"Kamu di diagnosa kanker otak stadium 3,tapi masih gejala awal jadi tingkat kesembuhan masih ada 75 % lagi,asal secepatnya operasi"
"Jika aku tidak operasi?"
"Jangan gila,kau bahkan tidak akan bertahan sampai 5 bulan"
"Kalau begitu biarkan saja"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hantari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ibu dan anak berdarah iblis
"Saya permisi nyonya"
Sebelum pria yang merupakan asisten Damar itu pergi,dia kembali berbalik untuk melihat Adeline lagi dengan ekspresi wajah yang simpatik.
"Apa nyonya sedih dengan ketidak hadiran Tuan Damar pada sidang perceraian ini?"
Adeline mengangkat wajahnya menatap asisten itu setelah memasukkan beberapa kertas ke dalam tas nya, wajahnya yang positif vibes dan mudah tersenyum membuat nya selalu terlihat baik-baik saja dan ceria.
"Dia pasti sangat sibuk sehingga tidak bisa hadir,dan yah",Ia mengangkat pundaknya."Dengan ketidak hadiran salah satu pihak akan membuat sidang lebih lancar dan cepat,benar kan?", ucapnya sambil menatap asisten itu dengan senyum bercanda.
Hal itu justru,membuat sang asisten yang merupakan salah asisten baru Damar yang belum lama mengenal Adeline,Ia bisa merasakan betapa baiknya wanita di depannya itu bahkan di saat seperti ini Ia masih bisa tersenyum dan bercanda, wajahnya juga tidak terlihat marah atau dendam.Tapi tadi saat baru masuk,jelas Ia melihat wanita itu begitu sedih bahkan menghapus air matanya berkali-kali.
"Baiklah kalau begitu nyonya saya permisi dulu", ucapnya tak ingin terlalu ikut campur urusan dengan hubungan pengantin tuan.
"Iya saya juga ingin pergi",jawab Adeline yang kemudian bersama keluar dengan sang asisten.
"Nyonya tidak ingin menitipkan salam pada tuan Damar?",tanya sang asisten sambil berjalan di samping Adeline.
"Saya pikir tidak perlu,jika ingin mengatakan hal lain bisa langsung hubungi atau message kan",jawab Adeline dengan nadanya yang seperti bercanda membuat sang asisten tertawa kecil dan setuju.
Saat telah sampai di depan,keluar dari pengadilan agama itu, keduanya berpisah dan sang asisten sudah pergi.Ia pergi ke depan ke jalur jalan raya dan sedikit berjalan untuk menunggu di halte bis.
Namun sebelum Ia sampai di halte, tiba-tiba sebuah mobil berhenti di sampingnya hingga terlihat seorang manusia yang tidak ingin di lihatnya,justru muncul pada saat moment seperti ini dan seperti nya mungkin ini lah yang Ia tunggu,bahkan saat Ia ingin mengabaikannya,dia justru menahan tangannya.
"Selamat",ucap wanita itu sembari berjalan tepat berdiri tepat di hadapannya dan tersenyum penuh kemenangan.
"Untuk apa?",tanya nya dengan ekspresi wajah yang berbeda, menghadapi orang munanfik dan tidak berperasaan seperti ibu tirinya itu benar-benar memberikan getaran yang berbeda untuknya, bahkan hanya melihat wajahnya saja selalu membuat nya begitu marah dan teringat saat pertama kali bertemu dengan nya, dimana hari ayahnya membawa wanita itu ke rumah mereka,dan pada saat apa yang di katakan nya ketika di hari terakhir Ia menginjakkan kakinya di rumahnya sendiri.
"Atas kehancuran hidup mu tentunya sayang"
"Apa kau puas sekarang?"
"Tentu saja sangat puas,aku juga selalu mengatakan pada mu kalau aku akan menghancurkan kehidupan mu seperti aku menghancurkan kehidupan ibu mu yang bodoh dan tidak tau diri itu"
Ucapnya dengan mulut yang tajam dan senyum yang licik,hingga berakhir dengan senyum yang puas dan bangga.
Namun Ia hanya membalasnya dengan senyum tipis."Kau juga sepertinya lupa kalau karma selalu berjalan, tidak ada manusia jahat dan licik berakhir dengan baik"
"Karma?,kau pikir ini masih jaman kuno?"
Menghadapi situasi seperti itu, Adeline tetap tersenyum."Kau lupa terakhir kali kau menghancurkan kehidupan ibu ku dan aku?"
"Ayah ku di pecat dari pekerjaannya,kau kehilangan kedua orangtua mu dalam kecelakaan mobil hingga keluarga mu sendiri bangkrut karna tertipu"
"Kau!!Diam!"
