NovelToon NovelToon
ISTRI PEMBUAT ONAR SANG MAFIA KEJAM

ISTRI PEMBUAT ONAR SANG MAFIA KEJAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia / Action
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Jeremy Aslan, kepala mafia paling ditakuti, mengira menikahi Claire, putri wakil presiden akan memberikan keuntungan besar pada bisnis senjata yang sedang dia jalankan. Ternyata, yang ia dapatkan adalah ... menghadapi perempuan paling bikin sakit kepala sepanjang dia hidup.

Alih-alih fokus dengan bisnis dunia gelapnya, ia malah fokus dengan segala tingkah laku random Claire seperti, diam-diam menciptakan bom dan meledakkan kantor polisi hanya karena ia punya dendam dengan polisi, merusak rumah pribadi politisi yang dia anggap sering merendahkan ayahnya, dan bekerja di perusahaan Farmasi hanya untuk membuktikan mantan pacarnya adalah gay.

Bagi Jeremy, mengendalikan ratusan anak buah bersenjata jauh lebih mudah daripada menghadapi satu istrinya yang nakal dan sama sekali tidak mengenal kata takut. Jeremy hampir menyerah pada semua kenakalan perempuan itu, sampai Claire tiba-tiba di culik, saat itulah dunia Jeremy hancur. Karena akhirnya ia menyadari, Claire adalah dunianya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terlalu cerewet

Punggung Claire melengkung seketika, napasnya tercekat di tenggorokan saat merasakan sentuhan hangat bibir Jeremy yang turun perlahan menyusuri lekuk perutnya yang halus. Setiap sentuhan seolah membakar kulitnya, membuatnya merinding hebat hingga ke ujung jari kaki. Ia mencoba menutup mulutnya menahan desahan, namun saat bibir Jeremy berhenti tepat di batas paling sensitif, suara lirihnya lolos tak terbendung.

"Jeremy... jangan di sana ... Aku ngantuk, belum siap di sentuh gitu. Capek mikir seharian ini ..." rintihnya pelan, tangan yang tadi mencengkeram rambut suaminya kini turun meremas seprai erat, jari-jarinya memutih karena menahan rasa yang begitu mendesak karena Jeremy terus menggerakkan lidahnya di sana.

Jeremy mendongak sebentar, menatap wajah Claire yang memerah padam,

"Capek mikir seharian? Apa yang kau pikirkan, kenakalan gilamu meledakan kantor polisi?" bisiknya parau, napas panasnya menyentuh kulit yang paling sensitif itu, membuat Claire menggigil hebat.

"Kau bilang aku tidak laku kan? Kalau begitu lihat bagaimana kau meresponsku. Aku akan menunjukkan padamu seperti apa pria tidak laku yang kau tertawakan itu."

Tanpa menunggu balasan, bibirnya kembali menempel, kali ini lebih berani dan lebih mendesak. Menyentuh benda berbentuk kacang yang mulai membengkak di bagian tengah atas. Claire tersentak hebat, matanya menatap langit-langit kamar, rambutnya yang tadi sudah rapi kembali berantakan di atas bantal.

Ia merasakan sensasi yang amat begitu memikat, membuatnya lupa akan segala hal, lupa bahwa ia baru saja membuat kekacauan besar, lupa bahwa ia pernah bercanda soal masa lalu suaminya. Yang ada hanyalah rasa nikmat dan gairah yang menyatu menjadi satu.

"Ah... Jeremy ... tolong ... Geli ..." rintihnya makin sering, napasnya memburu tak beraturan, tubuhnya bergetar hebat seiring setiap gerakan bibir dan tangan Jeremy yang tak kenal ampun.

Lidah Jeremy bermain dengan tempo yang membuat tubuh Claire bergerak-gerak seperti cacing kepanasan. Dia juga bingung kenapa dia begitu se bersemangat ini menyentuh gadis ini. Harusnya tidak, karena dia pernah berjanji pada dirinya sendiri tidak akan menyetubuhi perempuan itu sebelum ada cinta di antara mereka.

