NovelToon NovelToon
"CINTA DALAM KODE KESEMPATAN : KETIKA TAKDIR MENULIS ULANG KISAH KITA"

"CINTA DALAM KODE KESEMPATAN : KETIKA TAKDIR MENULIS ULANG KISAH KITA"

Status: tamat
Genre:Penyelamat / Romansa Fantasi / Dunia Masa Depan / Tamat
Popularitas:52
Nilai: 5
Nama Author: Gretha

Di Medan tahun 2026, Rania Putri pendiri startup yang membantu UMKM dengan teknologi data terpaksa bekerja sama dengan perusahaan besar dari Jakarta yang dipimpin oleh Reza Aditya, mantan kekasihnya yang menghilang tanpa kabar sepuluh tahun lalu.

Pada awalnya, mereka hanya fokus pada pengembangan aplikasi "UMKM Connect", namun menemukan kode aneh dalam sistem yang menyimpan jejak masa lalunya. Saat menyelidiki asal usul kode tersebut, mereka mengungkap rahasia mengejutkan, perpisahan mereka dulu adalah rencana jahat dari Doni Pratama, mantan sahabat Rania yang mengambil alih bisnis keluarga dia.

Di tengah penyelidikan yang penuh kejadian lucu dan tantangan bisnis, rasa cinta lama mereka kembali muncul. Setelah berhasil membongkar kejahatan Doni dan mendapatkan dukungan pemerintah, mereka tidak hanya menyelesaikan proyek aplikasi yang bermanfaat bagi jutaan UMKM, tapi juga menemukan kesempatan kedua untuk cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gretha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13 : SEPAKAT UNTUK MENYELIDIKI

Suara mesin pendingin server yang berdenyut menjadi satu-satunya suara yang mengisi ruang kontrol pusat sistem UMKM Connect di Jakarta. Reza duduk di depan layar komputer yang menampilkan salinan lengkap database dari cabang Medan, matanya terfokus pada baris-baris kode yang sama yang ditemukan Rania beberapa hari lalu. Meski sudah kembali ke kantor pusat, dia tidak bisa menghilangkan rasa penasaran yang mendalam tentang bagaimana gambar dari tepi Sungai Deli bisa tersembunyi di dalam sistem mereka.

“Baris kode ini… struktur enkripsinya sama persis dengan yang kita buat dulu,” bisik Reza pelan sambil memperbesar bagian tertentu di layar. Dia mulai membandingkannya dengan file arsip yang dia simpan dari masa kuliah – sebuah folder kecil yang selalu dia bawa ke mana pun dia pergi, berisi semua catatan dan kode awal dari proyek mereka bersama Rania.

Setelah beberapa jam membandingkan setiap detail, dia menemukan bahwa pola enkripsi yang digunakan tidak hanya sama dengan yang mereka ciptakan, tapi bahkan menggunakan kombinasi kunci khusus yang hanya dia dan Rania yang tahu cara membuatnya. Kombinasi tersebut berasal dari tanggal mereka pertama kali mulai bekerja sama pada proyek – 17 September 2015 – yang diubah menjadi deretan angka dan simbol yang hanya bisa dibaca oleh mereka berdua.

“Tidak mungkin ada orang lain yang bisa membuat ini,” ucap Reza dengan suara yang penuh keyakinan namun juga sedikit khawatir. Dia segera membuka file catatan lama yang berisi semua rahasia pembuatan sistem enkripsi mereka. Di halaman pertama tertulis kalimat yang mereka buat bersama: “Hanya mereka yang tahu asal-usulnya yang bisa membuka semua lapisan kebenaran.”

Reza mulai menyelidiki lebih dalam ke dalam struktur sistem. Dia menemukan bahwa gambar dari Sungai Deli bukanlah satu-satunya yang tersembunyi – ada puluhan file lain yang disimpan dengan cara yang sama, semuanya menggunakan enkripsi khusus yang hanya dia dan Rania yang bisa dekripsi. Beberapa di antaranya adalah catatan suara, file dokumen, dan bahkan video pendek yang tampaknya direkam dari masa kuliah mereka.

