Info!!!! Ini lanjutan dari Novel Istri Nakal Dokter Aziz.
🍁Fadila & Farhan🍁👫
Fadila Annisa Zakri, di hari ulang tahunnya yang ke 18 tahun, dia mendapatkan kado istimewa. Fadila tiba-tiba di lamar oleh pria yang bernama Farhan Aqmora Ahman. Farhan adalah Dosen sekaligus asisten di Laboratorium tempat di mana Fadila kuliah.
Farhan sudah cukup umur, tapi umurnya tidak menjamin kedewasaannya. Pria itu menjadi tegas setelah mendapatkan nasehat dari orang terdekatnya.
Apakah Farhan bisa terus tegas? Atau dia akan kembali menjadi pria yang dibimbing oleh istrinya.
Mari simak kisah romantis mereka 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asni J Kasim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekesalan Fadila
Waktu yang ditunggu tunggu telah tiba. Fadila dan teman angkatannya berada di ruang Laboratorium. Ruangan lumayan ramai, lumayan banyak mahasiswa yang sibuk bercerita. Entah karena mereka yang kurang sopan atau karena asisten Laboratorium yang baik hati hingga tidak menegur mahasiswa yang ribut.
"Assalamualaikum" ucap Farhan saat masuk ke dalam Laboratorium.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" balas semua mahasiswa bersamaan.
Dosen tampan dengan style ala anak ABG itu berdiri di depan white board, tepatnya di samping Nikollas. Style yang dikenakan Farhan cukup membuat para mahasiswa terpana dengan dosen satu itu. Sekalipun umurnya sudah dua puluh sembilan tahun tapi style nya cukup membuat para mahasiswa terpesona. Terlebih lagi tampangnya yang ganteng, semakin menambah karismanya.
"Jangan lupa absen. Tulis nama lengkap, nomor induk mahasiswa dan kelas. Tulis nama-nama yang hadir, yang tidak ikut asistensi umum tidak perlu ditulis" titah Farhan tanpa ekspresi.
Mahasiswa yang berada di baris paling depan sebelah kanan mulai mengeluarkan kertas double folio lalu menulis nama lengkapnya, nomor induk mahasiswa dan kelas. Kemudian mengoper kertas tersebut ke temannya yang lain.
"Berhubung kita sudah terlambat maka saya punya dua pilihan untuk kalian semua. Pilihan yang pertama, praktikum dilakukan sesuai jadwal yaitu seminggu sekali namun dua percobaan. Artinya, percobaan yang seharusnya dilakukan diminggu kedua akan digabung dengan yang minggu pertama. Dan pilihan yang kedua yaitu, kita praktikum seminggu dua kali tiap pertemuan satu percobaan. Jadi pilihan yang kedua tidak ada penggabungan tapi dua kali dalam seminggu kita akan praktikum" jelas Farhan.
"Pak, boleh saya bertanya" Rahmat mengangkat tangannya.
"Boleh" balas Farhan.
"Yang saya dengar dari para senior, bahwa, setelah praktikum nanti ada yang namanya laporan praktikum. Dan laporan itu dikumpul dua hari setelah Praktikum. Nah, yang saya mau tanyakan, jika kami memilih pilihan yang pertama, apakah laporannya di kumpul sekaligus, atau ada jeda waktu untuk laporan yang harusnya di minggu ke dua?" tanya Rahmat.
"Benar informasi itu. Dan untuk laporan itu tergantung dari masing-masing asisten" jawab Pak Farhan.
Semua mahasiswa bingung mau memilih yang mana. Haruskah mereka memilih pilihan yang pertama atau yang kedua. "Lihat saja nanti, aku akan membuat Om berpuasa" batin Fadila.
"Sekarang kita bahas laporan. Di sini ada dua pilihan juga, pilihan yang pertama yaitu laporan diketik menggunakan mesin ketik dan bisa ada tipe-x namun tidak boleh lebih dari lima tanda tipe-x dalam satu lembar kertas HVS. Dan pilihan yang kedua yaitu laporan ditulis tangan dengan catatan tidak ada tipe-x" jelas Farhan.
Banyak mahasiswa yang tertegun dan menelan kuat saliva mereka. Sebagian dari mereka ada yang berpikir untuk pindah jurusan dan sebagian dari mereka ada berpikiran untuk berhenti kuliah.
"Sepertinya aku salah masuk jurusan" gumam Fadila. Wanita itu terlihat frustasi.
"Benar katamu. Praktikum belum dimulai tapi aku sudah mau menangis" timpal Ukma yang juga frustasi.
"Sepertinya aku akan pindah jurusan" timpal Ummu serius.
Dua jam telah berlalu, keputusan saat asistensi yaitu praktikum seminggu sekali dua percobaan. Yang tidak lulus respon lisan maka tidak bisa ikut respon tulis. Boleh ikut praktikum tapi tidak ada nilai respon tulis maupun respon lisan. Laporan ditulis tangan dengan catatan tidak boleh ada tipe-x. Laporan ditulis dikertas double folio dan dikumpul dua hari setelah praktikum.