Tapi nyatanya, Jeremy kalah telak dengan gairah yang sedang dia rasakan saat ini. Bukan hanya ingin memberikan hukuman karena istri nakalnya ini telah berbuat kesalahan yang bisa di bilang cukup fatal, tapi juga merasa ada yang aneh dengan perasaannya. Karena itu, dia mengikuti kata hatinya, melakukan apa pun yang akan dia lakukan malam ini.

"Mmhh ..." suara erangan Claire entah kenapa terdengar begitu seksi dan semakin menambah semangatnya untuk membuat sang istri menyerah di bawah kungkungannya. Sesekali ia tertawa kecil ketika Claire bilang jangan tapi tubuhnya malah merespon lain.

"Kau tidak akan lolos malam ini," ucapnya pelan. Kali ini dua jarinya masuk ke dalam, merasakan betapa basahnya sang istri karena permainannya.

Lidahnya terus bergerak, menggigit, menyentuh dan memutar dengan irama yang tak terduga, membuat Claire tersentak hebat hingga pinggangnya terangkat sendiri seolah mencari lebih banyak sentuhan itu. Napasnya tercekat, kata-kata penolakan yang tadi ia ucapkan kini hilang tak berbekas, berganti menjadi desahan panjang yang terputus-putus.

"Ah ... jangan ..." rintihnya lemah, jari-jarinya mencengkeram seprai kuat sekali. Tubuhnya yang tadi mengaku lelah kini bergerak mengikuti setiap gerakan tangan dan lidah Jeremy, seolah ada api yang menyala di dalamnya yang tak bisa dipadamkan.

Jeremy tahu betul bahwa di balik penolakan itu, tubuh Claire memintanya. Ia tahu betul bahwa gadis itu sudah tak lagi sanggup berpikir jernih, ia menatap wajah istrinya yang basah oleh keringat dan rona merah yang memikat. Matanya menatap lekat ke manik mata Claire yang kini berkaca-kaca, penuh rasa yang tak terlukiskan.

"Masih bilang kau belum siap?" bisiknya parau, mengusap bibir Claire yang merah dan basah dengan ibu jarinya.

"Lihat, tubuhmu meresponku seperti ini."

Claire tak mampu menjawab, hanya bisa menggeleng pelan sambil meremas bahu Jeremy, jari-jari pria itu yang terus bergerak semakin lama semakin cepat membuatnya hampir sampai ke puncaknya.

Mulut Claire terbuka makin lebar. Suara erangannya semakin kuat dan Jeremy jelas tahu ia akan segera mencapai puncaknya. Pria itu mempercepat gosokannya, membuat dada Claire membusung naik turun hebat, napasnya tersengal-sengal seolah udara tak lagi cukup untuk paru-parunya.

Matanya terpejam rapat, seluruh kesadarannya kini hanya tersisa pada sensasi yang meledak-ledak, setiap sentuhan Jeremy seolah menariknya makin tinggi, makin dekat ke tepian yang tak bisa ia hindari.

"Jeremy... aku... aahh!" serunya tertahan, tubuhnya melengkung sempurna seketika, getaran hebat merambat dari ujung kaki hingga ke ubun-ubun saat puncak itu akhirnya datang.

Sesuatu meledak keluar dari dalam tubuhnya hingga seluruh badan Claire kejang-kejang kecil karena luapan rasa yang tak sanggup ia tahan lagi.

Jeremy tak berhenti, membiarkan getaran itu merambat sepenuhnya, menikmati setiap detik kepasrahan yang akhirnya diberikan gadis itu sepenuhnya. Baru saat napas Claire mulai teratur perlahan, ia menarik tangannya keluar, lalu naik perlahan hingga wajahnya sejajar dengan wajah istrinya yang masih terengah.

Jeremy menatap lekat mata Claire, mengusap rambut yang menempel di dahi basah gadis itu dengan penuh hasrat.

"Kau lihat?" bisiknya parau, suaranya tak lagi penuh ancaman, melainkan penuh emosi yang meluap.

"Masih mau bilang aku laki-laki yang tidak laku?"

Claire tidak menjawab, hanya menatapnya dengan nafas yang terengah-engah.

