NovelToon NovelToon
Ritual Gunung Kawi

Ritual Gunung Kawi

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Matabatin / Tumbal / Hantu / Iblis / Tamat
Popularitas:493.6k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Rahman adalah pemuda biasa yatim piatu yang sejak kecil ikut dengan Pakde nya, hingga suatu hari dia di ajak menemani pakde pergi kegunung Kawi.

di gunung itu lah dia menyaksikan hal yang sangat tidak dia duga, bahkan menjadikan trauma panjang karena dari ritual itu dia harus sering berhadapan dengan sesuatu yang mengerikan karena bersangkutan dengan setan.

Untung nya Rahman punya teman bernama Arya, sehingga pemuda itu bisa membantu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15. Melihat bayangan merah

Purnama menatap lurus pada pohon pisang yang ada di hadapan dia saat ini karena memang dia merasa ada sesuatu yang sangat kuat, tapi sosok itu tidak berani menampakkan diri secara nyata di hadapan Purnama sehingga Purnama sangat yakin bahwa dia sengaja ingin bermain petak umpet atau memang tidak ingin menampakan pada manusia yang memiliki kekuatan.

Di sini sudah bisa di rasakan bahwa dia ada di sekitar sini untuk menghantui seseorang atau bahkan memang berkelana karena tidak terima dia mati dengan cara seperti ini, tapi seolah tidak ingin unjuk diri di hadapan Purnama secara langsung sehingga Purnama hanya bisa merasakan kehadiran dari arwah yang ada di sekitar pohon pisang.

"Cih tidak perlu bersembunyi karena aku juga tidak akan mengejar kau kemana-mana." Purnama berkata sinis dan segera melangkah pergi.

"Loh kok tidak jadi mengejar iblis itu sih?!" protes Maharani kepada Purnama.

"Yang mau mengejar ya siapa, aku tidak ingin mencari masalah." jawab Purnama dengan nada cuek.

Maharani dan Nilam saling pandang satu sama lain karena mereka memang tidak bisa mau memaksa ratu ular ini untuk mencari tahu apa yang telah terjadi, padahal Maharani ingin sekali mencari tahu apa yang telah terjadi kepada Arman itu sehingga ada iblis lain yang berani datang ke rumah tersebut.

Tapi apa mau di kata karena Purnama menolak keras dan dia merasa tidak perlu ikut campur dalam urusan iblis lain, sebab hati Purnama memang masih belum terbuka dan dia tidak ingin bila nanti direpotkan oleh semua orang hanya karena pernah membantu mereka satu kali di desa ini.

Padahal Bu Laras juga sudah berulang kali menasehati agar dia membantu orang yang memang membutuhkan, tapi memang pada dasarnya Purnama memiliki hati yang sangat keras sehingga dia lebih fokus untuk menguatkan diri agar tidak terbawa dalam suasana yang semakin membuat dia merasa sangat sulit untuk memposisikan diri sebagai iblis di sini.

Apa lagi malam ini adalah malam bulan purnama penuh sehingga dia pasti akan berubah menjadi siluman ular, oleh sebab itu dia tidak bisa berlama-lama dengan para warga yang sedang membaca tahlil karena sebentar lagi wujud Purnama akan berubah menjadi siluman ular yang begitu mengerikan sehingga dia harus segera mencari hutan.

"Sudah lah tidak usah di paksa kalau dia memang tidak mau." Nilam tidak ingin ribut dengan Purnama.

"Padahal dia kan juga sudah banyak membantu, jadi tidak ada salahnya juga bila kali ini membantu mereka." keluh Maharani.

"Eh kalau memang dia ada niat membantu maka dia akan berusaha keras untuk membuat aku menjadi wanita cantik seperti dulu." keluh kuntilanak yang sangat mengerikan ini.

"Iya ya, kita tetap jadi kuntilanak dengan wajah seram." angguk Maharani setuju.

"Mana sekarang dia juga pasti sedang galau karena Bu Laras akan menjodohkan dia dengan pria yang bernama Zidan." bisik Nilam kepada Maharani sangat pelan.

Maharani mengangguk kalau saat ini matanya menatap sesuatu yang berwarna merah di balik pohon pisang tempat Arman berdiri tadi, sosok itu sempat menatap mereka berdua namun tak lama dia segera pergi dari sana namun Maharani bisa merasakan bahwa dari tatapan itu sosok tersebut memiliki kekuatan yang sangat besar dan kejahatan nya cukup dalam.

"Ada apa?" Nilam bertanya kepada Maharani.

"Tadi memang ada seseorang di sini dan dia melihat ke arah kita." beritahu Maharani.

"Pasti dia ada sangkut paut nya dengan bocah yang meninggal ini, kalau memang Arman di jadikan tumbal maka siapa yang sedang memuja pesugihan?" Nilam bertanya kepada Maharani.

"Tidak semua iblis itu untuk pesugihan, ada yang untuk kekuatan dan mereka juga pasti menggunakan kekuatan iblis." jelas Maharani.

"Maksud mu seseorang sedang menuntut ilmu hitam dan membutuhkan tumbal?" Nilam menatap Maharani.

"Itu masih dugaan saja karena aku juga tidak paham apa yang telah terjadi." jelas Maharani pelan karena takut ada kesalahan.

