NovelToon NovelToon
Omku Suamiku , 3

Omku Suamiku , 3

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Cintapertama / Nikahmuda / Anak Kembar / Beda Usia / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: riena

Musim ke tiga sequel dari
Omku Suamiku season 1 dan 2

Disarankan membaca
Omku Suamiku season 1 revisi
Omku Suamiku season 2

Julie, terjebak dalam perjanjian dengan tiga orang pemuda Bara, Neo dan Alan karena iklan tipu tipu.

Jadi pembatu ketiganya karena kontrak yang sudah terlanjur disetujui tanpa melihat isi kontrak kerja yang sudah ditandatangani.

Bagaimana Julie menjalani hari hari menghadapi Bara yang dingin dan jutek, Neo yang gak jelas kadang baik kadang lebih jutek dari kembarannya dan Alan yang hobi ngegombal.
Khas playboy cap badak bercula ?

Dan Alana, adik perempuan Alan yang baru berusia enam belas tahun, akan menikahi gurunya sendiri karena rasa dan permintaan sang Opa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Memberikan waktu Satu Minggu

Papa Aditya masih membolak balikkan badannya dengan gelisah, setelah pembicaraan para kaum pria yang ada di Mansion tadi, pikiran Papa Adit terus tertuju pada putri tunggalnya, Laura.

Bara yang sudah memiliki kekasih, Neo yang akan di perkenalkan dengan anak Papa Ali, dan Alan ? Papa Adit yakin jika pria seperti Alan tidak mungkin masih jomblo.

Alan bukan hanya tampan, tetapi tingkahnya yang manis, pasti di sukai banyak perempuan, kata Papa dan bapak mertuanya sih, seperti Opanya, Opa Yonan.

Mantan play boy.

Sama sekali tidak mirip dengan Papa Wahyu yang kalem, baik dan sopan.

Mungkin Alana yang mewarisi sifat Papa Wahyu.

Gadis remaja itu sangat lembut dan manja seperti Mamanya.

" Bang, kenapa gelisah terus ? Belum ngantuk atau banyak pikiran ? "

Mama Gaia yang sudah terlelap sedikit terusik dengan kegelisahan Papa Adit yang membuat kasur bergoyang goyang karena gerakan membolak balikkan badannya.

" Gai, Laura, Alan dan si kembar, mereka seumuran, keempatnya berusia jalan dua tiga kan ? Bara dan Neo sepertinya sudah memiliki masing masing tambatan hati, bagaimana dengan putri kita, Abang sedikit risau "

Rasa kantuk Mama Gaia, langsung hilang mendengar hal Ikhwal kegelisahan suaminya.

" Entahlah bang, dia juga tidak pernah bercerita tentang pria yang dekat dengan dirinya selama ini, mungkin aku bisa bertanya pada Kania pelan pelan besok ya, kenapa ? "

" Gai, Ali kan meminta salah satu anak Elang untuk menjadi menantunya, bagaimana jika Abang meminta Anak Brian untuk di cocokkan dengan Laura, anak Brian tampan lho Gai, ya memang sedikit tidak banyak bicara seperti Bara, tapi tidak ada salahnya kan ? Memilihkan calon suami yang cocok untuk Laura "

" Bang, jangan ngikut ngikut yang lain, aku gak setuju, seperti anak kita enggak laku saja, dia juga belum wisuda, biarkan dia menentukan pasangannya sendiri "

Mama Gaia cemberut, rasa kantuknya semakin terbang entah kemana.

" Abang kan cuma memberi usul, kalau kamu enggak setuju juga enggak apa apa.

Tetapi Mama Gaia masih tetap cemberut, dia tersinggung putri semata wayangnya, ditawar tawarkan ke orang lain, walaupun anak temannya sendiri.

...*****...

Di kamar yang berbeda, Laura dan Kania juga sama sekali belum bisa memejamkan matanya.