Dia segera menghubungi Rania melalui video panggilan. Dalam hitungan detik, wajah Rania yang juga sedang bekerja di kantor Medan muncul di layar.

“Reza, kamu juga menemukan sesuatu kan?” kata Rania tanpa basa-basi, seolah sudah tahu apa yang akan dikatakan Reza.

“Ya,” jawab Reza dengan suara serius. “Saya menemukan lebih banyak file yang tersembunyi di dalam sistem, semuanya menggunakan enkripsi yang hanya kita berdua yang bisa buat dan buka. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?”

“ Itu juga yang saya pikirkan,” ucap Rania dengan melihat ke sekeliling ruangannya untuk memastikan tidak ada orang lain yang mendengar. “Saya sudah bertemu dengan Lina dan Adi, tapi mereka mengaku hanya menyembunyikan gambar dan beberapa file kecil. Ada sesuatu yang lebih besar di sini yang tidak mereka ketahui.”

Reza mengangguk dengan penuh kesadaran. “Kita tidak bisa memberitahu siapapun tentang ini sekarang. Jika sistem kita bisa menyimpan hal-hal seperti ini tanpa kita ketahui, berarti ada celah keamanan yang besar atau seseorang yang benar-benar tahu semua rahasia kita.”

“Kita harus menyelidiki ini secara diam-diam,” ucap Rania dengan tegas. “Hanya kita berdua yang tahu semua detail tentang sistem enkripsi ini. Tidak ada orang lain yang bisa membuatnya dengan persis seperti ini – bahkan Adi dan Lina hanya tahu sebagian saja.”

Mereka sepakat untuk mulai menyelidiki secara mandiri, tanpa memberitahu siapapun termasuk anggota tim mereka. Mereka membuat rencana untuk memeriksa setiap bagian sistem dengan cermat, mulai dari server utama di Jakarta hingga semua cabang yang sudah terhubung dengan platform UMKM Connect.

“Kita akan membagi tugas,” jelas Reza sambil membuat catatan penting di layar. “Saya akan menyelidiki server pusat di Jakarta dan semua riwayat akses yang pernah masuk ke sistem. Kamu akan melakukan hal yang sama di Medan dan memeriksa semua usaha yang menggunakan kode khusus tersebut.”

“Baik,” jawab Rania dengan suara yang penuh tekad. “Kita akan bertukar informasi setiap malam hari agar bisa menyusun pola yang mungkin ada. Jangan pernah lupa – hanya kita berdua yang tahu tentang penyelidikan ini.”

Pada hari berikutnya, Reza mulai menyelidiki server pusat dengan sangat hati-hati. Dia memeriksa setiap riwayat akses yang pernah masuk ke sistem selama setahun terakhir. Setelah beberapa jam mencari, dia menemukan sebuah pola yang mencurigakan – ada akses yang masuk dari alamat IP yang tidak dikenal, setiap kali tepat pada tengah malam, dan selalu mengakses bagian sistem yang sama yang berisi file tersembunyi tersebut.

“Akses ini selalu datang dari alamat IP yang berbeda setiap kali,” ucap Reza dengan suara pelan saat menganalisis data. “Tapi pola aksesnya sama persis – mereka selalu masuk pada jam yang sama, mengakses file yang sama, dan meninggalkan jejak yang sengaja dibuat agar sulit dilacak.”

Dia mulai melacak asal-usul alamat IP tersebut. Setelah bekerja dengan beberapa ahli keamanan yang dia percayai secara diam-diam, dia menemukan bahwa semua alamat IP berasal dari lokasi yang berbeda di seluruh Indonesia – mulai dari Jakarta, Surabaya, Bandung, hingga Medan. Namun, ada satu kesamaan yang ditemukan di semua akses tersebut – setiap kali sebelum akses masuk, selalu ada aktivitas dari sebuah usaha kecil yang terdaftar dalam sistem UMKM Connect.

“Semuanya terhubung dengan usaha yang menggunakan kode khusus kita,” bisik Reza dengan mata yang semakin fokus. Dia membuat daftar semua usaha yang terkait dengan akses mencurigakan tersebut – Warung Makan “Cita Rasa”, Kerajinan Tangan “Asli Nusantara”, Kelompok Tani “Harapan Baru”, dan beberapa usaha lainnya yang semuanya pernah menerima bantuan khusus dari sistem mereka.

