NovelToon NovelToon
Hanya Ibu Untuk Anakmu, Mas!

Hanya Ibu Untuk Anakmu, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Balas Dendam
Popularitas:20.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Alysia percaya pernikahannya adalah jawaban atas doa setelah bertahun-tahun hidup sendiri. Saat Demian datang melamarnya, dia mengira akhirnya menemukan laki-laki yang memilih dirinya, bukan karena belas kasih, bukan karena keadaan, melainkan karena cinta.

Namun kenyataan yang menunggunya jauh lebih menyakitkan. Demian adalah duda muda dengan seorang anak kecil yang kehilangan sosok ibu. Dan Alysia baru menyadari satu hal setelah resmi menjadi istrinya. Dia tidak pernah benar-benar hadir sebagai perempuan yang dicintai. Dia hanya dipilih karena dianggap paling tepat menjadi ibu bagi anak Demian. Arkhasa.

“Aku menikahimu supaya anakku punya ibu.”
Kalimat itu mengubah segalanya.
Untuk pertama kalinya, Alysia memilih berhenti menunggu dicintai. Dia memutuskan pergi, meski harus meninggalkan anak yang sudah dia sayangi seperti darah daging sendiri.

Namun saat Alysia benar-benar menjauh, Demian mulai menyadari sesuatu yang terlambat dia pahami.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alysia 35

"Kamu pikir kamu menang, Damian?" suara Bu Chintya berbisik, namun terdengar jelas di tengah ruangan yang sunyi. Dia berontak dari dua petugas yang sudah memegangnya.

"Kamu pikir dengan memenjarakan kami, kamu bisa hidup bahagia dengan Alysia dan anak pembawa sial itu!"

"Arkhasa bukanlah anak pembawa sial Bu! Dia cucu ibu! Setidaknya kalau ibu tak mau menyayanginya, biarkan Alysia bersama Arkhasa dan aku yang akan menyayangi dia dengan tulus! Arkhasa tak tahu apa-apa! Jangan pernah libatkan dia dalam hal ini, Bu! Aku tak kan membiarkan siapapun menya-kiti Arkhasa dan Alysia!" rahang Damian mengeras saat ibunya mengatakan Arkhasa anak pembawa sial.

Bu Chintya tertawa kecil, suara yang terdengar seperti gesekan pisau di atas kaca. Dia melangkah maju, perlahan, seolah sedang mendekati mangsa yang sudah terpojok. Dia membisikkan sesuatu yang membuat Damian seakan disambar petir di siang bolong.

"Kamu sudah berani menantangku? Baiklah. Jika aku jatuh, maka aku akan memastikan hidupmu dan nama Mahardika han-cur berantakan!"

"Bu! Cukup! Ibu benar-benar bukanlah ibu yang menyayangi anak-anaknya! Ibu egois! Apa pengorbanan aku selama bertahun-tahun untuk anak kesayangan ibu itu tidak cukup? Jangan pernah libatkan Arkhasa dan Alysia. Mereka tak tahu apa-apa!"

Bu Chintya tertawa melihat ketakutan di wajah Damian. Hal itulah yang selama ini selalu menjadi alasan Damian menurut semua yang di katakan ibunya. Bahkan dia tak berani memulai hubungan lebih jauh dengan Alysia. Karena dia takut, takut ibunya melakukan hal yang sama di masa lalu. Seperti yang terjadi di kejadian tujuh tahun lalu.

Dan sepertinya kali ini juga Bu Chintya menggunakan hal itu untuk menekan Damian kembali. Mencoba kembali mengendalikan Damian dan membuatnya menarik kembali laporan dan memaafkan dirinya.

Rian, yang selama ini menjadi tembok pelindung Damian, merasakan atmosfer di ruangan itu berubah drastis menjadi mencekam. Dia melihat jemari Damian bergetar hebat, bukan karena takut, melainkan karena amarah yang nyaris meledak melampaui batas kewarasannya. Ancaman Bu Chintya tentang peristiwa tujuh tahun lalu adalah titik balik yang paling ditakuti Damian.

Rian tahu betul dan dia saksi hidup bagaimana Damian di buat seperti ini oleh ibunya. Rian segera melangkah maju, berdiri sedikit di depan Damian, memberi jarak antara bosnya itu dengan Bu Chintya yang kini menatap dengan seringai kemenangan yang mengerikan.

"Pak Damian, tenanglah," bisik Rian tegas namun penuh urgensi.

"Jangan biarkan dia mendapatkan apa yang diinginkan. Dia mencoba memancing emosi Anda agar Anda kehilangan kendali di depan pihak berwajib."

