Naufal hanyalah seorang sales smartphone miskin yang sering diremehkan karena tidak pernah mencapai target. Ditekan oleh target yang mustahil, dikhianati oleh rekan kerja, dan dianggap remeh oleh pelanggan sombong adalah makanan sehari-harinya.
Namun, segalanya berubah saat sebuah suara mekanis bergema di kepalanya:
[Ding! Sistem Analisis Nilai Aktif!]
[Menganalisis Target...]
[Budget: Rp150.000.000 ]
[ Keinginan: memboron 50 unit untuk yayasan pendidikan |
[Tingkat Kepercayaan: 15%]
[Misi Terbuka! Closing produk!]
[Hadiah misi pembukaan RP 10.000.000!]
Dengan bantuan Sistem Analisis Nilai, Naufal tidak hanya bisa melihat isi dompet pelanggan, tapi juga titik lemah kompetitor dan tren pasar masa depan. Dari seorang sales yang hampir dipecat, ia merangkak naik menjadi raja industri teknologi.
Satu per satu wanita hebat mulai masuk ke dalam hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29--Bagi-Bagi sedekah berakhir untung
Kemenangan atas Andre memberikan kepuasan batin bagi Naufal. Akhirnya senior itu tahu batas diri dan mendapatkan ganjaran atas semua kesombongannya selama ini. Tapi bagi Naufal, uang ratusan juta di saldo sistem tidak akan berarti apa-apa jika ia belum bisa memberikan kehidupan yang layak bagi keluarganya.
Bayangan wajah ibunya yang selalu hidup hemat tiba-tiba muncul di kepalanya. Wanita itu rela memakai sandal yang talinya putus berkali-kali demi memastikan Rara tetap bisa jajan di sekolah.
Dia sudah punya 170 juta lebih. Tapi tunggu sebentar, dia punya uang 170 juta.
Dan kemarin mendapatkan kemampuan cashback dua kali lipat dengan kemungkinan 50% ditambah kemampuan keberuntungan tingkat tinggi.
Kemarin dia belanja dan mendapatkan cashback itu artinya …
Dengan uang 100 juta beli rumah jaman sekarang cuma dapat biasa saja. Ia butuh menaikkan keuangan lagi.
Naufal menyandarkan tubuh di kursi toko sambil memandangi lalu lalang pengunjung mall dari balik kaca etalase. Otaknya bekerja cepat seperti kalkulator berjalan.
Lalu pikirannya terlintas dimana dia bisa habisin uang dengan cepat, terjamin, membawa berkah juga, kalau gak dapat cashback juga bisa dihitung sebagai amal baik karena sedekah.
Ia membuka aplikasi donasi terpercaya. Jarinya bergerak lincah mencari kampanye yang paling mendesak.
Ia dulu orang sulit mana mungkin setelah mempunyai sistem dia jadi kacang lupa kulit.
Semasa kecil, ia pernah melihat ibunya menangis diam-diam karena tidak mampu membayar uang kegiatan sekolah. Perasaan tidak berdaya itu masih membekas kuat sampai sekarang.
Target pertama: Pembangunan Kembali Sekolah yang Roboh di Pelosok.
Naufal menekan tombol donasi. Tanpa ragu, ia mengetikkan angka Rp 10.000.000.
Klik!
[Ding!]
[Donasi Berhasil: Rp 10.000.000]
[Menghitung Kemungkinan Cashback...]
[Selamat! Luck Booster Aktif! Fitur Cashback Berhasil Dipicu!]
[Saldo Anda kembali: Rp 20.000.000!]
Mata Naufal membelalak. "Gila... beneran berlipat ganda! Saldo gue bukannya berkurang, malah nambah sepuluh juta!”
Jantungnya berdetak cepat. Untuk pertama kalinya sejak mendapatkan sistem, ia merasa menemukan celah paling absurd sekaligus paling mulia yang pernah ada.
Siska yang berdiri di sebelahnya terkejut. “Eh, kenapa teriak-teriak gak jelas gitu?”
“Lupain sis, cuma senang aja.”
Siska menatap tajam, lalu matanya diam-diam mengintip ponsel Naufal. Oalah apa, dia kirain anak ini tersesat dan main judi online, tapi bagi-bagi sedekah ternyata.
Tatapan Siska perlahan melunak. Ia melihat daftar nominal donasi yang bukan cuma puluhan ribu, tapi jutaan rupiah tanpa ragu-ragu.
Siska tersenyum makin terpesona dengan ketulusan Naufal.
‘Ahhh, baik banget sih Naufal! Ih sekarang udah makin tajir, tampan, gak lupa diri juga ternyata! Jangan-jangan ini salah satu alasan dia mendadak berubah,’ batin Siska kegirangan.
Dia batinnya begitu, tapi seperti biasa mulut tajam masih menyibir ala-ala tsundere.
“Bagus sih sedekah, tapi jangan kebablasan dan kebanyakan! Nanti uangmu habis semua malah!”
“Iya Siska cantik,” jawab Naufal seadanya.
[Ding!]
