NovelToon NovelToon
DENDAM DI BALIK AIR TERJUN

DENDAM DI BALIK AIR TERJUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Balas Dendam
Popularitas:172
Nilai: 5
Nama Author: Stychin

Sebuah liburan akhir pekan berubah menjadi mimpi buruk saat sekelompok remaja menemukan rahasia kelam di balik keindahan sebuah air terjun terpencil.Satu persatu dari mereka mulai menghilang,memaksa yang tersisa untuk memecahkan kutukan kuno sebelum fajar tiba atau menjadi korban berikutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stychin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17

"Dinda!dery gimana ceritanya aulia bisa hilang hah??"ucap bu wida yang baru saja duduk bergabung dengan keempat teman anaknya di sebuah gubuk.

"Tan..."

Dinda menjeda ucapannya saat dery menarik tangan gadis itu.dan menyuruhnya untuk diam.

"Biar saya yang jelasin om,tante."

"sebelumnya saya minta maaf udah gagal jagain aulia.saya gak tau kalo aulia pergi tengah malem ke dalam hutan"

"ke dalam hutan??sendirian??kalian gak sadar apa itu bahaya,bisa kalian bayangkan di dalam sana banyak binatang buas??kalian juga kenapa bisa berlibur ke tempat kayak gini.liat kan dari awal masuk aja tempatnya udah serem gini,mana yang katanya banyak orang orang camping?tempat wisata lah apalah!!"

Bu wida tampak emosi kepada teman teman anaknya.namun pak arman terus mencoba menenangkan istrinya,ia paham bagaimana seorang ibu yang takut anaknya kenapa napa begitupun dirinya.

"tapi tan bukan cuma kita yang camping disini.ada juga satu rombongan orang yang camping,malah datengnya lebih dulu mereka.salah satu dari mereka ada yang nyoba deketin aulia.namanya nevan"ucap citra yang geram saat bu wida terus terusan menyalahkan mereka.

"kita gak maksa aulia ya,dia sendiri yang mau ikut.om arman sama tante juga kan yang izinin,jadi jangan bersikap seolah ini salah kita lah.dikira kita dari semalem diem aja tau aulia hilang dari tenda?kita juga ikut nyari sampe gak tidur,sekarang malah kena makian dari kalian makin pusing deh pala gue!!"celetuk citra yang mendapati tatapan tajam dari bu wida.

"cit,jaga ucapan lu.lu boleh kesel tapi mereka orang tua!!"ucap martin.

"halah ngapain di hormatin kalo orang tuanya juga gak hargain kita!dah lah capek gue"citra berlalu pergi meningalkan gubuk itu.

"mau kemana lu??"teriak martin lagi saat melihat kepergian gadis itu.

"bukan urusan lu!!!"Jawabnya.

Ia menggelengkan kepalanya.

"Kenapa ya dari awal anak itu kaya gak suka sama aulia?"tanya bu wida yang masih memperhatikan citra yang sudah jauh dari pandangannya.

"sensi terus tan si dery nya suka sama aulia bukan sama dia"celetuk martin dengan wajah tanpa bersalah.Dery menyenggol lengan laki laki itu untuk tetap diam tak banyak bicara dalam kondisi genting seperti ini.

"Kamu pacar citra dery?"kini giliran pak arman yang bertanya.

"hah!bukan om,kita cuma temen aja gak lebih"

"Udah udah kita fokus dulu cari aulia,jangan bahas yang lain"ucap bu wida.

Tak jauh dari gubuk itu,ki dajeng dan para warga berbondong bondong menghampiri gubuk milik kakek tua itu.

"nah itu tan kakek tua yang jadi sesepuh desa ini"ucap dinda menunjuk ke arah ki dajeng.

"ki..ini orang tua aulia teman saya yang hilang itu."ucap dinda menghampiri ki dajeng.

Kakek itu hanya mengangguk faham.

"Gadis itu masih disini namun kita tak akan bisa melihatnya,dia ada di alam lain dibawa oleh makhluk ghaib"

"hah..apa anak saya baik baik aja ki?"

"sulit memastikan"

"para wargi..terimakasih sudah membantu saya mencari neng aulia yang hilang,meski belum ada hasilnya namun terimakasih sudah meluangkan waktunya untuk ikut membantu.saya akan mencoba cara lain untuk menemukan neng aulia,jadi sekarang para wargi silahkan pulang saja dulu nya.sekali lagi terimakasih"

"muhun ki..mangga.."ucap warga dengan kompak.

