NovelToon NovelToon
Mengejar Kesempatan Ke Dua Setelah Perceraian

Mengejar Kesempatan Ke Dua Setelah Perceraian

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ibu Cantik

Alina adalah seorang mahasiswa semester akhir yang tiba-tiba dijodohkan dengan anak sahabat orang tua nya yang merupakan dosen di tempatnya menimbah ilmu.

Sayangnya Farhan sudah memiliki kekasih yang sangat ia cintai.

Suatu hari Alina tidak sengaja melihat Farhan dan kekasihnya melakukan sesuatu hal yang menjijikan.

Bagaimana reaksi Alina saat tau laki-laki yang akan menjadi suaminya adalah orang yang sangat dia benci.

Ikuti cerita dari Mengejar Kesempatan ke dua setelah perceraian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibu Cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17

Sudah satu Minggu Alina tidak melihat Farhan, sudah satu Minggu pula Alina berpisah dengan orang tuannya. Setiap hari Alina rutin melakukan panggilan video dengan bundanya, dia menceritakan kesehariannya seperti biasanya. Bagi Alina hal tersebut sudah lebih dari cukup.

Pagi ini Alina hendak pergi ke kampus untuk kuliah tapi ada yang aneh dengan tubuhnya.

Alina meletakkan punggung tangannya ke dahi dan benar saja jika dia merasa demam.

"Panas banget, ternyata sakit tenggorokan kemarin udah ngasih sinyal."

Alina pikir dia masih bisa pergi, toh ini cuma demam biasa ternyata dia salah. Saat hendak berjalan meninggalkan tempat tidur pandangan matanya tiba-tiba berkunang-kunang dan kedua kakinya terasa lemas. Alina kembali duduk di tempat tidur nya.

"Ya Allah, kenapa seluruh tubuh aku lemas sekali." Alina masih mencoba menyadarkan dirinya,tapi rasa pusing yang luar biasa tiba-tiba datang.

Alina merasa tidak kuat, dia mengambil ponselnya. Alina mencoba menghubungi seseorang, dia tidak melihat siapa yang dia hubungi.

"Tolong, siapapun disana tolong aku." kalimat Alina terpotong dia langsung tidak sadarkan diri.

...----------------...

Hari ini Farhan ada kelas pagi, seperti biasa dia pergi ke kampus bersama Renata.

Satu sedang menjelaskan materi kepada mahasiswa tiba-tiba ponselnya berdering.

"Sebentar,saya angkat telepon dulu." izin Farhan kepada mahasiswanya.

Kening Farhan berkerut melihat nama Alina di sana,tumben sekali Alina menelponnya.

"Ha-," belum sempat Farhan mengucapkan suara Alina terdengar lemah.

"Tolong, siapapun disana tolong aku." Setelah itu panggilan masih berjalan tapi tidak ada sautan dari sana.

"Hallo,Alina kamu Kenapa? Kamu dengar suara saya." Farhan menunggu tapi tidak ada sautan.

Akhirnya dia terpaksa mengakhiri kelas, dengan memberikan tugas. Setelah itu Farhan bergegas menuju rumah Alina.

Dalam perjalanan Farhan mencoba menelpon Alina, tapi tidak diangkat.

Tidak butuh waktu lama Farhan sampai dirumah Alina. Gerbang rumah masih tertutup dan dikunci dari dalam. Kembali Farhan menelpon tetapi masih tidak di angkat.

Farhan melihat sekeliling rumah, akhirnya dia memutuskan untuk melompat lewat pagar .

Saat sampai di dalam pintu rumah masih di kunci, Farhan mengetuk pintu beberapa saat tetapi tidak ada tanggapan, dengan terpaksa dia mendobrak pintu.

Saat berhasil masuk dia berteriak memanggil Alina.

"Alina,kamu dimana?."

"Alina,kamu dengar suara saya?."

Farhan membuka pintu ruangan satu persatu tetapi tidak ada Alina didalamnya.

Akhirnya dia pergi ke lantai dua, di sana dia melihat pintu kamar yang bertuliskan nama Alina. Kebetulan pintu tersebut terbuka sedikit.

