Demi membantu sang ayah Samara rela menikah dengan Edric, CEO muda yang terkenal sangat kejam.
Suaminya tak pernah menganggap Samara ada. Hari-hari rumah tangganya penuh dengan isak-tangis.
Bagaimana kelanjutan hubungan diantara keduanya?
Akankah Samara bertahan atau memutuskan pergi?
Bagaimana dengan Edric?
Apakah dia akan mati-matian mengejar cinta istrinya kembali?
Saksikan berbagai kejutan dalam kisah mereka hanya di Noveltoon.
#Silahkan jika anda ingin promosi novel anda di page saya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ♡SanitaComel♡, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lihat Aku Seorang
Di saat Edric dan Samara masih berpelukan,, di toko sebelah dua insan manusia sedang sibuk melihat lihat.
Alishka mencoba berbagai jenis high heels, Alishka memang sangat menggemari barang branded.
"Aku mau coba yang itu juga"
Alishka menunjuk salah satu high heels di rak paling atas,, pegawai toko pun sampai kewalahan.
Melihatnya David sampai geleng kepala.
"Nona mau sampai kapan kau hanya mencobanya? semuanya terlihat bagus,, nona sebenarnya kau mau beli yang mana"
David yang sudah mulai bosan menunggu Alishka sedikit mengantuk sampai menguap.
"Kenapa kau cerewet sekali sih ,, Kau harus bisa sabar kalau menemani wanita belanja"
"Baiklah nona"
Lagi-lagi David mengalah pada Alishka,, Alishka membeli 3 high heels sekaligus, David yang di suruh membayarnya, David sudah seperti seorang suami yang siap siaga dan dia membawa semua barang belanjaan yang di beli Alishka.
Mereka pun menyusul Edric dan Samara ke toko emas dan berlian, setiba ditoko mereka melihat pemandangan yang romantis,, yang membuat jiwa jomblo mereka meronta ronta.
*ya ya aku maklum kalian pengantin baru,, tapi ya jangan pamer kemesraan juga kali,, tolong mengerti lah perasaan jomblo ini* Alishka memalingkan wajahnya melihat Edric dan Samara sedang berpelukan
*melihat ini jadi ingin tau bagaimana rasanya menikah* David hanya mengelus dada
Ya David memang jomblo sedari lahir,, dia tidak pernah dekat dengan wanita apa lagi pacaran sudah jelas tidak pernah,, semenjak lulus sekolah ayahnya menyuruh David menjadi asisten Edric.
David sendiri berasal dari keluarga kaya raya,, namun dia tidak ingin menunjukkan identitasnya kepada semua orang, di dalam hidupnya David hanya mengagumi satu wanita,, yaitu Alishka adik dari bosnya sendiri yang sampai sekarang belum bisa mengutarakan perasaannya.
Alishka yang tidak tahan melihat kemesraan pasangan tersebut akhirnya bersuara.
"Ehemm, ehemm"
Edric dan Samara yang mendengar suara Alishka pun langsung melepaskan pelukan mereka.
"Ternyata kalian sudah disini" Samara merasa malu, wajahnya mulai merah
Edric menatap Alishka dan David secara bergantian,, yang di tatap berpura-pura tidak tau dan mengalihkan pandangan ke arah lain.
*dasar pengganggu, tidak lihat apa orang sedang berduaan* Edric melirik David seakan-akan ingin mengatakan "Pergilah jangan ganggu kesenangan ku"
"Wah, kakak ipar kalung mu cantik sekali" Alishka melihat kalung yang melingkar di leher Samara
"Hmm kalung ini di belikan oleh kakakmu" Samara tersenyum malu-malu
"Apa tidak salah? Kak Edric yang membelinya untuk kakak ipar" Alishka melirik ke arah Edric
"Bilang saja kalau kau juga mau,, jangan cari alasan" Edric sudah menebak isi kepala adiknya
"Ck, kakak tau saja, makasih ya kakak ku yang paling tampan sedunia" Alishka tertawa meledek kakaknya
"Aku memang tampan dari lahir" Dengan lagak sombongnya Edric bergaya sok gagah
CEO yang kejam menjadi kenak kanakan jika bersama adiknya.
