NovelToon NovelToon
Galaksi

Galaksi

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: blackblue_re

Galaksi si cowok super galak yang menjadi dambaan para kaum hawa SMA Bhakty Jaya. Tampan, tubuh semampai, hobi menyakiti hati Orzie, dan satu lagi, otak encer gak main-main yang membuat namanya terkenal di mana-mana sebagai siswa paling pintar di kalangan guru-guru.

Saat ratusan hati bertekuk lutut di hadapannya, tidak bagi Orzie. Si cewek berpenampilan super sengak dengan title 'Rembes Style'!

Menjadi babu Galaksi udah biasa. Tapi uangnya habis diporotin cowok itu, yah, si roh jahat–sebutannya pada Galaksi.

Geng Legion yang membawa mereka dalam pusaran maut terpaksa merampas nyawa salah satu sahabat Gamaliel, kembaran Galaksi. Hingga dalam keterpurukan itu, Orzie datang membawa harapan. Perhatiannya membuat Gamaliel egois dan melakukan segala cara merebut Orzie dari jeratan Galaksi!

Galaksi started!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blackblue_re, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18 | Tinggal Pergi...

"Hebaat! Anak Bhakty unggul dari Taruna, berkat elo Ji!" sorak salah satu berandal yang kini mengacung celuritnya di sepanjang jalan raya.

"Woi lo mau dicap kang begal apa gimane? Mau gue gundulin tuh bulu lo?!" tegur Doni naik darah, pengendara motor pada jejeritan histeris dibuat anak itu.

"Lo hebat, Ji!"

"Keren boss!!"

"Macan Bhakty Jaya nih, nama lo bakal terkenal sama anak Taruna tuh!"

Banyak sahutan yang terdengar nyaring seiring perjalanan mereka, puluhan motor menderu membelah panasnya jalan dengan wajah ceria yang mereka bagikan, tidak bagi Orzie.

Di sebelahnya terlihat Galaksi sedang memacu kendaraannya pelan, cowok itu mendelik sinis pada Orzie kemudian membalap liar di tengah jalan.

"Wooy! Selo boss!!!" seru mereka gaduh menyusul Galaksi.

....

"Gam, gue takut jadi incaran anak Taruna, sumpah," ujar Orzie sambil menyandarkan kepalanya di dinding penuh coretan jahil itu, salah satunya coretan tangan Gamaliel yang berbunyi,

'GENERASI FRUSTRASI'

Mata Orzie menerawang jauh dengan bermacam-macam emosi membludak di dalam dadanya.

"Udah, kagak usah takut kali. Mereka hajar lo biar gue bonyokin pala mereka!" balas Gamaliel sambil melempar tas lalu duduk dengan kaki di atas meja, dua tangan dalam saku celana.

"Sumpah, lo keren banget Jih, gue sampe mangap liat lo bacok tuh anak!" celutuk Afif sambil melempar kulit kacang ke cewek itu namun tetap gak ada tanggapan.

"Kak, Kak!" panggil Mahesa iseng, Gamaliel pergi mengatur anak Bhakty Jaya yang sibuk malakin warga sekitar tongkrongan.

"Woy!" teriaknya di telinga Orzie.

"Ah bacot lu! Ngomong sama balsem sana!" selak Orzie sambil menggelosor malas, perasaan aneh kembali membuat hatinya bersalah.

"Gue minta maaf aja sama tuh anak," gumamnya pelan.

"GILE LU NDRO!"

"Kenapa sih lo Pip, tereak-tereak udah kek kang sayur kecolongan bawang?!"

"Minta maaf gimana lo? Belon bilang assalamu'alaikum aja palelu udah lepas dari leher!"

Orzie bergidik ngeri, perkataan Afif ada benarnya juga. Membayangkan bagaimana ngerinya saat punggung cowok bernama Guntur tadi kena bacok. Pasti balasan dari mereka jauh lebih mengerikan nantinya.

"Sumpah... Gue takut," ucapnya murung. Menatap tangannya lama hingga Gama menepuk pundaknya. "Gue bakal jagain lo, Ji. Kalo lo mau, gue gak segan-segan buat ngancam mereka sekarang juga."

