NovelToon NovelToon
Istri Kontrak Sang Mafioso

Istri Kontrak Sang Mafioso

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / Tamat
Popularitas:659
Nilai: 5
Nama Author: Jullia Soares

Sebuah utang nyaris sejuta dolar mengubah segalanya bagi Alice. Demi menyelamatkan sang kakak dari maut, gadis polos berusia dua puluh tahun itu harus menandatangani kontrak paling gila dalam hidupnya: menjadi istri Adriano Mancini selama dua tahun.

Adriano bukan pria biasa. Ia bos mafia paling ditakuti di Sisilia — dingin, posesif, dan bersumpah tak akan pernah jatuh cinta lagi. Yang ia inginkan hanya satu: seorang perawan untuk melahirkan pewaris kerajaannya. Tanpa cinta, tanpa hati. Begitu bunyi perjanjiannya.

Tapi Alice bukan perempuan yang mudah ditaklukkan. Di balik pesonanya tersembunyi keberanian dan kecerdikan yang perlahan meruntuhkan tembok es di dada sang mafioso. Dan ketika sebuah rahasia kelam tentang tubuh Alice terungkap, Adriano dipaksa memilih antara kesepakatan dingin yang ia buat... dan perasaan yang tak pernah ia duga akan tumbuh.

Di tengah dunia penuh kuasa, pengkhianatan, dan gairah yang membara, mampukah dua hati yang terikat kontrak menemukan cinta yang sejati? Ataukah masa lalu — dan musuh yang mengintai di kegelapan — akan menghancurkan segalanya lebih dulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jullia Soares, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 — Aku Ingin...

Adriano mengenakan celana dan jaket olahraga, lalu keluar ke balkon dan duduk di samping Alice.

"Aku ini apa untukmu, Adriano? Kalau tujuanmu cuma merenggut keperawananku, kau sudah melakukannya, jadi kau bisa melepaskanku pergi," ujar Alice sambil menatapnya dengan air mata di wajah.

"Itu bukan rencanaku, Alice. Aku cuma ingin kau punya bayi, aku ingin jadi seorang ayah."

Adriano mendekati Alice dan menyentuh wajahnya, tapi Alice bangkit sambil berkata,

"Jadi kaupikir aku akan jadi ibu pengganti, kaupikir setelah punya bayi kau akan membuangku seperti perempuan lain? Apa yang ada di tempat hatimu seharusnya berada? Monster macam apa yang ingin kau jadi, Adriano?"

"Aku tak mau kehilanganmu, Alice. Aku ingin berubah, tapi aku lemah. Aku benci lelaki seperti apa aku sekarang."

"Ya Tuhan, tak cukup kau mabuk, sekarang kau menangis," ucap Alice pelan.

Dada Alice terasa sesak. Ia iba pada Adriano. Pria itu hanya ingin dicintai, dan itu membuatnya bingung. Ia tak ingin menaruh perasaan apa pun pada Adriano, tapi kini pria itu ada di sana, tak berdaya, menangis, dan itu menyayat hatinya. Maka ia berkata,

"Adriano, kau punya ayah, ibu, adik, dan nenekmu. Mereka menyayangimu."

"Dan kau, Alice, aku menyayangimu. Aku ingin kau mencintaiku. Kalau kau mau pangeran berkuda putih, akulah pria itu. Hanya saja, jangan tinggalkan aku, Alice, jangan khianati aku, cukup cintai aku," ucapnya, memohon.

Melihat seorang pria yang begitu jantan, kuat, dan seorang mafioso runtuh berkeping di hadapannya membuat Alice sadar bahwa pangeran berkuda putih hanyalah dongeng. Lelaki sejati, yang menunjukkan apa yang mereka inginkan dan berjuang demi cinta, itulah yang sungguh berharga.

"Aku tak ingin kau mengubah dirimu demi menyenangkanku, Adriano. Jadilah dirimu saja. Aku ingin mencintai seorang lelaki yang apa adanya, sejauh apa pun dia dari sosok pangeran. Aku di sini bersamamu, bukan?"

