Lima tahun aku menikah dengan mas pramudia dan di karuniai anak satu laki laki yang sekarang berusia empat tahun, mas Pram adalah kakak angkatku lulusan teknik sipil, aku rela menjadi ibu rumah tangga setelah lulus kuliah demi menemani beliau mulai dari nol, aku meminta teman ku yang anak pengusaha untuk investasi ke perusahaan suamiku sehingga perusahaan properti mas Pram maju dan berkembang tapi setelah pamit kerja keluar kota, tiba tiba dia bawa madu untukku, kemudian dia pura pura bangkrut untuk mengurangi jatah nafkah ku dan tidak dapat harta gono gini bila menuntut cerai, dikira aku sangat mencintai dan bertahan, Karena aku tidak berpenghasilan, mereka meremehkan aku. ku bikin bangkrut beneran biar tahu rasa, laki laki seperti itu yang tidak tahu terima kasih yuk ikuti ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 19 Bayi Dewi keguguran.
" Ibu ke kos kalian sekitar jam delapan, Dewi sudah menjerit dan menangis dan darahnya sudah keluar lumayan banyak" jelas ibu mertua
" Ibu sudah sarapan ayo sarapan di kantin" ajakku
" Ayo mumpung ibu lapar nih" jawab ibu mertua
Kami pun duduk di kantin kata ibu mertua tadi di telephon mas pram, belum sempat sarapan, jadi aku pesankan nasi soto ayam di kantin kalau aku cuma pesan teh manis.
" Kata pram semalam mereka bertengkar karena kalian keluar beli makam bertiga, padahal sama Pram juga dia belikan satu bungkus nasi untuk dia, sekarang dia semakin egois, mengunakan kehamilan nya untuk menguasai Pram, dia sangat cemburu sama kamu" kata ibu mertua
" Iya Bu, aku yang akan mengalah kok, biar mereka bahagia" jawabku
" Kan Dewi sudah keguguran, ya dia dong yang harus mengalah, kamu jangan mengalah, kan kamu punya Zidan" kata mama mertua
" kalau mas Pram jatuh bangkrut masih aku dampingi Bu, tapi kalau selingkuh aku lepas saja, siapa yang mau di selingkuhi mungkin cukup sampai di sini" jawabku
Itu Pram keluar dari UGD, dia celingak celinguk, mungkin mencari ibu nya, sama ibunya mas pram di panggil.
" Gimana Pram keadaannya?" tanya ibu mertua
" Janinnya nggak bisa di selamatkan Bu, sekarang lagi di ruang tindakan, dek kamu kok di sini,?" tanya mas Pram
" Tadi aku menjalani pap smear, ya gimana lagi suami suka jajan takut kena kanker leher rahim, tapi semoga aku nggak kenapa kenapa" kata ku berharap.
" Ya sudah aku mau jemput Zidan di rumah Bayu, ini uang saku untuk ibu bisa buat beli makan di sini" kata ku sambil memberikan uang saku dan aku segera membayar sarapan mama ke kantin.
" Mas aku pulang dulu ya " kataku pamit kepada mas pram.
" Iya dek hati hati di jalan, kamu jemput Zidan nanti aku kabari kok" kata dia dengan percaya diri
Ibu mertua itu nggak punya pendirian kalau di depanku, menjelek jelekan Dewi, tadi kalau di belakang ku menjelek jelekan aku, biasa, dia akan maju tak gentar membela yang bayar, he he he kata batinku.
Mertuaku baik kalau di hadapanku, tapi di belakang ku, membiarkan aku cerai tanpa gono gini, tapi aku yakin kalau kita serakah, dan mengambil milik orang lain, bukan hak kita, maka Tuhan yang akan mengembalikan rejeki kita dengan rejeki yang lain, dan akan mengambil milik orang serakah tesebut.
Mas pram ternyata membuntutiku Sampai diparkiran " Ada apa kamu kesini mas mengikuti aku mas?" tanya ku
" Dek mas pinjam uang dong, mas nggak pegang uang cas nih" kata dia
" Aku juga bawa uang dikit mungkin cuma lima ratus ribu mas, kan aku harus hemat" jawabku
" Pinjam tiga ratus dah buat pegangan nanti mas kembalikan" kata dia
Akhirnya aku berikan uang tiga ratus ribu buat mas Pram, dan dia mengucapkan terima kasih dan aku pun pulang, setelah sepedaku di bantu siapkan, bener bener deh akting pura pura miskinnya biar kelihatan sempurna.
Aku sampai ke rumah Mita, ku lihat Zidan bermain di bengkel sama Bayu
" Bunda baru datang bawa apa itu" tanya dia
"ini jajanan bunda beli di supermarket, itu yang untuk bayi kasihkan adek Laura" kata ku pada Zidan.
