Empat kehidupan, satu takdir terlarang. Di balik aura Antartika sang putri tersembunyi, ada pengawal Yakuza yang rela menantang maut demi melindunginya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KimiHaruka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
GreenFlag...
Di balik citra klan Uchiha yang dipenuhi riwayat darah dan cengkeraman kekuasaan di dunia Yakuza, ada satu sosok yang menjadi penyeimbang paling hangat di tengah dinginnya keluarga tersebut: Shisui Uchiha.
Jika Itachi adalah otak strategi bisnis yang dingin dan Sasuke adalah si playboy tengil yang mahir memetik gitar, maka Shisui adalah definisi ultimate green flag sejati. Pria berusia 30 tahun itu tidak pernah nganggur atau sekadar memamerkan harta. Di sela-sela jabatannya sebagai direktur operasional di Uchiha Group—membantu Itachi mengawasi lalu lintas keuangan perusahaan—Shisui menyalurkan kekayaannya untuk dua hal yang sangat ia cintai: anak-anak terlantar dan hewan jalanan.
Shisui mendirikan dan mendanai sebuah yayasan panti asuhan megah di kawasan perbukitan sejuk luar Tokyo. Panti asuhan itu bukan bangunan kumuh biasa, melainkan kompleks modern berarsitektur kayu dan kaca dengan fasilitas bintang lima—mulai dari ruang perpustakaan digital, studio seni, hingga lapangan olahraga. Shisui bahkan sering meluangkan waktu di akhir pekan untuk mengajar melukis, bermain musik, dan tertawa bersama anak-anak di sana.
Tak hanya itu, Shisui juga membangun sebuah shelter atau tempat perlindungan kucing terlantar yang sangat luas dan indah. Bangunan shelter beratap kaca bening itu dilengkapi dengan taman dalam ruangan (indoor garden), deretan pohon pemanjat kayu buatan, hingga tim dokter hewan pribadi 24 jam. Bagi Yoona, shelter kucing milik Shisui adalah satu-satunya tempat suaka di luar rumah utama di mana dia bisa melepas seluruh atribut ice queen-nya dan berubah menjadi cewek penyayang yang lembut.
"Nana," panggil Shisui pagi itu di ruang makan rumah utama. Pria itu mengenakan kemeja rajut santai warna krem, tersenyum hangat sambil menyesap kopinya. "Nanti sore kamu ke shelter lagi? Ada lima anak kucing baru yang kemarin diselamatkan dari jalanan. Mereka belum diberi nama."
Mata Yoona yang tadinya dingin seketika berbinar terang. "Beneran, Kak Shisui? Nanti sore habis kuliah aku langsung ke sana!"
"Iya. Kakak sudah pesan katering kuki matcha favoritmu untuk di sana nanti," sahut Shisui lembut sambil mengusap kepala Yoona pelan—sebuah perlakuan hangat yang selalu dibalas Yoona dengan senyuman tipis.
"Terima kasih, Kak Shisui," jawab Yoona gembira.
Di sudut ruangan, Sasuke melirik iri sambil mengunyah roti panggangnya. "Dih, giliran Kak Shisui yang ngomong dipanggil 'Kak' manis banget. Giliran gua dipanggil 'kadal' atau 'sampah'."
Yoona melirik Sasuke dari sudut mata, tatapannya mendadak membeku kembali. "Karena Kak Shisui punya otak dan hati. Kamu cuma punya tebal muka."
"ANJIR! Pedes amat buset!" gerutu Sasuke kesal sambil ngeloyor pergi dari meja makan.
Pukul sembilan pagi, garasi VIP kediaman Uchiha kembali bergetar.
Hari ini, Sasuke memilih membawa Tesla Cybertruck milik Itachi—sebuah truk listrik raksasa dari baja anti-peluru berwarna perak metalik yang bentuknya futuristik dan sangat mengintimidasi. Sasuke sengaja meminjam mobil monsternya sang abang demi pamer ke anak-anak band kampus.
Cr. Pinterest
Sementara itu, Yoona memilih kendaraan yang tak kalah mencuri perhatian: sebuah Ferrari F8 Spider berwarna putih mutiara berkilau (Pearl White)—supercar yang persis dengan koleksi impian para idol papan atas.
Namun, yang paling bikin senam jantung adalah penampilan Yoona hari ini.
Cr. Pinterest
Gaya streetstyle-chic, Yoona mencapai tingkat keberanian baru yang sangat menohok.
Yoona mengenakan atasan berupa Logo print mesh top berwarna nude/krem dari Maison Margiela Paris—sebuah baju berlengan panjang berkerah tinggi dengan bahan kain jaring-jaring (sheer mesh) yang transparan! Di balik atasan transparan yang melekat pas membungkus kulit mulusnya itu, terbalut Triangle Bralette warna hitam pekat dari Calvin Klein yang tercetak sangat jelas dan seksi.
