NovelToon NovelToon
Pewaris Makam Para Raja

Pewaris Makam Para Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Di dunia di mana status ditentukan oleh kekuatan roh bela diri, Lin Xiao dianggap sebagai sampah tak berguna karena hanya memiliki roh berupa sebuah makam kuno yang hancur.

Dikhianati oleh klannya sendiri, dirundung habis-habisan oleh sepupunya, dan secara terbuka dihina oleh tunangannya yang sombong, Lin Xiao mencapai titik terendah.

Namun, di saat kematian mendekat, rahasia makam itu bangkit. Alih-alih sebuah sampah, makam itu ternyata adalah Makam Para Raja, gudang tersembunyi yang menyimpan sisa-sisa jiwa, ingatan, dan teknik tak terkalahkan dari ratusan kaisar dan raja bela diri kuno yang pernah mendominasi dunia.

Didorong oleh dendam membara, Lin Xiao berlatih secara diam-diam menggunakan warisan terlarang tersebut.

Dari pemuda yang diremehkan, dia tumbuh menjadi sosok dingin yang kejam terhadap musuh, siap menghadapi seluruh klan dan sekte demi melindungi ayahnya yang lemah, serta mendaki puncak kekuatan bela diri sebagai Pewaris Makam Para Raja yang sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Srak.

Lin Xiao menginjak punggung Ketua Serigala Hitam, memaksanya menempel kembali ke tanah.

"Jangan bunuh aku..." rintih Ketua Serigala Hitam dengan suara putus asa.

"Aku bisa memberimu semua harta kekayaanku, aku juga punya obat penyembuh."

"Aku tidak butuh hartamu itu." jawab Lin Xiao dengan datar.

"Katakan padaku, siapa tepatnya yang menghubungi kalian dan di mana titik pertemuannya?"

Ketua Serigala Hitam ragu-ragu sejenak, takut akan pembalasan dari klan besar.

"Jika aku memberitahumu, apakah kau akan melepaskanku?"

Jleb.

Lin Xiao menusukkan pedangnya ke telapak tangan kanan ketua itu hingga tembus ke tanah.

"Aaaargh."

Pria raksasa itu kembali menjerit histeris sambil memukul-mukul tanah dengan tangan kirinya.

"Kau tidak dalam posisi untuk bernegosiasi denganku." ucap Lin Xiao sambil memutar gagang pedangnya sedikit.

"Jawab pertanyaanku atau aku akan memotong anggota tubuhmu satu per satu."

"Lin Jian! Lin Jian yang menghubungi kami tadi malam!" teriak Ketua Serigala Hitam menahan sakit yang luar biasa.

"Dia membayar kami dengan uang muka lima ribu koin perak dan sisanya akan diberikan jika kami membawa kepalamu ke kedai tua di perbatasan kota."

Lin Xiao tersenyum sinis mendengar nama yang sangat dia benci itu.

'Benar-benar anjing pengecut, dia bahkan tidak berani membunuhku dengan tangannya sendiri.' batin Lin Xiao.

"Terima kasih atas informasinya." ucap Lin Xiao sambil mencabut pedangnya dari telapak tangan pria itu.

Ketua Serigala Hitam menghela napas lega, berpikir bahwa nyawanya telah terselamatkan.

"Kau berjanji tidak akan membunuhku, kan?"

"Aku tidak pernah menjanjikan apa pun padamu." balas Lin Xiao dengan dingin.

Cras.

Lin Xiao mengayunkan pedangnya tanpa ragu, memenggal kepala Ketua Serigala Hitam dalam satu tebasan bersih.

Pertarungan lima lawan satu itu berakhir dengan pembantaian sepihak dalam waktu kurang dari setengah jam.

Lin Xiao berdiri di tengah-tengah lima mayat yang berserakan, jubahnya sedikit terciprat oleh darah musuh-musuhnya.

Ting.

Suara tawa Kaisar Pedang Haus Darah bergema sangat keras di dalam pikiran Lin Xiao.

'Hahaha, luar biasa! Kekejaman yang sangat sempurna!' puji sang kaisar dengan nada penuh kepuasan.

'Kau tidak menunjukkan belas kasihan sedikit pun pada musuhmu, begitulah seharusnya seorang penguasa dalam bersikap.'

"Mereka ingin membunuhku, tentu saja aku harus membunuh mereka lebih dulu." jawab Lin Xiao di dalam hati.

"Di dunia ini, kebaikan pada musuh sama saja dengan bunuh diri."

'Pola pikir yang sangat bagus.' sahut kaisar kuno itu.

'Sekarang, letakkan tanganmu di atas mayat ketua mereka dan serap seluruh darah serta esensi kultivasinya.'

Lin Xiao terdiam sejenak.

Menyerap darah monster adalah satu hal, tapi menyerap darah sesama manusia terasa sedikit melewati batas nalar kewarasannya.

'Kenapa? kau ragu, Nak?' ejek Kaisar Pedang Haus Darah.

