Kehilangan Lidya,istri yang sedang mengandung anaknya secara tragis membuat Handoyo berjanji untuk membalaskan dendam dan akhirnya menjadi pembunuh berdarah dingin. Kemahirannya dalam menembak dan memiliki gerakan cepat karena keahlian bela dirinya digunakan Handoyo untuk membereskan lawan-lawannya hingga membuatnya disegani, dicintai banyak wanita dan makin membuatnya terkenal. Kekayaan dan popularitas dalam genggaman Handoyo tapi semua itu tetap membuatnya kesepian. Cintanya cuma satu pada Lidya seorang, hingga satu tawaran pekerjaan membuatnya melupakan Lidya, melepaskan sahabatnya dan menyeretnya ke organisasi rahasia yang mampu membuka masa lalunya yang kelam, dan mengalirkan hasrat rindunya pada wanita lain. Tidak, cintaku cuma satu pada Lidya seorang, bukan kamu!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nieta Chandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18. Awal dari "Cepot berdarah"
Lakukanlah perubahan di hidupmu, buatlah hal yang mengguncang dunia ataupun jika tidak, lakukan sesuatu yang berbeda dan membuat dirimu tidak akan menyesali nanti di hari tuamu!"
*****
"Kamu hebat sekali teman... kau bisa menjadi temanku....'Alex langsung memeluk Handoyo dan ekspresi bahagia ada di wajahnya.
"Maukah kau menjadi temanku ?" Alex bertanya pada handoyo sambil menatap wajah pria itu dengan seksama. Handoyo tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Udin yang melihat ikut tersenyum. Akhirnya ia bisa membantu mengembalikan senyum hangat di wajah pria itu. Handoyo menerima pelukan itu dan menepuk pundak Alex beberapa kali.
"Mari kita berbincang di dalam, Han ...udin, kamu memang temanku yang luar biasa..aku berhutang padamu bisa menemukan Handoyo!" Ujar Alex dengan merangkul Handoyo di sebelah kanan dan di sebelah kirinya adalah Udin.
Mereka bertiga melangkah ke dalam rumah utama. Rumah itu nyaman dan di dalamnya terdapat sofa besar dan beberapa guci besar yang menghiasi rumah itu. Asri, karena di bagian dalam di letakan bebrapa pot bunga. Di salah satu dindingnya terdapat pigura besar dengan wajah Alex diapit dua perempuan muda.
Wajah mereka bertiga begitu mirip semuanya. Apakah itu istri Alex ataukah keluarganya? Pikir handoyo dalam diam. Pandangannyapun teralihkan pada siaran televisi lokal di Jawa barat itu. Sebuah acara televisi yang menyiarkan Wayang golek dengan dalang yang terkenal, Asep Sunandar Sunarya. Entah apa yang dikatakan oleh Sang dalang itu, karena menggunakan bahasa sunda yang tidak dipahami oleh Handoyo.
"Han... ini adalah dua adikku... mereka sebenarnya kembar...namun si brengsek itu menghancurkan keduanya dengan obat-obat terlarang hingga keduanya meninggal dalam over dosis dan kejadian tragis lainnya...apakah kau sudah mendengar dari udin?" Alex bertanya sambil memandang Handoyo dan udin yang baru saja duduk di Sofa dan menatap layar televisi .
Keduanya menggeleng. Udin segera menimpali pertanyaan itu dengan segera," Bang...aku cuma bilang bahwa abang bisa membayar 500juta per kepala saja..tanpa bercerita lebih jauh ...aku takut abang tidak cocok dengan Handoyo ..jadi abang saja yang bercerita lebih lengkap.... dan tujuan abang itu! Kurasa Handoyo, bisa kita percayai , Bang...
"Baiklah... Handoyo, perkenalkan yang wajah perempuan yang ada difoto, yang di sebelah kiri adalah Lana dan sebelah kiri adalah Luna, kedua adikku saat itu sedang kuliah dan hampir selesai kuliahnya,....mereka bertemu dengan pria yang sekarang menjadi Sekretaris Gubernur itu. "Entah bagaimana mereka berdua adalah kekasih sang bajingan itu... hingga mereka menjadi kecanduan... dan ketika aku tiba di rumah ini..mereka sedang pesta narkoba bersama dan ternyata Lana langsung over dosis dan ketika tiba di rumah sakit, mereka tidak mampu menolongnya dan posisi Lana saat itu sedang mengandung anak si Bajingan itu.... aku sangat marah dan waktu itu menghajarnya habis-habisan.... dan Luna menarikku dan memohon untuk pengampunan untuk pria sialan itu .........Mereka akhirnya pergi bersama ke Sumatra Selatan... entah apa yang terjadi disana...Lunapun meninggal sebulan setelah Lana meninggal dengan keadaan yang lebih parah, mayat Luna tidak berbentuk..seperti di makan anjing hutan... aku marah saat melihatnya dan saat itu aku tidak mempunyai kekuatan... hingga peristiwa yang kurancang dua tahun yang lalu gagal... udin terpaksa menyelamatkanku...dengan berbohong soal mobil itu...si Bajingan itu sekarang sudah mempunyai anggota yang hebat dan kuat.... mentang-mentang dia menjadi tangan kanan dari pejabat negara... dia mempunyai pasukan sendiri untuk melindungi operasinya.
"Apakah sang gubernur mengetahui tindakan bawahannya itu?" Handoyo mulai tertarik pada kasus yang akan diambilnya.
