NovelToon NovelToon
Terperangkap Cinta Duda Kaya

Terperangkap Cinta Duda Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mengubah Takdir / Duda
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Blueby Skyfly

Hidup Dara runtuh dalam satu hari.
Pekerjaannya hilang tanpa peringatan. Perusahaan tempatnya kerja kini terancam bangkrut dan harus mem-PHK semua karyawannya termasuk Dara. Kini Dara merasa hidupnya runtuh, karena disaat yang sama Ibunya sedang di rawat di rumah sakit dan butuh biaya yang sangat besar. Di titik terendahnya, Dara hanya punya dua pilihan: bertahan atau menyerah.
Kini Takdir membawanya ke sebuah perusahaan besar, di sana ia menjadi sekretaris pribadi seorang CEO dingin, perfeksionis, dan penuh rahasia.
Pria itu setelah di khianati mantan istrinya tidak lagi percaya pada cinta. Namun sejak kehadiran Dara, sekretaris baru yang berani, tulus, dan penuh tekad, kini hatinya mulai goyah.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueby Skyfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17 : Bercak Merah

Pintu kamar hotel akhirnya tertutup. Pak Ganjar dan dua petugas hotel yang membantu membawa Alexander masuk sudah keluar beberapa detik yang lalu. Kini hanya tersisa Dara dan Alexander di dalam kamar yang luas itu.

Dara menghela napas lega. "Syukurlah..."

Ia baru saja hendak berbalik menuju pintu ketika tiba-tiba, tangannya ditarik.

"Ah!"

Tubuh Dara kehilangan keseimbangan. Dalam sekejap ia jatuh ke atas ranjang. Tepat di samping Alexander.

Deg!

Jantungnya langsung berhenti berdetak sesaat.

"T-Tuan?"

Alexander masih memejamkan mata. Namun tangannya masih menggenggam pergelangan tangan Dara.

Dara panik. Astaga, ini bagaimana? Aku harus keluar dari sini. "Tuan... maaf, saya harus pergi."

Namun Alexander tidak melepaskannya. Justru rahangnya mengeras. "Kau keterlaluan, Sabrina..."

Dara langsung membeku. "Sabrina?"

Suara Alexander terdengar berat dan serak. "Teganya kau memberikan tubuhmu pada pria lain..." Dadanya naik turun tidak teratur. "Aku ini suamimu..."

Kalimat itu terdengar begitu penuh luka hingga membuat Dara terdiam. Alexander sama sekali tidak sadar siapa yang ada di hadapannya. Ia sedang berbicara pada bayangan masa lalunya.

"Bahkan kau tidak pernah melakukannya padaku..."

Dara menelan ludah. "Tuan... saya Dara."

Tidak ada jawaban.

Alexander hanya memejamkan mata lebih erat. "Aku sudah beusaha menjadi suami yang baik." Suara itu semakin pelan. "Tapi kau justru menyerahkan tubuhmu pada pria brengsek itu."

Dara terdiam sesaat, dia merasakan sakit yang Alexander rasakan malam itu. Tapi saat Dara ingin bergerak dan bangkit. Tangan Alexander menahan tubuhnya.

Dara semakin sudah bernapas, wajah mereka kini sangat dekat. Dara hampir saja menangis karena dia bingung harus bagaimana lagi, berteriak pun rasanya tidak sanggup. Karena rasanya sudah sesak.

Alexander kembali lagi berbicara. "Malam ini kau harus menebus semua kesalahanmu, buat aku puas seperti pria itu," gumamnya.

"T-Tuan ini Dara Tuan, jangan lakukan itu padaku," ucapnya gugup.

Alexander dengan kasar langsung menarik paksa pakaian Dara dan kini malam panas itu di mulai. Dara masih menangis saat Alexander dan dirinya sudah berada didalam selimut yang sama.

Pakaian mereka berdua sudah tercecer di lantai, saat benda pusaka itu masuk menerobos area sensitif Dara, Dara menjerit di balik selimut sambil menahan sakit yang luar biasa.

Air matanya semakin keluar deras dan rasanya Dara sudah tidak kuat lagi menahan sesak di dadanya. Baru kali ini tubuhnya di sentuh oleh seorang pria dan pria itu adalah Bosnya sendiri.

Dara terus mencoba berontak sekuat tenaganya, tapi Alexander sudah menguasainya, "Tuan cukup tuan, saya sudah sakit."

Alexander menatap wajahnya, "Kau ternyata sangat cantik Sabrina, kenapa milikmu sempit sekali. Apa kau ini masih segel, tapi tidak mungkin. Apa milikku yang terlalu besar."

"Tuan, saya ini Dara... Saya mohon Tuan sadar," ucap Dara dengan napas yang sudah mulai tersenggal.

Alexander seolah tidak perduli dengan ucapan Dara, dia terus menghentakkan benda pusaka miliknya semakin cepat. Membuat Dara terus merintih kesakitan. Tenaga wanita itu sudah hampir habis dan kini dia merasakan sesuatu keluar dari benda pusaka milik Alexander... hangat.

