NovelToon NovelToon
Dikira Pelayan Cupu Ternyata Suhu

Dikira Pelayan Cupu Ternyata Suhu

Status: tamat
Genre:CEO / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:97.6k
Nilai: 4.4
Nama Author: Khairin Nisa

Kesya Agreta terpaksa bekerja di salah satu perusahaan terbesar di kota itu untuk membayar pengobatan ayahnya, Kesya memupus harapannya begitu saja untuk melanjutkan kuliah setelah mengetahui papanya sakit keras.

Kesya akhirnya mendapatkan pekerjaan di perusahaan Herlambang Group-salah satu perusahaan raksasa yang selalu menjadi incaran para pekerja yang menginginkan gaji besar. Beruntung sekali karena Kesya langsung bisa diterima bekerja di perusahaan sebesar ini walaupun hanya menjadi office girl saja.

Hari pertama Keysa bekerja dia langsung mendapatkan ciuman paksa dari seorang lelaki mabuk yang kebetulan satu lift dengannya. Kesya yang masih polos memutuskan untuk berhenti bekerja. Tapi disaat yang sama Indah-Kakak tirinya mengancam tidak akan pernah membiarkan Kesya menemui Papanya jika tidak membawa uang.

Hingga akhirnya Kesya tahu jika lelaki yang menciumnya adalah Tuan Geovan-pemilik perusahaan Herlambang Group.

Simak kisah seru mereka dan follow Ig khairin_junior

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khairin Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tuduhan

Setelah mendengar apa yang dikatakan Geovan, Andi terdiam sejenak sehingga hanya langkah kakinya yang terdengar menggema di koridor hotel yang sunyi ini. Setelah beberapa saat, Andi mulai berbicara lagi.

“Kamu seharusnya mendengarkan apa yang aku katakan dulu, gadis itu meminjam uang darimu untuk…” Kata-kata Andi menggantung di udara setelah Geovan menyela kata-katanya.

Geovan yang sudah mulai bosan mendengar perkataan temannya itu langsung menghentikan langkahnya dan menatap Andi dengan tatapan tajam.

Geovan menghentikan langkahnya kemudian langsung melihat kearah Andi sembari berkata. "Kau tuli!"

"Terserah kamu, tapi aku harap kamu tidak menyesalinya suatu hari nanti." Andi berbicara dengan nada suara ambigu.

"Aku tidak akan menyesalinya," jawab Geovan tegas dan terus terang.

Perusahaan Herlambang Group.

Kesya membantu Asri mencuci piring di wastafel, sedangkan Bu Rani terlihat mondar-mandir seperti orang bingung. Sangat jelas bahwa wanita paruh baya itu berusaha mencari cara agar Kesya segera dikeluarkan dari perusahaan ini.

Asri memperhatikan gerak-gerik Bu Rani yang menurutnya sangat mencurigakan.

"Kamu harus hati-hati, sepertinya kepala pelayan akan mencari masalah denganmu," bisik Asri pelan di dekat telinga Kesya.

Kesya yang dari tadi sibuk memusatkan perhatiannya pada piring yang sedang dicucinya, langsung menatap Bu Rani.

"Sepertinya apa yang kamu katakan benar, apa yang harus aku lakukan?" tanya Kesya bingung.

"Kamu hanya melakukan apa yang dia inginkan, tetapi kamu harus ingat, waspada." Asri sangat tidak ingin melihat Kesya diganggu oleh kepala pelayan itu.

"Kesya datang ke sini." Bu Rani memanggil Kesya dengan suara keras dan tegas.

Semua orang yang ada di ruangan ini langsung melihat ke asal suara. Sedangkan Liza dan Gina dengan sinis menatap Kesya seolah kedua wanita itu sangat senang melihat Kesya mendapat masalah.

Dalam hatinya, Asri terus berdoa agar sahabatnya bisa menyelesaikan apa pun yang diperintahkan oleh Bu Rani kepadanya, karena hanya Kesya yang menjadi teman Asri di tempat ini karena Asri tidak mudah bergaul dengan banyak orang, tetapi jika dia telah memilih satu orang untuk menjadi temannya, maka Asri akan menjaganya seperti saudara sendiri.

Kesya berjalan dengan sangat hati-hati seolah-olah ada banyak duri yang berserakan secara acak di lantai ruangan ini. Kesya menatap mata Bu Rani yang dipenuhi kebencian. Kepala Kesya langsung tertunduk saat mendapati dirinya di ratap dengan penuh intimidasi.

"Bawakan makan siang untuk Tuan Geovan!" perintah Bu Rani.

