Awal kisah cinta yang tak terbalas, dan tetap berusaha mencari cinta sejati untuk mengobati luka cinta yang membekas di hati.
Tetap berdiri tegak, tetap menjadi diri sendiri untuk mencari hati yang bisa menerima segala kekurangan yang ada pada pasangan.
Belajar ikhlas menerima kenyataan walau sakit di hati, namun mempunyai tekad yang kuat untuk tetap bangkit lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.18. Kayla Sibuk
"Ka, kamu mau ikutan menjadi panitia di event tahunan kampus tidak?" tanya Kayla ketika menelepon Raka.
"Acara apaan itu?" balas Raka balik nanya kepada Kayla.
"Acara besar-besaran yang diadakan kampus di setiap tahunnya, yang ada lomba, bazaar dan juga ada band-nya di akhir acara." ucap Kayla menjelaskan isi event tahunan kampus.
"Kalau kamu mau, kamu menjadi seksi dekor saja, katanya teman aku lagi butuh orang di bagian seksi dekor." Kayla memberitahu bagian untuk Raka di event itu.
"Kenapa aku harus menjadi seksi dekor?" tanya Raka kenapa harus di bagian dekor.
"Ya, karena aku tau kalau kamu jago banget soal menggambar, biar kamu juga tambah banyak temannya. Perluas pergaulan kamu, jangan hanya kuliah terus balik ke rumah terus." ucap Kayla yang sedikit memuji kemampuan menggambar Raka, sekaligus memberi saran agar Raka memperluas pergaulannya di kampus.
"Tapi kan aku tidak kenal sama panitia-panitia yang lainnya. Nanti aku tidak ada temannya." balas Raka yang takut tidak ada teman.
"Kan, ada aku juga Ka, kamu mau ya?" ucap Kayla sedikit membujuk Raka agar ikut bagian dalam panitia event kampus tahunan itu.
"Mmmh....Raka nampak berfikir sejenak, mempertimbangkan ajakan Kayla."
"Oke deh, tidak apa-apa." ucap Raka menyetujui ajakan Kayla setelah sedikit berfikir.
"Bener ya!" pekik Kayla merasa girang karena akhirnya Raka mau ikut jadi panitia di even kampus itu.
"Oh iya..Sekalian nanti sore kita ada rapat di Auditorium Kegiatan Mahasiswa." tambah Kayla memberitahu Raka jadwal rapatnya.
"Oke..Tapi kita barengan saja ya, kan aku belum pada kenal sama paniti yang lain." Raka mengajak Kayla untuk berangkat bareng.
"Iya tidak papa, kita berangkat bareng." balas Kayla yang merasa senang dengan ajakan Raka untuk pergi bareng.
"Kita janjian dimana?" tanya Raka kepada Kayla.
"Kalau kita ketemu di depan gedung jurusan saja bagaimana?" Kayla bertanya balik tempat untuk janjian.
"Oke." balas Raka singkat.
"Sip. Thanks ya Ka." ucap Kayla berterima kasih.
Kemudian Kayla menutup teleponnya karena waktu sudah malam, Kayla juga merasa mengantuk dan kemudian langsung beristirahat.
**
Akhir-akhir ini Kayla sedang sibuk-sibuknya di kampus. Pergi pagi dan pulang malam, serta langsung tidur karena capek.
Deni teman satu kos Kayla yang suka sekedar minta kopi atau cemilan sering kali Kayla cuekin karena memang Kayla sudah tertidur.
Pagi itu Kayla masih ada di kosan yang memang masih sepi-sepi nya kalau pas jam-jam setengah tujuh'an.
Kuliahnya masih nanti siang jam dua belas. Kayla sengaja mampir ke kamar Deni yang kebetulan pintunya terbuka sedikit.
"Den." panggil Kayla.
"Deni pun terhenyak kaget dengan panggilan Kayla barusan. Deni mengelus-elus dadanya sendiri karena rasa kaget karena panggilan Kayla.
"Sori-sori." ucap Kayla meminta maaf pada Deni.
Kayla lupa kalau temannya yang satu ini memang rada kagetan. Kemudian Kayla langsung masuk ke kamar dan pergi tiduran di kasur Deni yang tertata sangat rapi.
Meskipun Deni anak musik, namun orangnya tidak berantakan. Malah cenderung orang yang suka dengan kebersihan.
Bahkan sampai-sampai Kayla dipelototi oleh Deni kalau dia nyampah di kamar Deni. Biarpun itu hanya sebungkus permen atau selembar tisu sekali pun.
"Kemarin-kemarin kamu tidak balik ya? Nginep di rumah teman? Apa mudik?" tanya Deni kepada sambil bermain game bola, karena Deni sangat hobi sekali dengan game bola.