Tapi yang jelas tadi dia memang melihat sekelebat sosok berwarna merah yang ada di balik pohon pisang itu, tapi tidak berani menebak secara nyata karena takut salah dan nanti justru akan semakin panjang bila di tuntut oleh Purnama bahwa dia telah mengatakan sesuatu tentang iblis yang membunuh Arman.

...****************...

"Arman jadi hantu, aku melihat dia di pohon pisang itu!" Nanda menangis ketika sudah di dalam rumah.

"Hus tidak baik bicara seperti itu, kami tadi pasti salah lihat saja." Bu Laras memberi minum Nanda agar wanita itu bisa tenang.

"Demi Allah aku memang melihat dia di pohon pisang itu, Mbak! Arman berdiri di sana dengan tali yang masih mengikat di leher dia." Nanda agak berteriak karena syok.

"Apa yang di katakan Nanda itu mungkin saja benar karena saat aku di sana tadi suasana juga sangat tidak enak." Mbak Sri juga setuju dengan ucapan Nanda.

"Tidak ada apa apa, ini kami baru dari sana untuk mengecek." Pak RT berkata pelan sambil membawa senter.

Rombongan para pria memang langsung mendatangi kebun pisang yang ada di sebelah rumah karena mereka penasaran tentang ucapan Nanda bahwa Arman telah menjadi hantu gentayangan di sana, namun saat mereka tiba di sana maka memang sudah tidak ada sosok arwah itu lagi karena telah pergi dari balik pohon pisang.

"Tentu saja tidak ada karena arwah Arman sudah pergi." Nanda tetap bersikeras.

"Apa kamu memang yakin bahwa itu tadi arwah Arman?" Bu Narti bertanya dengan suara pilu karena dia pasti sedih mendengar sang anak telah menjadi arwah gentayangan.

Nanda yang mendengar pertanyaan dari Bu Narti jadi terdiam tidak berani lagi untuk berkata karena dia merasa sungkan dan tidak enak, mungkin saja orang tua itu pasti merasa sedih ketika mendengar sang anak telah menjadi arwah gentayangan karena meninggal dalam keadaan bunuh diri dan pasti seluruh warga pasti akan terus membicarakan tentang masalah itu.

"Nanda, apa kamu memang melihat Arman?" Bu Narti bertanya kembali.

"Tidak mungkin lah, pasti tadi Nanda salah melihat sehingga dia berprasangka kalau itu adalah Arman." Bu Laras langsung menyangkal ucapan Nanda.

"Iya, itu buktinya Pak RT saat datang ke sana sudah tidak ada apa-apa." Bu Ita juga membuka suara.

Bu Narti terdiam karena biar bagaimana dia juga merasa sedikit merasa terganggu tentang ucapan Nanda bahwa Arman telah menjadi arwah gentayangan, bukan karena tidak terima tapi dia merasa sedih bila ternyata memang sang anak tidak diterima bumi akibat meninggal karena bunuh diri dan sekarang akan menjadi arwah gentayangan.

Selamat malam Besti, jangan lupa like dan komen nya ya.

1
Hariyanti Katu
jaman purnama gadis ya😄
Dewi
emng gk da guna arya pnyeslanmu itu rahman jg sudh meninggl mknya klo tmen mau mnta tlong tuh di dngerkn dlu
Dewi
panglima emng trbaik deh
Dewi
Akhir ny iblis merah tumbng jg tuh .. rsakn parto pnderitaanmu yg sudh numbalin arman dan rahman
Dewi
😅😅ngakak jg edo sm joko bisa2 ny smpe kndg sapi sgla
Dewi
cinta trbesar panglima bukan hrus memiliki tapi mngikhlskan agr yg di cinta bisa mndptkan ksih syng seorng ibu wlau diriny hrus sakit hati krn ygdi cinta hrus brsma laki" lain
Dewi
panglima bner2 tlus skli dia mnjaga org yg di syang dgn bner2 baik wlau tau dia hrus merelakn cinta nya demi kbaikan org yg di syang
Dewi
Awal" mba pur mulai bntu org nglwan iblis" jahat
Dewi
semngat mba pur..
Dewi
Emng si pocong gk bisa trbng kah hrus lonct" trua jlan nya
Dewi
Wah rahmna ini pasti ayo dtngi arya ksian bgt emng am rahman
Dewi
Nah sruhsi parto tuh mngkau yg sudh bnuh arman sm rahman ke pda smua wrga biar tau rsa tuh lgsgtrun jbatan
Dewi
Alah" si kunti gk ngaca aja pnglima tampan mana mau sm kmu.. sm pnglima perang xiela aja dlu bner2 gk mudah tkluk kok
Dewi
Mb pur ini di hati pnglima sudh komplit krna sis lain ratunya psti dia bkal patuh dan sopan eh mlah ktmbh wanita yg di cintai apa gk dobel" tuh khwtir ny panglima
Dewi
Almak azka lgsg ngompol😅😅 pdhl yg ktemu setan maulana sma zidan
Dewi
ngakak bgt klkuan mreka brtiga ini azka sok inggrs eh maulana lgi asl narik sorban aja 🤣🤣
Dewi
mantaappp bagas
Dewi
😅si ustadz trnyta tkut juga😁😅
Dewi
ngkak bgt sm klkuan mreka brtiga ini😅😅
Dewi
Aska bkal jdi saudra sm mb pur ya kn yg nikah sm nessa kan ya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!