NovelToon NovelToon
Queen Mafia Di Tubuh Pewaris Lemah

Queen Mafia Di Tubuh Pewaris Lemah

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mafia
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Kasmawati

Chloe Weiss, pewaris tunggal di keluarga Weiss tapi nasibnya tidak seindah yang dibayangkan, Chloe dengan kondisinya yang sehat harus menelan pil pahit, saat ibu kandungnya meninggal dunia.

Ayah dan ibu tirinya bersekongkol memasukkannya ke rumah sakit jiwa, dan menguasai seluruh harta kekayaan yang di tinggalkan oleh ibunya.

Tapi setelah lima tahun kemudian, Chloe kembali dengan jiwa yang berbeda untuk merenggut apa yang menjadi miliknya.

Bukan hanya itu saja, Chloe juga mengambil calon suami saudara tirinya, dan apa yang di lakukannya itu membuat Ayah dan ibu tirinya sangat murka.?

Siapakah sosok jiwa yang berada di tubuh Chloe Weiss, gadis yang di kenal sangat lamah dan bodoh?

Apakah jiwa yang berada di tubuh Chloe Weiss itu juga mempunyai dendam dengan seseorang di kehidupan sebelumnya sehingga Alam dan semesta memberikannya kehidupan kedua.?

Yang penasaran, ikuti terus ceritanya sampai akhir 🤗🤗🥰.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membawa Separuh Jiwaku

Keesokan harinya. Geneva

Kediaman Keluarga Reinhard

Erivo duduk di ruang kerjanya, menggenggam foto seorang wanita di tangannya.

Ia menatap wanita cantik yang tersenyum manis di dalam foto itu. Erivo tersenyum tipis.

"Aku berjanji akan membalas kematianmu," gumam Erivo.

Tok.... Tok....

Tiba-tiba pintu ruang kerjanya diketuk dari luar.

"Erivo, sayang... Ini Mama. Boleh Mama masuk?" teriak seorang wanita paruh baya dari luar pintu.

Erivo segera menyimpan foto itu ke dalam laci meja kerjanya dengan cepat.

"Masuklah," ucapnya datar.

KREK

Pintu terbuka.

Masuklah seorang wanita paruh baya dengan gaun sutra warna gading. Rambut pirangnya disanggul rapi. Kalung berlian di lehernya berkilau.

Eleanor Reinhard. Ibu Erivo dan ratu sosialita Geneva. Matanya tajam, menilai.

"Sayang," katanya sambil tersenyum manis. "Kamu dari tadi di sini saja? Makan siang yuk. Mama masak salmon favoritmu."

Erivo menutup laci mejanya pelan. Wajahnya sudah datar lagi. Tidak ada jejak kesedihan sedetik yang lalu.

"Tidak usah, Ma. Aku masih ada meeting," jawabnya singkat.

Eleanor melangkah masuk. Aroma parfum Chanel-nya langsung memenuhi ruangan.

Ia menatap sekeliling meja. Meja kerja rapi, tapi ada noda air di atasnya... bekas gelas.

Eleanor tersenyum. Tapi matanya menyipit. "Meeting? Kau masih meeting? Mama kan sudah bilang, nggak usah kerja dulu. Dua hari lagi pernikahanmu dengan Vivian. Mama nggak mau kau memikirkan pekerjaan. Kau harus fokus dengan pernikahanmu."

Ia berjalan ke arah sofa, duduk dengan anggun, menyilangkan kaki. Erivo hanya diam dengan wajah datarnya. Ia tidak menanggapi ucapan ibunya.

"Mama tahu kamu masih belum bisa move on dari Queen," lanjutnya.

Erivo berdiri. Ia berjalan ke jendela. Punggungnya menghadap ibunya.

"Sebenarnya apa maunya Mama?"

Eleanor ikut berdiri. Gaun sutranya berdesir. Ia menghampiri putranya dari belakang. "Mama hanya mau yang terbaik untukmu, sayang. Vivian gadis baik-baik, dari keluarga terhormat."

Erivo tertawa sinis. "Vivian? Mama bahkan tidak pernah bertanya aku suka atau tidak."

Eleanor mengusap punggung putranya. "Cinta bisa tumbuh, Erivo. Mama sama Papa juga dijodohkan dulu. Tapi lihat kan... kita bahagia."

"Bahagia?" Erivo menoleh. Matanya merah. "Mama menyebut ini bahagia? Di saat aku masih merasakan duka yang dalam, Mama mengatakan bahagia?"

PLAK!

Eleanor menampar Erivo. Tangannya bergetar. "JAGA BICARAMU!" bentaknya. Topeng ratu sosialitanya retak. "Keluarga Reinhard tidak punya waktu untuk meratapi orang mati! Queen dia sudah mati. Dan kau sudah tidak punya hubungan lagi dengannya selama dua tahun ini!"

