NovelToon NovelToon
Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Shofiyah 19

Cinta sejati itu mengikhlaskan, merelakan dan melepaskan. Membiarkan bahagia orang yang kita cintai. Meskipun bahagianya dengan orang lain dan bukan bersama kita. Manusia hanya bisa berencana tapi tetap Allah yang menentukan bagaimana ke depannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shofiyah 19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Seminggu berlalu

Tak terasa ujian untuk kelulusan sudah selesai terlaksanakan. Hari ini, rencananya Asya akan pulang ke rumahnya. Karena diberikan kesempatan untuk libur sebelum nantinya pengumuman kelulusan.

Saat ini Asya sedang berada di asrama untuk mengemasi beberapa pakaiannya. Ia juga sudah meminta izin kepada pak kyai Ahmad dan Umi Syakira untuk pulang. Mereka mengijinkannya dan Asya harus pulang ke pondok sebelum pengumuman kelulusannya.

"Ih Asya kok pulang sih?," tanya Rara cemberut

"Mumpung dikasih ijin sama keluarga ndalem. Lagian aku dari dulu nggak pernah pulang Ra. Abi bilang di telpon katanya umi ngotot pengen aku pulang," jelas Asya

"Aku jadi kesepian dong," ucap Rara lesu

"Kok kamu nggak pulang aja?," tanya Asya

"Percuma pulang. Mama sama papa lagi ngurus pekerjaan di luar kota. Mungkin pulangnya juga pas kita wisuda," ucap Rara

"Oh jadi begitu ya," jawab Asya

"Iya," ucap Rara

Skip

Asya tengah berada di perjalanan menuju Bandung. Sedari tadi Asya tampak terlihat membaca novel selama dalam perjalanan.

Tak terasa Asya sudah melalui perjalanan selama kurang lebih 2,5 jam. Kini Asya sudah berada di depan gerbang pesantren. Terlihat jelas tulisan Pondok Pesantren Al-Fauzi.

Asya tersenyum haru menatap bangunan pesantren di depannya. Rasanya sudah terlalu lama ia tak menginjakkan kaki di tempat orang tuanya karena jarang pulang dari tempatnya mondok.

"Assalamualaikum," salam Asya pada satpam pesantren

"Waalaikumsalam. Loh Ning Asya kok tidak bilang kalo pulang? Kan bisa dijemput nantinya," ucap satpam sambil membukakan gerbang

"Saya sengaja tidak bilang biar jadi kejutan, Pak," jawab Asya terkekeh

"Ning Asya ini masih suka buat orang terkejut," ucap satpam membuat Asya tertawa pelan

"Bagaimana kabar Pak Udin?," tanya Asya

"Alhamdulillah baik, Ning," jawab satpam bernama Udin

"Wah Ning Asya tambah cantik aja ya," ucap pak Udin

"Bapak bisa aja," jawab Asya terkekeh

"Ya udah saya ke ndalem dulu ya, Pak. Assalamualaikum," ucap Asya

"Oh iya Ning, silakan. Waalaikumsalam," jawab pak Udin

Lalu Asya berjalan menuju ndalem. Pesantren terlihat begitu sepi. Mungkin karena seluruh santri sedang dalam kegiatannya di kelas.

"Assalamualaikum," salam Asya di depan pintu ndalem

"Waalaikumsalam," jawab seorang abdi ndalem bernama Izza. Ia membukakan pintu ndalem.

"Ning Asya? Silakan masuk Ning," ucap Izza sambil menunduk takzim

"Iya Mbak," jawab Asya lalu masuk ke dalam

"Kok sepi Mbak? Semuanya pada kemana?," tanya Asya

"Pak kyai dan Umi lagi ngajar", jawab Izza dengan menunduk takzim

"Kalo gus Raffa?," tanya Asya

"Gus Raffa sedang menghadiri undangan ceramah," jawab Izza

"Oh gitu," ucap Asya sambil menganggukkan kepalanya

"Mau dibuatkan minum apa Ning?," tanya Izza

"Tidak usah mbak, saya mau istirahat saja," ucap Asya sambil tersenyum

"Baik Ning, saya permisi dulu. Assalamualaikum," pamit Izza sambil berjalan mundur dan masih menunduk

"Waalaikumsalam," jawab Asya

_Kamar Asya_

Asya berjalan menuju lemari untuk menata semua pakaiannya. Ia menata dengan begitu rapinya.

Setelah selesai menata pakaiannya, Asya berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Hanya butuh waktu 10 menit untuk Asya membersihkan diri.

Tak lama kemudian, Asya keluar dari kamar mandi. Asya memutuskan untuk keluar kamar.

Asya melangkahkan kakinya menuruni tangga. Samar-samar, ia mendengar suara seseorang yang dirindukannya dari arah dapur. Asya mempercepat langkahnya menuju ke arah dapur.

Grep

Asya memeluk erat orang itu dari belakang. Hingga membuat orang tersebut terkejut dengan perlakuan Asya.

"Astagfirullah," ucap seseorang itu kaget

"Assalamualaikum Umi," ucap Asya terkekeh

"Waalaikumsalam, hobi banget buat orang kaget," ucap Umi Fatimah sambil membalikkan badannya

"Maaf hehe," ucap Asya sambil cengengesan dan menunjukkan dua jarinya ✌️

Umi Fatimah mendengus melihat kelakuan putrinya. Sedangkan mbak-mbak ndalem hanya menggelengkan kepalanya menyaksikan kelakuan Asya.

