NovelToon NovelToon
Single Mother

Single Mother

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Badboy / Tamat
Popularitas:7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sept

Ini adalah kisah Kanina, gadis 20 tahun yang harus kehilangan masa depannya. Di tengah malam yang gerimis, seseorang menyeretnya dengan paksa. Memperlakukan gadis itu bagai binatang.
Alung, putra dari orang ternama di kota itu. Anak badung yang selalu membuat masalah. Kali ini, masalah yang ia buat bukan main-main.
Anggara Kusuma Dinata, pria 35 tahun yang sudah didesak sang ibu untuk segera mengakhiri masa lajang. Pria terpandang di kampung sebelah, dambaan para gadis desa dan mantu idaman.

Mana yang akan melangkah bersana Kanina?
Bagaimana kisah Kanina, setelah sebulan kemudian ia dinyatakan hamil?

Hai, selamat datang di novel terbaru Sept. Jangan lupa baca juga novel Sept yang lain.
1. Rahim Bayaran
2. Suamiku Pria Tulen
3. Istri Gelap Presdir
4. Dea I Love You
5. Wanita Pilihan CEO
6. Kesetiaan Cinta
7. Menikahi Majikan

Ig : Sept_September2020

Selamat membaca!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selimut Sendu

Mencari Daddy  Bag. 18

Oleh Sept

Rate 18 +

Kanina perlahan menurunkan pandangan, ia merasa tidak nyaman ketika Gara menatapnya terlalu lama. Canggung dan membuatnya tidak enak sendiri. Mungkin ia merasa sudah merepotkan pria itu. Karena berkali-kali harus dilarikan ke rumah sakit.

"Maaf, sudah merepotkan," ucapnya lirih, dari pada ucapan, itu lebih terdengar seperti bisikan.

"Hemm ... bukannya sudah saya bilang? Anggap saja seperti abangmu. Tidak perlu merasa tidak enak." Gara kemudian bangkit dan menuju kamar mandi di dalam ruangan itu. Ia mau membasuh muka dahulu.

***

Di tempat lain, di sebuah rumah sakit yang berbeda, tapi di kota yang sama.

Kamar VIP Bugenvile Nomor 88

"Dok! Kenapa putri saya belum bangun juga ... Jangan diam saja, Dok. Lakukan sesuatu pada putri saya!" tuntut mama Ami dengan putus asa, ibunda Alung tersebut masih shock karena putrinya masuk rumah sakit. Ia menuntut dokter karena sampai sekarang Meichan putri pertamanya tak kunjung membuka mata.

"Ma, tenang Ma." Sang suami merangkul tubuhnya, ia tahu pasti bahwa istrinya pasti kaget dengan musibah ini.

"Harusnya kamu jaga dia, Lung!!!! Harusnya kamu jaga kakak kamu ... kenapa jadi begini?" isak mama Ami. Ia melepaskan lengan suaminya dan memukuli tubuh Alung.

"Harusnya kamu jaga kakak kamu!" gumam mama Ami berulang kali. Ia terus memukuli Alung hingga tubuhnya terasa lemas. Wanita berambut emas itu seolah menyalakan Alung atas musibah yang menimpa putri pertamanya.

Sedangkan Alung, pria itu hanya diam saja. Menerima semua pukulan dari sang mama. Meski tidak bersalah tentang hal ini, tapi bayang-bayang tentang sang kakak selama ini tiba-tiba terputar lagi di dalam benaknya.

Bagaimana ia menyusahkan semua keluarganya, bagaimana pesan sang kakak saat memintanya berubah sebelum sang kakak jatuh tidak berdaya. Semua kenangan itu berputar dalam kepala pria tersebut.

"Mari Pak, ikut dengan saya." Dokter rupanya ingin bicara khusus pada ayah Meichan. Mengigat nyonya Ami yang saat ini tidak bisa diajak kominikasi. Wanita itu terlihat labil dan belum bisa menerima kenyataan.

Ruang dokter Pramana

Dokter yang sudah tidak mudah lagi itu membacakan hasil general check up milik Meichan. Saat membaca hasilnya, tangan ayahanda Meichan tersebut bergetar.

"Mengapa sudah sebesar ini? Apa masih bisa dioperasi?" tanya pria itu dengan panik dan penuh kecemasan.

Dokter menggeleng pelan dengan wajah sama kecewanya.

"Maaf, Pak. Maaf harus mengatakan yang sejujurnya. Kita hanya menunggu keajaiban. Mari banyak-banyak berdoa."

Mendengar penjelasan pak dokter, papa Alung tersebut langsung berubah pucat. Anak perempuan yang ia bangga banggakan mengapa harus mengalami hal sepahit ini. Anaknya yang lincah, kebangaan selama ini harus terbaring di atas ranjang rumah sakit. Benar-benar pukulan yang berat untuk keluarga mereka.