Erivo memegang pipinya. Ia menatap ibunya. Dingin. "Mama tidak pernah mengerti perasaanku."

Suaranya rendah, tapi sedingin es.

Eleanor menatap putranya. Dadanya naik-turun. Tangannya yang barusan menampar masih bergetar.

"Aku ibumu, Erivo. Tugasku memastikan kau tidak hancur karena mantan kekasihmu itu yang sudah mati!"

Erivo tertawa. Kali ini tanpa suara. Hanya sudut bibirnya yang terangkat. "Hancur? Mama pikir aku belum hancur?"

Ia berjalan kembali ke meja. Membuka laci, mengeluarkan foto wanita itu lagi. Ia menatapnya lama. Jempolnya mengusap pipi wanita di foto itu.

"Mama benar. Dua tahun yang lalu aku dan dia putus. Karena Mama tidak pernah merestui hubungan kami... padahal kami saling mencintai." Erivo menoleh. Matanya merah tapi tidak ada air mata. "Tapi selama dua tahun ini, aku tidak pernah berhenti memikirkan dia. Hanya dia satu-satunya wanita yang aku cintai. Siang malam aku berharap ada keajaiban untuk bersama dengannya."

Erivo tersenyum kecut. "Tapi... selama kami putus, dia tidak ingin lagi bertemu denganku. Setiap kali aku datang ke Zurich menemui ayahnya, dia tidak pernah menampakkan diri. Dia menghindariku... Dan sekarang, dia benar-benar pergi jauh. Tidak akan kembali lagi. Membawa separuh jiwaku bersamanya."

Eleanor terpaku. "Erivo..."

"Tidak usah, Ma." Erivo memotong. Ia menyimpan foto itu kembali dan mengunci lacinya.

"Kalau Mama ingin aku menikah dengan Vivian... silakan. Tapi jangan pernah lagi menyebut nama Queen di hadapanku. Karena setiap Mama menyebut namanya, rasanya seperti Mama ikut membunuh dia untukku."

Hening.

Eleanor berjalan ke sofa, duduk. Tenaganya seperti habis. "Mama... Mama hanya ingin yang terbaik untukmu. Untuk keluarga ini. Jika kau dan Queen bersatu, maka musuh akan semakin banyak. Mama tidak ingin ada masalah lagi, Erivo... Mama tidak ingin ada pertumpahan darah lagi." Air mata akhirnya jatuh dari mata ratu sosialita Geneva itu. "Mama takut kehilanganmu, nak... Cukup kakek dan pamanmu yang menjadi korban musuh. Jangan kau dan Papamu."

Erivo tersenyum tipis. Sangat tipis. "Dan siapa yang membalas kematian mereka? Aku dan Queen yang membalasnya, Ma. Membakar markas Klan Mafia Black Ghost sampai rata dengan tanah."

Eleanor langsung mendongak. Matanya membelalak. "Apa... apa yang kau katakan, Erivo?"

Erivo berjalan pelan ke arah jendela. Punggungnya tegak, tapi bahunya gemetar.

"Dua tahun yang lalu. Malam di saat Mama memaksa aku putus dengan Queen. Malam itu juga aku dan dia berhasil meratakan markas Black Ghost. Membuat klan mafia itu hanya tinggal nama."

DUG

Eleanor menutup mulutnya.

"Mama bilang ini demi urusan bisnis keluarga..." lanjut Erivo. "Tapi Mama tidak tahu, ucapan Mama malam itu sangat menyakiti hati Queen. Dia langsung pergi meninggalkanku begitu saja."

Erivo menoleh. Air mata akhirnya menetes di pipinya.

"Dan apa Mama tahu siapa yang menolongku saat aku hampir ditembak anggota Black Ghost? Queen. Dia yang dengan cepat menarikku ke balik pohon besar. Dan dia berkata,. Jika kamu mati, siapa yang akan membalaskan dendam keluargamu?"

Eleanor menggeleng. "Tidak... Mama tidak tahu..."

"Tentu Mama tidak tahu," Erivo tertawa getir. "Karena Mama tidak pernah ingin tahu."

Ia mengepalkan tangannya.

Hening. Hanya suara jam dinding yang berdetak. Eleanor menangis. Kali ini tidak ada topeng ratu sosialita. Hanya ada seorang ibu yang takut.

"Erivo... kenapa kau tidak pernah cerita?"

"Karena Mama tidak pernah ingin mendengarnya," jawab Erivo pelan. "Dan karena Mama lebih memilih hidup bahagia tanpa memikirkan kebahagiaanku. Karena Mama ingin aman. Memilih menikahkanku dengan Vivian... daripada bersama wanita yang berani mati bersamaku."