Sementara itu di Medan, Rania juga sedang melakukan penyelidikan sendiri. Dia mengunjungi setiap usaha yang menggunakan kode khusus tersebut, bertanya secara tidak langsung tentang bagaimana mereka pertama kali mengetahui tentang proyek UMKM Connect dan siapa yang membantu mereka mendaftar.

“Kita diperkenalkan oleh seseorang yang tidak dikenal,” cerita Pak Joko dari Warung Makan “Cita Rasa” saat sedang menyajikan hidangan khas mereka. “Dia datang ke warung kami beberapa bulan yang lalu, mengatakan bahwa dia tahu kita kesulitan dan ingin membantu. Dia membantu kami mendaftar dan mengatur semua sistem tanpa meminta apa-apa sebagai imbalan.”

Rania mencatat setiap detail yang dikatakan Pak Joko. “Bagaimana penampilan orang tersebut? Apakah dia menyebutkan namanya?”

“Wanita muda, mengenakan baju kerja dengan logo yang tidak jelas,” jawab Pak Joko dengan berpikir keras. “Dia hanya bilang dia bekerja untuk sebuah organisasi yang ingin membantu usaha kecil. Dia tidak menyebutkan nama, tapi dia bilang dia tahu tentang perjuangan kita karena pernah melihat kita bekerja keras setiap hari.”

Rania juga mengunjungi Bu Sri dari Kerajinan Tangan “Asli Nusantara”. Cerita yang dia dapatkan hampir sama persis – seseorang yang tidak dikenal datang dan membantu mereka mendaftar ke proyek UMKM Connect, bahkan membantu mereka mengatur semua sistem dengan sangat cermat.

“Dia bahkan bisa menjelaskan tentang sistem enkripsi yang digunakan,” tambah Bu Sri dengan suara penuh kagum. “Padahal saya pikir hanya orang yang membuat sistem itu yang bisa mengerti semua detailnya.”

Ketika malam tiba, Rania dan Reza melakukan video panggilan lagi untuk bertukar informasi. Mereka menemukan bahwa semua usaha yang terkait dengan akses mencurigakan memiliki cerita yang sama – seseorang yang tidak dikenal datang dan membantu mereka mendaftar, bahkan mengetahui detail teknis yang hanya seharusnya diketahui oleh mereka berdua dan anggota tim inti.

“Kita harus mencari tahu siapa orang tersebut,” ucap Reza dengan suara yang penuh tekad. “Seseorang yang tahu semua rahasia sistem kita dan menggunakan nya untuk membantu usaha kecil – tapi mengapa mereka melakukannya secara diam-diam?”

“Dan mengapa mereka menyembunyikan semua file kenangan kita di dalam sistem?” tambah Rania dengan rasa penasaran yang semakin besar. “Ada sesuatu yang tidak kita ketahui tentang masa lalu kita, atau mungkin tentang proyek kita yang dulu.”

Mereka memutuskan untuk menyelidiki lebih dalam tentang masa kuliah mereka. Reza mulai mencari semua catatan lama dan teman sekelas yang mungkin tahu tentang proyek mereka. Dia menghubungi beberapa teman kuliah yang masih tetap kontak dengannya, bertanya secara tidak langsung tentang proyek akhir tahun mereka yang bernama “Kode yang Kenal Wajah”.

“Saya ingat ada seseorang yang selalu mengikuti perkembangan proyek kalian,” cerita salah satu teman mereka yang kini bekerja sebagai ahli keamanan di perusahaan besar. “Seorang mahasiswa baru yang selalu datang ke ruangan kerja kalian dan membantu dengan berbagai hal kecil. Saya tidak ingat namanya dengan jelas, tapi dia selalu bilang bahwa proyek kalian memiliki potensi besar untuk membantu banyak orang.”

Informasi ini membuat mereka semakin penasaran. Rania mulai mencari arsip universitas mereka untuk mencari nama mahasiswa baru yang mungkin terlibat dengan proyek mereka. Setelah beberapa hari mencari, dia menemukan sebuah nama yang tidak dikenal – Dewi Saraswati – seorang mahasiswa tahun pertama yang pernah menjadi asisten penelitian pada tahun 2015, tepat pada saat mereka sedang bekerja pada proyek tersebut.