Di akhir kalimatnya, wanita paruh baya itu sempat menyunggingkan senyum licik. Liza dan Gina saling menaikan alis mereka seolah menunjukkan kesenangan tersendiri saat melihat Kesya datang mengantarkan makanan untuk Tuan Geovan. Karena Liza dan Gina tahu kalau gadis itu selalu menangis setelah membawa sesuatu dari ruangan bos mereka.

"Semoga kali ini dia tidak hanya menangis, tapi dia langsung dikeluarkan dari perusahaan ini," bisik Liza kepada Gina pelan.

"Kuharap juga begitu," kata Gina tak kalah lirih.

Seorang koki mengeluarkan nampan dan kemudian menyerahkannya kepada Kesya, yang dengan cepat mengambilnya. Bu Rani segera memberi isyarat dengan anggukan agar Kesya segera meninggalkan ruangan ini.

Kesya yang merasa familiar dengan gestur itu, langsung menganggukkan kepalanya tanda mengerti lalu meninggalkan ruangan. Sebelum pergi, Kesya sempat melihat Asri terlebih dahulu, dan temannya diam-diam memberikan isyarat yang menyemangati.

Setelah Kesya berada di depan ruangan Tuan Geovan, gadis itu tidak langsung masuk ke dalam ruangan tersebut, melainkan melihat ke meja Asisten Andi terlebih dahulu.

"Masuk ke dalam, dan ingat jangan membuat masalah karena orang-orang yang ada di sana mengalami gangguan jiwa," canda Andi dengan Kesya.

Pria itu tahu bahwa sekarang Kesya merasa cemas. Apalagi yang dikhawatirkan gadis itu selain hukuman Geovan.

"Kalau begitu aku harus hati-hati, aku masuk dulu." Kesya langsung mengarahkan tangannya untuk memegang gagang pintu lalu masuk ke ruangan terkutuk ini.

Manik Kesya menyisir ruangan dan melihat Tuan Geovan berdiri di dekat cermin sambil mengarahkan pandangannya keluar gedung ini ke tempat yang lebih rendah. Kesya menghela napas lega dan segera mempercepat langkahnya kemudian meletakkan makanan di atas meja.

"Kesya, segera keluar dari ruangan ini sebelum laki-laki itu berbalik," batin Kesya dalam hati, mendesak dirinya untuk segera keluar dari neraka ini.

"Mau kemana kamu." Suara berat penuh penekanan sempat membuat Kesya membeku di posisinya saat ini.

Dengan gerakan yang lambat, Kesha mulai membalikkan tubuhnya untuk melihat ke arah Tuan Geovan. Gadis itu menoleh sebentar. Tatapan dingin Tuan seolah mampu membekukan semua benda yang ada di ruangan ini, membuat Kesya menunduk ketakutan bercampur cemas.

"Jangan biarkan dia memecatku. Ya Tuhan, tolong bantu aku melarikan diri darinya," gumam Kesya dalam diamnya. "Ak-Aku sudah meletakkan makan siang Anda di atas meja," kata Kesya singkat.

Tuan Geovan tidak menanggapi apa yang dikatakan gadis itu, namun, pria itu mendekati Kesya dan setiap ketukan kakinya membuat jantung Kesya berdegup kencang seolah ingin lepas dari kodratnya. Kini jarak antara keduanya semakin terkikis, membuat Kesya ingin mundur selangkah, namun seperti paku telah menancapkan kakinya ke tanah, ruangan ini masih membeku di tempatnya.

"Aku tidak pernah peduli apa yang kamu katakan kepada Andi, tapi hanya satu hal yang harus kamu ketahui." Pria itu berhenti sejenak, "Jangan pernah berpikir aku akan merasa kasihan padamu seperti yang dilakukan Andi."

Jarak mereka cukup dekat untuk memungkinkan Kesya menghirup aroma mint yang terpancar dari napas pria itu.

"Baik, bisakah aku pergi sekarang?" tanya Kesya dengan wajah datar.

"Mengapa gadis ini tidak memprotes semua kata-kataku? Apakah itu berarti apa yang aku katakan sebelumnya semuanya benar?" Pertanyaan itu terus berulang di benak Geovan.

"Hmm," kata Geovan sambil menghela nafas.

Kesya meninggalkan ruangan ini dengan wajah serius. Gadis itu tentu saja terluka mendengar kata-kata dan tuduhan majikannya, namun di sisi lain, Kesya juga senang tidak dipecat dari perusahaan ini.

"Semuanya baik-baik saja?" tanya Andi saat melihat Kesya sudah meninggalkan ruangan Geovan.