Bawahannya dipadukan dengan celana jins NIEEH Denim washing jeans warna biru terang berpotongan longgar dengan aksen patch biru di saku depan. Di jemarinya, Yoona menjinjing tas Chanel Large Classic Handbag warna hitam berantai emas, serta masker medis POPme warna abu-abu yang terpasang santai di wajahnya.
Perpaduan antara atasan transparan, bralette hitam CK yang membayang jelas, serta masker abu-abu memberi aura mysterious idol, seksi, dan super-badass yang bener-bener gila!
REFERENSI OUTFIT by JENNIE BLACKPINK
Kakashi yang membukakan pintu Ferrari putih itu sempat menahan napasnya sejenak saat menatap penampilan Yoona. Matanya yang tajam mengamati lekuk tubuh Yoona yang tersingkap samar di balik kain mesh Margiela.
"Nuna..." panggil Kakashi dengan suara berat yang agak serak. "Bajumu hari ini... sangat berani."
Yoona merapatkan masker abu-abunya, menyunggingkan senyum menggoda di balik kain masker. "Kenapa, Kakashi? Kamu tidak suka?"
Kakashi menundukkan kepalanya, mendekatkan wajahnya ke telinga Yoona hingga hembusan napas hangatnya terasa di leher gadis itu. "Saya sangat menyukainya. Tapi saya tidak suka jika pria-pria di kampus menatapmu terlalu lama."
Yoona terkekeh manja, menepuk dada bidang Kakashi pelan sebelum masuk ke kursi pengemudi Ferrari putihnya. "Kalau begitu, pasang mata tajammu dua langkah di belakangku nanti."
Di area parkir VIP kampus, kedatangan dua mobil keluarga Uchiha kembali membuat gempar seluruh universitas.
Tesla Cybertruck perak raksasa milik Sasuke mendarat lebih dulu dengan suara deram futuristik yang berat. Sasuke melangkah keluar sambil menyisir rambut hitamnya, melemparkan senyuman playboy ke arah kerumunan mahasiswi yang langsung berteriak histeris.
Namun, perhatian massa seketika terbelah saat suara raungan mesin V8 twin-turbo dari Ferrari F8 Spider putih milik Yoona membelah jalanan!
Ferrari putih itu berhenti dengan mulus. Begitu pintunya terangkat, Yoona melangkah keluar. Langkah kakinya yang anggun dibalut jeans NIEEH dan atasan transparan Margiela langsung membakar pandangan mata semua orang di parkiran!
UHUK!
Sasuke yang sedang menyedot minuman dinginnya sampai tersedak parah, mukanya memerah menahan kaget!
"ANJIR, NANA!" seru Sasuke setengah berbisik sambil menghampiri Yoona dengan raut wajah syok berat. "Lu... lu kesurupan apa buset?! Baju lu transparan begitu cuma ketutup bralette hitam?! Lu mau bikin satu fakultas mati berdiri?!"
Yoona melepas sebentar masker abu-abunya, menatap Sasuke dari balik kacamata hitam dengan pandangan mual yang sangat savage.
"Tutup matamu kalau takut berdosa, Sasuke," semprot Yoona tanpa ampun. "Lagipula, mobil baja perakmu itu bentuknya seperti tempat sampah berjalan. Merusak pemandangan Ferrari-ku saja."
"Dih! Ini Cybertruck mahal kepunyaan Kak Itachi, enak aja lu katain tempat sampah!" cercah Sasuke kesal bukan main.
Tak jauh dari sana, Lisa yang baru saja turun dari koridor langsung memasang komuk paling absurd se-galaksi: matanya melotot selebar piring, mulutnya ternganga, dan tangannya menepuk kap mobil Ferrari Yoona.
"BENTAR... BENTAR! ANJIRRRR!" jerit Lisa heboh dengan suara bengek. "NANA! Baju Margiela transparan dipadu bra CK?! GILA! INI CEWEK PALING MAHAL DAN SEKSI SE-TOKYO FIX NGGAK ADA LAWAN!"
Namun, ketenangan pagi itu kembali diusik saat drama kampus berlanjut.
Di depan ruang latihan studio band tempat Sasuke biasa mengasah lagunya, dua sosok cewek sedang berdiri menunggu dengan raut wajah penuh intrik. Yang pertama adalah Reze—si mantan anggunly yang kemarin habis dipermalukan. Dan yang kedua adalah Sakura—ketua fans club fanatik Sasuke yang matanya selalu berapi-api.
Rupanya Reze tidak terima dipermalukan sendirian. Dia berhasil menghasut Sakura dengan rumor bahwa Yoona adalah "cewek simpanan penggoda" yang sengaja memakai baju-baju seksi untuk merusak konsentrasi latihan band Sasuke!