Adeline sama sekali tidak terlihat terpengaruh,namun tanpa sadar tangannya terkepal dan matanya tidak berkedip seolah menahan sesuatu."Jadi tunggu dan lihat saja karma apa lagi yang akan kau dan putri mu dapatkan!"
Dengan nafas yang menderu,jantung yang berpacu lebih cepat karna emosi tak terkendali membuat Adeline menjadi sesak nafas dan kepalanya sakit hingga seketika darah tiba-tiba mengalir dari hidungnya.
Dan dengan cepat Ia segera pergi dari hadapan ibu tirinya itu yang terlihat menahan amarah dan akan meneriakinya.
Ia segera berbalik dan menahan hidungnya dengan sapu tangan yang Ia bawa,tapi baru beberapa langkah Ia berjalan seseorang dengan penampilan elegan dan cantik berdiri menghalangi langkahnya.
Saat Ia akhirnya melihat wajahnya,Ia ingin langsung melewatinya namun wanita itu ternyata lebih garang dari ibunya,Ia mendorongnya dengan bertenaga hingga membuat nya yang tidak seimbang dan pusing terjatuh hingga kepalanya membentur sebuah pot batu,hingga dahinya terluka dan mengeluarkan darah.
"Ups sorry,kau berjalan cepat dan aku tidak sengaja menyenggol mu", ucapnya kemudian dengan sengaja berjalan ke arahnya yang masih berusaha bangkit,dan dengan tidak berperasaan menginjak tangannya dengan tumit sepatunya yang panjang.
"Aaakh!"
Ia berteriak kesakitan dan berusaha mendorong wanita itu tapi entah wanita itu adalah jelmaan iblis,Ia justru semakin menguatkan pijakannya dan menundukkan wajahnya.
"Biar ku peringatkan pada mu siapa aku!,Aku adalah Shakira wanita berpendidikan tinggi dan berwawasan luas,aku seorang aktris terkenal dan mempunyai banyak penggemar.Dan sebentar lagi aku akan menjadi nyonya Shakira Damar Pradipta dan sama seperti ibu ku mengusir ibumu aku juga mengusir mu dari keluarga Pradipta bukan?"
"Bisa saja aku bisa menghancurkan hidup mu sampai kau tidak berani melihat siapapun lagi kalau aku mau"
"Tapi aku tidak ingin membuang-buang waktu ku dan mengotori tangan ku dengan orang berpenyakit seperti mu!"
Setelah itu Ia tersenyum bak iblis kemudian mundur perlahan dan berdiri tepat di samping ibunya yang juga seperti jelmaan iblis baginya.
Ia melihat keduanya secara bergantian, dari luar mereka memang terlihat seorang wanita baik-baik dan lemah lembut tapi di depannya mereka seperti seorang iblis.Ia bangkit dengan memegang tangannya yang kesakitan sembari menatap tajam ke arah dua manusia itu.
"Dan camkan ini baik-baik,aku manusia yang kebal akan karma!, karna karma hanya untuk orang miskin pengetahuan dan percaya dengan hal bodoh seperti mu!"
Kemudian keduanya masuk ke dalam mobil dan meninggalkan nya.
"Sekalipun aku harus mati lusa,aku tidak akan membiarkan kalian tertawa setelah kematian ku"
Tepat pada saat itu sebuah bis berhenti,hingga Ia dengan segera berjalan masuk ke dalam bis yang akan membawanya ke jalan perumahan tempat nya selama ini Ia tinggali
***
Tapi sepertinya kedua manusia ibu dan anak itu belum puas.
Saat Ia sampai di rumah, mereka sudah lebih dulu di sana dengan ibu mertuanya yang entah kenapa ada di sana.
Namun ekspresi nya tampak berbeda, tapi Ia tidak ingin ambil pusing karna kedatangan nya sekarang hanya untuk mengambil barang-barangnya dan pergi dari sana,Ia juga sudah memesan mobil dengan muatan jok besar.
Tapi saat Ia ingin melewati mereka yang berdiri di halaman rumah, Ibu mertuanya itu mengatakan sesuatu yang mematahkan hatinya.
"Aku bersyukur karna telah menyingkirkan wanita seperti mu dari putra ku!"
"Wanita munafik dan kejam tidak memiliki perasaan dan terima kasih sedikit pun!",tambahnya lagi.
Namun Adeline tau,kalau kedua orang itu telah mengatakan sesuatu tapi Ia sangat malas untuk membuat pembelaan,hingga berujung perdebatan.
***
pengen lihat adel bangkit dan melihat karma si dua perempua jahat itu
jangan mau Terima apapun dr mereka Adeline..