Seorang penggemar anime tiba-tiba terbangun di sebuah pulau terpencil di dunia Naruto. Saat kebingungan mencari jalan keluar, sebuah sistem misterius muncul.
One Piece System.
Dengan sistem ini, ia dapat memperoleh karakter-karakter dari dunia One Piece sebagai bawahannya. Namun, untuk mendapatkan mereka, ia harus membangun reputasi dan pengaruh.
Bajak laut, Angkatan Laut, hingga tokoh-tokoh besar One Piece—semuanya bisa menjadi bagian dari kekuatannya.
Di dunia Naruto yang penuh konflik, ia harus menentukan jalannya sendiri.
Membangun kekuatan dari balik bayangan, atau menjadi legenda yang dikenal seluruh dunia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RabilMuhammadTahir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8: Fondasi Organisasi Rahasia
Matahari pagi menyingsing menembus kabut tebal yang menyelimuti Tebing Barat Pulau Ren. Sinar keemasan memantul di atas genangan air laut di mulut gua, menggantikan kegelapan malam yang lelah.
Rian terbangun dari tidurnya di atas tempat tidur kayu sederhana di dalam kamar pribadi Dogo. Rasa lelah yang sempat menguras persendiannya akibat penggunaan Kami-e dan Kenbunshoku Haki semalam kini telah hilang sepenuhnya.
[Stamina pulih sepenuhnya: 5 → 8]
Namun, baru saja Rian melangkah keluar dari kamar kayu tersebut, teriakan lantang yang menggema di luar gua langsung menyapa telinganya.
"Bongkokkan punggungmu lebih rendah, Muka Bau! Kau mengayunkan pedang seperti nenek-nenek kelaparan!"
"T-Tapi Tuan Johnny... ini pedang besar beratnya dua puluh kilogram..."
"Banyak alasan! Tambah lima puluh kali ayunan lagi! Kalau ada yang berhenti sebelum hitunganku selesai, tidak ada jatah roti pagi ini!"
Rian melangkah keluar dari mulut gua dan menemukan pemandangan yang cukup menggelikan di atas tanah karang yang datar.
Johnny sedang berdiri gagah dengan kacamata hitamnya, bersedekap dada seraya mengawasi Dogo dan sebelas anak buahnya. Pria-pria yang dulunya penyamun tergarang di Pulau Ren itu kini bertelanjang dada, mandi keringat, dan berbaris rapi mengayunkan kayu tebal serta senjata mereka mengikuti irama teriakan Johnny.
"Aniki!" Johnny berbalik seketika saat menyadari kehadiran Rian. Ia menyeringai lebar dan mendekat. "Orang-orang ini fisiknya sangat lemah! Tapi tenang saja, setelah beberapa hari di bawah gemblenganku, setidaknya mereka tidak akan langsung pingsan saat melihat gelombang laut!"
Dogo yang kelelahan menghentikan ayunannya sebentar, menatap Rian dengan pandangan memohon bantuan, namun Rian hanya membalasnya dengan anggukan tipis.
"Kerja bagus, Johnny," ujar Rian tenang. "Tapi kita butuh lebih dari sekadar latihan fisik hari ini."
Rian memberi isyarat kepada Dogo untuk mendekat. Dogo menyapu keringat di dahinya dengan kain lusuh dan berlari kecil mendekati Rian dengan sikap sangat patuh.
"Tuan Rian..." panggil Dogo parau.
"Dogo, mulai hari ini, tempat ini bukan lagi sekadar semak persembunyian penyamun," kata Rian, pandangannya menyapu seluruh kompleks gua laut Tebing Barat. "Kita membutuhkan struktur yang jelas jika ingin bertahan di wilayah perairan Negara Air ini."
Rian memfokuskan pikirannya. Ia membagikan peran secara strategis:
Johnny ditetapkan sebagai Komandan Tempur dan penanggung jawab keamanan markas.
