Alicia Harold hanya ingin menikmati malam terakhirnya sebelum menjadi mahasiswa.
Namun karena terlalu bosan di acara keluarga, gadis barbar itu diam-diam mabuk dan berakhir jatuh ke dalam pelukan seorang pria dingin yang paling ingin ia hindari.
Bryan Bright, calon kakak iparnya dan dosen di Imperial College University.
Sejak malam itu, kehidupan Alicia berubah menjadi mimpi buruk. Dosen killer itu seperti bayangan yang tak pernah bisa lepas darinya. Alicia terus berontak, menghindar, dan menjaga batas.
Namun bagaimana jika tanpa sadar batas itu perlahan berubah menjadi perasaan?
"Amit amit, aku tidak mungkin suka si Bryan mulut harimau itu!" kesal Alicia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JDPDK Bab 1 - Siluman Harimau
“Alicia, ini acara untukmu. Jadi jangan kabur,” ucap mom Aluna penuh penekanan. Mom Aluna dulunya adalah wanita yang sangat lembut, bahkan sekalipun tak pernah meninggikan suaranya.
Namun memiliki banyak anak membuat kelembutan itu perlahan bercampur dengan ketegasan. Terutama jika berhadapan dengan anak bungsunya, Alicia Harold.
Anak yang paling keras kepala, sulit diatur dan menurut saudara-saudaranya adalah anak yang paling mirip dengan badai berjalan.
"Iya iya, Mom. Aku tidak akan kabur," balas Alicia, namun wajahnya ditekuk.
Malam ini mom Aluna memang membuat acara khusus untuk Alicia, makan malam keluarga besar sebagai perayaan kelulusan SMA dan diterimanya Alicia di perguruan tinggi Imperial College University.
Sebuah ballroom besar di lantai utama hotel telah dipesan khusus oleh keluarga Harold. Meja-meja bundar ditata dengan sangat mewah, dihiasi rangkaian bunga segar, peralatan makan berlapis perak, dan berbagai hidangan yang bahkan belum sempat disentuh oleh sebagian besar tamu.
Bagi keluarga Harold malam ini adalah malam yang penting, karena akhirnya anak mereka mendapatkan pencapaiannya.
Namun bagi Alicia Harold, acara ini tidak lebih dari hukuman. Gadis berusia delapan belas tahun itu duduk dengan wajah ditekuk sepanjang makan malam. Ia mengenakan gaun hitam yang indah, tetapi cara duduknya sama sekali tidak menunjukkan keanggunan seorang gadis yang baru saja lulus SMA.
Satu tangannya menopang dagu, sementara tangan lainnya memainkan garpu di atas piring.
Sesekali Alicia melirik jam tangannya, melihat waktu sudah pukul delapan malam. Padahal pukul tujuh tadi ia seharusnya sudah berada di klub bersama teman-temannya. Merayakan semua keberhasilan ini dengan cara yang lebih menyenangkan.
Tetapi semua rencana itu hancur karena sang mommy.
'Membosankan sekali!' gerutu Alicia di dalam hati.
“Alicia," panggil mom Aluna.
"Apalagi Mom? Aku tidak akan kabur."
"Jangan hanya diam saja, berdiri dan beri salam pada semua orang."
"Astaga Mommy."
"Tunjukkan sopan santunmu, Sayang."
Alicia ingin sekali membantah, tapi tatapan mom Aluna yang mendelik membuatnya tak bisa berkutik. Alicia akhirnya seperti manekin yang dibawa mom Aluna kesana kemari, memberi salam pada semua tamu yang datang.
Alicia sebenarnya bukan membenci keluarganya. Ia hanya tidak suka dikurung dalam acara formal seperti ini. Baginya hidup seharusnya menyenangkan.
Alicia baru lulus SMA, besok ia akan menjadi mahasiswa. Dan malam ini seharusnya menjadi malam pesta sebelum kehidupan kampus dimulai.
Sayangnya keluarga Harold punya definisi berbeda tentang cara merayakan sesuatu. Makan malam mewah, pidato, uapan selamat dan nasihat panjang.
Alicia sampai menguap setelah kembali duduk di kursinya. Pada saat itu pintu ballroom kembali terbuka dan beberapa orang langsung menoleh.
Mom Aluna sampai tersenyum lebar. Alicia yang awalnya tidak tertarik akhirnya ikut melirik. Kemudian senyum di wajahnya menghilang. 'Astaga, kenapa mahkluk itu datang juga,' batin Alicia.
Seorang pria berjalan masuk bersama sang kakak perempuan, Annie Harold.
"Akhirnya kalian datang juga, Bryan ayo duduk di sini," ucap mom Aluna.
'Kenapa harus duduk di sini? Dia bukan keluarga kita mom!' kesal Alicia, tapi hanya bisa ia ucapkan di dalam hati.
Pria itu adalah Bryan Bright, pria yang selama beberapa bulan terakhir begitu dekat dengan sang kakak. Bahkan digadang-gadang akan menikahi kakaknya.
Tapi sejak awal Alicia tak pernah setuju, karena baginya pria itu tak baik untuk kakaknya. Rumornya Bryan Bright adalah pria yang kejam, sikapnya dingin, ucapannya selalu kasar dan kotor seperti kotak sampah. Alicia sangat tidak suka.
Tapi sialnya pria itu juga menjadi Dosen yang mengajar di kampusnya.