Setelah mendengar penjelasan dari dokter, pria itu kemudian keluar dengan langkah gontai.

"Bagaimana, Pa?" tanya Alung sembari mendekati papanya. Dilihatnya sang papa wajahnya nampak muram. Pria itu hanya menundukkan wajah, kemudian mengusap sudut matanya.

"Pa ... Mbak Mei nggak kenapa-kenapa, Kan?"

Papa Alung tersebut akhirnya tidak kuasa menyembunyikan kesedihan. Siapa bilang pria tidak boleh menangis? Bagaimana ia tidak menitihkan air mata. Putri kesayangannya dinyatakan kena tumor otak, sebuah tumor ganas sedang tumbuh dalam kepala putrinya itu. Kini, sebagai orang tua, pria itu hanya bisa menangisi nasib malang putrinya itu.

***

Saat keluarga Alung dilanda musibah dan kabar duka, lain cerita dengan Kanina. Sepertinya, pelangi mulai muncul setelah badai menerpa hidupnya.

Kediaman Sadewo Kusuma Hanggara

"Jangan sungkan-sungkan, berapa umurmu Nin? Tante juga punya anak perempuan. Tapi dia sedang di Jogya. Lagi kuliah!" ucap bu Sadewo yang ingin mencairkan suasana. Karena dilihatnya Kanina terlihat canggung saat masuk ke dalam rumahnya.

"20 ...!" Kanina ragu mau meneruskan kalimatnya. Ia harus memanggil apa pada wanita bernata teduh tersebut.

"Tua anak Tante, anak tante 21. Tahun ini wisuda," ucapnya bangga. Meski hanya anak angkat, tapi bu Sadewo sudah sayang sekali. Seperti anak sendiri.

"Minggu depan jadwal dia pulang, nanti Tante kenalin," sambung mama Gara tersebut.

Kanina hanya mengangguk.

"Ya sudah, istirahat yang cukup. Semoga kamu krasan di sini."

"Terima kasih!"

"Jangan sungkan, kalau butuh apa-apa, minta tolong sama bibi."

"Nggeh," jawab Kanina lirih. (Iya)

***

Satu minggu kemudian

San Diego hill memorials Park

Alung berdiri di depan sebuah makam yang tanahnya masih basah. Begitu banyak kelopak bunga yang menutupi, hingga permukaan tanahnya tidak terlihat. Sayup-sayup terdengar isak tangis dari suara yang sangat familiar. Mendung sedang memayungi keluarga mereka. Alung dan keluarga sedang berduka. Bersambung.

1
Ila Lee
Alhamdulillah akhirnya selesai
Ila Lee
biar kn dulu gara AL bersama Alung .nanti juga pastu pulang
Ila Lee
sedih Thor 😭😭😭😭😭😭😭
Ila Lee
polis ya anak hilang susah di cari
Ila Lee
semoga altar selamat ya ini lh akibat keegoan orang tua anak yg jadi korban seharus nya gara dan Nina beri lh Altar bersama Daddy nya walaupun hanya sebentar nanti bicara baik 2
Ila Lee
Altar sama MCM Alung orang nya panas barang anak sama Daddy perangai juga sama suka membangkang keres kepala
Ila Lee
wahdu Alung bincanglah dengan cara baik 2 AL masih kecik biar dia bersama mamanya
Ila Lee
wahdu mbak roh jgn diungkit loh
Ila Lee
biasa lh kn anak kecil dia sangka mama nya sudah tidak sayang kerana punya adik
Ila Lee
.ngak tahan lihat ya lung🤣🤣🤣
Ila Lee
kasihan pak Rafi jgn cemburu ya🤣🤣🤣🤣
Ila Lee
ganas kamu Alung kn masih kecil di masok terus- kn lecet 😂
Ila Lee
kn di ganggu 🤣🤣🤣
Ila Lee
kasian mbak Ani itu bukan hantu itu hantu lagi keenakan main jongkang jongkit mbak🤣🤣🤣🤣
Ila Lee
kn enak syurga dunia Elena
Ila Lee
apa tu ular cobra ya🤣🤣🤣
Ila Lee
walaupun masih remaja Elena pandai menjaga harga diri tidak langsung emosi lehat mama Aftar hamil 🤣🤣🤣🤣
Ila Lee
.kn jadi salam faham Elena j silap aling tidak cerita kisah masa lalu
Ila Lee
lanjut thor ❤️
Ila Lee
biar mereka tahu Elena sekarang bukan yg dulu boleh kalian bully sekarang sudah ada suami yg menjaganya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!