"Udah dari tadi?," tanya Umi Fatimah sambil mengelus kepala Asya

"Lumayanlah," jawab Asya

"Mbak, tolong dilanjutkan ya. Saya tinggal dulu," ucap Umi Fatimah lalu menarik Asya keluar dapur

"Iya Umi," jawab mbak-mbak ndalem sambil menunduk

Umi Fatimah membawa Asya ke ruang keluarga. Di sana terdapat abi nya yang sedang menonton tv sambil meminum kopinya.

"Assalamualaikum Abi," ucap Asya sambil memeluk abi nya erat

"Waalaikumsalam Nak," jawab Abi Fahmi

"Asya kangen deh sama kalian," ucap Asya yang duduk diantara orang tuanya

"Kangen kok jarang pulang," cibir Umi Fatimah

"Biasa Umi, lagi sibuk belajar," ucap Asya terkekeh

"Itu mulu alasan kamu," ucap Umi Fatimah mendengus

"Lagian setiap mau dijenguk nggak mau. Padahal kyai kamu itukan sahabat Abi waktu mondok," ucap Abi Fahmi

"Ih nanti kalo identitas aku terbongkar gimana dong," ucap Asya sambil cemberut

"Fakta kalo kamu adalah anak seorang kyai?," tanya Abi Fahmi membuat Asya mengangguk

"Ya nggak papa dong. Lagian kyai Ahmad itukan sahabat dekatnya Abi," ucap Abi Fahmi santai

"Iya bener banget kata Abi," ucap Umi Fatimah

"Tapi Asya nggak mau kalo misalnya diperlakukan beda dari santri yang lainnya," jawab Asya

"Mulia banget hati putri bungsunya Abi," ucap Abi Fahmi terkekeh

"Abi apaan sih," ucap Asya tersipu

"Umi setuju sama Abi," ucap Umi Fatimah

"Ih kalian-,"

"Lagi bahas apa nih kok rame banget?," sahut seseorang yang baru memasuki rumah

Ketiganya menoleh ke asal suara. Terlihat seorang pemuda tampan berjalan ke arah mereka bertiga. Asya yang melihatnya langsung berdiri dari duduknya dan berlari menuju pemuda itu.

Grep

Pemuda itu hampir terjungkal karena pelukan dari Asya. Ia juga membalas pelukan Asya sambil mencium beberapa kali puncak kepala Asya.

"Adek kangen sama Abang," ucap Asya lirih

"Abang juga kangen sama Adek," ucap Raffa lalu melepaskan pelukannya

"Ih Abang kok baru pulang? Aku lama loh nunggunya," ucap Asya kesal

"Lagian kamu mau pulang kok nggak ngabarin? Nantikan biar bisa Abang jemput," ucap Raffa sambil mengelus kepala adiknya

"Sengaja biar jadi kejutan," ucap Asya terkekeh membuat Raffa mendengus

"Abang, Adek, ayo duduk. Abi ingin menyampaikan sesuatu," ucap Abi Fahmi

Lalu Asya dan Raffa duduk untuk mematuhi perintah abi nya.

"Ada apa Abi?," tanya Asya kepo

"Jangan bilang kalo Abi mau menjodohkan Asya," ucap Raffa sambil memicingkan matanya

"Jangan berburuk sangka Bang, dosa," sahut Umi Fatimah

"Astagfirullah, maaf Abi," ucap Raffa sambil cengengesan

"Harusnya kamu yang kenalin calon istrimu ke Abi sekarang," ucap Abi Fahmi terkekeh

"Abi ini kan tau kalo Raffa masih belum siap," ucap Raffa terkekeh

"Kamu ini selalu saja begitu. Gimana kalo sekarang salah satu adik kamu yang lebih dulu menikah?," ucap Umi Fatimah

"Ya nggak papa kalo Raffa dilangkahi karena jodoh itu rahasia Allah," jawab Raffa sambil tersenyum

"Berarti Abang ikhlas ya," ucap Umi Fatimah sambil memegang tangan putra sulungnya

"Abang ikhlas lahir dan batin jika seandainya salah satu dari adik-adik menikah terlebih dahulu," ucap Raffa tersenyum tulus

"Jadi begini, tadi sahabat Abi menelpon dan beliau menagih janji untuk menjodohkan putranya dengan salah satu putri Abi," ucap Abi Fahmi

"Pasti kak Anisa kan? Nggak mungkin dong Asya karena Asya kan belum lulus sekolah," ucap Asya antusias

"Iya kamu benar," jawab Umi Fatimah

"Siapa yang dijodohin sama Anisa?," tanya Raffa

"Nanti kalian akan tau sendiri," jawab Abi Fahmi

"Jadi kapan kakak akan pulang?," ucap Asya

"Besok dan dijemput sama Abang ya," ucap Abi Fahmi membuat Raffa mengangguk

1
Mrs. Ren AW
mampir baca, semoga menarik ceritanya 😍
Mrs. Ren AW: siaaaappp kak author 😍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!