Farhan terkejut melihat Alina yang tidak sadarkan diri di atas tempat tidur.

Farhan mendekat,"Alina? Kamu kenapa? Kamu dengar suara saya." Saat menyentuh dahi Alina yang terasa panas dan wajah yang pucat Farhan langsung menggendong Alina .

Dia berlari menuruni anak tangga sambil mengendong Alina.

Farhan membuka gerbang kemudian dia membawa Alina ke rumah sakit terdekat.

Dalam perjalanan Farhan mencoba membangunkan Alina tetapi tidak berhasil.

Sesampainya di rumah sakit Farhan memanggil perawat.

"Tolong, ada yang sakit." para perawat langsung berlari mendekat ke mobil Farhan.

Alina langsung ditangani ke unit gawat darurat, sementara Farhan mengurus administrasi.

Setelah selesai mengisi administrasi Farhan menunggu di depan UGD.

Dokter yang menangani Alina keluar mencari wali pasien.

"Wali dari Ny Alina?." panggil seorang perawat.

Farhan langsung mendekat,"bagaimana keadaan adik saya?." Tidak ingin seseorang mengetahui tentang pernikahannya, Farhan berbohong dengan mengatakan jika Alina adalah adiknya.

"Saudari Alina terkena demam berdarah, untungnya pada tahapan awal,jadi belum mengalami gejala lanjutan, untuk beberapa hari saudari Alina harus di rawat inap." terang dokter tersebut.

"Perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah ada penyakit lain." Setelah mengatakan itu dokter dan perawat pamit untuk memeriksa pasien lainnya.

Farhan langsung masuk untuk melihat keadaan Alina.

Alina sedang tidur dengan infus yang sudah terpasang di tangannya.

Farhan menghela nafas, Alina berhasil membuat dia khawatir.

"Sejak kapan kamu sakit?." Farhan bertanya dengan pelan, meskipun dia tidak akan mendapatkan jawaban karena Alina tidak mendengar pertanyaannya.

Farhan duduk di sebelah ranjang Alina sambil menatap gadis yang tertidur lelap.

Saat sedang menatap Alina seorang perawat menyuruh Farhan untuk melengkapi administrasi rawat inap Alina.

"Permisi dengan wali Ny Alina?." panggil perawat tersebut.

"Benar,ada yang perlu saya lakukan?." tanya Farhan.

"Silahkan mengisi beberapa dokumen untuk rawat inap Ny Alina."

Farhan langsung mengikuti perawatan tersebut.

...----------------...

Setelah semuanya selesai Alina dipindahkan ke ruangan perawatan. Farhan meminta agar di berikan ruang VIP untuk Alina.

Farhan tidak lupa menghubungi orang tuannya, karena dia tidak bisa menjaga Alina 24 jam, dikarenakan dia harus mengurus pekerjaannya.

"Halo ma."

"Iya,ada apa tumben kamu telpon mama?." tanya mama Farhan yang sedang berkebun di belakang rumah.

"Alina kena demam berdarah." empat kalimat yang keluar dari mulut Farhan langsung membuat mama Farhan berteriak.

"YA ALLAH, ALINAAAAA, TERUS SEKARANG BAGAIMANA KEADAANNYA?." Farhan menjauhkan telepon dari telinganya.

"Maaa,jangan teriak juga, telinga aku sakit." gerutu Farhan.

"Sekarang kamu dimana? Di rumah sakit? Kalau begitu mama langsung kesana." Rangkaian pertanyaan yang keluar dari mama Farhan belum sempat ia jawab tetapi telepon langsung dimatikan.

Farhan menghela nafas, ia menyiapkan mental untuk mendengar Omelan mamanya.

"Habislah aku." Tatapan mata Farhan menjadi kosong karena takut di marahi mamanya.

1
Lucyana H
thor ga suka sm si Farhan,udah cepet cerai aja thor,biar si Alina sm yg lain aja,benci bgt sm si farhan
citraalief
nambah up Kak😘🙏🙏
citraalief
😘
citraalief
🥰🥰 Semangat Up thorrr🙏
citraalief
Lanjut Kakkk🥰💪🙏
citraalief
mandi kembang 9 rupa Lin, jan pe lupa🤣🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!