Meskipun anaknya Mita masih setahun aku belikan produk jajanan bayi dan dia senang sekali
" Terima kasih bude, bentar lagi bude jadi orang have pasti aku kebagainan" kata Mita menirukan suara anak kecil
" Terima kasih juga Zidan di kasih makan siang" kata ku
" Ayo mbak makan siang aku makan udang goreng dan sayur bening dan sambel terasi " ajak Mita
Aku pun makan karena di paksa oleh Mita dan juga lapar, aku makan sambil menceritakan kejadian di rumah sakit, Mita tertawa seperti mengejek nasib Dewi,
" Jangan tertawakan orang kena musibah" kataku
" Musibah yang di bikin oleh dia sendiri mbak, sudah tahu kalau kandungan nya lemah malah minta berhubungan habis berapa ronde kok sampai gitu" kata Mita sambil terkekeh
" Nggak tahu pagi tadi dia kelihatan kusut banget kayak kehabisan tenaga" jawabku
" Mbak ada orang menawarkan mobil itu kamu lihat kayak mobil suami mu" kata Bayu memberikan gambar mobil dan caption di jual cepat lagi butuh uang
" Iya Bay coba minta harga berapa kalau murah ambil saja buat di jual lagi, kalau laku empat puluh persen buat kamu setelah di potong biaya perawatan" jawabku
" Nanti kalau deal, ku tranfer ke rekening kamu jangan kelihatan kalau aku yang beli" jawabku
" Ok bos kita mulai kerja sama ya nanti kontrak nya biar di bikinkan Mita , walaupun kita saudara tetap ya ada hitam di atas putih" kata Bayu
" Iya atur saja aku tinggal tanda tangan" jawabku
" Ayo ma, pulang kita tidur siang di kos nanti sore Zidan ngaji lagi" kata dia
" Mbak lihat postingan di IG nya Dewi" kata Mita
" Sakit hati banget di tinggal suami makan bersama anak dan istri pertama nya, perut jadi mulas, awas kalau pulang, nanti suami mu aku kuasai semalam, dan ku beri servis terbaik" kata postingan Dewi
" Biar lah Mit sudah nggak pengaruh, aku biasa saja, di katakan sakit, iya, tapi buat apa berteriak, nggak ada gunanya lebih baik fokus kerja" jawabku
" Aku pulang dulu terima kasih makan siangnya, selesai makan pulang" kata ku
" Bayu kamu lihat kalau harga nya deal nanti aku transfer" kata ku
" Siap bos" jawab Bayu.
Aku segara menyiapkan sepedaku dan ku bonceng Zidan," Ayo,pegangan nak biar nggak jatuh" kata ku
Satu jam lebih perjalanan, kami sampai di kos dan Zidan segera turun aku memarkirkan sepeda kemudian masuk kamar, aku segera sholat dhuhur kemudian tidur siang, ya kami tidur nyenyak karena capek.
Aku bangun sudah sore, memang tidur dalam keadaan capek itu akan nyenyak ku peluk tubuh Zidan " bangun yuk waktunya ngaji" ajaku
" Bentar Bun lima menit lagi" jawab dia sambil ngantuk, malah ku peluk dan ku ciumi dia dan akhirnya dia minta di buatkan susu,
Aku bangun dan membuatkan susu, untuk Zidan, dan ku tuang ke dalam gelas, dia memang belum lepas minum susu, dari bayi setelah lepas ASI ganti susu formula dan belum berhenti sampai sekarang, tapi kadang juga minum susu segar.atau susu kemasan.
Zidan minum susu, kemudian dia mandi ku siapkan bajunya, kemudian aku duduk di kursi panjang menunggu Zidan selesai mandi
Selesai mandi, ku bantu berpakaian dia pakai sarung yang sudah di kombinasi setengah celana kemudian pakai baju Koko lengan pendek.
" Wah gantengnya anak bunda" kataku sambil memakaikan pecinya.
" Ganteng mana sama ayah Bun?" tanya dia
" Ganteng anak bunda, lah seratus persen" jawabku sambil terkekeh
" Zidan berangkat mengaji dulu Bun, Asalamualaikum" kata dia sambil mencium pungung tanganku
" Waalaikumsalam nak, cari ilmu yang banyak dan bermanfaat untuk masa depan mu sayang" kata ku sambil meneteskan air mata.
Anak sekecil itu sudah di rusak masa depan nya oleh lampir dan bapaknya sendiri, tapi biarlah nanti ku bangun privilege buat kamu sayang, tanpa campur tangan ayahmu, tekat dalam hatiku.
Bersambung.
terimakasih sudah update 😀👍
penasaran gmn nasib pram klo udah beneran bangkrut