NovelToon NovelToon
Menanti Cinta Suami

Menanti Cinta Suami

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:25.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Linda manik

Seorang istri yang dijadikan hanya sebagai pemuas nafsu oleh suaminya. Dia adalah Sinta seorang mahasiswa di sebuah universitas swasta. Kesulitan ekonomi membuat dia menjadi istri simpanan
dosennya.

Hingga Sinta hamil, suaminya menolak kehamilan Sinta dan menceraikannya di saat Sinta hamil muda.

Sinta tetap mempertahankan kehamilannya. Dengan perut membuncit, Sinta harus bekerja dan kuliah. Beruntung, Sinta mempunyai sahabat yang mendukungnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda manik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Balik ke kota

Walaupun cinta tidak terbalas rindu itu tetap ada. Kalau sebelumnya Sinta ingin sampai dua bulan di kampung kini dia merasa waktu berputar sangat lambat. Menunggu dua Minggu rasanya seperti menunggu satu tahun. Sinta merindukan semua yang ada di dalam diri Andre. Sentuhan, perhatian dan bahkan masakan Andre.

Sinta memanfaatkan waktunya di kampung dengan sebaik-baiknya. Sinta juga sangat senang atap rumah dan lantai yang rumah yang terkelupas sudah diperbaiki walau seadanya setidaknya kalau hujan mereka tidak kehujanan.

Malam itu hujan deras dan petir bersahutan. Mereka bisa tidur tenang karena tidak perlu menggeser geser tempat tidur. Kalau dulu ketika hujan mereka harus cepat mengambil ember untuk menampung air hujan dari atap yang bocor, saat ini mereka bisa tidur nyenyak. Tapi tidak dengan Sinta, dari tadi berusaha memejamkan mata tapi tidak kunjung tertidur.

Pikiran nya terus ke Andre, selain perasaan rindu ada perasaan yang tidak bisa dijelaskan ketika dia mengingat Andre. Sinta memberanikan diri menghubungi Andre, gayung bersambut Andre menjawab panggilan videonya.

"Mas lagi ngapain?" tanya Sinta tanpa terlebih dalam menanyakan kabar suaminya.

"Ini baru siap mandi, aku baru pulang," jawab Andre. Sinta semakin mengamati ponselnya. Dia memperhatikannya dengan teliti. Sinta merasa lega karena Andre berada di rumah mereka.

"Mas mandi tengah malam begini? Ga takut sakit?" tanya Sinta. Pertanyaan itu sebenarnya bahwa Sinta mengkhawatirkan Andre.

"Udah biasa juga, kamu aja yang tidak pernah merhatiin. Kamu tidur sama siapa? Kepala siapa tuh?" tanya Andre penuh selidik.

"Ini adik aku mas." Sinta mengganti ke kamera belakang dan menyorot wajah adiknya Lina. Di seberang Andre juga merasa lega.

"Tumben nelpon aku, kamu rindu ya!" tanya Andre sambil tersenyum menggoda Sinta. Sinta mengangguk. "Buruan pulang. Aku juga rindu," kata Andre lagi.

"Lusa juga sudah pulang mas."

"Ya sudah kabari nanti ya, aku akan menjemputmu ke stasiun."

"Ya mas, terimakasih banyak mas." Andre mangangguk. Sinta membuka headset dari kupingnya setelah menutup panggilan.

"Mas, kamu memperlakukan aku sangat baik walau aku hanya simpanan mu. Bolehkah aku berjuang mas untuk mendapatkan cintamu?" batin Sinta sambil membaringkan tubuhnya. Dia sudah berharap banyak akan pernikahan mereka akan berakhir bahagia.

Hari yang dinanti Sinta telah tiba. Hari ini Sinta kembali ke kota. Setelah sarapan bersama dengan keluarga, Sinta diantar oleh papa Panji ke stasiun dengan motor bututnya. Berkali kali Dika menawarkan untuk mengantar Sinta, tapi Sinta tidak mau.

Papa Panji memandangi bus sampai menjauh, sedih melepas putri hidup di kota seorang diri. Biarlah dikatakan cengeng, papa Panji menangis ketika bus tidak terlihat lagi. Putri pertamanya berjuang seorang diri di kota yang lebih membuat sedih papa Panji tidak memberi uang sepeser kepada Sinta yang seharusnya menjadi tanggungjawabnya sebagai kepala keluarga.

