Farhan adalah seorang pebisnis sukses, setelah menikah Farhan memenuhi segala kebutuhannya istrinya, ATM baru pun Farhan siapkan untuk mempermudah istrinya untuk beli apapun yang diinginkannya.
Sifat Farhan yang cuek dan keluhan istrinya dianggap sebagai hal biasa dan dianggap istrinya belum terbiasa dengan kebiasaannya yang sangat males keluar rumah jika sudah pulang kerja lebih memilih tidur setelah seharian bekerja.
Rasa kesal dan hambar selama pernikahan akhirnya Mila istri Farhan memilih untuk pergi tanpa memberikan kabar sama suaminya, setelah kepergian Mila membuat Farhan baru sadar akan kehadiran istrinya yang selama ini diabaikan dan protesnya tidak pernah dipedulikan. Mampukah Farhan menemukan Mila dan membuat istrinya untuk kembali sekaligus memperbaiki rumah tangga yang selama ini terasa hambar dan merubah kebiasaannya dan lebih mementingkan meluangkan waktu untuk membahagiakan istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17
Kaget melihat Wilona dan Gendis datang ke tempat proyeknya membuat Farhan jadi ilfill melihat Wilona masih berusaha mengejar dirinya apa lagi saat tahu tujuan Wilona ajak kerjasama dan sikapnya tadi di apartemen sungguh keterlaluan sengaja mau bikin sarapan untuk dirinya dan tidak menghargai Mila istrinya bahkan seenaknya menghina Mila.
"Masih berusaha untuk bujuk kerjasama bareng?" tanya Farhan menatap kesal melihat sahabat Kakaknya tidak menyerah sama sekali.
"Iya masih, gue berhasil bujuk bokap nya Wilona untuk menurunkan keuntungan perusahaan nya dan mau ambil resiko jika terjadi kecelakaan, jadi tidak ada alasan untuk lo nolak lagi Farhan." ucap Gendis berusaha bujuk adiknya demi misinya berhasil membuat Mila cemburu melihat Wilona dan Farhan selalu bersama.
"Tetap tidak bisa maaf, dari pada maksa seperti ini lebih baik kalian jalan-jalan menikmati liburan disini dan jangan bikin saya marah, ingat kalian kalo berulah lagi akan saya usir dari apartemen saya mengerti! " tegas Farhan mulai emosi karena Wilona masih berusaha untuk kerjasama bareng padahal sudah ditolak.
"Kamu berubah Farhan semenjak kenal perempuan kampung itu jadi judes sama saya, padahal kita sering jalan bareng, walaupun beda angkatan tapi kita selalu kompak dan tidak pernah bicara seperti ini dingin dan sedikit kasar bikin saya sedih rasanya." ucap Wilona pelan berharap Farhan bisa luluh.
"Kita bisa jalan bareng karena Ka Gendis yang minta ditemani dan dia Kakak satu-satunya, kamu terlalu bawa perasaan sama kedekatan kita deh maaf, dari dulu saya cuman anggap kamu temen deket Kakak saya tidak lebih jadi jangan berharap lebih sorry apa lagi saya sudah menikah jadi tolong jaga jarak dan menghargai status saya yang sudah menikah apa lagi jangan bikin masalah yang bikin istri saya sedih dan kesal." lanjut Farhan terus terang, rasanya sudah cukup dirinya diam melihat tingkahnya Wilona yang berlebihan apa lagi sekarang dirinya sudah menikah tentunya harus bisa jaga sikap dan jaga jarak sama wanita lain.
"Jahatnya lo bicara seperti itu sama Wilona, lihat tuh dia jadi nangis begitu, dia temen baik gue tidak sepantasnya lo perlakuan seperti ini Farhan tega lo." lanjut Gendis kesal melihat adiknya tidak bisa dibujuk sama sekali dan sekarang bicara seperti itu yang membuat Wilona sedih mendengarnya.