"Sore ini kita bakal jenguk Reza, naek bus biar bisa bawa rombongan. Lu ikut Ji?"

"Eng–"

"Gak." potong Galaksi cepat.

"Gue nanya ke Orzie, Gal."

"Iya, gue gak ikut."

Beberapa detik, Galaksi bangun seraya mengamit tangan Orzie. Cewek itu terkejut bukan main menatap punggung Galaksi dari belakang.

Mungkin Galaksi marah padanya.

Motor menderu-deru membelah kepulan debu saat matahari hendak pulang ke singgah sana. Sebelumnya Orzie gak pernah secanggung ini pada Galaksi walau sedingin atau sejudes apapun cowok itu.

"Gal," panggilnya.

"Lo marah?" ujar Orzie ragu.

"Oy!" sahutnya pas di telinga Galaksi, cowok itu makin mempercepat laju motor. Sampai Orzie takut sendiri dibuatnya.

"Lo mau bunuh gue, Gal?!"

"Lo yang mau bunuh orang!"

Orzie terdiam. Bibirnya kelu dengan bertumpuk penyesalan bertambah dalam dirinya, mengedarkan pandangannya pada objek yang lewat sepintas di jalan.

"Lo gak ada bedanya sama Gama."

"Tadi gue terlalu panik, lo hampir kena bacok. Barisan belakang juga udah banyak yang kena, ditambah Gama yang dikepung sama musuh–"

"Gue gak butuh alasan lo."

Mata Orzie membeliak penuh amarah, mungkin ini yang dirasakan Gamaliel setiap hari. Saat ia berjuang menyelamatkan teman-temannya justru malah dia yang dikambing hitamkan.

"Lo gak ngerti situasi Gal!"

"Gue juga ada di sana!" sarkas Galaksi dengan intonasi tinggi.

Cewek itu terkejut mendengar suara penuh kecaman itu ditambah kecepatan motor yang semakin menggila. Lampu lalu lintas bahkan tidak dipedulikannya lagi.

"Kenapa lo malah menyalahkan gue sih?!"

"Lo udah salah nyolot lagi! Mau tau salah lo di mana?!"

Wajah dingin itu berubah galak, persis seperti yang dari dulu membuat Orzie takut bukan main. Dengan tautan alis kencang dan mata menyala-nyala.

Motor berhenti, Galaksi menyuruhnya turun dengan paksa.

"Lo hampir ngebunuh orang! Emang gak kepikiran di otak udang lo kalo tuh anak bisa aja mati, ha?! Gimana kalo dia meninggal?! Belum lagi kalau dia anak satu-satunya!"

Orzie hanya diam menunduk menerima kemarahan cowok itu, padahal dia biasa saja kalau dibentak karena teledor mengerjakan PR atau dijemur di lapangan dengan teganya.

Warga sekitar sampai terdiam mendengar kemarahan Galaksi, hingga seorang ibu-ibu menghampiri dengan wajah iba.

"Udah, jangan terlalu kasar sama pacarnya..."

"Dia pembunuh, bukan pacar saya!"

"Gue gak ngebunuh setan! Gue terpaksa, kalo gak dia yang kena bacok yah elo Galaksi Alvaro!!!"

Galaksi tertawa sinis.

"Boleh lo ngehina gue pembunuh, selagi mulut cabe lo senang! Terserah!"

Orzie beranjak pergi sambil menaruh helm kasar di atas motor. Lalu menunggu di pinggir jalan menanti angkot.

Gak pernah terpikirkan semuanya akan jadi seribet ini, hidupnya jadi banyak tekanan. Galaksi sendiri malah menghinanya pembunuh di depan banyak orang.

Malu.

Seandainya orangtua Orzie mendengarnya...

Orzie bukannya marah pada Galaksi, dia hanya kecewa. Apa begini perasaan Gamaliel tiap kali Orzie melihat cowok itu disabuk oleh Pak Umar di halaman sekolah?

Ditertawakan banyak orang.

