NovelToon NovelToon
Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:77.8k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Astrid mengorbankan segalanya untuk keluarga. Namun, pengorbanannya justru dibalas dengan hinaan.

Setelah melahirkan, tubuh Astrid berat badannya naik drastis hingga membuat Lucas, suaminya yang seorang dokter, merasa malu memiliki istri sepertinya. Tak hanya itu, Marta, sang mertua, juga menganggap Astrid sebagai wanita tidak berguna karena tidak memiliki pekerjaan maupun prestasi yang bisa dibanggakan.

Puncaknya terjadi saat Lucas dan Marta mempermalukannya di depan banyak tamu undangan. Harga dirinya diinjak-injak tanpa belas kasihan, seolah seluruh pengorbanannya selama ini tidak pernah berarti. Hari itu, Astrid memutuskan untuk berhenti menangis.

Dengan bantuan Mateo, Astrid bangkit dan mengubah hidupnya. Saat satu per satu kesuksesan berhasil diraihnya, orang-orang yang dulu merendahkan mulai menyadari kesalahan mereka.

Kini giliran mereka yang memohon, sementara Astrid tak lagi peduli. Karena ada penghinaan yang bisa dimaafkan, tetapi tidak pernah bisa dilupakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

"Aku hanya butuh sedikit waktu lagi." Suara Lucas terdengar meyakinkan, tetapi Starla sudah terlalu sering mendengar kalimat itu.

Wanita itu menggeleng pelan. Tatapannya menyiratkan kekecewaan yang selama ini berusaha ia tahan.

"Itu yang selalu kamu bilang."

"Aku serius," kata Lucas sambil mengangkat dua jari tangan kanannya.

Starla tersenyum miring. Senyum yang sama sekali tidak menunjukkan kebahagiaan.

"Bukannya tahun lalu pun kamu bilang akan segera menceraikan wanita gendut itu?"

Lucas langsung terdiam. Tidak ada jawaban ataupun pembelaan darinya. Hanya keheningan yang menggantung di antara mereka. Dan keheningan itu sudah lebih dari cukup untuk menjawab semuanya.

Starla mengalihkan pandangannya ke jendela apartemen yang memperlihatkan kerlap-kerlip lampu kota di malam hari. Entah mengapa, untuk pertama kalinya ia mulai bertanya-tanya apakah dirinya benar-benar memiliki masa depan bersama Lucas atau hanya sedang menikmati janji-janji kosong yang tidak pernah menjadi kenyataan.

Di tempat yang berbeda, suasana yang jauh lebih hangat sedang berlangsung. Astrid baru saja menidurkan Ariana.

Gadis kecil itu sudah mengenakan piyama bergambar kelinci favoritnya. Rambut halusnya tergerai indah di atas bantal. Kedua matanya sudah berat menahan kantuk, tetapi jemarinya masih sibuk memeluk boneka kelinci kesayangannya seolah takut boneka itu akan pergi.

Astrid tersenyum sambil merapikan selimut putrinya. Baru saja ia hendak berdiri, tangan mungil Ariana tiba-tiba menarik ujung bajunya.

"Mama ...."

Astrid langsung menoleh. "Hm, iya, Sayang?"

Mata Ariana yang setengah terpejam menatapnya dengan polos. "Ana cayang Mama."

Kalimat sederhana itu membuat hati Astrid langsung menghangat. Ia membungkuk lalu mencium pipi putrinya dengan lembut.

"Mama juga sayang Ariana."

Ariana tersenyum kecil. "Makacih."

Astrid tertawa pelan. "Bobo yang nyenyak, ya, Sayang. Dan bermimpi indah."

Anak itu tampak tersenyum manis. Ia memeluk boneka kelincinya lebih erat lalu memejamkan mata. Beberapa menit kemudian, napasnya mulai teratur. Ariana tertidur nyenyak.

Astrid tidak langsung pergi. Ia duduk di tepi ranjang sambil menatap wajah putrinya cukup lama. Di tengah semua luka yang sedang ia alami, Ariana selalu menjadi alasan terbesarnya untuk tetap kuat.