"Kalian pulang deh ke Jakarta jangan disini, karena saya mau fokus bekerja tidak mau bahas hal tidak penting seperti ini bikin malu saja, saya anggap kamu Kakak saya jadi tolong jangan seenaknya terus menerus Gendis, saya tahu mana wanita yang baik untuk hidup saya dan yang tidak baik untuk hidup saya jadi jangan ngatur hidup saya terus dan bikin emosi, lebih baik terima kenyataan dari pada nanti rugi sendiri." lanjut Farhan langsung pergi, rasanya sudah lelah mendengar ucapan kakaknya yang semakin keterlaluan, sungguh kesal sama Gendis sangat egois dan tidak bisa terima keputusannya sama sekali.
Cuman bisa diam mendengar ucapan Farhan semakin keterlaluan sungguh malu mendengar ucapan Farhan dan sedih karena sahabatnya bisa bicara seperti itu dan seperti merendahkan dirinya yang terang-terangan mengejar cintanya sampai sekarang walaupun tahun Farhan sudah menikah dan tidak bisa move on sama sekali.
**
Perjalanan tanpa tujuan sama sekali membuat Mila langsung buka handphone dan melihat aplikasi yang serba ada untuk mencari tahu tempat wisata yang bisa dikunjunginya, tidak ingin hari ini merasa bosan karena hampir seharian di apartemen tidak melakukan apapun karena sudah ada ART yang merapihkan apartemen.
"Apa ke Mall saja iya nonton bioskop dan main timezone sepertinya seru juga, baik lah kesana saja deh sekarang. Pak antarkan saya ke Mall saja iya." ucap Milan melihat supir taksi online.
"Baik Bu." ucap Supir taksi saat mendengar ucapan penumpangnya.
Melihat penumpangnya terlihat sedih membuatnya tidak tega rasanya ingin ajak ngobrol supaya terlihat ceria, tapi takut dianggap tidak sopan dan justru membuat penumpangnya takut dengan sikapnya yang tiba-tiba ngajak ngobrol.
**
Tanpa sengaja Farhan yang sedang meeting bersama client melihat Mila jalan santai sambil makan eskrim di Mall yang sama, membuat Farhan langsung panggil istrinya setelah selesai bahas pekerjaan.
"Dek Mila sudah makan, kenalin ini client Mas." ucap Farhan memperkenalkan client nya ke Mila supaya istrinya tidak salah faham.
"Salam kenal Bu saya Mila istrinya Farhan." ucap Mila berusaha ramah dan santai melihat suaminya lagi makan siang bersama perempuan lain, walaupun dengan alasan pekerjaan rasanya iri dan cemburu melihatnya.
"Salam kenal Bu, saya kira istrinya Pak Farhan ada di rumah ternyata ada disini apa disusul?" tanya client tidak suka melihat istrinya Farhan ada di tempat yang sama.
"Tentu dong Bu namanya istri kangen sama suami kan harus di susul dan ditemani. " lanjut Mila menduga client suaminya seperti tidak suka melihat dirinya ada di Mall yang sama.
"Terimakasih atas pembahasan kerjasama nya Bu, nanti akan dibahas lagi soal proyek ini dan saya pamit dulu kalo begitu permisi. Hayo sayang kita jalan-jalan bareng mumpung ada disini." lanjut Farhan melihat client nya dan gandeng tangannya Mila untuk pergi bareng.
Kesal melihat client nya sepertinya tidak senang melihat Mila tiba-tiba ada di Mall, untungnya pembahasan proyek sudah selesai membuat Farhan ada alasan untuk langsung pergi bersama Mila dan bisa mengabaikan client nya yang terlihat aneh.
Rasanya bahagia sekali karena Farhan lebih memilih pergi bersama dirinya dan mengabaikan client nya, apa lagi pembahasan pekerjaan Farhan sudah selesai bersama client nya, berusaha tidak bahas perempuan yang dilihatnya tadi membuat dirinya bahas hal-hal yang menyenangkan supaya tidak membuat suaminya kesal apa lagi mendadak ketemu.