Dogo ditetapkan sebagai Kepala Intelijen dan Logistik, memanfaatkan pengetahuannya tentang jaringan pasar gelap dan wilayah pesisir Pulau Ren.
Sebelas anak buah Dogo dibagi menjadi dua tim: tim pengawas jalur laut dan tim pengumpul informasi di pemukiman.
Saat Rian meresmikan struktur tersebut dan menetapkan nama organisasi rahasia mereka sebagai Gale (Semburan Badai), denting suara sistem yang dinanti-nantikan akhirnya berdenting nyaring di dalam kepalanya.
[ACHIEVEMENT UNLOCKED: Founder]
Mendirikan organisasi resmi pertama dengan struktur kepemimpinan, pembagian tugas, dan markas operasional yang jelas.
Reward: +100 System Point.
[SISTEM NOTIFIKASI: Organisasi Terbentuk]
Nama Organisasi: Gale
Pemimpin: Rian (Host)
Komandan Tempur: Johnny
Petugas Intelijen: Dogo
Anggota: 11 Orang (Personel Logistik/Informan)
Markas Utama: Tebing Barat (Pulau Ren)
Rian tersenyum tipis di balik mantel hitamnya. Tambahan 100 System Point dari Achievement ini membuat tabungan poinnya kembali terisi.
"Dogo," panggil Rian seraya merogoh kantong uangnya. Ia mengeluarkan uang tunai sebesar 3.000 Ryo dan menyerahkannya kepada Dogo.
"Bawa dua orang anak buahmu yang paling cekatan ke kota pelabuhan," perintah Rian. "Gunakan uang ini untuk membeli pasokan makanan segar, bahan medis dasar, minyak obor, serta kumpulkan rumor terbaru dari dermaga utama. Ingat, tetap gunakan pakaian warga biasa dan jangan memancing perhatian."
Dogo menerima tumpukan koin Ryo tersebut dengan kedua tangannya, matanya membelalak kaget. Ia tidak menyangka Rian akan mempercayakan sejumlah besar uang kepadanya begitu cepat.
"S-Siap, Tuan Rian! Saya berjanji tidak akan mengecewakan Anda!" ujar Dogo sungguh-sungguh seraya membungkuk dalam-dalam.
[Uang Tunai Berkurang: 36.200 Ryo → 33.200 Ryo]
Dogo segera memanggil dua anak buahnya dan bergegas menyusuri celah karang menuju jalur darat pemukiman Pulau Ren.
Sementara itu, Rian berjalan menyusuri bagian dalam gua bersama Johnny untuk memeriksa potensi pengembangan tempat tersebut. Gua laut Tebing Barat ini ternyata cukup luas. Selain aula utama yang menjadi ruang berkumpul, terdapat beberapa ceruk batu kering yang bisa dijadikan gudang senjata, tempat penyimpanan barang, serta ruang tahanan jika diperlukan.
"Tempat ini cukup bagus, Aniki," kata Johnny seraya mengetuk dinding batu gua dengan gagang pedangnya. "Kalau kita pasang beberapa meriam kayu atau barikade di mulut celah karang luar, kapal kecil tidak akan bisa menembus tempat ini dengan mudah."
"Meriam akan menyita terlalu banyak perhatian," balas Rian. "Kita bergerak di balik bayangan untuk saat ini. Kekuatan utama kita adalah informasi."
Empat jam kemudian, menjelang siang hari, Dogo kembali ke markas bersama dua anak buahnya. Mereka membawa beberapa peti kayu berisi daging kering, gandum, sayuran tahan lama, serta dua gulung kain terpal tebal untuk merapikan pintu markas.
Namun, raut wajah Dogo tampak tegang saat ia melangkah mendekati Rian di aula gua.
"Tuan Rian, ada informasi penting yang berhasil kami kumpulkan dari pasar dermaga selatan," laporan Dogo dengan suara dipelankan.
"Katakan," respon Rian seraya berdiri dari kursi kayunya.