Samara yang melihatnya hanya tertawa kecil,
tidak di sangka sosok pria yang sangat kejam bisa tersenyum begitu manis di hadapannya. uwuw 😍
Senyuman yang sudah lama menghilang dari diri Edric kini muncul kembali di wajah CEO tersebut.
Pria itu tak lagi memasang wajah yang dingin melainkan terus tersenyum seketika hati yang sedingin es kini mulai mencair,, karena pria itu telah membuka hatinya untuk seorang wanita yang ada di dekatnya.
Edric juga tersenyum menatap Samara,, dia terus menggenggam tangan Samara.
*mulai detik ini aku akan selalu menjaga mu,, tidak akan ada lagi air mata yang terlihat di matamu, hanya akan ada kebahagiaan yang ku berikan untukmu*
Wanita itu kini sudah memiliki tempat di hati Edric.
Waktu sudah berlalu setengah hari,, sekarang tepat pukul 1 siang, mereka pun menyudahi acara belanja mereka.
Namun Edric masih ingin menghabiskan waktu bersama istrinya, dia belum ingin pulang kerumah.
"Dav, kau pulanglah antar Alishka kerumah,, aku masih ingin jalan-jalan"
Edric menyuruh David untuk mengantar Alishka pulang dan meninggalkan dia bersama Samara.
"Tapi tuan, bagaimana dengan anda dan Nona Samara? saya tidak mungkin meninggalkan anda sendiri tuan"
David enggan untuk meninggalkan tuan mudanya,, David memang asisten yang sangat setia menemani tuan mudanya, David takut terjadi hal yang tidak di inginkan jika dia meninggalkan Edric.
"You take it easy,, aku akan menghubungi mu jika terjadi sesuatu, lagi pula ini hanya sesekali aku ingin bawa mobil sendiri"
Karena keinginan Edric,, David pun menyuruh sopir mengantarkan mobil untuk Edric dan Samara, setelah itu David pergi bersama Alishka pulang kerumah.
Edric membukakan pintu mobil untuk Samara.
"Please princess"
Samara tertawa melihat Edric yang menyebutnya tuan putri.
Edric dan Samara sudah mulai dekat dan terbiasa satu sama lain, Samara menatap Edric yang sedang menyetir.
*ternyata kau adalah pria yang romantis,, aku sangat beruntung bisa menikah dengan mu tuan muda* Samara tersenyum melihat suaminya
Edric yang merasa dirinya di perhatikan pun melirik Samara.
"Jangan memandangku seperti itu,, nanti kau bisa jatuh cinta"
Edric tersenyum menatap lurus ke depan,,
wajah Samara memerah sekaligus malu tertangkap basah sedang memperhatikan Edric.
"Honey, where are we going?" Samara penasaran tempat tujuan Edric
"Be patient, honey.. Kau akan tau sendiri nanti" Edric pun mulai memanggil Samara dengan kata sayang membuat Samara jadi malu
Edric menepikan mobilnya di sebuah taman, Edric mengajak Samara ke taman Hyde taman terbesar di kota London,, tempat orang-orang menghabiskan waktu bersama orang tercinta.
Taman ini mempunyai lebih dari 4000 pohon, sebuah danau besar, padang rumput, serta berbagai bunga hias yang sangat indah.
Edric mengajak Samara duduk di tepi danau.
"Bagaimana? apa kau suka tempat ini?" Edric memegang tangan Samara
Samara menghembuskan nafasnya secara perlahan
"Suka sekali,, tempat ini sangat indah" Samara tersenyum
"Apa kau pernah kesini sebelum nya" Sepertinya Edric ingin mengenal Samara lebih dekat
"Tidak,, setiap hari aku hanya menghabiskan waktuku di butik,, aku pernah mengunjungi suatu tempat tapi tidak seindah ini, itu juga sebelum....."