"Semuanya baik-baik saja, kamu tidak perlu khawatir," kata Kesya sambil tersenyum manis.

"Oke, kalau begitu kembali bekerja," jawab Andi, berkedip genit.

Kesya tersipu dan kemudian pergi. Andi benar-benar tidak pernah bosan ketika melihat gadis itu tersenyum begitu manis karena biasanya saat meninggalkan ruangan Geovan, Kesya selalu meneteskan air mata dengan wajah cemas dan semoga gadis cantik itu tidak akan pernah menangis lagi saat keluar dari ruangan ini.

"Sayang sekali pemilik perusahaan sebesar ini benar-benar tidak memiliki belas kasihan kepada orang lain. Andaikan aku tidak membutuhkan pekerjaan maka, Aku tidak akan sudi bekerja dengan lelaki langka sepertinya.

***

Bu Rani, Liza dan juga Gina telah melihat ke pintu masuk ruangan ini. Ketiga orang itu tentu saja menunggu Kesya masuk ke ruangan ini dengan air mata yang mengalir di pipinya. Setelah beberapa saat orang yang mereka tunggu akhirnya berjalan melewati pintu depan ruangan ini, mata ketiga orang itu langsung menajam ketika melihat Kesya baik-baik saja dan tidak ada sebutir pun cairan bening yang jatuh dari kelopak matanya.

Kenapa gadis itu tidak menangis seperti biasanya?” keluh Bu Rani dalam hati.

Seharusnya Bu Rani memanfaatkan kesempatan yang diberikan Asisten Andi untuk memperbaiki dirinya namun, apa yang dilakukan wanita paruh baya itu hanya terus mencari masalah dengan Kesya karena dia masih menyimpan dendam pada remaja tersebut.

“Apa ini? Kenapa gadis itu tidak menangis?” tanya Liza pada Gina.

"Daripada mereka terus menghujat, lebih baik bergegas dan mengerjakan pekerjaan kamu. Lihat meja dapur yang belum kamu bersihkan dan lihat saja jika sampai Asisten Andi mengetahui hal ini." Asri sengaja membiarkan kata-kata itu menggantung di udara karena dua wanita di depannya pasti sudah menebak apa yang akan dia katakan sekarang.

Lisa dan Gina langsung menoleh ke belakang, lalu kedua wanita itu langsung memutar bola mata dan pergi begitu saja.

Kesya yang masuk ke dalam ruangan mengedipkan mata pada Asri seolah mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja.

1
Mami Pihri An Nur
Loh ko udah selesai, pdhl aku uda deg2an,, loh
Umi Hanifah
Mana lanjutannya thor, kok mogok sampek sini aja
Umi Hanifah
kapan ap nya nih
Asyatun 1
lanjut
S_S_Z
Lumayan
keyki
kecanduan kopi
Enik Susianah
mana ini lanjutnya.... ????
suami gw gepeng
cerita lama belom selesai, jangan bikin cerit baru lah. sengaja banget bikin orang emosi
Sulaiman Efendy
👎🏻👎🏻👎🏻👎🏻👎🏻👎🏻👎🏻👎🏻👎🏻👎🏻👎🏻👎🏻👎🏻👎🏻👎🏻👎🏻👎🏻😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡
Sulaiman Efendy
PALING MALAS DN EMOSI DGN OTHOR YG SLLU GANTUNG CERITA, NIAT BUAT NOVEL ATAU NGGK SIHH..
Sulaiman Efendy
LAKI2 GOBLOK, CEO DUNGU. MSH MNGHARAPKN WANITA YG UDH BRSELINGKUH & HIANATI DIRINYA, MAU2NYA LO TRIMA WANITA BEKAS PAKAI ORG BUAT LO JDIIN KEKASIH ATAU ISTRI LO LGI
Sulaiman Efendy
SAIPA KIRA2 IBU ITU, APA IBUNYA GEOVAN. ??!
Sulaiman Efendy
KAYA, TERPELAJAR, TPI TK BRAHKLAK..
Sulaiman Efendy
KAN ASSISTEN ANDI MAU TOLONG LO KERJA T4 LAIN, KNP GK MNTA TOLONG..
Sulaiman Efendy
TERNYATA SI INDAH YG JUAL DIRI...
DASAR KK TIRI IBLIS.
Sulaiman Efendy
JADI MANUSIA KOQ LEMAH BNGET, MAU DITINDAS DN DIINTIMIDASI.
Ririn Dyah
ayo,mana ini lanjutannya..ditunggu ya
BUNDA F&T
ceritanya kok digantung 🤔
BUNDA F&T
Luar biasa
Marwah
jangan sampai Geovan menodai kesya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!