Perlahan Astrid mengusap rambut putrinya. Lalu, mencium pucuk kepalanya.

"Lihat Mama nanti ya, Sayang," bisiknya lirih. "Mama akan jadi perempuan yang lebih kuat."

Setelah memastikan Ariana benar-benar lelap, Astrid keluar dari kamar dengan langkah pelan dan menutup pintu perlahan agar tidak membangunkan putrinya. Ia kemudian menuju ruang kerja kecil yang kini menjadi tempat favoritnya menyelesaikan berbagai desain proyek.

Di atas meja sudah menyala laptop. Sebuah panggilan video sedang berlangsung. Mateo dan Julio sudah menunggu.

Begitu duduk di kursinya, Astrid langsung menatap layar. "Bagaimana?" tanyanya.

Julio terlihat membuka beberapa dokumen di hadapannya. Wajah mantan polisi itu tampak jauh lebih serius dibanding biasanya.

"Apartemen itu sudah dipastikan atas nama Lucas."

Astrid mengangguk pelan. "Seperti dugaan kita sebelumnya."

"Masalahnya bukan itu." Julio lalu memperlihatkan beberapa data yang tersusun rapi di layar. "Aku mencoba menghitung kemungkinan sumber dananya."

Astrid mulai memusatkan perhatian. "Lalu?"

Julio menarik napas pelan. "Gaji seorang dokter spesialis tidak cukup untuk membeli apartemen mewah itu dalam kurun waktu sebentar. Butuh bertahun-tahun."

Ruangan mendadak sunyi. Astrid tidak langsung bereaksi.

Julio melanjutkan. "Bahkan setelah aku menghitung dengan gaji kenaikan jabatan Lucas, penghasilannya dari klinik, dan berbagai tunjangan yang mungkin dia dapatkan."

Mateo yang sedari tadi diam akhirnya ikut mengernyit. "Maksudmu ada yang tidak beres?"

Julio mengangguk. "Ada sumber uang lain yang dimiliki oleh Lucas."

Kalimat itu membuat sesuatu berdenyut di pelipis Astrid. Perlahan ia menyandarkan tubuhnya ke kursi. Pikirannya mulai bergerak ke berbagai arah.

Selama bertahun-tahun ia hidup bersama Lucas. Ia selalu percaya bahwa dirinya mengetahui kondisi keuangan keluarganya.

Lucas yang mengatur semuanya. Pria itu yang membuat perencanaan. Dia juga yang selalu terlihat begitu meyakinkan saat menjelaskan berbagai kebutuhan bisnisnya. Namun sekarang, semakin banyak hal yang terasa tidak masuk akal.

Apartemen mewah dengan pembelian tunai. Gaya hidup yang tidak sesuai dengan pemasukan yang selama ini Astrid ketahui. Semuanya mulai membentuk pertanyaan-pertanyaan baru.

Astrid tiba-tiba berkata. "Aku akan cari semua dokumen lama."

Mateo menoleh. "Dokumen apa?"

Astrid menatap layar laptop tanpa berkedip. "Semua investasi yang pernah Lucas minta dariku."

Julio langsung mengangguk. "Itu ide bagus."

Astrid terdiam beberapa saat. Pikirannya kembali melayang ke masa lalu. Ia mulai mengingat berbagai alasan yang pernah digunakan Lucas.

Membuka klinik baru, membeli alat medis, menambah ruang perawatan. Meningkatkan fasilitas. Menambah stok obat. Mengembangkan layanan kesehatan.

Selalu ada alasan yang terdengar masuk akal. Dengan penjelasan yang terdengar meyakinkan. Dan hampir semuanya berakhir dengan kalimat yang sama.

"Kita sedang membangun masa depan."

Saat itu Astrid tidak pernah curiga sedikit pun. Karena ia mencintai Lucas dan ia mempercayai suaminya sepenuhnya.