Begitu melihat Yoona berjalan mendekati studio bersama Lisa, Sakura langsung melangkah maju dan menyilangkan tangan di dada dengan gaya garang.
"HEH, YOONA!" bentak Sakura dengan suara melengking. "Lu bisa jaga kesopanan nggak sih?! Kuliah tuh tempat belajar, bukan tempat pamer paha dan baju transparan begitu! Lu sengaja kan pakai baju pamer bra begitu buat ngegodain anak-anak band dan ngerusak fokus latihan Sasuke-kun?!"
Reze di samping Sakura menyeringai dengki, menambahkan kayu bakar. "Tahu tuh! Palingan mobil Ferrari putih ini juga hasil pemberian om-om kaya yang simpan dia!"
Atmosfer di depan studio band seketika membeku. Mahasiswa yang sedang nongkrong langsung mengerumuni area tersebut.
Sasuke yang baru tiba di belakang Yoona langsung memegangi jidatnya, merotasikan matanya muak. "Aduh, dua serangga ini mulai lagi..."
Yoona menghentikan langkahnya. Dia sama sekali tidak emosi. Dengan gerakan sangat tenang dan anggun, Yoona merapikan tas Chanel-nya, melipat tangannya di dada hingga lekuk pinggang ramping dan tatanan bralette CK-nya makin terpampang seksi dan tegas.
Yoona menatap Sakura dan Reze bergantian dengan pandangan Antartika yang amat sangat dingin.
"Sakura," panggil Yoona pelan. Suaranya datar, tapi begitu menusuk. "Otakmu itu sepertinya sudah membusuk gara-gara terlalu lama mengemis perhatian pada Sasuke. Kamu pikir semua cewek di dunia ini sama murahnya denganku yang harus berpakaian demi menarik perhatian pria?"
Sakura tersentak kaget, mukanya memerah padam. "A-Apa lu kata?!"
"Dan kamu, Reze," lanjut Yoona berpaling pada Reze, menyunggingkan senyum tipis yang meremehkan. "Kemarin kamu menuduhku dijemput om-om saat aku naik Range Rover. Lalu kemarin sore aku membawa Lamborghini kuning milikku sendiri. Dan hari ini aku membawa Ferrari F8 Spider putihku. Mau sampai kapan otak miskinmu itu mengira semua asetku adalah pemberian pria?"
Seluruh kerumunan di depan studio langsung riuh oleh suara kasak-kusuk!
"Dengar ya, dua serangga bising," semprot Yoona tanpa ampun, menyayat harga diri Sakura dan Reze sampai berkeping-keping di depan publik. "Kombinasi total kekayaan keluarga kalian berdua bahkan tidak akan sanggup membeli satu velg dari mobil Ferrari-ku ini. Jadi tutup mulut kotor kalian, sebelum aku menyewa seluruh pengacara di Tokyo untuk membangkrutkan hidup kalian dalam semalam."
SKAKMAT!
Sakura dan Reze berdiri mematung di tempat bagaikan patung batu. Muka mereka berdua merah padam bercampur pucat pasi. Sakura yang biasanya galak mendadak kicep total, bibirnya gemetar tanpa sanggup membalas sepatah kata pun atas gertakan dingin Yoona.
Meskipun Yoona terang-terangan pamer kekakayaan dan mengancam dengan pengacara top, sistem keamanan data klan Uchiha tetap bekerja sempurna di balik layar. Tidak ada satu pun mahasiswa, staf kampus, atau detektif swasta yang sanggup membongkar latar belakang keluarga Yoona. Di mata publik kampus, Yoona tetap menjadi teka-teki tak tersentuh: seorang heiress misterius dengan kekayaan tanpa batas yang punya hubungan senggol-bacok tak jelas dengan Sasuke Uchiha.
"BWAHAHAHA! Mampus lu berdua! Makanya jangan asal nyenggol!" tawa Lisa pecah kencang-kencang sambil merangkul lengan Yoona.
Yoona membetulkan posisi masker abu-abunya, menatap Sasuke sekilas. "Urus fans gilamu itu, Sasuke. Bikin mual."
Yoona memutar badannya dan melangkah pergi menuju kelasnya dengan gaya boss-babe yang tak terkalahkan. Sasuke cuma bisa menggelengkan kepala sambil terkekeh pelan melihat kekalahan telak Sakura dan Reze.
Pukul empat sore, jam kuliah akhirnya usai.
Yoona melangkah keluar menuju Ferrari F8 Spider putihnya di parkiran. Hari ini, Yoona tidak menyetir sendiri untuk perjalanan pulang. Dia menyuruh Kakashi untuk mengambil alih kemudi.
Kakashi yang mengenakan setelan jas hitam resminya duduk di kursi pengemudi, sementara Yoona duduk di kursi penumpang di sampingnya.