Setelah mengatakan itu, Erivo melangkah keluar dari ruang kerjanya. Meninggalkan Eleanor yang duduk menangis.

BRAK

Pintu tertutup.

Eleanor jatuh terduduk di lantai. Gaun sutranya berantakan.

"Erivo... Erivo..." panggilnya lirih. Tapi tidak ada jawaban.

Di luar, para pelayan yang mendengar isakan Nyonya Besar langsung menunduk. Tidak ada yang berani mendekat.

---

Zurich. Kamar Chloe. Mansion Schwarz.

Chloe kini duduk diam di atas ranjang. Sebuah pistol berwarna gold ada di tangannya.

Jari-jarinya gemetar. Bukan karena takut, tapi karena dingin. Dan karena ingatan.

Pintu kamarnya terbuka. Masuklah Maximilian dengan senyuman lembut. Pria paruh baya itu menghampiri putrinya yang duduk dengan kepala tertunduk.

"Daddy..." bisik Chloe, tidak menoleh.

Maximilian duduk di tepi ranjang. Jaraknya tidak terlalu dekat. Memberi ruang.

Ia menatap pistol di tangan Chloe lama. Lalu menatap wajah putrinya.

"Gadis kecil Daddy..." suara Maximilian serak. "Ternyata kau masih menyimpan pistol hadiah dari Daddy ya."

Chloe tertawa kecil. Pahit. "Kan Daddy yang memberikan. Jadi aku menyimpannya dengan baik."

Ia menatap pistol itu. "Dulu Daddy bilang, saat memberikan pistol ini... Kalau suatu hari nanti dunia menyakitimu, pastikan kamu yang pegang kendali duluan."

---

Jangan lupa dukungannya ya guys 🙏 😊 🥰.

1
Muft Smoker
raga mungkin udh mati Erivo ,, tp nyawa tu tdk ,,
dan skraang queen ad ddsnaa ,, d tubuh Chloe weiss
Muft Smoker
cepat sembuh duluu kak ,,
baru berkarya lgiii ,,

tenang aq gx kmn2 tetap mantengin NT buat nunggu kelanjutan cerita kk ,,

🤭🤭🤭🫣🫣🫣😂😂😂😂😂
Muft Smoker: sama2 kak
total 2 replies
Muft Smoker
semoga aj setelah mereka tau sypa Chloe ,, mereka bisa menerima Chloe or queen daisy
Muft Smoker
eeeey pak su udh go public niiih ,,
tp apa gx kaget tuh nanti pa mertua dr Zurich dtg ke geneva ,,🤔🤔🤔🤔😂😂😂
Muft Smoker
lanjuuut kak
kas. maa29: proses 🫡🤗
total 1 replies
Muft Smoker
gmn tuh Kali mama Eleanor tau klo menantu ny sbnrnya queen daisy ,,
Muft Smoker
semoga Eleanor bnr2 berubah Dan menyayangi Chloe or daisy dg tulus ,,
sebagai penebus dy dlu menyakiti queen daisy tanpa sadar ,,
Muft Smoker
kalo mau hidup enk kerjaaa ,, jgn ngemis harta org lain 😒😒😒😒
Muft Smoker
jgn2 Vivian juga di suntikkan cairan yg dlu pernah di terima oleh Chloe sebelum ia meregang nyawa 🤔🤔🤔
Baek chanhun
next thour 💪💪
kas. maa29: proses 🫡🫰
total 1 replies
Sekar
gak sadar diri
Runi Mayantri
ad horor2 ny
kas. maa29: 🫣🫣🫣🫣🫣🫣🫣🫣
total 1 replies
Muft Smoker
licik ny Alexander ma Serena Kalo bukan krn Irina Weiss sewes sewees ,, bablaaas ke sapu angin mereka ,,
menguasai harta yg bukan hak ny ,,
membuang pewaris ,, tp tenang karma mereka sdang otw menghampiri 😏😏😏😏😏
Muft Smoker
ceritany seruuu kak ,,
dtggu kelanjutan ny yx kak
Muft Smoker: 🫡🫡🫡🫡🫡🫡😁😁😁
total 2 replies
Muft Smoker
tentu saja dy adalah queen ,, sekali pun dy tertidur ,, kewaspadaan adalah yg utama ,,
Sekar
lanjut thor💪💪
kas. maa29: proses 🤗🤗🤗
total 1 replies
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
semakiiiiin memanaaas ,,
Muft Smoker: 😁😁🫰🫰🫰
total 2 replies
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
kas. maa29: ok proses 🤗🫰
total 1 replies
Sekar
wuih mantap,, lanjut thor💪💪
kas. maa29: ok proses 🤗🤗🫰
total 1 replies
Sekar
lanjut thor💪💪
kas. maa29: siaappp🫡🫡🫡🫰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!