Dicaci ratusan mulut.

Dipandang sinis setiap hari.

Terlihat Galaksi menggas motornya cepat meninggalkan Orzie yang masih berdiri diam menunggu angkot.

Hujan menetes dengan derasnya, buku-buku di dalam tas basah kuyup. Orzie semakin kalut, membiarkan wajahnya dibasahi air hujan merasakan semua rasa benci dan dendam tumbuh berkecamuk dalam dirinya.

Dalam keberisikan angin badai itu, seorang cowok datang bersama rombongannya menggunakan bus.

"WOI JOMBLO! LAGI MAEN FILM KUCH-KUCH HOTA HAI APA GIMANA NIH?!!"

"MBA... MBA TIATI JAN SENDIRIAN NTAR DIKIRA MBA KUNTI, HIHIHI!!"

"KE SINI JI, JAN MAEN UJAN AE LU NTAR JADI DUYUNG!" pekik Gamaliel sembari mengulurkan tangannya, Orzie tertawa geli sambil menyusul bus yang berjalan pelan itu. Menyambut uluran tangan Gamaliel.

Seakan tidak terjadi apa-apa, tidak ada yang kepo kenapa Orzie ditinggal Galaksi di sana. Mereka bukannya gak peduli tapi mengerti kalau Orzie sedang tidak mau diganggu.

"Gue bahagia jadi bagian lo semua," ujarnya pelan, Erlan merangkulnya hangat dengan tawa khasnya. "Kita sodara, kawan!"

"Awas ah ketek lu Lan, bau jelangkung!"

"Aseeem! Hahhahaha!"

Begitulah semua berjalan tanpa pemaksaan, rasa kesolidaritasan membuat mereka saling melindungi sebahaya apapun kondisinya. Persahabatan yang tidak dibentuk dari harta, rupa ataupun kasta. Mereka saling tertawa meledek layaknya anak kecil. Tertawa yang tidak pernah palsu, murni karena ketulusan. Tanpa mereka sadari, tanjakan menuju kematian menunggu di depan sana. Tanpa penolakan.

<><><><>

1
strawberry milk
Thor serem amat ih tawuran mulu. mana si guntur parah bgt kelakuannya hih amit amit
strawberry milk
ngatain orzie pembunuh, elo yg nyuruh orzie ikutan tawuran woy roh jahat, kagak sadar diri Lo. harusnya salahin diri Lo sendiri kampret
Nuna Zayba
Udah berapa tahun tamat baca galaksi sampe udah 2023 galaksi ke 2 gak ada lanjutannya.
ada yg tau ga sih authornya pindah kemana?
putra adeeva
Nangis gw njiir wlu ngilu bca nya ya
putra adeeva
Anyiinggg ngakak so hard gw 🤣🤣
ZahraMarzia
maraton bacanya, sempat pusing sama tulisan nya, tapi ga mau berhenti bacanya, ujung-ujungnya mewek 😭😭😭
semangat terus Thor, sukses selalu di tunggu karya-karyanya 🥰🥰🥰🥰
ZahraMarzia
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️ ceritanya sama author nya 🥰🥰🥰
ZahraMarzia
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️ author nya
ZahraMarzia
hadir thor, 🥰❤️❤️
Nur Devan
keren😎
Deddy Agung
keren abiss
Nur Lita
Kecewa
Nuna Zayba
Udah mau masuk 2023 masih menanti sequel galaksi huhuhu. kapan up nya y thor
Oca.thjpg_: ho'oh. moga 2023 dapet notip up galaksi 2
total 1 replies
Eva Feb
kalo mau beli versi novelnya beli dimana ya?
💞💞Amirah Shafa Alhusna💞💞
Ceritanya keren 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Aku Aku
candaannya oji hanya tinggal kenangan😢😢😭
AlmawfkA _
ahh rela ga tidur seharian malah saddddd
Ruri
impikanlh
Ga da boo biar aestetik✨
gw nungguin lu Thor , dari bayi Ampe bangkotan
Selva Ardiani Irawan
Dua2nya Aja haha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!