Begitu pintu mobil Ferrari terisolasi rapat dan meluncur meninggalkan area kampus menuju arah perbukitan tempat shelter kucing Shisui berada, topeng ice queen Yoona runtuh sepenuhnya.
Yoona melepas masker abu-abunya, menyandarkan tubuhnya ke samping, lalu menyusupkan kepalanya di atas paha tegap Kakashi yang sedang mengemudi. Kedua tangan lentiknya melingkar manja di pinggang Kakashi, memeluk pria berusia 30 tahun itu erat-erat.
"Kakashiii... capek banget ngadepin cewek-cewek bising di kampus," rancak Yoona dengan suara serak yang super manja.
Kakashi terkekeh rendah—suara tawa hangat yang membias di dalam kabin mewah Ferrari. Tangan kirinya yang dihiasi tato Yakuza tetap stabil memegang kemudi, sementara tangan kanannya terulur mengusap lembut rambut hitam panjang Yoona.
"Tapi kamu membantai mereka dengan sangat cantik hari ini, Nuna," bisik Kakashi lembut, mengecup jemari Yoona yang melingkar di pinggangnya.
"Iya dong! Tapi dadaku agak sesak pakai bra ketat ini dari pagi... nanti sampai di tempat Kak Shisui, puk-puk kepalaku yang lama ya," keluh Yoona polos dan manja sambil menggesekkan hidungnya di celana kain Kakashi.
"Tentu, Nuna. Apapun untukmu."
Tiga puluh menit kemudian, Ferrari putih itu menepi di pelataran Suaka Kucing Shisui Uchiha.
Bangunan shelter itu berdiri anggun di tengah pepohonan hijau sejuk, beratap kaca bening dengan gemercik air mancur buatan. Di dalam ruangan utama, puluhan kucing dari berbagai ras—mulai dari Persia, British Shorthair, hingga Scottish Fold—tampak berlarian gembira di atas karpet empuk dan deretan fasilitas mainan mewah.
Shisui sedang duduk bersimpuh di atas karpet, mengenakan kemeja rajut santai sambil memangku seekor anak kucing Scottish Fold abu-abu yang mungil.
"Kak Shisui!" sapa Yoona riang begitu melangkah masuk.
Aura seksi dan badass Yoona seketika luntur total. Gadis berusia 20 tahun itu melepas sepatunya, berlari kecil mendekati Shisui, lalu duduk bersimpuh di samping abangnya. Yoona mengambil anak kucing abu-abu itu dengan lembut, mengelus bulu halusnya sambil tersenyum manis tanpa beban.
"Lucu banget... yang ini aku kasih nama 'Mochi' ya, Kak?" ujar Yoona dengan mata berbinar polos.
Shisui tersenyum hangat—senyuman abang green flag yang sangat penyayang. Dia mengusap kepala Yoona pelan. "Boleh. Nama yang bagus, Nana. Katering kuki matcha favoritmu ada di meja sana, dimakan ya."
"Makasih, Kak Shisui!"
Di dekat pintu kaca shelter, Kakashi berdiri tegap menjaga perimeter. Pria berusia 30 tahun itu menyandarkan tubuhnya di pilar kayu, memperhatikan Yoona yang sedang tertawa renyah sambil memangku tiga ekor anak kucing sekaligus bersama Shisui.
Melihat senyuman tulus dan binar bahagia di wajah Yoona yang jarang terlihat di rumah utama, dada Kakashi berdesir hangat. Di balik tugas berdarahnya sebagai eksekutor Yakuza, kebahagiaan sederhana Yoona di tempat suaka ini adalah alasan utama kenapa Kakashi rela mempertaruhkan seluruh nyawanya demi menjaga kedamaian sang putri.
Saat Shisui berjalan ke ruang medis kucing sebentar, Yoona menoleh ke arah pintu. Dia melambaikan tangannya manja ke arah Kakashi.
"Kakashi... sini! Kucing yang ini mirip kamu, mukanya cuek banget!" panggil Yoona dengan nada suara serak manjanya.
Kakashi menyunggingkan senyum tipis di balik maskernya, melangkah mendekat, lalu berlutut di sebelah Yoona untuk membiarkan gadis itu menempelkan kepala kucing kecil itu di pipinya—menikmati sore yang tenang dan manis di tengah bayangan takdir Yakuza mereka.
...----------------...
FYI : Cerita ini mengandung sedikit unsur kekerasan, adegan dewasa dan Age Gap (Cinta beda usia), bagi yang tidak suka boleh skip aja.
Cerita ini hanya fiksi belaka, tidak ada hubungan dengan tokoh atau organisasi manapun. Mohon bijak dalam membaca dan berikan komentar, saran, atau kritik yang sopan dan membangun. Arigatou Gozaimasu.