Betapa gilanya perubahan dalam kehidupan Alex semenjak punya istri Nakal yang membuat hidupnya porak-poranda dengan segala tingkah istrinya itu .
Semenjak menikah Alex perlahan mulai kehilangan ketenangan dalam dirinya berganti dengan amarah , emosi berkepanjangan dan juga kekacauan dalam perasaan nya .
" Aku tidak mencintaimu jadi jangan berharap perlakuan lebih" ucap Alex menatap Lala yang berdiri disudut ruangan setelah memecah sebotol bir .
" Aku cuma ingin mencoba bir ini Om, bukan menginginkan cinta mu " pernyataan Lala menatap dengan sedih sebotol bir yang tumpah di lantai .
" Sekali lagi kamu mencoba menyentuh minuman di dalam lemari , aku yang akan memberikan kamu pelajaran " tegas Alex memanggil pelayan untuk membersihkan pecahan beling dan bir di lantai .
" Apa sih Om, marah-marah terus , nih aku sentuh wekkkk" cibir Lala menyentuh botol bir dalam lemari dan berlari kencang ketika Alex akan melempar nya .
Yuk baca cerita Lala😋
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17 Bikin stress
" Om tau , ternyata perusahaan itu tidak menerima aku karena CV aku tercecer " kata Lala menceritakan kronologi nya dengan senang karena perusahaan tempat dia melamar kerja untuk pertama kali kini kembali mencarinya .
" Boleh kan Om?" tanya Lala lagi .
" Enggak " tegas Alex .
" Tapikan sebelumnya Om nggak mau terima aku kerja disini jadi yaudah aku keluar aja kan ada perusahaan yang mau terima aku , dari pada Om terpaksa" kata Lala .
" Aku tidak terpaksa " ucap Alex kembali mengetik di laptopnya sekalipun Lala masih duduk di pangkuan nya .
" Om tapi,"
" Lala dengar ya, kalau kamu sudah memutuskan sesuatu maka fokuslah jangan mudah tergoda dengan hal sepele " kata Alex .
" Itu nggak sepele Om gajinya 3 digit " kata Lala .
" Oooooh, jadi kamu bandingkan gaji sehingga lebih memilih perusahaan itu dari pada aku?" pertanyaan Alex .
" Apa aku pernah membatasi kamu menggunakan uang, lalu kamu masih membicarakan soal gaji " Alex langsung merepet bahkan mengomel sampai Lala yang masih duduk di pangkuan nya jadi takut .
" Iya, Iya ,Om, Lala kerja sini, nggak pindah , kesana" kata Lala dengan takut melihat Alex yang sangat emosi takut dia naik tensi atau serangan jantung.
" Terserah kamu " suara meninggi Alex yang langsung terdiam ketika merasa dia begitu emosional sampai detak jantung nya serasa melawan peredaran darah yang sangat cepat .
" Om minum dulu " kata Lala memberikan air putih ketika melihat Alex yang sampai sesak nafasnya .
" Tenang Om" kata Lala mengelus-elus dada Alex .
Alex meminum segelas air putih lalu menyisir rambut nya dengan tangan , emosinya terlalu tidak stabil akhir-akhir ini.
" Keluar dari ruangan ku " perintah Alex pada Lala .
" Mmmmh, nggak mau " kata Lala melingkarkan tangannya di pinggang Alex bahkan bersandar manja
" Lala dengar saat ini aku adalah atasan kamu, jadi aku memerintahkan kamu untuk meninggalkan ruangan ini " ucap Alex menatap Lala yang malah nemplok manja padanya.
" Cium dulu " pinta Lala memajukan bibirnya .
" Enggak " kata Alex buang muka tidak ingin lagi melihat wajah wanita yang selalu membuat emosinya tidak stabil .
" Yaudah , Lala nggak mau pergi , mau bobok aja peluk Om " kata Lala dengan senyum centilnya.
" Hehhhh , ini di kantor jadi bersikap sewajarnya saja dan kamu adalah karyawan ku " ucap Alex mencoba melepaskan tangan Lala di pinggang nya .
" Nyenyenye" kata Lala malah meledek sampai Alex menarik telinga Lala karena stress menghadapi gadis nakal itu .
" Kalau nggak Om lepasin Lala nangis nih " ancam Lala memegang tangan Alex yang menjewer telinga nya .
" Menangis saja, tiap hari kamu juga nangis kok " ucap Alex yang perlahan terbiasa karena sejak awal menikah setiap hari pasti Lala menangis hanya karena hal-hal sepele .
" Tapi ini di kantor , karyawan Om bisa mikir Om apa-apain Lala " kata Lala dengan begitu menjurus karena bagaimanapun ini di ruangan Alex .
" Kamu itu benar-benar wanita menyebalkan" emosi Alex akhirnya melepaskan jeweran nya .