Rian kemudian menoleh ke arah polisi yang mulai bergerak maju untuk memborgol Bu Chintya.

"Pak, tolong segera bawa mereka. Jangan biarkan mereka berinteraksi lebih jauh dengan klien saya."

Bu Chintya tertawa nyaring saat tangannya diborgol, suara tawanya memantul di dinding ruang rapat yang mewah itu, terdengar sumbang dan mengerikan.

"Tujuh tahun, Damian! Ingat baik-baik apa yang terjadi tujuh tahun lalu! Kalau kamu tidak mau Alysia dan anak kecil itu berakhir seperti..."

"Tutup mulutnya!" teriak Damian, suaranya menggelegar hingga membuat seisi ruangan terlonjak.

Petugas dengan sigap menarik lengan Bu Chintya dengan kasar, menyeret wanita itu keluar dari ruangan. Berlian yang sudah tak berdaya hanya bisa menangis sesenggukan, sementara Pak Kuncoro mencoba memberontak hingga akhirnya diseret paksa melewati koridor.

Begitu pintu ruang rapat tertutup rapat dan menyisakan kesunyian yang mencekam, Damian jatuh terduduk di kursi besarnya. Wajahnya pucat pasi, pelipisnya dibasahi keringat dingin.

 Bayangan tujuh tahun lalu, sebuah rahasia kelam yang selalu menjadi rantai pengikatnya. Seolah menyeruak kembali ke permukaan.

"Damian, minumlah," Rian menyodorkan segelas air putih, suaranya melembut.

Kali ini dia memposisikan diri sebagai teman. Mengisyaratkan kepada para direksi yang masih terpaku untuk meninggalkan ruangan.

"Tolong, Tinggalkan kami," perintah Rian kepada staf lainnya.

Setelah ruangan benar-benar kosong, Rian menarik kursi dan duduk di depan Damian.

"Damian, jangan terpengaruh dengan ucapan Bu Darwanti. Hingga membuat kamu kembali melakukan kesalahan dengan melepaskan Alysia dan Arkhasa. Tujuh tahun lalu, kamu tidak memiliki kekuatan, kamu tidak memiliki bukti, dan Kamu tidak memiliki perlindungan. Tapi sekarang? Kamu punya segalanya. Kamu memiliki kendali atas perusahaan ini dan juga untuk hidupmu. Jangan menyesal jika pada akhirnya kamu kehilangan segalanya,"

Damian menatap Rian dengan tatapan kosong, matanya memerah.

"Rian," suara Damian parau, nyaris berbisik.

"Apakah aku benar-benar bisa melindunginya kali ini? Ibu... dia tidak pernah bicara kosong. Ancaman tentang 'tujuh tahun lalu' itu bukan sekadar gertakan. Jika dia tahu sesuatu tentang Alysia atau Arkhasa yang bahkan aku sendiri tidak tahu, bagaimana jika..."

Damian tidak menyelesaikan kalimatnya. Dia menutup wajah dengan kedua tangannya, mencoba meredam gejolak di dadanya.

Rian mencondongkan tubuhnya ke depan, suaranya kini terdengar lebih tajam dan serius.

"Dengar, Damian. Bu Chintya saat ini sudah dalam tahanan. Dia tidak punya akses ke dokumen, tidak punya akses ke orang-orang bayarannya, dan yang paling penting, dia tidak lagi memegang kendali atas perusahaan ini. Dia hanya mencoba menggunakan sisa-sisa kekuasaan psikologis yang dia punya untuk membuat Anda goyah."

"Jika memang kamu ingin melindungi Alysia dan Arkhasa, inilah kesempatanmu!"

"Kamu benar, Rian! Aku punya janji kepada Alysia. Aku harus menepatinya. Enam tahun dia sudah bertahan di sampingku. Aku tak akan pernah melepaskan Alysia. Aku harus menebus semua kesalahanku, walau aku tahu jika tak mudah untukku mendapatkan maafnya dan mengembalikan hati juga kepercayaan Alysia seperti dulu..."

"Apalagi setelah dia mendengar kesalah pahaman saat aku menghubungi Arga. Aku salah... Aku sebenarnya mencintai Alysia. Tapi aku takut untuk memulai dan mengakui perasaanku kepada Alysia. Aku takut jika keamanan dan kebahagiaan Alysia di ganggu ibu. Begitupun dengan Arkhasa..." jelas Damian. Rian mengangguk.

