Proses Revisi bertahap...
Rate 21+++
Cerita ini mengandung adegan yang cukup ngeri di harap yang masih di bawah umur, segera tinggalkan setelah membaca warning ini... gak boleh ngintip apalagi mampir..
______
Berawal kabur dari rumah dan bekerja menjadi sekretaris lalu mendapat misi untuk menyembuhkan penyakit bos nya, Aqella malah mendapati dirinya berakhir di dalam ranjang dan membuat hidup nya menjadi sepenuh nya milik Cleo Rodriguez.
Namun siapa sangka jika pilihan nya untuk memilih Cleo, malah menimbulkan banyak masalah kedepan nya untuk dirinya sendiri dan hubungan yang ia jalani.
Mampukah Aqella melewatinya ?
Ataukah memilih mundur perlahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kris muntari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MENOLAK RASA
Tin..tin..
Tin..tin..
Aqella benar benar di buat kesal, karena waktu pagi nya yang seharus nya bisa dinikmati dengan tenang kini harus di ganggu dengan suara klakson yang saling bersahutan di depan rumah nya.
Terus juga kemana semua orang disini, kenapa gak ada satupun yang mencoba ngusir pembuat onar tersebut.
Aqella bergegas keluar dan tidak lupa juga ia membawa segayung air, untuk menyiram siapapun yang sudah merusak pagi nya.
"Woi berisik!!" Teriak Aqella sambil melempar gayung berisi air kesembarang tempat.
Dan sial nya Arka yang terkena siraman dari Aqella dan menjadi basah Karena ia memang berada di motor, sedangkan Cleo masih tetap kering di dalam mobil.
"Oh ****."umpat Arka mengelap wajah nya yang basah.
"Rasain."rutuk Cleo melihat Arka yang basah kuyup, dan dengan segera keluar dari mobil.
"Kalian berdua ini gak ada kerjaan apa?!! Pagi pagi udah buat keributan di rumah orang!" Omel Aqella saat mereka sudah berdiri di hadapan nya.
"Dia duluan yang mulai."Cleo melirik Arka dengan sinis.
"Mana ada, dia yang mulai duluan!" Bela Arka, ia tidak terima dengan tuduhan Cleo.
"Ngarang, orang lo yang mulai." Ucap Cleo tak mau kalah.
"Elo yang mulai." Sahut Arka lagi
"Elo."
"Elo."
Aqella berbalik dan melangkah meninggalkan mereka yang masih berdebat menyalahkan satu sama lain, lebih baik ia bersiap siap untuk berangkat ke kantor daripada melihat mereka bertengkar.
"Tuhkan Aqella pergi."ucap Cleo, lalu dengan cepat menyusul Aqella kedalam , begitupun Arka.
Setelah selesai bersiap siap, Aqella segera turun menghampiri Arka dan Cleo di bawah.tidak lupa ia juga membawa obat yang sudah ia pesan di dalam tas, karena ini adalah hari sabtu dan tidak banyak kegiatan di kantor, ia akan melancarkan misi nya hari ini.
Sorry bos, ini demi bonus.
Cleo yang memang biasa nya melihat Aqella dengan setelan formal, di buat tercengang dengan penampilan Aqella yang terlihat lebih santai dengan celana jeans dan kaos yang di balut dengan jaket denim warna navy, tidak lupa dengan rambut nya yang ia kuncir satu, benar benar terlihat lebih cantik dan natural.
"Kamu cantik sekali hari ini." Puji Cleo.
Aqella tersenyum menanggapi pujian dari Cleo "terima kasih."
"Jadi menurut dia, lo kemarin kemarin gak cantik."ujar Arka.
Cleo dengan cepat menyikut lengan Arka, menatap tajam pria di samping nya "siapa yang bilang kemarin Aqella gak cantik?"
"Elo kan yang bilang...kalo hari ini Qella cantik, jadi sama aja lo tanpa sadar bilang, Qella kemarin gak cantik."jawab Arka panjang lebar.
"Ngawur dia, kamu selalu cantik."ujar Cleo menatap Aqella dengan penuh cinta yang seperti nya Aqella tidak melihat nya.
"Ya kan emang gue cantik dari lahir, jadi gak usah kalian puji puji juga gue bakal tetap cantik."ucap Aqella dengan sombong nya.
Bahkan Arka yang mendengar nya menggeleng kepala tidak di menyangka jiwa narsis Aqella saat masih SMA tidak pernah hilang.
"Ini baru wanitaku."ucap Cleo bangga, tidak peduli dengan Arka yang mendengar nya langsung berubah wajahnya merah padam menahan emosi.
Uhuk
Aqella langsung tersedak udara mendengar pengakuan Cleo, bahkan sekarang Aqella merasakan lagi debaran di hati nya, kalo begini terus bagaimana bisa ia melancarkan misi nya, lantas ia harus merelakan bonus yang sudah di depan matanya itu.
Gak boleh begini, gak boleh.batin Aqella bergemuruh menolak perasaan nya sendiri.
Aqella menggeleng cepat, tidak rela jika harus kehilangan bonus dan rencana shoping yang sudah ia susun jauh jauh hari, dengan cepat Aqella menarik tangan Cleo, membawa pria itu masuk kembali ke mobil nya.
"Arka gue berangkat bareng Cleo, sorry."ujar Aqella dan segera masuk ke mobil Cleo.
Sedangkan Arka tidak menjawab dan hanya menatap mobil Cleo yang sudah keluar dari halaman rumah Aqella.