Dengan Sistem Penguasa yang menyatu dengan dirinya, Noah memiliki kemampuan yang berpotensi untuk mengubah dan mengatur Tatanan Dunia.
"Ingatlah Noah! ... Dunia ini, Sangat Kejam. Jika kau ingin hidup dengan tenang, Maka kau harus lebih kejam daripada Dunia itu sendiri."
Sebuah cerita ringan namun sarat trik dan intrik.
Semua orang tau bahwa roda Dunia digerakkan oleh sesuatu yang tidak seperti apa yang terlihat. Mulai dari yang terendah, hingga yang tertinggi, Semua di atur oleh Jaringan Mafia.
Noah, seorang pemuda yang berasal dari titik terendah kehidupan, berusaha mengukir sejarah. Pemuda itu berniat untuk mencapai titik tertinggi di Dunia.
Dengan sistemnya, Noah memulai Jaringannya sendiri. Dia membangun kekuatan untuk mendapatkan kekuasaan.
Akan tetapi, semua berjalan tidak semudah apa yang dia bayangkan. Banyak halangan serta rintangan yang menghadangnya.
"Sekali Aku melangkah, aku tak akan menyerah. Agar Dunia ini tidak menguasaiku maka aku yang harus menguasainya."
"Selagi Sehat, Update Setiap Hari"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MOONMARVEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pemuda Yang Misterius
Semua orang di sana terperangah. Bahkan tiga temannya juga. Beberapa hari yang lalu Jade, dan sekarang, gadis ini.
Tidak ada yang menyangka Gadis yang sangat seksi dan cantik pemilik Lamborgini ini, ternyata mengenal Noah.
Apalagi saat itu mereka semua melihat Laura tergesa-gesa keluar dan langsung menyapanya.
"Nona, apa kau mengenal pemuda ini?"
Seolah tak percaya, seorang gadis dari kelas Jade bertanya untuk memastikan.
"Ya, tentu. Aku mengenalnya."
Saat itu juga semua orang menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan. Selain tiga temannya, Bagi orang-orang di sana, Noah hanyalah pemuda miskin.
"Noah, bagaimana kau bisa mengenal Nona cantik ini?" Tanya Barney yang masih berdiri tidak jauh dari Laura.
"Oh itu, Nona Fanes adalah orang yang ramah dan baik. Bagaimana aku tidak mengenalnya." Jawab Noah acuh tak acuh.
Jawaban Noah bukanlah apa yang ingin di dengar teman-temannya. Namun, sebelum mereka kembali bertanya, Laura kembali bersuara.
"Noah, apakah kau butuh tumpangan. Aku akan mengantarmu."
Saat itu, Laura menatap Noah. Seketika dia mengingat mungkin Noah tidak ingin identitas sebenarnya, diketahui teman-temannya. Jadi, dia meralat panggilannya pada Noah.
Noah berfikir sebentar, lalu mengangguk. "Jika kau tidak keberatan, Terimakasih, Laura."
"Baik, kalau begitu. Ayo!"
Noah menoleh pada semua orang, lalu berkata "Teman-teman, sepertinya aku mendapat tumpangan. Kalau begitu, Aku duluan."
Semua orang di sana berdiri mematung saat mobil sport itu berdecit pergi meninggalkan mereka begitu saja.
"Apa yang baru saja terjadi?!" Gumam Barney.
Jade menatap kepergian Noah itu dengan penuh tanda tanya. Sejak pertama kali bertemu, Noah memang baik, namun terlihat tidak terlalu perduli pada wanita.
Sekarang, dia mengerti. Noah bukanlah pemuda sederhana seperti yang terlihat oleh semua orang.
Bahkan, seorang gadis cantik dengan mobil sport saja, terlihat berusaha untuk mendekatinya.
Entah kenapa, hal itu membuat perasaan Jade menjadi tidak enak. "Leyton. Sepertinya, aku ingin naik taksi saja."
Leyton yang langsung kehilangan muka, tidak menjawab. Namun, saat dia sudah mendapat kesadarannya, dia sudah melihat Jade masuk ke dalam taksi.