'Darah manusia mengandung energi spiritual yang jauh lebih murni dari pada monster buas tingkat rendah.'

"Ini bukan soal ragu, aku hanya tidak ingin tubuhku dipenuhi oleh darah kotor dari sampah seperti mereka." dalih Lin Xiao.

"Apakah tidak ada efek samping jika aku menyerap kultivasi orang lain secara langsung?"

'Teknik Penguasa Darah akan menyaring semua kotoran dan pikiran jahat mereka.' jelas sang kaisar.

'Kau hanya akan menyerap energi murninya saja, ini adalah jalan pintas terbaik untuk menjadi kuat sebelum turnamen klanmu dimulai.'

Lin Xiao mengingat kembali wajah sombong Lin Jian dan tatapan merendahkan Su Yuxin.

Dia membutuhkan kekuatan, tidak peduli seberapa kotor dan kejam cara yang harus dia tempuh.

Tanpa ragu lagi, Lin Xiao berjongkok di samping mayat tanpa kepala Ketua Serigala Hitam.

Dia menempelkan telapak tangannya ke dada mayat tersebut dan mengaktifkan Teknik Penguasa Darah.

Wush.

Kabut darah berwarna merah pekat langsung keluar dari mayat itu dan mengalir deras masuk ke dalam telapak tangan Lin Xiao.

Rasa hangat yang sangat nyaman seketika menyelimuti seluruh meridiannya.

Energi dari kultivator tahap Pembentukan Dasar tingkat ketiga jauh lebih kuat daripada sepuluh ekor darah Macan Tutul Bayangan.

Krak. Krak.

Tulang-tulang Lin Xiao berbunyi nyaring saat tubuhnya menyerap energi murni tersebut.

Kekuatan fisiknya meningkat pesat, dan kapasitas lautan energi spiritual di perutnya meluas secara perlahan.

Dalam waktu kurang dari lima menit, mayat pria bertubuh raksasa itu mengering hingga tinggal kulit dan tulang.

Lin Xiao berdiri dan membuang napas panjang.

Udara yang dia hembuskan membawa sedikit uap berwarna merah darah.

'Aku sudah berada di puncak tingkat kedua.' batin Lin Xiao sambil mengepalkan tangannya.

'Sedikit lagi aku bisa menerobos ke tingkat ketiga, teknik ini benar-benar menentang hukum alam.'

Lin Xiao kemudian berjalan mengelilingi mayat-mayat lainnya untuk menjarah barang bawaan mereka.

Dari kelima mayat itu, dia menemukan beberapa botol pil penyembuh luka tingkat rendah dan dua kantong uang.

Saat dia membuka kantong uang itu, senyum tipis kembali menghiasi wajahnya.

Terdapat tumpukan koin perak dan beberapa koin emas di dalamnya, jumlah yang sangat besar bagi Lin Xiao saat ini.

"Lima ribu koin perak." gumam Lin Xiao sambil menimbang kantong uang tersebut.

"Uang muka dari Lin Jian ini sangat berguna untuk membeli obat-obatan ayahku nanti."

Lin Xiao menyimpan kantong uang dan pil penyembuh itu ke balik bajunya.

Dia mengusap darah yang menempel di pedangnya menggunakan pakaian salah satu mayat, lalu kembali menyarungkan pedangnya.

Urusan dengan para pembunuh bayaran telah selesai, kini saatnya dia kembali fokus pada tujuan utamanya.

Dia harus menemukan Rumput Tulang Besi secepat mungkin.

Lin Xiao menatap ke arah pusat Hutan Kabut Berdarah yang terlihat semakin gelap dan pekat.

Dia tahu bahwa tanaman obat berharga selalu dijaga oleh monster yang sangat kuat.

"Ayo kita lihat seberapa jauh aku bisa masuk ke dalam neraka ini." ucap Lin Xiao pada dirinya sendiri.

Wush.

Tubuh Lin Xiao melesat menembus kabut merah, meninggalkan tumpukan mayat kering yang akan segera menjadi santapan monster liar.

Perburuannya yang sesungguhnya baru saja dimulai.

1
Reed
Wah /Hunger/
Reed
Akhirnya update /Drool/
Reed
Lanjutkan Kak /Smile/
Reed
Wah /Hunger/
Reed
Kok belum up Kak /Whimper/
Jujun Adnin
lanjut
Cecilia
gagal jdi yg pertama
Yui: hentikan kak/Curse//Curse/
total 1 replies
Kak Seto Kangen Band
Ckckck... gak sabar nunggu adegan insect.
Yui: ini cerita biasa doang sensei/Facepalm/
total 1 replies
@Han Boshalvaya ୧⍤⃝🍌
Blep
@Han Boshalvaya ୧⍤⃝🍌 : Its Canon Event
total 4 replies
Reed
Sasuga /Determined//Determined//Determined/
Yui: apa yang kalian lakukan kak/Curse//Curse/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!