" Sana pergi " kata Alex .
" Om usir Lala?" pertanyaan Lala.
" Kembali bekerja , apa yang akan karyawan se tim kamu pikirkan jika kamu tidak ada di meja kerja kamu " alasan logis Alex .
" Yaudah , cium Lala dulu " kata Lala melingkarkan tangannya di leher Alex .
" Enggak " ketus Alex .
" Aihhhh cepatlah ganteng, Tante gigit nih " kata Lala sampai Alex batuk mendengarnya.
Alex memegang tengkuk Lala dan menciumnya untuk beberapa saat " Udah sekali aja , da Om " kata Lala langsung turun dari pangkuan Alex berjalan keluar .
" Lala tapi," padahal Alex ingin mencium nya lagi, sekali terasa tidak cukup .
" Akkkkh, Lala selalu saja membuat aku stress" kesal Alex yang tidak akan bisa bekerja dengan tenang sebelum selesai dengan keinginan nya .
Alex keluar dari ruangan nya mengejar Lala dan menariknya kedalam satu ruangan yang sepi .
" Hwaaaa" teriak Lala kaget namun mulutnya langsung di bekap Alex .
" Loh Om " ucap Lala menatap Alex yang menutup pintu dengan cepat dan tanpa basa-basi mencium Lala .
" Mmmh" tidak hanya sekali namun sampai tiga kali Alex mencium Lala .
" Om brutal banget Lala , hancur lipstik Lala " cemberut Lala merapikan lipstik nya .
" Tadi aja sok nggak mau " kata Lala menatap Alex .
" Kembali bekerja " kata Alex membawa Lala keluar dari ruangan itu .
" Ihhhh, nggak jelas " kata Lala cepat-cepat berjalan melewati lorong sepi itu setelah Alex kembali ke ruangan nya .
2 hari kemudian.
Lala sangat menikmati pekerjaan nya bahkan sudah akrab dengan banyak karyawan, Lala yang memiliki sifat humoris membuatnya cepat akrab dengan banyak orang .
" Selamat siang senior ayo kita makan " ajak Lala begitu lewat divisi keuangan saat jam istirahat bersama beberapa rekan se tim nya .
" Ayo , tapi kalian harum sekali sampai aroma fresh nya memenuhi ruangan " komentar Mine yang merasakan aroma ruangan sangat berbeda begitu mereka lewat .
" Lala yang harum " jawab Hana yang sedari tadi sebenarnya juga penasaran parfum apa yang Lala pakai hingga aromanya harum dan fresh sekali .
" Pakai parfum apa La?" pertanyaan Bara .
" Pakai ini " kata Lala dengan santai nya membuka sisi kiri blazer nya yang ternyata terdapat pengharum ruangan .
Hahahahah
Seketika tawa orang-orang dalam ruangan itu langsung pecah benar-benar tidak expect Lala menggantungkan pengharum ruangan didalam blazer nya.
" Wangi kan " tawa Lala malah semakin menjadi plenger nya bukan nya malu di tertawakan mereka.
...........
Alex yang berjalan bersama Rey dan beberapa staf nya sampai berhenti berjalan melihat Lala yang benar-benar bisa membuat semua orang tertawa dengan tingkah bobrok nya .
" Selamat siang pak Alex" sapa mereka semua ketika Alex berjalan kearah mereka .
" Lala ikut keruangan saya ada beberapa masalah terkait pembaruan sistem aplikasi" ucap Alex .
" Tapikan sekarang jam istirahat pak, Lala mau makan " kata Lala komplen .
" La " mereka semua saling sikut dan memperingati Lala agar jangan komplen dari Presdir .
" Ikut keruangan saya , kalian semua pergilah" kata Alex yang dengan cepat mereka pergi sebelum disuruh kerja juga seperti Lala di jam istirahat.
" Ikut cepat " kata Alex melihat wajah dongkol Lala .
" Mmm, mau lapar " suara kecil Lala namun akhirnya ikut perintah Alex karena beberapa staf itu terus menatap nya .
Sesampai di dalam ruangan nya Alex mengunci pintu " Lapar , makanlah " kata Alex menunjuk hidangan di atas meja sofa .
" Lala mau makan di kantin aja , suka sama nasi goreng nya " kata Lala .
" Makan disini , jangan membantah " ucap Alex melepas jas nya .
" Taruh pengharum ruangan nya " kata Alex begitu mereka duduk disofa .
" Jangan seperti orang miskin pakai pengharum ruangan , bukankah kamu punya banyak parfum jika tidak ada gunakan parfum ku" tegas Alex .
" miskin gimana , pengharum ruangan juga mahal Om " kata Lala .
" Membantah lagi aku cium " tegas Alex .
dobleeee donk thor😄💪
lanjuuttttttttt thor🤭😄💪
lanjutttttt💪😄