***
"Sepertinya, gadis cantik itu, menyukai anda."
"Siapa? Oh, maksudmu, Jade?"
"Jadi nama gadis itu, Jade?"
"Ya, dia gadis yang baik." Jawab Noah simpel.
Laura hanya menggelengkan kepala. Dihatinya, dia hanya bisa bersimpati pada gadis itu. Sama sepertinya, dia juga sangat tertarik dengan pemuda yang kini di sebelahnya ini.
Akan tetapi, Laura cukup tau diri. Baginya, Noah bukanlah seseorang yang bisa dia dapatkan, hanya karena dia menginginkannya.
Dia tidak punya ide bagaimana cara mendapatkan perhatian seorang pemuda asing yang mampu membeli dua Lamborgini, dan memberikan satu padanya, seolah itu bukan apa-apa.
Menurut Laura, ada banyak gadis seperti mereka di sekitar Noah. Mungkin saja gadis-gadis itu akan merangkak ke atas ranjang jika Noah menganggukkan kepala sedikit saja.
Tidak mau merusak apa yang sudah ada, Laura hanya bisa menjaganya. Dia senang bahwa Noah bukan laki-laki yang mudah untuk wanita. ini saja sudah membuat hatinya bahagia.
"Terimakasih, Laura. Maaf merepotkanmu."
"Hahaha, Tuan Evans, apa kau bercanda? Aku bahkan tidak keberatan menjadi supirmu, sepanjang hari." Jawab Laura, sesaat setelah Noah turun dari mobilnya.
Noah hanya membalas dengan senyuman sebelum menutup pintu dan pergi begitu saja.
Saat berjalan memasuki hotel, Noah sempat memikirkan apa yang Laura katakan. "Benarkah Jade menyukaiku? ... Ah, tidak mungkin!. ... Lagipula, aku tidak bisa memikirkan hal-hal seperti itu sekarang ini. Ada banyak hal yang harus aku kerjakan" Gumamnya, sambil terus berjalan.
"Bell"
Noah kembali melihat status di panel Bar Sistemnya. Dan dia mendapati, Belum ada yang berubah. "Aku harus secepatnya menguasai cara kerja, Sistem ini. Jika tidak, maka aku tidak akan mencapai apapun."
Baru saja memasuki kamar hotel tempat dimana dia menginap, Antonius menelfonnya.
"Tuan Evans, apakah aku menggangu?"
"Oh Antonius, ada apa?"
"Kami berniat memberitahumu tadi, tapi anda terlihat sedang makan malam dengan teman-teman anda."
"Ya. Aku baru saja selesai."
"Baiklah, kita akan meresmikan kantor pusat World Order. Ini menandakan dimulainya Jaringan Bisnis kita. Bisakah anda datang besok?"
"Ya. Tentu saja. Aku akan ke sana."
Wajahnya langsung berubah bersemangat. Akhirnya, World Order benar-benar siap untuk bekerja. Noah cukup puas dengan hasil pekerjaan Alice dan yang lainnya.
Sementara itu, di gedung paling megah di pusat Bisnis dan Hiburan DevilHill, beberapa orang tengah melihat Antonius menelfon. Saat selesai, Antonius menghampiri mereka.
"Bigboss akan datang. Sebaiknya kalian berhati-hati bersikap di depannya. Tunjukkan bahwa kalian pantas bekerja di bawah bendera World Order ini."
"Baik Tuan."
"Baik Tuan Antonius, kami mengerti."
Orang-orang itu adalah para pengusaha yang sudah bergabung dengan Jaringan Bisnis World Order.
Dengan suntikan dana yang besar dari perusahaan itu, dalam sekejap saja, usaha mereka langsung menjadi besar dan mengalahkan pesaing mereka.
Mereka menggantungkan nasib dan masa depan keluarganya, pada kebijakan perusahaan yang kini mereka ketahui dimiliki seseorang yang sangat misterius, yang di sebut-sebut sebagai the Ghost.
Keesokan harinya, karena peresmian kantor pusat World Order akan di adakan apa malam hari, siang harinya Noah pergi mencari pakaian yang dia kira akan cocok dengan acara itu.