“Saya tidak ingat pernah bekerja dengan seseorang bernama Dewi,” ucap Rania dengan suara pelan saat menunjukkan nama tersebut pada layar video panggilan kepada Reza.

“ Saya juga tidak,” jawab Reza dengan berpikir keras. “Tapi mari kita cek lebih jauh tentang siapa dia dan di mana dia sekarang.”

Setelah melakukan pencarian lebih lanjut, mereka menemukan bahwa Dewi Saraswati adalah seorang mahasiswa yang sangat berbakat di bidang teknologi informasi. Dia lulus dengan nilai terbaik dan kemudian bekerja di beberapa perusahaan teknologi ternama sebelum menghilang dari dunia profesional sekitar tiga tahun yang lalu. Namun, ada satu informasi yang sangat mengejutkan mereka – dia sekarang bekerja sebagai sukarelawan untuk organisasi nirlaba yang membantu usaha kecil di seluruh Indonesia.

“Ini adalah organisasi yang bekerja sama dengan beberapa pemerintah daerah untuk membantu UMKM,” jelas Reza saat menunjukkan situs web organisasi tersebut. “Mereka fokus pada memberikan bantuan teknologi bagi usaha kecil yang tidak mampu mengaksesnya sendiri.”

Mereka juga menemukan bahwa beberapa usaha yang mereka bantu adalah usaha yang sama dengan yang menggunakan kode khusus dalam sistem UMKM Connect. Semua bukti yang mereka kumpulkan semakin mengarah pada satu kesimpulan – Dewi adalah orang yang menyembunyikan file tersembunyi di dalam sistem mereka dan yang membantu usaha kecil tersebut secara diam-diam.

“Kita harus bertemu dengannya,” ucap Rania dengan suara yang penuh kepastian. “Hanya dia yang bisa menjawab semua pertanyaan kita tentang bagaimana dia bisa tahu semua rahasia sistem kita dan mengapa dia melakukannya.”

Mereka mencari tahu lokasi di mana Dewi biasanya bekerja. Informasi yang mereka dapatkan menunjukkan bahwa dia sedang berada di sebuah desa kecil di dekat Medan, membantu kelompok usaha kecil setempat untuk mengembangkan sistem pemasaran digital mereka.

Pada pagi hari berikutnya, Rania dan Reza berangkat bersama untuk mengunjungi desa tersebut. Jalan menuju sana cukup sulit ditempuh, namun mereka tetap melanjutkan perjalanan dengan tekad yang kuat untuk menemukan jawaban atas semua misteri yang mereka temui.

Ketika mereka sampai di desa tersebut, mereka melihat beberapa usaha kecil yang sudah mulai menggunakan teknologi dengan baik – dari warung makan yang menggunakan sistem pemesanan online hingga kelompok kerajinan yang menjual produknya melalui platform digital. Mereka bertanya pada salah satu warga tentang di mana mereka bisa bertemu dengan Dewi Saraswati.

“Oh, Bu Dewi sedang ada di belakang desa, membantu kelompok tani menyusun sistem pemantauan tanaman,” jawab seorang warga dengan senyum ramah. “Saya akan membawakan kalian ke sana.”

Mereka diantar ke sebuah kebun yang luas di belakang desa. Di sana, mereka melihat seorang wanita dengan wajah yang akrab namun tidak bisa dikenali dengan jelas, sedang menjelaskan sesuatu kepada sekelompok petani dengan suara yang jelas dan penuh semangat. Ketika wanita tersebut melihat mereka datang, wajahnya menunjukkan ekspresi terkejut namun juga penuh senyum.

“Rania… Reza…” ucap wanita tersebut dengan suara pelan. “Saya sudah tahu kalian akan datang suatu hari nanti.”

“Dewi?” tanya Rania dengan suara penuh kejutan. “Kita tidak pernah menyangka bahwa kamu adalah orang yang di balik semua ini.”