"Tidak ada yang tahu mengenai kejahatannya sebagai pengedar narkoba besar .. bahkan istrinya si Bajingan adalah orang sana yang berasal dari keluarga baik-baik....pasukan itu tidak pernah terlihat jika tidak sedang ada operasi berkaitan pengiriman...nah maksudku..bisakah kau babat habis pasukan itu dan sisakan satu yang utama..tebas kepala si bajingan itu untukku... letakkan di pagar kantor gubernur....biar seluruh dunia tahu kebejatannya!"
"Baik aku akan kerjakan semuanya sendiri..jika boleh aku hanya ditemani udin.... aku ingin dia yang mengantarku dan menemaniku disana... aku tidak perlu pasukan... aku hanya butuh mengamati aktifitas kelompok itu sekitar 1 atau 2 bulan...bagaimana?"
"kau yakin hanya perlu udin saja? "
"Ya..aku tidak ingin banyak orang yang tahu akan aktifitasku.... aku ingin ketika aku beroperasi di sana, dengan diam dan terencana... dan saat itu kau sedang ada kegiatan di masyarakat yang menyaksikan dirimu sangat banyak..sehingga polisi tidak dapat mencurigaimu...
"Baiklah.... kau beritahu saja tanggal tepatnya....emh kurasa han..kau juga perlu topeng penyamaran ketika meletakan wajah itu di kantor gubernur.... apakah kau ada ide ?"
"entahlah... selama ini aku hanya menggunakan masker hitam dan penutup kepala saja..sehingga tidak ada yang mengenaliku..."Handoyo berkata pelan.
"Han... kamu itu adalah orang yang berbeda...apakah kau mempunyai keluarga?" Tanya Alex dengan hati-hati. "Aku tidak bermaksud ikut campur urusan pribadimu tapi aku ingin tahu, jika kau kenapa-kenapa...maka aku pastikan aku yang menjaga keluargamu!"
"Aku punya istri yang sudah meninggal dan ia membawa cintaku pergi bersamanya... aku cuma ingin melakukan sesuatu yang berbeda dan diingat orang..."jawab Handoyo lirih.
Alex dan Udin terdiam mendengar pengakuan pria yang dianggap mereka super hebat. Pria kesepian yang tidak memiliki tujuan.
"Hemmm... din... kamu ingat tokoh "Superman" pria yang menggunakan ****** ***** merah di luar.... dia cuma seperti itu, bisakah kau membuatkan topeng mirip itu saja tapi kita buat versi Indonesia saja." Alex bertanya pada udin.
"Maksud abang aku membuat topeng wajah bule untuk dia... ahh... dia gk mungkin sadar bang.... kenapa gak lokal aja sih bang?" Udin menyela dan tampak tidak suka dengan usulannya. "Aku ingin yang khas sini dan mengingatkan bajingan itu pada Luna dan Lana saat di Bandung ...bagaimana Bang?" Jadi dia tahu pelakunya kita tapi tidak mampu membuktikannya dan abang usahakan muncul di TV hari itu.... wah itu akan menarik bang!'
Alex dan handoyo terdiam sambil berfikir. mata mereka menatap tayangan televisi itu yang masih berupa acara wayang golek. Handoyo memang tidak memahami ucapan sang dalang yang sedang meliuk-liukan boneka yang disebut wayang golek itu.
Munculnya wayang yang berupa boneka bergigi gingsul maju ke depan, hidup pesek dan penutup kepala kain batik ala sunda dengan muka dicat merah, wayang itu tidak sebagus tampilan wayang lainnya, Cepot adalah tokoh punakawan yang berwajah tidak menarik dan sangat jauh berbeda dengan tokoh utama kebaikan yang berwajah mulus dan memiliki hidung mancung.
Sang Dalang memeragakan Cepot yang berjalan di podium dengan berbeda namun pemikirannya jauh ke depan dan mampu membuat jalan pikiran tokoh utama yakin akan tindakan kebaikannya. Sikapnya yang tahu diri dan kritis itu mulai menarik perhatian Alex.
"Din.... Kau bisa membuat topeng mirip cepot ?" Alex bertanya pelan sambil menatap layar televisi yang berada di ruangan mereka.
"Itu boneka merah yang bergigi tongos itu ... apakah namanya cepot, Bang?" Handoyo menimpali. sambil terus memandang tayangan televisi itu.
"Hemm.... dulu Luna gemar sekali menonton wayang golek ini.... dan kurasa si bajingan akan ingat tentang cepot karena dia merasa aneh dengan bentukan wayang ini,"Alex mulai semangat dengan ide akan topeng si cepot.
"Baiklah ..aku akan menggunakan topeng ini dalam misi kita di Sumatra Selatan....hem..din..bagaimana? Bisakah kau membuatnya... atau kita perlu pesan ke orang lain?"
"Bisadong... aku yang akan membuatnya ... aku lagi memikirkan kostum yang cocok untukmu ...tapi kurasa akan lebih bagus jika kau hnaya menggunakan topeng Cepot yang berlumuran darah dari si Bajingan , dan kem serta celana hitam , emh jangan lupa penutup kepala mirip si cepot itu ...lalu aku memfotomu di depan kantor gubernur....akan bagus sekali... aku suka ini.... beri aku waktu seminggu untuk membuatnya di bengkel... Han...kita bertemu di Lampung seminggu lagi... Bagaimana Bang usulku ? "
"Baiklah kita bertemu di Lampung seminggu lagi...."Ujar Alex dengan penuh semangat.
*****
Happy Reading Guys!" Bolehkan tinggalkan jejak kalian disini... Thanks a lot ya!"
kukirim vote & setangkai mawar buatmu thor
biar tambah semangat 😊
selamat idul fitri kak.....
semangat...