Kasak kusuk tentang Neo yang akan bertemu dengan anak teman Papa mereka mendadak hati kedua gadis itu sedikit masam.

" Lau, kau masih mengharapkan Kakak senior mu itu ? "

Laura memejamkan matanya sesaat, bayangan pria berkulit putih dan berwajah kalem menggemaskan itu melintas di pelupuk matanya.

Kediaman Laura adalah jawaban yang tidak terucap.

" Mencintai dalam diam dan sendiri itu sangat tidak enak Lau, lupakan dia atau kau katakan padanya, masalah dia nantinya akan marah lalu menjauh darimu itu belakangan, dari pada dipendam terus, menyesakkan "

Usul Kania meninggalkan tempat tidurnya, berpindah naik ke atas ranjang Laura.

" Aku tidak mau mengambil resiko jika dia menjauhi aku, biarlah dia tetap hanya menganggap aku adik yunior, atau sahabat, masih melihat senyumnya ketika berbicara dan menyapaku, itu sudah cukup "

" Itu konyol Lau, apa lagi dia sudah memiliki kekasih, jangan jangan setelah wisuda nanti, dia akan melamar kekasihnya "

" Masih belum pasti "

" Bagaimana jika aku kenalkan dengan adik sepupu bang Joi, orangnya keren, ya...Mungkin seumuran dengan dirimu "

" Enggak, kalau kau berjodoh dengan bang Joi terus aku dengan sepupu iparmu ? Kapan berkembangnya keluarga kita ? Kau lagi kau lagi.

Sudah pindah sana ke tempat tidur mu sendiri ! Selagi dia belum menikah, masih ada kesempatan bagiku untuk terus berharap "

Laura memeluk bantal gulingnya dengan erat, sudut matanya basah, cepat cepat dihapuskan agar Kania yang berjalan ke arah ranjangnya sendiri tidak tahu, lalu segera dia mematikan lampu meja yang masih bisa di jangkau oleh tangannya.

...*****...

Seperti yang dijanjikan oleh Papa Adam pada Opa Dimas, sekitar jam sembilan Papa Adam membuat janji temu dengan putra sulungnya.

" Kau sudah seperti selebritis saja yang tidak pernah pulang, apa kau tidak ingin mengunjungi Opa Dimas dan Opa Gunawan ? Mereka sudah sepuh, hatinya gampang bersedih, kau tidak mau menyesal jika terjadi sesuatu pada mereka berdua bukan ? "

Omel Papa Adam ketika Reino baru saja meletakkan bokongnya pada kursi yang ada di hadapan Papa Adam.

" Maaf, Pa, pas jadwal pemotretan kosong, aku mengunjungi adik adik, jadi...."

" Rei...Jangan beralasan, kau mengunjungi adik adikmu kapan saja bisa, sejam atau dua jam, mereka bertiga pria, berbeda dengan Opa Gun, dan Opa Dimas, apa lagi Opa Gun, ngomongin kematian dan rindu almarhum Opa Tyo, Papa hanya kuatir jika waktu Opa Gun bersama kita, tidak akan lama "

Papa Adam meneguk air putih hangat yang ada dihadapannya, tenggorokannya mendadak kering, kesedihan yang tidak tahu apa sebabnya, menjalar di dalam hatinya.

" Iya Pak, aku akan melihat jadwal lagi, jika ada kosong atau aku minta jadwal di geser ke waktu yang lain, aku akan pulang "

Reino tidak bisa berani beralasan, hatinya mendadak juga di jalari oleh ketakutan dan kesedihan yang sama.

" Sekalian kau bawa calon istrimu, atau Papa yang akan mencarikan ? Anak teman Papa juga tidak kalah cantiknya dengan model model iklan yang sering kau potret "

" Pa, aku bukan anak kecil, aku sudah memiliki kekasih, Papa kan juga tahu "

Reino mendadak kesal dengan Papanya.