Tubuh Alexander menegang sesaat, lalu ia melumat bibir Dara sangat dalam. Setelah itu tubuhnya terkulai lemas diatas tubuh Dara. Keringat mereka kini telah menyatu.

Beberapa menit kemudian...

Dara masih menangis, di samping Alexander yang sudah berbaring di sampingnya. "Aku harus gimana sekarang, aku sudah tidak suci lagi." Dara terus menangis sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.

Dara mencoba untuk bangkit, tapi area sensitifnya terasa sangat sakit. Membuat Dara kesulitan bergerak, tapi Dara terus mencoba bergerak. Kakinya mencoba menyentuh lantai dan mengambil pakaiannya.

Dara terus berusaha berjalan, sampai ke dalam toilet. Kini pakaiannya sudah berhasil di pakai dan ia juga sudah mencuci wajahnya. Sedangkan Alexander masih tertidur pulas diatas kasurnya.

Dara berjalan keluar kamar hotel dan kini ia masuk kedalam kamarnya, Di sana ia melihat Rina sudah tertidur di samping laptop. saat ia melihat jam di layar ponselnya ternyata jam sudah menujukkan pukul 1 pagi.

Dara masih terus menangis dan menahan sakit. Di fikirannya hanya satu, kalau nanti Alexander bangun dan tidak sadar apa yang telah ia lakukan padanya. Dara harus meminta tanggung jawab pada siapa.

Keesokan paginya...

Sinar matahari Surabaya masuk melalui celah tirai kamar hotel. Dara sudah bangun sejak subuh, namun semalaman ia hampir tidak tidur sama sekali. Ia hanya duduk diam di tepi ranjang sambil memandangi langit yang perlahan berubah terang. Pikirannya berantakan, dadanya terasa sesak.

Rina yang baru terbangun mengucek matanya pelan. "Jam berapa sekarang?" Ia meraih ponselnya lalu menghela napas. "Astaga. Aku ketiduran." Rina langsung duduk dan menoleh ke arah Dara yang sudah berpakaian rapi. "Kamu sudah siap dari tadi?"

Dara mengangguk kecil.

Rina mengamati wajah Dara beberapa detik. "Kamu pulang jam berapa semalam?"

"Nggak tahu, aku nggak liat jam," jawab Dara datar.

"Maaf ya. Aku benar-benar ketiduran setelah kirim proposal."

"Nggak apa-apa." Jawaban Dara terdengar tenang.

Rina mengernyit, lalu memperhatikan wajah Dara lebih lama. "Dara... kenapa matamu sembab begitu?"

Dara langsung mengalihkan pandangan.

"Kamu habis nangis ya?" lanjut Rina penasaran.

Beberapa detik ruangan menjadi sunyi.

Dara memaksakan senyum tipis. "Mungkin karena kurang tidur."

Rina masih terlihat tidak yakin. "Tuan Alexander marah sama kamu semalam?"

Pertanyaan itu membuat jantung Dara berdegup lebih keras. Namun ia tetap berusaha terlihat biasa.

"Tidak."

"Yakin?"

"Iya."

Rina menatapnya beberapa saat lagi sebelum akhirnya mengangguk. "Kalau ada apa-apa cerita sama aku."

Dara hanya tersenyum kecil, namun setelah Rina kembali sibuk merapikan dokumen, senyum itu perlahan menghilang.

Sementara itu, di kamar sebelah.

Alexander perlahan membuka mata, kepalanya terasa berat. "Argghh..." Ia memijat pelipisnya sambil duduk perlahan di atas ranjang. Potongan-potongan ingatan semalam muncul samar di kepalanya.

Alexander mengerutkan kening. Ia jarang kehilangan kendali seperti ini. Saat hendak bangun, ia tiba-tiba menyadari sesuatu. Kemeja yang dikenakannya semalam sudah tidak ada. Ia melihat tubuhnya sudah polos.

Alexander langsung terdiam, perasaannya mendadak tidak enak. Tatapannya perlahan menyapu kamar. Lalu berhenti di atas ranjang. Sprei yang kusut, bantal yang berpindah tempat.

Dan sesuatu yang membuat wajahnya berubah. Ada bercak merah dan beberapa helai rambut panjang di atas sprei. Alexander membeku, itu jelas bukan miliknya. Jantungnya langsung berdetak lebih cepat.

"Astaga..."

Ia berdiri begitu saja. Berusaha mengingat apa yang terjadi. Namun kepalanya justru semakin sakit. Potongan ingatan yang muncul hanya suara samar seorang wanita. Setelah itu semuanya gelap.

Alexander menatap rambut panjang itu cukup lama. Rahangnya mengeras. Perasaan tidak nyaman semakin besar.

"Aku melakukan apa semalam?"

1
Arditya
gemes banget sama Alexander ngeselin🤣
Amoera
Aaaa... ini Alexander kereennn😍
Amoera
kerenn banget thoor
Amoera
Top banget dara😍
Amoera
Aldi kerenn banget😍
Amoera
Aldi kerenn banget😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!