Bagaimanapun, Noah tidak memiliki satupun pakaian resmi. Jadi, saat ini dia mencari toko pakaian yang dia rasa akan memiliki beberapa pakaian yang cocok untuknya.
Karena tidak pernah membeli apapun sebelumnya, Noah memasuki sebuah toko yang terlihat sepi. Di sana, dia melihat beberapa pakaian yang menurutnya sangat bagus.
"Hei, apa kau tersesat?"
Noah terkejut saat seseorang menegurnya ketika dia ingin memasuki toko tersebut. Saat dia menoleh, ada satu pria dan seorang wanita yang berdiri sedang melihatnya, dengan tatapan meremehkan.
"Maaf Tuan, apa maksudmu?"
Keduanya melihat Noah dari ujung kaki hingga ujung kepala.
"Huh, aku bertanya. Apakah kau tersesat?"
Noah mengernyit heran. "Tidak, aku tidak tersesat. Apa aku terlihat seperti sedang tersesat?"
"Hahaha. Tentu saja. Jika kau tidak tersesat, apa yang kau lakukan di sini?"
"Aku hanya ingin membeli beberapa pakaian saja, tidak ada urusan denganmu."
Kesal karena tatapan keduanya, Noah berbalik dan langsung memasuki toko tersebut.
Sampai di dalam, Noah melihat ada dua orang yang dia yakin adalah penjaga toko tersebut. Tanpa basa basi, Noah langsung menyapa.
"Hello, bisakah aku mendapatkan beberapa pakaian yang cocok untuk acara resmi?"
Kedua penjaga toko itu terkejut dengan apa yang Noah katakan. Salah satunya kemudian bertanya untuk memastikan.
"Tuan, maaf. Sepertinya aku salah mendengar. Apakah kau baru saja bilang bahwa kau ingin membeli beberapa pakaian resmi?"
"Ya. Bisakah kau menunjukkan beberapa? Aku belum pernah membeli pakaian resmi sebelumnya. Jadi, sedikit rekomendasi dari kalian, akan sangat membantuku." Jelas Noah.
Saat dia menyelesaikan penjelasannya, kedua gadis penjaga toko itu saling menatap dan menggeleng serentak.
"Hahaha, itu kenapa aku mengira kau tersesat. Kau tidak tau sedang berada di toko apa."
"Tuan, aku tidak mengenalmu tolong jangan ganggu aku. Urus saja urusan mu sendiri."
Kedua penjaga toko itu dapat mengenali pemuda yang baru saja berbicara pada Noah. Itu adalah Brandon Knox anak tertua Luis Knox.
"Maaf Tuan, apa yang dikatakan tuan Knox benar. Ini adalah toko Gucci, kau tidak bisa membeli beberapa pakaian begitu saja, kecuali ... "
Penjaga Toko itu menggantung kata-katanya, sambil melihat Noah persis seperti apa yang di lakukan Brandon dan teman wanitanya saat di luar tadi.
"Kecuali apa? Katakan!"
"Kecuali kau punya banyak uang. Yang mana, aku tidak melihat dari gayamu, kau memilikinya."
Kali ini, bukan Brandon atau penjaga toko yang menjawab. Tapi wanita yang datang bersamanya itu.
Noah menghela nafas panjang dan melepasnya kasar. Dia tau apa yang terjadi. Orang-orang ini sedang meremehkannya.
"Nona, aku lihat teman pria mu ini, cukup kaya. Tapi, apakah benar dia sekaya itu?"
Mendengar kata-kata Noah, Brandon merasa terprovokasi. "Hei kau, jaga mulutmu. Kau tau siapa aku?" Desisnya.
Noah mengangguk. "Ya. Kau hanya pecundang yang memiliki sedikit uang, untuk dipamerkan di depan gadis murahan di sebelahmu itu."
"F**k! ... Akan kubungkam mulut kotormu—"
Tepat sebelum Brandon mencoba melayangkan tinjunya, seseorang berteriak menghentikannya.
"Kalian, hentikan ... !!"
dewasa apanya tolol gitu