hidup yang selalu di tertawakan semesta
mari ku beri tau rasanya menjadi simpanan petinggi kampus dan petinggi rumah sakit.
tidak waras kan? jika tidak suka pergi dan jangan mengikuti tentang hidup ku
ini bukan keinginan ku jadi diam saja jangan katakan apapun.
silahkan baca bagi yang mau dan saya minta maaf karena cerita saya selalu di luar nalar, jangan memaksa membaca jika tidak suka nanti tau2 ada yang kirim santet online..
sakerep mu welah jika ingin menghujat silakan saja karena saya cinta keributan .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fellaini kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 18
Enjoy
Jeffran berhenti setelah melakukan kegiatan panas nya walapun hanya sekali main tapi Daisy di buat kelimpungan kesadaran si tampan kembali ketika mendengar suara memohon , tak henti Daisy terus berucap jangan lakukan akhirnya Jeffran melakukan secara perlahan .
" sayang apa masih sakit? " Jeffran mengecupi punggung mulus Daisy
" aku harus pulang.."
" malam ini kita menginap saja aku masih merindukan mu , kamu tidak rindukan aku? "
tubuh mereka tertutupi dengan selimut karena tak ada sehelai benang pun menempel , tangan kekar Jeffran membelai perut Daisy yang sudah terasa keras .
" dia milik siapa hm? "
" aku tidak tau hiks . " tangis Daisy kembali pecah
"apa Lucas? "
" bahkan dia tidak tau apapun tolong jangan bawa Lucas dalam masalah ini , dia orang yang begitu baik dan selalu menjaga ku . "
" jadi maksud mu dia baby Seo? "
" bisa jadi tapi belum bisa di pastikan aku tidak meminta pertanggungjawaban . " ujar Daisy
Jeffran terdiam tak di pungkuri dia bahagia mendapat buah hati bahkan dari orang yang sangat di cintai , si tampan pun bangun dia hanya menggunakam celana di atas lutut menuangkan Wine .
" bisa saja itu itu milik Arthur lantas apa mau mu sekarang? " tanya Jeffran
" aku tidak ingin apapun biarkan baby dengan ku kembalilah pada istri mu . "
" aku masih membutuhkan tubuh mu sayang ayo berkerja kembali dengan ku. "
" bagaimana bisa kamu berbicara seperti ini? " air mata Daisy mengalir
" mungkin kamu di lahirkan untuk menjadi Jal*ng bukankah begitu hm? "
Daisy bangkit wajah nya tampak marah dia mengambil pakaian dan bersiap pergi , kata2 yang begitu menyayat hati tak sedikitpun dia ingin menjalani hidup serendah ini .
" mau kemana ! " Jeffran menahan lengan Daisy
" lepaskan tangan brengs*k ! jangan karena uang mu kau bisa semena2 pada ku . " ujar Daisy
" kenapa harus marah jika memang fakta . "
" tentu saja fakta bukti nya kau lebih merasa terpuaskan oleh seorang jal*ng , bukankah sama2 rendah? kenapa seolah kau jauh lebih baik ! " senyuman sinis tampak di bibir Daisy
Plakk
tamparan kembali bergema Daisy jatuh tersungkur bibir terasa perih , dia melindungi perut agar si jabang bayi tak terhantam lantai .
" berani sekali kau mengucapkan itu ! kau pikir siapa hah? , masih bisa kuliah berkat siapa wanita sialan begini balasan mu? " bentak Jeffran
" aku tidak meminta.. " suara Daisy melemah
" banguunn jangan pura2 lemah ! " Jeffran pun berjongkok sambil mencengkram pipi yang bahkan sudah terhiasi banyak lebam
" sakit.."
mata cantik itu terpejam napas Jeffran tercekat ketika melihat darah mengucur pada paha mulus Daisy dan menggenang di lantai , tangan kekar si tampan bergetar ketika menyentuh Daisy mencoba membuat tetap sadar .
" say-ang bangun maaf.. " Jeffran merengkuh Daisy yang sudah tak sadarkan diri
tanpa menunggu lama Jeffran memakai baju dan segera menggedong Daisy untuk segera pergi ke rumah sakit , bahkan baju dia kotor terkena banyak darah mobil buru2 di nyalakan dan kursi mobil mulai penuh dengan genangan noda merah .
" maaf sayang maafkan akuu . " tak sadar Jeffran menangis sambil mengemudi
dia berusaha fokus menyetir menambah laju kendaraan .
" jika benar kamu milik daddy tetaplah bertahan di sana . " tangan Jeffran bergetar ketika menyentuh perut Daisy
....