[Tingkat Ketertarikan Siska Naik]
[71%]
Karena dipuji dan melihat kebaikan hati Naufal, hati gadis itu makin meleleh.
Ujung telinga Siska sampai memerah. Ia buru-buru membuang muka sambil pura-pura merapikan bros nama di dadanya.
Namun pandangan Naufal gak terlalu memperdulikan itu.
Fokusnya cuma satu, memberikan rezeki ke orang yang membutuhkan maka dirinya juga dapat rezeki balik.
Ia beralih ke target kedua: Bantuan Medis Anak Yatim Piatu.
Kali ini, ia tidak tanggung-tanggung. Ia memasukkan angka Rp 20.000.000.
Klik!
[Ding!]
[Donasi Berhasil: Rp 20.000.000]
[Analisis Keberuntungan: Sukses!]
[Cashback 200% Berhasil!]
[Saldo Anda kembali: Rp 40.000.000!]
Naufal merasa jantungnya berdegup kencang. Ia terus menekan tombol donasi untuk berbagai kategori: renovasi masjid, bantuan bencana alam, hingga beasiswa santri.
Setiap kali tombol “konfirmasi pembayaran” ditekan, ada sensasi aneh seperti dirinya sedang berjudi dengan takdir. Bedanya, perjudian ini menyelamatkan hidup orang lain.
Setiap kali ia mengeluarkan uang dalam jumlah besar, sistem seolah "marah" dan mengembalikan uangnya dua kali lipat.
[Donasi: Rp 40.000.000 -> Cashback: Rp 80.000.000]
[Donasi: Rp 50.000.000 -> Cashback: Rp 100.000.000]
Saldo rekeningnya bukannya menipis, malah naik seperti grafik crypto yang sedang bullish gila-gilaan.
Hanya dalam waktu tiga puluh menit Naufal telah menyebarkan ratusan juta rupiah ke berbagai penjuru negeri—Naufal ikhlas melakukan itu walau memang untuk cashback tapi gak semua dia sedekahkan dapat, orang masih 50:50, yang gak dapat dianggap sebagai sedekah.
Ada beberapa donasi yang gagal memicu cashback. Namun anehnya, Naufal sama sekali tidak kecewa. Justru dadanya terasa hangat melihat ucapan terima kasih dari para penerima bantuan.
Tapi tetap saja saldo dia sekarang membengkak.
[Saldo Akhir Anda: Rp 350.000.000]
Naufal menarik napas panjang. Ia merasa tangannya gemetar, bukan karena takut, tapi karena haru.
Tiga ratus lima puluh juta. Angka yang dulu bahkan tidak berani ia impikan kini muncul begitu saja di layar ponselnya.
Di layar ponselnya, notifikasi ucapan terima kasih dari berbagai yayasan masuk bertubi-tubi. Ia baru saja mengguncang dunia filantropi secara anonim.
“Sekarang... uang ini sudah cukup buat beli kebahagiaan Ibu dan Rara," bisik Naufal.
Ia membayangkan ibunya tinggal di rumah yang layak, bukan kontrakan sempit bocor saat hujan. Rara juga bisa sekolah tanpa harus minder melihat teman-temannya membawa HP bagus.
Siska yang sejak tadi memperhatikan gerak-gerik Naufal mulai merasa ada yang aneh. Ia melihat layar ponsel Naufal yang terus menampilkan notifikasi perbankan dan aplikasi donasi, namun ekspresi Naufal bukan seperti orang kehilangan uang, melainkan seperti orang yang baru saja memenangkan lotre nasional.
Siska sampai melongo kecil melihat nominal transfer yang berseliweran. Ia bahkan sempat berpikir jangan-jangan Naufal anak konglomerat yang menyamar jadi sales toko HP.
Ia melakukan banyak donasi secara diam-diam, memang Siska gak tahu masalah cashback dan lain-lain, namun meningkatkan kekaguman si gadis akan Naufal.
‘Kya! Keren banget sumpah, dia habisin banyak uang demi donasi? Ya ampun baik banget sih!’ batin Siska yang seperti orang keedanan.
Di mata Siska sekarang, Naufal bukan cuma tampan dan jago jualan. Cowok itu mendadak terasa seperti protagonis drama Korea yang terlalu sempurna buat nyata.
Tiba-tiba layar sistem kembali menyala.
[Ding!]
[Efek Pasif Gelar "Dermawan Misterius" Berhasil Dibuka!]
[Semakin besar nominal sedekah tuan rumah, peluang keberuntungan meningkat.]
[Bonus Tambahan: Karisma +5]
Naufal menyipitkan mata membaca notifikasi itu.
“Buset... sedekah aja sekarang bisa nambah aura ganteng?” gumamnya pelan.
Ia refleks menatap pantulan dirinya di layar hitam ponsel. Entah sugesti atau bukan, wajahnya memang terlihat lebih segar dari biasanya.
Siska yang mendengar gumaman itu langsung mendelik.
“Pede banget sih lu!”
“Fakta soalnya.”
“Najis.”
DAYA KHALYAL MEMBAGINGKAN