...---...
Usai asistensi umum, mahasiswa yang lain memilih ke Abdi Agung membeli perlengkapan untuk praktikum nanti. Sementara Fadila dan ketiga sahabatnya duduk di tempat biasa bagaikan anak kucing yang disiram air.
"Dila, apa suamimu nggak punya hati? Bisa-bisanya dia buat peraturan seperti itu!!" ketus Ummu.
"Aku rasa begitu. Sepertinya aku harus membela dadanya dan memeriksa isi dalamnya. Apa dia pikir kita ini robot!" sanggah Fadila yang juga kesal.
"Jangan suudzon. Kata senior yang juga seorang asisten, katanya itu untuk melatih mahasiswa" jelas Rahmat.
"Jangan membelanya!" seru Fadila. "Melatih apanya? Bukankah mereka lebih kejam daripada yang menciptakan mereka!" sambungnya meledak-ledak.
"Kecilkan suaramu, kita masih di kampus" tegur Rahmat.
Dari kejauhan, terlihat Farhan tersenyum bersama asisten Anatomi Fisiologi Manusia. Mereka berjalan dari lantai tiga ke lantai satu. Bahkan pria itu terlihat senang bercengkrama dengan mahasiswanya.
"Ardi, jangan lupa tugasmu ya, Dek" kata Farhan mengingatkan.
"Iya, Pak" balas Ardi tersenyum. Ardi adalah mahasiswa akhir yang sudah dua tahun terpilih sebagai asisten laboratorium.
"Sampai jumpa di esok hari" kata Farhan pada mahasiswanya. "Niko, ayo kita temui Fadila dan teman-temannya" ajak Farhan.
"Baik, Pak" balas Nikollas. Pria itu cukup pandai memposisikan keadaan. Saat Nikollas dan Farhan di rumah atau hanya ada Niko, Farhan dan Fadila serta ketiga sahabat Fadila, maka Niko akan memanggil Farhan dengan panggilan Om. Dan jika Niko bersama mahasiswa lain maka Niko akan memanggil Farhan dengan panggilan Pak.
Farhan dan Nikollas menghampiri Fadila dan ketiga sahabatnya. Kedua pria itu mengukir senyum menatap tiga wanita cantik dan satu pria tampan yang selalu dipanggil pria cantik.
"Kenapa kalian belum pulang?" tanya Farhan mengambil tempat di samping istrinya.
"Sedikit lagi, Pak. Kami masih membahas tugas" jawab Ummu.
"Bahas tugas atau menggosipkan saya?" tanya Farhan sekedar bergurau.
"Alhamdulilah, ada yang tahu diri" sindir Fadila.
Ummu, Ukma dan Rahmat membulatkan mata. Sementara Nikollas mengukir senyum lebar. "Fadila jujur sekali ya, Om" ujar Nikollas.
Farhan mengukir senyum, pria itu melingkarkan tangannya di leher sang istri. "Bikin gemes deh" ucapnya mempererat lingkaran tangannya.
"Rahmat, Ummu, Sukma, kami pulang duluan ya. Jangan duduk diam di sini jika nggak ada lagi urusan di kampus" pamit Farhan tersenyum lalu menggenggam tangan istrinya.
"By, berikan kunci motor pada Niko. Hari ini dia pulang mengendarai motor. Takutnya dia kejang-kejang jika satu mobil dengan kita" titah Farhan tersenyum meledek.
"Hahahahaha" tawa Ummu, Ukma dan Rahmat bersamaan. Sementara Nikollas nampak cemberut menatap Farhan.
"Aku mau pulang dengan kak Niko saja" kata Fadila. Wanita itu masih kesal dengan suaminya.
"Hahahaha" tawa Farhan pecah, pria itu yakin istrinya sedang kesal. Kesal dengan aturan yang tadi dia sebutkan saat asistensi. "Nanti saja baru marah" kata Farhan lalu menuntun istrinya ke mobil.
"Om... mana kunci motor?" tanya Nikollas menghampiri Farhan dan Fadila.
"Ini" Fadila menyerahkan kunci motor pada Nikollas. Lalu masuk ke dalam mobil.
Dari kejauhan, Fitri nampak geram melihat sikap Farhan pada Fadila. Wanita itu dilanda api cemburu yang tidak seharusnya. "Tersenyumlah Fadila, tidak lama lagi kau akan berhadapan denganku" batin Fitri tersenyum sinis.
Farhan oh Farhan,kau suami idaman.kalo suamiku......jangankan masak, rebus air aja bisa di hitung dengan jari lima 🤣
dan buatlah niko tuk tinggal bersama dengan pak asiana thorr 🙏✌
semoga Niko dan Ummu tidak seperti ke dua orang tua nya ...
semangaatt Niko ....💪💪💪
kalo Fadilah dari bayi ,ibu Amrita sudah tidak ada ...
berharap surlin segra tau kebenarannya tentang isi hatinya ibunya niko 🙏✌