"Sebuah kapal dagang independen dari luar Negara Air baru saja merapat di dermaga utama dua jam lalu," jelas Dogo. "Kapal itu membawa pasokan logam tempa dan bahan obat-obatan langka. Tapi bukan itu masalah utamanya."
Dogo menelan ludah sebelum melanjutkan, "Di pasar, rumor menyebar bahwa satu unit kapal patroli sedang Kirigakure—pimpinan seorang Chunin bernama Kaji—sedang berlayar menyisir kepulauan luar. Mereka dijadwalkan tiba di Pulau Ren dalam dua atau tiga hari ke depan untuk melakukan inspeksi pajak dan memeriksa buronan."
Johnny yang berdiri di samping Rian langsung menyeringai, mengetukkan jari-jarinya di gagang katana-nya. "Ninja Kiri, huh? Biarkan mereka datang, Aniki! Pedangku sudah gatal!"
"Jangan gegabah, Johnny," potong Rian dingin. "Seorang Chunin Kirigakure memimpin pasukan yang terlatih dan menguasai ninjutsu elemen air. Bertarung terbuka dengan pasukan resmi desa besar di pelabuhan terbuka hanya akan menghancurkan basis yang baru kita bangun."
Rian memfokuskan pikirannya pada peta wilayah sistem dan menganalisis dampaknya. Kedatangan kapal patroli Kirigakure dalam tiga hari adalah ancaman sekaligus peluang. Jika mereka membiarkan Kirigakure menggeledah pulau tanpa persiapan, keberadaan markas Tebing Barat bisa terungkap. Namun, jika mereka bisa memanfaatkan situasi ini, reputasi organisasi Gale bisa berkembang lebih jauh.
Rian memanggil antarmuka status sistem untuk memeriksa seluruh kalkulasi data terbarunya secara menyeluruh.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
SYSTEM STATUS
Nama: Rian Usia: 20 Level: 1
Strength: 8 Speed: 7 Vitality: 8 Stamina: 8 Intelligence: 14
System Point: 100 SP (0 + 100) Reputation: 100 (Public - Pulau Ren)
Skills:
Rokushiki: Kami-e (Basic)
Navigation (Basic)
Kenbunshoku Haki (Basic)
Characters:
Johnny (Uncommon - Bounty Hunter) - Lokasi: Markas Tebing Barat
Inventory:
Basic Hunting Knife (1)
Kapak Besi Kecil (1)
Kompas Kuningan (1)
Tali Tambang Rami (Sisa 3 meter)
Pelindung Dahi Kirigakure Tergores (1)
Jurnal Pelayaran Kuno (1)
Kantong Air Kulit (2 Liter)
Roti Gandum Kering (2)
Uang Tunai: 33.200 Ryo
Perahu Layar Kayu Kecil (1 - Terikat di Dermaga Timur)
Plat Nomor Tambat Dermaga #14 (1)
Achievement:
First Survival
World Discovery
Tactical Advantage
Civilized Footprint
Founder
Organization: Gale (Level 1 - Organisasi Rahasia) Territory: Markas Tebing Barat (Pulau Ren)
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Rian menatap 100 System Point yang ada di tangannya serta masa tenggang tiga hari sebelum kedatangan patroli Kirigakure.
"Dogo," perintah Rian dengan intonasi mantap. "Perketat pengawasan di dermaga. Aku ingin tahu setiap pergerakan kapal dagang itu dan jadwal pasti kedatangan kapal patroli Kiri. Johnny, tingkatkan latihan anak buah ke tahap taktik penyergapan malam."
"Siap, Aniki!" seru Johnny penuh semangat.
Rian menyandarkan badannya di dinding batu gua, matanya menatap tajam ke arah lautan lepas yang tertutup kabut di luar celah karang. Ujian nyata pertama organisasi Gale melawan kekuatan resmi dunia Shinobi sudah berada di depan mata.