"ki.bagaimana ini anak saya?hiks hiks..."bu wida kembali menangis,ia memeluk suaminya dengan erat.pikirannya sangat kacau memikirkan anaknya yang tak kunjung di temukan.

"ibu..sabar dulu ya.ada yang mau saya bicarakan sama ibu,bapak.ayo ikut saya"keduanya mengikuti langkah ki dajeng pergi.terkecuali ketiga teman aulia yang kembali duduk di gubuk itu.

"si citra kemana sih?ilang kita juga yang repot"ketus martin yang celingak celinguk mencari gadis itu yang tak kunjung kembali.

"udah..dia masih emosi.gak bakal jauh jauh,tuh liat dia di ujung sana lagi ngomong sama daun"ucap dinda yang membuat kedua teman laki lakinya ikut melihat ke arah yang ditujunya.

"daun pun jadi sasarannya"celetuk lagi martin.

Dery tak ikut bicara.pikirannya sangat kacau,ia merasa gagal menjaga aulia.ia takut setelah ini orang tua aulia tidak akan mempercayainya lagi.

"Der..gue tau apa yang lagi lu pikirin.bukan salah lu der.dari kemarin juga gue liat lu udah bener bener jagain aulia.kalo lu di salahin sama om arman atau tante wida gue bakal bantu lu buat jelasin ke mereka berdua"ucap dinda yang memperhatikan kegelisahan di wajah teman laki lakinya.

"Thanks din.tapi gapapa,ini tanggung jawab gue.habis dzuhur nanti gue mau nyoba cari aulia lagi ke dalam hutan"

"lu nyari mati dery???!!!orang kampung sininya aja gak nemuin aulia,kita harus nurut sama mereka.jangan sampe deh masing masing dari kita ikut ilang juga di hutan sana.gue yakin banyak penunggunya.secara kata kakek tua itu 20 tahun tempat ini di tutup bisa bisa kita jadi incaran mereka."ucap martin tak kalah kesal.

"gue setuju sama martin der.gue tau lu khawatir tapi kita harus tetep sama sama."

"oke"ucap dery singkat.

Di sebuah taman yang cantik citra tengah berdiri dengan senyum indahnya..gadis itu terpesona dengan keindahan teman yang baru saja ia temukan.

"neng cantik..nyari siapa geulis?kok sampe ke sini??"tanya seorang nenek tua dengan badannya yang sudah membungkuk.tangannya memegangi tongkat untuk mempermudah langkahnya.

"e-ee nyari temen saya nek yang hilang dari tadi malem.siapa tau ada di sini hehe"ucapnya yang tengah berbohong.

Nenek itu mengangguk lalu tersenyum.Ia mendekat ke arah citra dan mengajaknya untuk duduk di bangku taman berukiran kayu itu.

"hmm..gadis yang hilang itu gadis yang kamu benci neng?"

pertanyaan itu sontak membuat wajah citra memerah.

"hah..e-enggak nek.ka-kata siapa?"jawabnya dengan gugup.

"sudah lah neng gak udah nyembunyiin apa apa dari nenek.nenek bisa baca pikiran seseorang.kalo mau nenek bisa bantu kamu singkirin gadis itu"ucapnya.

"hah??"

"nenek tau kamu sedang mengincar satu laki laki,sayangnya laki laki ini tidak sedikitpun membuka hatinya untuk kamu"

Citra menundukan pandangannya.

"Bangun geulis..masih ada kesempatan kalo memang kamu mau laki laki itu jadi milik kamu sepenuhnya."

"caranya nek?"tanyanya dengan nada yang masih gugup.

"pakai gelang ini,buat gelang ini menyentuh tangan laki laki itu.setelah itu apa yang kamu ucapkan akan dia turuti"

"s-serius nek?"

"mau?"tanya nenek tua itu dengan mengacungkan gelang berwarna hijau tua tampak kumuh.

"m-mau nek"

Citra berhasil memakai gelang pemberian dari nenek tua itu.

"sekarang kamu sudah menjadi pemenangnya neng,cepat kembali ke gubuk itu sebelum mereka mencarimu sampai sini"

Citra menganguk lalu pamit untuk menemui ketiga temannya di gubuk.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!