"Kamu benar, Rian," ucap Damian, suaranya kini lebih stabil dan penuh otoritas. Dia berdiri tegak, merapikan jasnya yang sempat berantakan.

"Tujuh tahun lalu, saya memang pengecut karena tidak berani menghadapi badai. Tapi sekarang, saya sendiri yang memanggil badai itu untuk membersihkan semua kotoran yang dia ciptakan."

​Damian berjalan menuju jendela besar yang menghadap ke pemandangan kota.

​"Periksa semua aset pribadi milik Ibu dan Berlian. Saya ingin tahu apa yang mereka sembunyikan selama ini. Jika mereka mengancam akan menghancurkan nama Mahardika, maka saya akan memastikan nama itu tetap berdiri tegak di atas reruntuhan mereka."

"Aku tak peduli jika dia akan mengungkap kenyataan tujuh tahun lalu. Karena yang akan menjadi fokus adalah dirinya bukan aku..."

"Menurutku kamu harus membicarakan kejadian di masa lalu kepada Alysia. Jujur dan mulai membuka diri kepada Alysia. Dia wajib tahu, Damian! Jangan sampai Alysia salah paham terus menerus dan pada akhirnya kalian sama-sama terluka,"

"Kamu benar, aku memang berencana mengatakan semuanya kepada Alysia. Aku hanya memang sedang menunggu waktu. Terutama aku ingin menyelesaikan masalah ini. Berlian. Sepertinya Alysia juga salah paham dengan hubunganku dan Berlian!"

"Jika perlu bantuan, aku dan Arga siap membantumu!" Rian menepuk bahu Damian dan pergi dari sana untuk menyelesaikan kekacauan di kantor Mahardika.

1
Inarrr Ulfah
apapun lasan nya ttp aja,,jgn mau alysia Balik lagi sama Damian
maya ayu
aku terharuuuuuuuuuu😭😭😭😭😭😭
Ambu Rinddiany Thea
gandeng alisya ah , 6 tahun 6 tahun nya 6 tahunnn 🤧🤧
Red Blossom
Alysia beri Damian kesempatan
N. Siti 12mplb_ukk
lanjut 💪
Yam_zhie: maksih kak 😘
total 1 replies
Oma Gavin
jgn emosi alysia baca semua dan dengarkan keterangan damian setelah nya keputusan ditangan mu mau cerai atau lanjutin damian sudah pasrah
Yam_zhie: iya betul. moga Alysia menerima Damian ya🙈
total 1 replies
nely_48
ak kurang percaya pd mu dam, km msh bs bohong az
nely_48
mampus kalian ber 3 akan membusuk d hotel predeo
Oma Gavin
saatnya kebenaran terungkap jgn potong penjelasan damian setelah nya silahkan ambil sikap tetap lanjut rumah tangga kalian atau pisah keputusan ada di kamu
Ambu Rinddiany Thea
jagnkan alisya yg salah paham , para netijen pun udh salah paham 🤭
Ambu Rinddiany Thea: /Facepalm/
total 2 replies
Oma Gavin
penasaran dgn masa lalu damian dgn istrinya dulu
Yam_zhie: kita bongkar kak 💃💃💃
total 1 replies
Ma Em
Akhirnya Damian sadar juga setelah Alysia melawan Damian dan terbongkar semua kejahatan Bu Chintia , pak Kuncoro juga Berlian , jebloskan mereka kepenjara dgn waktu yg lama
Oma Gavin
good job Damian meskipun terlambat minimal kamu sudah sadar diperalat
Ambu Rinddiany Thea
baguuus dam aku suka kinerja mu , jgn sampe kaya suami2 yg sebelah pada durjana kabeh 🤭🤣🤣
maya ayu
aseeeekkk... tinggal nunggu kebahagiaan datang kepada mereka
nely_48
Good job dan, penjarain smua org berhati iblis itu,, sita semua aset n uang yg mrk curi
nely_48
wah Damian kau berhasil membuka tabir kebusukan pasangan gila harta
Ambu Rinddiany Thea
nah gt ath dam
Nuel aritra
mantaf
Muft Smoker
bu chintya perlu oksigen tambahan😏😏😏😏😏 ,,
mau yg alami atau buatan ,,
sebelum jantung anda kehilangan pasokan oksigen Selama rapat ,,
😏😏😏😏😏 ,,
kejahatan Dan kecurangan anda cukup di enam tahun aj bu ,, udh terlalu kenyang ,,
gx baik klo sampe kkenyangan bisa jdi penyakit ,,
penyakit serakah 😏😏😏😏😏😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!