Adriano yang memeluk pinggangnya menciumnya, lalu keduanya beranjak ke ranjang, dan ia berkata,

"Aku suka..."

"Kau suka apa?" tanya Alice.

Adriano tak melanjutkan, ia sudah mabuk berat. Alice tersenyum dan berkata dalam hati,

"Kuharap besok kau masih ingat apa yang kaulakukan hari ini, atau mungkin aku harus membuatmu minum lebih banyak lagi."

Alice bertanya-tanya apa yang sebenarnya ia inginkan. Adriano menginginkan seorang anak, tapi Alice merasa belum siap menjadi ibu. Ia sangat takut. Ada satu rahasia yang ia sembunyikan dari semua orang, dan hal itu bisa mengubah segalanya, bahkan minat Adriano padanya.

Ia menatap pria itu beberapa menit lamanya, lalu akhirnya tertidur.

Keesokan paginya, Adriano terbangun dengan kepala berdenyut hebat. Ia menoleh ke sisi ranjang, dan Alice tak ada di sana. Ia mandi, bersiap, lalu turun. Kedua orang tuanya, neneknya, dan adiknya sudah di meja makan, sarapan bersama Alice. Semua memandangnya.

"Selamat pagi!" seru Adriano.

"Bagaimana perasaanmu, Nak?" tanya Anna.

"Kepalaku sakit, tapi aku akan baik-baik saja," ia mengecup kening ibunya.

Adriano mengecup kening neneknya, lalu mengecup Alice sambil berkata,

"Selamat pagi, sayangku, terima kasih untuk kemarin."

Wajah Alice bersemu merah, dan semua orang terkejut.

"Sepertinya kau diberi minuman yang sangat keras. Kau bangun dengan sikap yang berbeda," ujar Lorenzo sambil tersenyum.

"Bicara pelan-pelan, Lorenzo," ucap Adriano sambil memegangi kepalanya.

Alice bangkit dan mencari obat untuk Adriano, lalu menyerahkannya bersama segelas air.

"Kau tahu, Adriano, kuharap kau tak kehilangan Alice. Dia perempuan yang luar biasa, dialah yang menyiapkan sarapan ini untuk kami. Aku sangat menyukainya, jadi jangan cari masalah. Kalau tidak, aku takkan membelamu. Aku sudah punya pihak yang kupilih, dan itu bukan pihakmu," Bernadette menimpali.

"Nek, aku ini cucumu. Tapi tenang saja, aku takkan berbuat apa-apa. Alice pantas mendapat seluruh rasa hormat dan sayangku. Karena itu aku ingin mengatakan sesuatu pada kalian semua," ucap Adriano.

"Tak perlu," sela Alice.

"Perlu, Alice. Aku tak mau memulai hidup baru bersamamu dengan menyembunyikan apa pun dari keluargaku."

"Ya, katakan saja seluruh kebenarannya. Kau tahu betul kami benci kebohongan," sela Bernadette.

"Aku menikahi Alice lewat kontrak. Dia menikahiku semata agar aku tak membunuh kakaknya, yang berutang dalam jumlah besar di salah satu kasinoku," ujar Adriano.

Alice menunduk, malu, dan semua orang menatapnya tak percaya.

Adriano menuju ruang kerjanya, mengambil kontrak itu, lalu mulai merobeknya di hadapan keluarga dan Alice sambil berkata,

"Kau perempuan yang merdeka, Alice. Aku takkan membunuh kakakmu. Dia akan melunasi utangnya dengan bekerja di kasino, dan semua yang telah kuberikan padanya, termasuk saham perusahaan tempatmu bekerja, kini menjadi milikmu. Hari ini kuberi kau dua pilihan: kau boleh melangkah keluar dari pintu itu, atau tetap menjadi istriku. Apa keputusanmu?"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!