Samara tidak melanjutkan kata-katanya, wajah Samara mala berubah murung *sebelum Ray mengkhianati ku*
Edric yang melihat perubahan mimik wajah Samara pun langsung menebak isi pikiran Samara.
"Apa kau teringat mantan mu yang menyebalkan itu"
Seketika mood Edric berubah,, Edric menatap Samara dengan tajam.
"Tidak sayang tidak,, Maafkan aku ya"
Samara memohon memasang wajah imut sambil memegang kedua telinganya untuk merayu Edric.
"Haha,, kau lucu sekali"
Samara berhasil membuat Edric tertawa, dan tawa itu yang tidak pernah di dengan oleh orang lain,, Samara tersenyum melihat suaminya tertawa.
"Ok I forgive you,, aku ingin kau lupakan dia, jangan pernah ingat dia lagi,, kau hanya boleh lihat aku seorang, hanya aku"
Edric memegang pipih Samara, pria itu sudah sangat mencintai wanita yang ada di hadapannya.
Samara tersenyum menatap suaminya yang sedang gemas dengan pipinya, Edric menggenggam jemari Samara menyuruhnya untuk berdiri.
"Ayo kita jalan-jalan sebentar"
Edric mengajak Samara berkeliling taman, mereka bak sepasang kekasih yang sedang berpacaran.
Ada kuda di taman itu yang bisa di naiki pengunjung taman,, mereka pun menaiki kuda bersama dengan posisi Samara di depan Edric,, Edric menunggang kuda sambil memeluk Samara, seperti sudah ada ketertarikan di antara mereka.
Mereka menghabiskan weekend hanya berdua, setelah itu Edric mengajak Samara ke cafe dekat danau.
"Kau ingin pesan apa" Edric masih tetap menggenggam tangan Samara
"Terserah,, apa saja boleh"
Samara masih tidak percaya hari yang telah dia lalui,, Samara pun senyum-senyum sendiri🥰
Edric pun memesan couple menu.
"Excuse me,, saya ingin memesan couple menu"
"Yes sir" Pelayan cafe segera menyiapkan menu yang di minta Edric
Edric memandang istrinya dengan tersenyum.
Hidangan pun telah siap tersedia,, Samara yang memang sudah lapar langsung makan dengan cepat, sangat berbeda dengan wanita yang makan dengan elegant.
Edric yang melihat Samara makan pun hanya tertawa tanpa suara *wanita ini memang tidak tau malu ya,, dia sangat polos dan sangat lucu*
Samara makan dengan cepat sampai bibirnya terkena sedikit saus, Edric yang melihatnya pun dengan santai mengelap sudut bibir Samara,, Seketika Samara terdiam masih terpaku dengan tindakan Edric.
Edric yang menyadari Samara diam, memecahkan lamunan Samara.
"Kenapa tidak dilanjutkan makan? Atau mau ku suapi?"
Edric memberikan sesuap sendok ke Samara,, Samara pun menerima suapan dari Edric.
Mereka makan dengan tenang dan romantis, Tiba-tiba seseorang datang menghampiri mereka.
"Hi Edric, How are you?"
Seorang pria berjas hitam memegang bahu Edric dari belakang.
Bersambung....
#Kalian penasaran siapa pria itu? ikuti terus novel ini ya guys .. Jangan lupa like dan vote. ok.
See you again👋 ...
Pembaca yang bijak akan meninggalkan jejak 🙏🏻
coba saja di kasih biar para pembaca yang gak faham artinya, jadi ngerti mereka ngomongin apa🤗tolong di perbaiki yah thor
Thor kasih terjemahan kalo ada bahasa Inggris nya,aku ngk mengerti🤦🏻♀️ apa yang di omongin