"Alicia, selamat sekali lagi Sayang, besok kamu akan resmi menjadi mahasiswa," ucap Annie lalu memeluk sang adik.
"Kak, putus saja dari kekasihmu itu, dia seperti siluman harimau," bisik Alicia.
Annie terkekeh, ia tak memperdulikan ucapan sang adik.
"Alicia, beri salam pada Pak Bryan, nanti di kampus kamu harus patuh padanya," ucap mom Aluna.
"Kenapa harus patuh? Aku akan menganggapnya seperti dosen biasa, seperti dosen yang lain," balas Alicia.
"Astaga, Alicia. Jangan bicara seperti itu."
"Tidak apa-apa Tante," sahut Bryan, "Anak kecil seperti Alicia memang belum mengerti banyak hal, otaknya belum berkembang sempurna."
Mulut Alicia sampai ternganga mendengar kalimat tersebut, ia melirik sang kakak perempuan tapi Annie malah tertawa bersama yang lain.
Alicia menggigit bibir, akhirnya pria bernama Bryan itu duduk bersama keluarga mereka.
'Dasar menyebalkan, aku harus jauh-jauh dari orang seperti ini.' batin Alicia, ia benar-benar ingin pergi dari sini, namun Alicia tahu ibunya pasti akan mencari.
“Mom, aku mau ke toilet," ucap Alicia akhirnya, hanya inilah alasan yang bisa ia gunakan.
Mom Aluna yang tengah mengobrol pun hanya mengangguk kecil dan Alicia segera berjalan keluar dari ballroom.
Namun bukannya menuju toilet, Alicia justru berbelok menuju sebuah area lounge hotel yang lebih sepi.
Alicia berulang kali memastikan tidak ada seorang pun yang memperhatikannya.
Begitu ia mengeluarkan ponsel, puluhan pesan dari teman-temannya sudah memenuhi layar.
“Alicia, kamu di mana?”
“Pestanya masih jalan!”
“Cepat datang!”
Alicia duduk di meja bar dan memesan minuman. "Malam ini benar-benar menyebalkan! Aku memang tidak bisa pergi ke pesta, tapi aku akan bersenang-senang sendiri."
Minuman datang dan Alicia segera meminumnya.
Satu gelas.
Kemudian dua gelas.
Dan tanpa sadar gelas demi gelas ia teguk.
Alicia sebenarnya cukup ahli minum alkohol, tapi malam ini ia benar-benar lepas kendali saking kesalnya. Wajahnya memerah dan matanya sedikit sayu.
Alicia berdiri namun baru beberapa langkah tubuhnya sudah terhuyung.
“Eh?”
Alicia berusaha berpegangan pada dinding. Langkahnya membawa Alicia ke lorong hotel yang sepi, karena tak mungkin ia kembali ke ballroom dalam keadaan seperti ini.
Alicia tertawa sendiri. "Kenapa jalanku goyang, ya? Apa dunia ini yang goyang-goyang?"
Tidak ada yang menjawab, Alicia terus berjalan sambil memegang dinding. Hingga akhirnya ia menabrak sesuatu.
Bruk!
"Aduh!" keluh Alicia dan memegangi keningnya, ia menabrak seseorang dan saat Alicia mendongak ia melihat wajah yang tak asing.
"Oh siluman harimau, hahaha," ucap Alicia lalu tertawa sendiri.
Sementara Bryan menatapnya dengan dingin, ia datang ke tempat ini untuk menerima panggilan telepon bisnis, tapi kemudian bertemu Alicia dalam keadaan yang tak biasa.
Sementara Alicia tersenyum lebar, lalu tanpa berpikir panjang ia melangkah maju sampai sengaja menabrak Bryan.
"Aku tidak akan patuh padamu? Memangnya kamu siapa? Kamu bukan kakak iparku, hanya si tua Bangka," kata Alicia. "Akan ku buat kak Annie mencampakkanmu, hahaha." tawa Alicia.
"Suami kakakku haruslah pria yang bicaranya lembut, yang menatap penuh kehangatan seperti Daddy Davion. Bukan seperti matamu ini!!" ucap Alicia seraya menunjuk mata Bryan dengan jari telunjuknya.
"Matamu, mulutmu, dua-duanya menyebalkan!" kata Alicia dengan gamblang, lalu tersenyum miring tak ada takut-takutnya. "Tapi jika dilihat-lihat, wajahmu memang lumayan tampan... Asalkan mulut sampahmu ini diam," timpal Alicia, ia terkekeh pelan.
"Kamu sepertinya mabuk, aku akan memanggil Tante Aluna untuk menjemputmu," ucap Bryan.
"Jangan!" bentak Alicia, seketika itu juga ia merasa ketakutan. Alicia bahkan reflek menarik Bryan dan membawanya masuk ke sebuah kamar hotel. "Jangan menakut-nakuti aku ya! Aku tidak takut padamu!" gertak Alicia dengan tubuhnya yang berulang kali terhuyung.
"Malam ini aku akan mengurungmu di sini!" ancam Alicia demi tak ketahuan oleh sang ibu, tapi detik itu juga ia justru jatuh tak sadarkan diri di pelukan Bryan...
Brug!
dia harus masuk ke kandang harimau 🤣🤣🤣
kalo pak bry tau bisa mulai cemburu dalih disiplin?🤭🤭🤭
ehh siluman sudah berwajah garamg waduhh ,,,,ambyar seolah dunia nya runtuh 💪 sangat pastinya ,,,