In Mansion Hwang
Lucas merasa risau kenapa Daisy belum juga pulang dia menyuruh seluruh bodyguard mencari keberadaan tapi belum mendapatkan kabar , harusnya tadi dia tidak mengizinkan Daisy keluar rumah lihat sekarang apa yang terjadi .
" Tuan kami masih belum menemukan keberadaan nyonya muda . " ujar salah satu pria
Pranggg
Lucas menghempaskan gelas kopi hingga hancur sorot mata tajam itu terlihat mengerikan membuat semua yang di sana tertunduk .
" orang sebanyak ini tidak ada yang berhasil menemukan istri ku ! , gunakan mata kalian untuk mencari dia baj*ngan ! " teriak Lucas
" tenang Tuan kami akan berusaha mencari nyonya . "
" pergi dan jangan ada yang pulang ketika belum menemukan istri ku ! " perintah Lucas
" baik tuan ku . "
semua membungkuk pada Lucas dan segera pergi untuk mencari keberadaan sang nyonya Hwang .
" ku mohon pulang sayang jangan meninggalkan aku sendiri . " tubuh tegap Lucas merosot dia meremat rambut rasa takut kini hadir
ketika orang tua nya meninggal Daisy menjadi alasan pria ini tetap menjalani hidup sosok wanita yang menjadi cahaya , ketika dia tidak ada dengan arti hidup Lucas juga berkahir tak ada lagi tujuan .
...
In Hospital
Jeffran berteriak memanggil perawat untuk menolong menangani Daisy semua sigap menolong dan membawa brankar , wajah merona terganti dengan warna pucat pasi seakan tidak ada kehidupan di sana .
" Tuan silahkan menunggu sebentar . " ujar salah satu perawat
wajah yang banyak di puja kaum hawa sekarang terlihat hancur dan berantakan noda merah memenuhi baju , Jeffran terduduk di lantai air mata terus menetes ratusan kata maaf selalu terucap .
seorang datang dengan wajah sama khawatir bahkan dengan napas terengah karena terus berlari , Arthur menyusul ketika Jeffran menghubungi untuk datang ke rumah sakit pasti ini menyangkut Daisy .
" apa yang terjadi? " tanya Arthur masih mencoba menetralkan napas
" aku tidak sengaja dan hilang kendali . " ujar Jeffran dengan pelan
" apa yang kau lakukan ! katakan dengan jelas baj*ngan ! " teriak Arthur
" aku menampar Daisy dan secara tiba2 dia pendarahan aku menyesal Jung . " Si Profesor kembali menangis
Bugh
Arthur menendang hingga Jeffran langsung terkapar di lantai .
" brengs*k apa yang sebenarnya dalam pikiran mu Seo kau bukan hanya menyakiti Daisy tapi bayi yang sama sekali tak berdosa , aku bersumpah akan membun*h mu jika sampai terjadi dengan mereka berdua ! "
" aku menyesal maaf . "
" segampang itu kau berucap jika bayi itu adalah darah daging ku artinya kau melenyapkan anak kandung kuuuuuu ! " Arthur mengambil kursi besi
semua orang berteriak ketika Arthur akan menghantam Jeffran tapi ada seseorang menahan .
" presedir tolong sabar jangan melakukan ini . " ujar Devan
" menyingkir akan ku habisi si brengs*k Seoooooo ! "
" tenang jangan menyelesaikan dengan emosi presedir beliau adalah keluarga anda . "
" tak sudi aku berteman lagi dengan iblis seperti dia mati sajaaaa . "
semua orang terdiam melihat amukan sang presedir tidak di sangka begitu sangat mengerikan ketika marah .
" ayo Tuan bangun . " seorang dokter membantu Jeffran bangun
kening Jeffran berdarah ketika Arthur menendang karena terhantam juru kursi tunggu tapi seolah tak peduli .
" bagaimana apa baik2 saja? "
" nona Daisy masih dalam pemeriksaan Tuan mungkin sebentar lagi . "
" selamatkan anak ku . " pinta Jeffran
" siapa yang kau sebut anak ku ! bayi itu milik ku Seoo ! " Arthur kembali akan menyerang tapi Devan terus menahan
Arthur mengusap wajah dengan kasar ekspresi frustasi begitu terlihat lagi2 dia harus melihat Daisy terluka , bahkan Arthur sadar dirinya tidak bisa menjaga Daisy dengan baik tapi demi Tuhan dia begitu mencintai wanita cantik itu .
haloo ketemu di sini
selamat beristirahat ya
bye , bye
knpa bisa terjadi seperti itu.. dua cowok gk ada cinta tp hdp seranjang.. nafsu semata2..😅
wow luar biasa nih
terus semangat utk berkarya ya
pa kbar nya kak?