"Maafkan papa nak, papa tidak sanggup membiayai kuliahmu sehingga kamu berjuang sendiri, semoga perjuangan mu tidak sia sia nak," batin papa Panji sambil memukul dadanya yang terasa sesak. Suara tangisan yang tertahan itu membuat bahu papa Panji berguncang.

Di bus Sinta juga menoleh ke belakang sampai dia tidak bisa lagi melihat ayahnya. Sinta juga menangis bukan karena berpisah dari keluarga nya. Sinta menangis karena sudah membohongi orangtuanya. Sinta menangis karena dirinya sudah berubah menjadi pembohong demi bisa melanjutkan pendidikannya.

"Maafkan aku pa, ma. Ini terpaksa kulakukan. walau aku hanya simpanan tapi aku bukan berzinah pa, ma."

Sore hari Sinta sudah di stasiun dan setengah jam yang lalu Sinta sudah mengirim pesan ke Andre bahwa dia akan segera sampai. Merasa belum ada balasan Sinta menghubungi Andre tapi tidak diangkat. Berkali kali Sinta menelpon tetapi tetap juga hasilnya nihil. Tidak mau menunggu terlalu lama akhirnya Sinta pulang ke rumah dengan angkutan umum.

Hari sudah gelap, Sinta sudah sampai di rumah. Sinta membersihkan rumah terlebih dahulu. Dua Minggu ditinggalkan abu menebal. Sinta membersihkan diri kemudian memesan makanan lewat online. Setelah makan Sinta berbaring dan tertidur.

****

Andre sedikit kesal, sudah berjam jam berkeliling mall belum ada tanda tanda Cindy mau pulang. Seakan tidak ada lelahnya Cindy berkeliling dari satu butik ke butik lainnya padahal tangan Andre sudah penuh dengan paper bag. Cindy tidak ada bosannya kalau sudah belanja padahal pakaian yang kemarin di belinya juga belum dipake. Andre berkali kali mengabaikan ponselnya yang berdering. Dia tahu itu Sinta, tetapi karena bersama Cindy dia mengabaikan nya.

"Sayang, aku sudah lelah. Lihat!. Belanjaan kamu juga sudah banyak," kata Andre ketika Cindy mau masuk lagi ke butik. Andre berhenti sebentar kemudian mengikuti langkah kekasihnya.

"Tapi aku belum dapat tas, untuk paduan gaun merah tadi mas." Cindy tetap masuk, Andre tidak bisa berkata apa-apa dan hanya menurut saja. Cindy sudah terlihat memegang tas tas cantik itu satu persatu.

"Ini cantik dan mewah kan mas." Cindy menunjukkan tas perpaduan warna merah dan hitam, cepat cepat Andre mengangguk dan memberikan jempol walaupun kesusahan karena paper bag yang di tangannya. Sebenarnya dia tidak mengetahui persis apakah tas itu cocok atau tidak dengan gaun yang dimaksudkan oleh Cindy.

Cindy berjalan gemulai ke arah kasir. Matanya masih berkeliling melihat tas padahal dirinya sudah berdiri di hadapan kasir.

"Kita makan di mana mas, restoran sea food yang di jalan merpati aja ya mas," kata Cindy setelah membayar tas. Andre membayangkan pasti akan lama kalau makan di restoran tersebut. Restoran yang dimaksudkan oleh Cindy adalah restoran favorit para kaum muda di kota itu. Menu menunya juga terkenal enak. Di jam sore sampai malam, restoran itu dipadati oleh pengunjung. Membayangkan antri saja Andre sudah malas. Andre mengedarkan pandangan dan dilihatnya restoran cepat saji lagi yang sedang sepi.

"Kita makan di sana aja," jawab Andre sambil mengarahkan bibirnya ke arah restoran. Andre langsung melangkahkan kakinya ke arah restoran cepat saji tersebut.

"Aku maunya di res.."

