke-oke! Abang juga nggak mau terlambat gara-gara kamu!" sahut Gerald yang mengikuti ucapan Nayla. Sehingga membuat gadis itu seketika mencium bibir sang Abang sekaligus suaminya.
"Cup"
Gerald pun tersenyum manis setelah Ia mendapatkan ciuman dari Nayla dan Ia pun segera melajukan mobilnya kembali dengan wajah yang berseri-seri, seolah ciuman itu adalah sebuah semangat untuk nya.
Sesampainya di sekolah, Nayla mencium tangan dan pipi suaminya terlebih dahulu, tidak seperti kemarin, sekarang Nayla terlihat lebih ceria dan bahagia saat Ia berpamitan dengan sang Abang.
"Nay turun dulu, Bang!" pamitnya sembari mencium tangan dan pipi sang suami.
"Hati-hati, seperti biasa nanti Abang yang akan menjemput mu, sudah! sekarang masuklah!" balas Gerald sembari mengusap wajah Nayla.
Nayla pun segera turun dari mobilnya dan Ia melambaikan tangan kepada Gerald dengan senyum manis yang terukir pada wajah nya nan ayu.
"Daaahhh Abang!" lambaian tangan Nayla yang diiringi mobil Gerald yang mulai melaju ke jalan raya, Nayla pun segera masuk ke dalam kelas.
*
*
*
Sedangkan di tempat lain, Rio yang saat ini sedang di skors selama seminggu dari sekolah, Ia terlihat begitu geram dengan Nayla, mantan pacarnya. Gara-gara Nayla, Rio mendapatkan hukuman dari sekolah dan tentu saja rasa malu yang luar biasa, Rio hanya mendapatkan hukum skors karena Arthur sudah membayar mahal untuk Rio agar putranya itu tidak sampai di keluarkan dari sekolah, sedangkan Neli, gadis itu dikeluarkan dari sekolah atas permintaan Arthur.
Sosok Arthur sangat berpengaruh, Ia pebisnis kaya raya yang memiliki perusahaan besar, Ia memiliki lawan bisnis yang cukup kuat yaitu Gerald Adams, maka dari itu Arthur akan selalu berusaha untuk mencari kelengahan Gerald agar bisa melawannya, karena sejak kehadiran Gerald di dunia bisnis, posisi Arthur menjadi mengkhawatirkan. Belum lagi Gerald yang selalu menguak kebusukan Arthur yang tidak banyak diketahui oleh orang-orang.
"Nayla! Aku nggak akan biarin kamu hidup tenang, Aku akan balas semua nya, kamu benar-benar sudah membuatku marah, sial! Bagaimana bisa Dia mengetahui nya!" umpat Rio.
"Kamu yang bodoh! Dasar bocah gemblong! Mbok ya jangan di sekolah, kalau kayak gini Papa juga yang harus turun tangan, untung saja Papa bisa bernegosiasi dengan kepala sekolah, kalau enggak kamu pasti dikeluarkan dari sekolah, kamu kan bisa melakukan nya di hotel atau nggak bawa ke rumah, main di kamar mandi sekolah, malu-maluin Papa!" Arthur terlihat kesal dengan ulah sang Anak.
"Ya Papa! Rio udah nggak tahan, Pa! Karena kemarin Rio belum bisa dapatin Nayla, jadi Rio lampiaskan saja sama temannya."
"Kamu juga, dapatin Nayla saja nggak becus, ngomong-ngomong cantik juga Adik Gerald, pantas saja dia keblinger sendiri sama Adiknya, kalau Papa jadi kamu, udah Papa sapu tuh Nayla, secara bodinya aduhai, montok dan kulit nya mulus, sangat berbeda dengan kebanyakan gadis-gadis yang papa tiduri, apalagi si Moza tuh, nggak ada apa-apanya. Dia udah nggak enak dipake!" sahut Arthur yang memiliki pengalaman tidur dengan banyak wanita. Dan sifat buruknya menurun kepada sang Anak yang suka bergonta-ganti pasangan.
"Ya bedalah, Pa! Secara Nayla itu masih perawan, lah si Moza udah berapa kali Papa gunakan, belum lagi dengan laki-laki lain sebelum Papa." ucap Rio sembari menenggak bir yang ada di depannya.
"Perawan katamu? Nayla tuh sudah tidak perawan lagi, ngerti Kamu. Dan Papa yakin hanya Gerald yang bisa melakukannya." seketika Rio terperanjat dengan ucapan Arthur, bagaimana mungkin mereka adalah saudara kakak beradik.
"Apa, Pa? Nayla udah nggak suci lagi, dan yang udah merawani dia Abang nya sendiri? Gila ... ini sih benar-benar gila, mereka saudara loh!" ucap Rio tak percaya.
"Ya sudah kamu percaya atau tidak, karena Papa tahu jika Gerald itu sangat mencintai Adiknya."
"Darimana Papa tahu, kalau si Gerald tuh mencintai Nayla?" tanya Rio penasaran.
"Kamu lupa? Papa ini bukan hanya sekedar musuh bisnis Gerald, tapi Papa juga bisa membaca ekspresi wajah seseorang, Papa tahu bagaimana saat Gerald berhadapan dengan Adiknya, bagaimana saat dia menerima telepon dari Adiknya, bagaimana Gerald melindungi Adiknya mati-matian, apalagi Papa pernah lihat dengan mata kepala sendiri saat Gerald mencium foto Adiknya dengan mesra, dari situ Papa sangat yakin jika Gerald memendam perasaan kepada Nayla. Bukan tidak mungkin hal itu bisa terjadi mengingat mereka hanya tinggal berdua. Nafsu bisa mengalahkan akal sehat, tak perduli itu Adiknya sendiri, jika ada celah pasti sangat mudah untuk Gerald melakukan nya, apalagi Nayla sangat menggoda, ahh ... benar-benar gadis bertubuh sintal dan seksi."
"Papa ada-ada saja, hati-hati fitnah, Pa! Kalau Nayla udah nggak virgin Rio jadi malas, buat apa nggak seru, nggak ada gregetnya!" seru Rio.
"Suatu saat omongan Papa pasti terbukti, tunggu saja! Di situlah kehancuran Gerald dimulai, kita tinggal menyaksikan saja dengan duduk santai, hubungan sesama saudara itu adalah aib besar bagi keluarga mereka, dan pelan-pelan Gerald akan menghancurkan nama baik keluarga nya sendiri!"
...BERSAMBUNG...
Mampir thor,Kayaknya seru nih...