Sekarang saja dia lagi bermain game bola, tangannya dari tadi sibuk mencet-mencet layar monitor Hpnya sambil teriak-teriak sendiri.
"Goool!" teriak Deni tiba-tiba.
"Enggak, ah. Orang aku baliknya malam terus, kok. Jadi setiap balik aku langsung tidur. Habis sudah mengantuk juga saking capeknya. Mana kuliah lagi banyak tugas. Belum lagi tugas tambahan karena ada event tahunan kampus." ucap Kayla menjawab pertanyaan Deni tadi sambil menguap sesudah ngomong.
"Kamu bangun pagi-pagi begini hanya untuk sekedar bermain game, ya?" tanya Kayla kepada Deni yang masih asik bermain game bola.
"Yah, mau ngapain lagi. Memangnya kamu ngapain kalau bangun pagi-pagi begini?" balas Deni sekalian berbalik nanya kepada Kayla.
"Aku? Ya pergi kuliah lah." balas Kayla.
"Ya itu kalau pas kamu ada kuliah, kalau lagi pas tidak ada kuliah?" tanya Deni lagi.
"Mengerjakan tugas kampus kalau sedang ada tugas, kalau tidak, ya beresin kamar, mencari sarapan atau sekedar baca-baca komik." balas Kayla menjelaskan kegiatannya yang lain ketika bangun pagi.
"Membaca komik? Kamu membaca komik?Sejak kapan kamu suka komik?" Deni kaget dengan kegiatan Kayla yang terakhir diucapnya, karena yang Deni tau selama ini Kayla sama sekali bukan orang yang suka membaca komik.
"Dari sejak aku suka sama Raka. Berkat komik itu juga kemarin-kemarin aku bisa jalan bareng dengan Raka." jelas Kayla dengan bangganya.
"Jadi? Kamu sudah jalan sama Raka yang elu taksir itu?" tanya Deni sedikit penasaran sekaligus tidak percaya.
"Oh iya dong! Lagian kan kata kamu,aku harus sering-sering mengajak Raka jalan, biar aku tau banyak tentang Raka." ucap Kayla yang masih dengan bangganya.
"Kasihan Raka." Lirih Deni yang dibalas dengan mendaratnya jitak'an Kayla di kepala Deni.
Kayla kemudian bangun dan memposisikan dirinya duduk di atas kasur yang cukup tebal itu.
"Tapi Den, kira-kira Raka tau tidak ya kalau aku ada perasaan sama dia? Apalagi waktu itu pas aku lagi ngedate bareng dengan dia, aku bilang kalau teman aku ada yang naksir dia." ucap Kayla menanyakan pendapat Deni tentang perasaan Raka sama dia.
"Ngapain, kamu bilang kayak begitu?" balas Deni yang bertanya dengan heran karena ucapan Kayla yang bilang temannya ada yang naksir Raka.
"Ya, biar dia tidak curiga." balas Kayla alasan dia ngomong kayak begitu ke Raka.
"Lah, kok kamu bego banget sih, La? Kamu ingin dia tau kalau kamu ada perasaan sama dia tapi kamu tidak mau dia curiga. Jadi mau kamu itu sebenernya apa sih?" ucap Deni dengan nada yang sedikit kesal dengan Kayla karena ke-bego'an Kayla.
"Ya, aku inginnya dia sadar dengan sendirinya. Tapi kayaknya aku tidak yakin kalau dia sadar aku ada perasaan sama dia. Mengingat dia itu cowok yang paling cuek dan lempeng yang ada di muka bumi ini. Terlebih lagi kalau masalah perasaan." balas Kayla, sekaligus menjelas karakteristik dari Raka yang Kayla tau selama ini.
"Nah itu dia. Kalau kamu menunggu dia sadar, sementara kamu tau dia orang yang kayak begitu, ngapain juga kamu berharap." balas Deni dengan sisa-sisa kekesalannya dengan Kayla.
"Kalau begitu, kenapa tidak kamu yang memberitahu tau langsung ke dia. Kalau kamu suka sama dia." tambah Deni menyarankan kepada Kayla.
"Aku nembak dia maksud kamu?" tanya Kayla kepada Deni.
"Iya kamu tembak dia langsung. Katanya dulu kamu memang mau menembak dia." balas Deni.
Kayla terdiam dan terlihat sedikit berfikir sejenak dengan saran yang diberikan Deni barusan..
Jangan lupa dukungannya ya sobat.
Berikan like,komentar dan juga votenya.
Terima kasih.
mampir juga yuk di karyaku.
jangan lupa beri dukungan😊😊😊