"Buruan, aku dah lapar ngikutin kamu dari tadi belanja," kata Andre kesal dan terus berjalan masuk ke dalam restoran. "Kamu yang pesan ya, Tanganku sudah pegal memegang semua ini," kata Andre lagi. Tanpa mendengar jawaban dari Cindy. Andre langsung mencari bangku dan duduk. Andre mengambil ponselnya melihat pesan dan panggilan yang banyak dari Sinta. Andre mengusap wajahnya frustasi. Andre sudah berjanji akan menjemput Sinta di stasiun. Melihat waktu dan situasinya saat ini. Andre menyadari tidak akan bisa menjemput Sinta.

Andre kesal dengan Cindy. Dari tadi sudah menolak ke mall tapi karena Cindy merengek dengan manja akhirnya Andre menurut. Andre melirik jam tangannya dan sudah jam 20.00 Wib.

Andre cepat cepat menghabiskan makanan tanpa memperdulikan Cindy yang masih cemberut.

"Kenapa tidak dimakan?" tanya Andre yang melihat Cindy cemberut dan hanya memandangi makanannya.

"Tidak selera makan mas. Aku maunya makanan yang di restoran sea food itu," jawab Cindy manja. Andre menggeleng kemudian melanjutkan makan.

"Cepat habiskan, besok malam kita ke sana." Cindy akhirnya senang dan mengangguk kemudian menghabiskan makanan dengan cepat.

Sepanjang perjalanan Cindy sangat senang, selain karena belanja hari ini Andre juga menuruti kemauannya. Andre melihat Cindy senyum senyum sendiri tetapi dia acuh.

"Mas, tidak singgah dulu?, tanya Cindy sesudah mereka turun dari mobil Andre.

"Lain kali saja ya sayang, ini sudah malam."

"Padahal orangtuaku lagi di luar kota loh sayang. Singgah yuk!" kata Cindy lagi sambil menarik tangan Andre. Andre paham yang dimaksudkan Cindy. Cindy pasti berencana bermain ranjang.

"Sayang lain kali saja ya, aku sudah lelah dan mengantuk," tolak Andre halus.

"Kan bisa nginap disini mas."

"Cindy aku harus pulang sekarang, masuklah dan istirahat. Oya ATM ku tadi mana?. Cindy merogoh tas kemudian menyerahkan benda tipis itu ke Andre. Andre mengusap kepala Cindy kemudian masuk ke dalam mobil.

Sesampai di rumah, Andre berharap Sinta belum tidur. Andre masuk kamar, dilihatnya Sinta tidur sangat pulas. Andre membelai wajah Sinta, tidak ada pergerakan Andre ke kamar mandi membersihkan tubuhnya.

Keluar dari kamar mandi, Andre nampak segar. Berjalan ke arah lemari dan hanya memakai celana pendek Andre kembali membelai wajah Sinta. Lagi lagi Sinta tidak ada pergerakan akhirnya Andre masuk kedalam selimut dan tertidur.

1
TongTji Tea
dia juga bukan jejaka..mau nya dapet perawaaan ajaaa
.huuuuu dasar pellet lele
fiyol jelek
bagus
fiyol jelek
suka
Mice Maizarni
Luar biasa
Sativa Kyu
👍👍
Rubiyanti
Luar biasa
Rosmiati 52
saya udh ngulang nya beberapa x walau sedih tp tdk membosankan
Daryanti
kok bisa y udah nikah lupa ma pasangan
Cis Siu
karma
Ros Sitorus
ketololan hakiki. yang salah andre mau macam mana tingkah cindy tapi sebagainiatrinya kecewa berat. di.sukung pula oleh mertua
Ros Sitorus
andi 🤣🤣🤣🤣🤣😂
anggita minarsih
Buruk
Alika Setiawan
mantap Sinta.. lanjutkan 🫰
Alika Setiawan
sukurin loh andre 😂😂😂
Alika Setiawan
ih geuleuh kitu kalakuan si Andre 🤮🤮
Indah
lucu sekali dan sangat bermotivasi bagi remaja yg berpasangan
Indah
😂😂 jalan cepat
Mesra Turnip
waww, Tini luar biasa,,, perbendaharaan otak dan katanya selalu full, jadi gmeess. mantap Thor ! kamu emang paling top !
Mesra Turnip
sangat, sangat suka dengan karakter Andi setiap membalas Cindy. sehat dan bahagia terus ya Thor !
Mesra Turnip
kyaaa dosen apaan tuh, knp berubah jadi pejantan ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!