Bahkan sebagian besar warisan yang ditinggalkan kedua orang tuanya telah ia gunakan untuk membantu berbagai kebutuhan yang diajukan Lucas. Tanpa banyak bertanya dan tidak meminta bukti. Tak pernah berpikir bahwa suatu hari ia mungkin akan menyesali semua itu.

Namun malam ini, untuk pertama kalinya, sebuah pertanyaan muncul begitu jelas di benak Astrid. Bagaimana jika selama ini ia telah ditipu?

Bagaimana jika uang yang ia berikan tidak benar-benar digunakan untuk tujuan yang dikatakan Lucas?

Bagaimana jika apartemen mewah itu hanya bagian kecil dari kebohongan yang jauh lebih besar?

Perlahan Astrid menutup laptop di hadapannya. Tatapannya berubah lebih tajam, fokus, dan waspada. Karena kini ia tidak hanya ingin membuktikan perselingkuhan Lucas. Ia ingin mengetahui seluruh kebenaran sampai ke akar-akarnya.

Dan jauh di dalam hatinya, Astrid mulai merasa bahwa rahasia terbesar Lucas mungkin bukan Starla, melainkan sumber keuangannya.

Uang yang mengalir diam-diam selama bertahun-tahun. Uang yang mungkin dibangun di atas kebohongan, manipulasi, dan pengkhianatan. Jika firasatnya benar, maka kejatuhan Lucas nantinya tidak hanya akan membuatnya kehilangan seorang istri. Pria itu mungkin akan kehilangan seluruh kehidupan yang selama ini ia bangun dengan penuh kepalsuan.

1
Nurlaela
terus saja salah paham dasar dokter penipu😂😂😂😂
Mardiana
ehh... ternyata dokter gemblung yg serakah dan gak mau usaha sendiri buat selingkuh.... ngandelin harta istrinya....ealahh gemblung 🤦🤦😎😎😎
Erni Kusumawati
baca bab ini sampai tahan nafas ikutan tegang🤭🤭
Darti abdullah
luar biasa
Yeyet Rohaeti
lanjut
Mardiana
Lucas... lupa sama istrinya karena lihat yg lebih kinclong 😈
Mardiana
cakep ...👍👍👍👍
Aidil Kenzie Zie
ha ha ha selamat datang di hotel prodeo Lucas 🤣🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Good
sunaryati jarum
Saatnya Lucas runtuh,harta yang dikumpulkan dari hasil mencuri akhirnya akan kembali ke pemiliknya
sunaryati jarum
Semoga uang yang dicuri dan diberikan pada selingkuhannya kembali ke Astrid.Dan semua asetnya dibekukan dan jadi hak Astrid
Sugiharti Rusli
apa itu data" transaksi pengalihan yang dimiliki oleh istrinya yang selama ini juga disalah gunakan olehnya,,,
Sugiharti Rusli
dan kira" apa isi amplop yang pada akhirnya membuat pertahanan si Lucas runtuh yah itu,,,
Sugiharti Rusli
dalam hal ini sepertinya si Lucas sudah mempersiapkan kala dirinya sudah tertangkap dan bukti kejahatan mulai di paparkan,,,
Sugiharti Rusli
tapi kalo penyidik sudah berpengalaman tahu kapan mulai menyerang si tersangka yah,,,
Sugiharti Rusli
memang yah ada karakter penjahat yang bisa memainkan emosi penyidik sih dalam dunia kriminal,,,
Sugiharti Rusli
sekalinya penjahat tetap penjahat yah si Lucas itu
Sugiharti Rusli
dan kamu berkilah sama ibu kamu kalo ini hanya salah paham agar bisa menutupi semua kecurangan yang sudah kamu lakukan,,,
Sugiharti Rusli
dan sekarang kamu menghadapi dua gugatan sekaligus, dari Astrid dengan gugatan cerai, dan kasus penyelewengan
Sugiharti Rusli
kamu pikir kamu sudah bermain cantik dan tidak akan ketahuan dengan semua trik licik yang telah kamu perbuat, bahkan sama istri kamu sendiri,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!