" Sampai kapan kau menunggu dia berterus terang pada orang tuanya, apa kau tidak bisa menarik kesimpulan jika kau bukan pria yang pantas untuk diperkenalkan sebagai kekasihnya, C'mon Rei, jangan bodoh ! "

" Pa...."

" Papa pernah mengalami hal yang sama seperti dirimu Rei, kau tegaskan padanya, jika ingin hubungan kalian berlanjut, umumkan hubungan kalian, jika dia masih beralasan menunggu dia menyelesaikan kuliahnya, atau apalah, omong kosong, kau cari perempuan lain, Papa memberikan waktu padamu satu Minggu "

Papa Adam menatap lekat lekat wajah Reino yang terlihat serba salah.

" Mana kau pilih, perempuan yang baru kau kenal selama setahun atau dua tahun, atau kau segera menikah, bahagiakan Opa Gun dan Opa Dimas, kau tanyakan pada hatimu "

Papa Adam bangun dari duduknya.

" Pa, bagaimana bisa Papa memberikan pilihan yang sulit dalam waktu yang singkat, aku mencintai gadis itu, Pa "

" Cinta, cinta membuat kau lemah, untuk apa ? Papa bisa menjamin jika anak teman Papa tidak kalah cantiknya dari pacarmu itu, itu juga menurutmu, karena orang lain juga tidak tahu apa kau benar benar pacarnya atau cuma kau saja yang merasa "

Setelah mengatakan hal hal yang baru sekali ini Reino mendengar ucapan meremehkan dari Papa Adam, Papa Adam berlalu meninggalkan Reino yang masih terpekur menatap meja yang ada dihadapannya.

...******...

...🌻🌻🌻🌻🌻🌻...

1
Magda Nuraini Nursyirwan
cie cie Bara,gak bisa omong lagi,disebelah bapak mertua,Fatimeh senyum2 😎🥰
Magda Nuraini Nursyirwan
inget opa Tyo,sedih banget
Magda Nuraini Nursyirwan
gak di buat2 sesuai nalar dan logic,mengesankan critanya,ceritanya bagus,per bab perbab bikin nagih pengen tau banget,lika liku nenek kamek saudara anak dan keturunannya,akrab,dengan guyonan konyol sampai menahan rindu,penasaran dan jangan sampai ketinggalan membaca cerita indah ini,ber sambung2 garis keturunannya 💖💖💖💖💖💖💖
Magda Nuraini Nursyirwan
suka banget ceritanya Riena 👌🌺😍🥰
Mmh dew
💚💙🧡💛❤💜
Mmh dew
the best pokonya, baca di ulang ulang nga pernah bosan💜❤💛🧡💙💚
Mmh dew
💚💙🧡💛❤💜
Mmh dew
💜❤💛🧡💙💚
Mmh dew
💚💙🧡💛❤💜
Mmh dew
❤💛💜🧡💙💚
Mmh dew
💚💙🧡💜💛❤
Rabiatul Wulan
lagi kangen 🤗sama semua tulisanmu thor😁jdi rencananya mau baca ulang satu-satu 🤭😍😍
Rafli Satria
Luar biasa
Safitri Agus
udah tamat aja, rasanya ga bosan baca berulang kali OKSK,, terlalu berkesan dihati,🥰🥰🥰💞💞💞
Safitri Agus
😍😍😍
Safitri Agus
hamil berjamaah, keluarga mereka ini ada momen apa saja maunya selalu bareng ngikutin pendahulunya😂😂😂
Safitri Agus
kenny mupeng 😁,lucu sayang disini cuma figuran ga tahu jodohnya siapa 🤭
Safitri Agus
ga ada drama nangisnya,Alana benar² sudah siap,🤭
Safitri Agus
penguntit amatiran 😁😁😁
Safitri Agus
akhirnya uneg² Gio selesai endingnya diperaduan berayun-ayun 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!