"Sekarang, lihat bagaimana aku membuatmu berteriak-teriak minta ampun padaku." bisik Jeremy lagi, lalu mengecup singkat bibir Claire dan mulai mengarahkan batangnya yang super big itu ke goa milik Claire.

Paha Claire dia buka lebar-lebar. Claire menatap ke bawah. Saat melihat benda yang ukurannya mungkin lebih dari 20 sentimeter itu, matanya melek lebar seketika, napasnya tercekat begitu saja. Wajahnya memerah padam bukan hanya karena rona gairah, tapi juga karena sedikit takut sekaligus takjub melihat betapa besarnya milik suaminya itu.

"Mister Jem, aku baru sadar, kalau dari atas sini lihatnya, itu terlalu gede. Kalo masuk di aku, aku gak bakal mati kan?"

Jeremy terkekeh. Gadis ini, ada-ada saja.

"Kau terlalu cerewet."

"Nggak, aku cuma pengen melindungi diri." kakinya secara naluriah mencoba merapat kembali, namun tangan Jeremy yang menahan pinggangnya begitu tegas namun tak kasar, membuatnya tak bisa bergerak jauh.

Jeremy menatapnya lekat, bibirnya menyeringai tipis lalu mengarahkan miliknya ke lipatan daging Claire, membuat gadis itu menahan nafas karena sensasi baru lagi yang dia rasakan. Benda panjang itu belum masuk, tapi gesekan itu rasanya nikmat sampai Claire jadi penasaran seperti apa rasanya kalau masuk, dan...

Jleb

Tanpa aba-aba, Jeremy langsung masuk. Claire kaget sekali.

"Agkh! Sakit, sakit ... " rintihnya kesakitan, tangannya memukul-mukul lengan Jeremy.

1
Muft Smoker
nalika anjeunna disebat aki, haseup langsung kaluar tina sirah menteri/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Melia Gusnetty
jgn2 nnt Dami ketemu mister jem...
Tuti Tyastuti
𝘣𝘦𝘯𝘨𝘦𝘬 𝘬𝘢𝘯🤣🤣🤣🤣
Tuti Tyastuti
𝘪𝘵𝘶 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘮𝘪𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘫𝘦𝘮 𝘤𝘭𝘢𝘳𝘪𝘦😂😂
Cristella Tella
jngan2 claire di hukum lgi
Cristella Tella
bngek dan stress klau mereka udh kumpul... gimna reaksi para suami ya🤣🤣🤣🤣
Cristella Tella
itu mntan mister jam claire
Cristella Tella
para mama muda .. ikut kumpul sama para anak muda.... dunia tambah heboh😭🤣🤣🤣
Tuti Tyastuti
𝘨𝘦𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘣𝘭𝘦𝘯𝘨 𝘬𝘶𝘮𝘱𝘶𝘭🤣🤣🤣
Restu
😆😆😆 q suka thor.
Ct Marimar
x larat nk gelakk🤭🤭🤭🤭🤭
Ari Nuryanti
setelah menikah pekerjaan tambah banyak berarti rejeki claire menular
vita
kl gak bikin ulah bukan claire lah
Ari Nuryanti
wow...serius mister jem 11 ronde.... 😱😱😱..1 bulan claire dirumah saja😂😂😂😂
Ari Nuryanti
persiapan 1 minggu kedepan gak kemana mana claire😂😂😂
Arin
Si somplak Talia bertemu geng Claire memang cocok.... Sama-sama suka bikin rusuh. Alat apa lagi ini yang di buat Claire..... bikin sesuatu yang amazing tentunya🤭🤭🤭. Dan mereka semua jadi korban alat Claire🤣🤣🤣
Restu
hadir thor
sangat menghibur thor🤭🤭🤭🤭
Atik Marwati
mereka yg gosong bukan satenya🤣🤣🤣🤣
Rahmat
Dami dan dira itu siapa y jangan mpai musuh yg menyamar😅
Qiqi Maryam
Dami siapa??? apa ada kisah sblmnya??)
🍒WINA🍒: dami kakaknya dira, istri bima dikisah dibalik pernikahan panas kakak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!