Dewi tersenyum dan mengajak mereka untuk duduk di bawah pohon rindang di tepi kebun. “Mari kita duduk dan saya akan menjelaskan semua yang terjadi,” ucap Dewi dengan suara yang penuh kedamaian. “Saya tahu kalian pasti memiliki banyak pertanyaan.”

Mereka semua duduk bersama di bawah pohon tersebut. Matahari mulai bergeser ke arah tengah hari, memberikan cahaya yang hangat pada kawasan kebun yang subur. Dewi mulai menjelaskan tentang bagaimana dia pertama kali bertemu dengan mereka dan mengapa dia melakukan semua ini secara diam-diam.

“Saat saya masih mahasiswa tahun pertama, saya selalu kagum dengan proyek yang kalian kerjakan,” mulai Dewi dengan suara pelan. “Saya sering datang ke ruangan kerja kalian dan membantu dengan hal-hal kecil seperti mencatat catatan atau mengatur dokumen. Kalian mungkin tidak menyadari keberadaan saya karena saya selalu berada di belakang layar.”

Dia melanjutkan cerita tentang bagaimana dia terus mengikuti perkembangan proyek mereka bahkan setelah mereka lulus kuliah. “Saya terus mengembangkan sistem enkripsi yang kalian ciptakan, menambahkan berbagai fitur baru yang bisa membantu banyak orang. Ketika saya tahu bahwa kalian sedang bekerja pada proyek UMKM Connect, saya melihat kesempatan untuk menggabungkan kedua sistem tersebut.”

“Tapi mengapa kamu melakukannya secara diam-diam?” tanya Reza dengan rasa ingin tahu yang besar.

“Karena saya ingin membuktikan bahwa sistem yang kalian ciptakan benar-benar bisa membantu banyak orang,” jawab Dewi dengan mata yang bersinar harapan. “Saya tidak ingin mengambil pujian atau menjadi pusat perhatian – saya hanya ingin melihat bahwa karya kalian yang luar biasa bisa memberikan manfaat bagi orang-orang yang paling membutuhkan.”

Dia juga menjelaskan tentang bagaimana dia menyembunyikan file kenangan mereka di dalam sistem. “Saya menemukan foto dan catatan lama kalian ketika sedang mengembangkan sistem. Saya merasa bahwa setiap sistem yang besar harus memiliki akar dan kenangan yang kuat untuk menjadikannya tetap pada jalurnya yang benar. Saya menyembunyikannya sebagai bentuk penghormatan pada awal mula semua ini.”

Rania dan Reza saling melihat dengan ekspresi yang penuh rasa syukur dan pemahaman. Semua misteri yang mereka selidiki selama ini akhirnya menemukan jawabannya. Mereka menyadari bahwa Dewi bukanlah orang yang mencoba merusak sistem mereka, melainkan seseorang yang benar-benar menghargai karya mereka dan ingin melihatnya memberikan manfaat bagi banyak orang.

“Kita sangat berterima kasih padamu, Dewi,” ucap Rania dengan suara penuh emosi. “Kita tidak pernah menyangka bahwa ada orang lain yang begitu menghargai karya kita dan menggunakan nya untuk kebaikan.”

Reza juga menambahkan. “Kita ingin kamu bergabung dengan tim kita secara resmi, Dewi. Dengan keahlianmu dan dedikasimu, kita bisa mengembangkan proyek ini lebih jauh lagi dan membantu lebih banyak usaha kecil di seluruh Indonesia.”

Dewi tersenyum dengan penuh harapan. “Saya akan sangat senang bisa bergabung dengan kalian. Sejak dulu saya tahu bahwa proyek yang kalian kerjakan memiliki potensi besar untuk mengubah hidup banyak orang. Sekarang waktunya telah tiba untuk kita bekerja sama secara resmi.”

Mereka semua berdiri dan berpelukan erat di bawah pohon tersebut – sebuah simbol dari kerja sama yang baru mulai terbentuk dan harapan untuk masa depan yang lebih baik. Mereka sepakat untuk tidak hanya mengembangkan proyek UMKM Connect lebih jauh, tapi juga untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai yang menjadi dasar dari semua ini – kerja sama, dedikasi, dan keinginan untuk membantu orang lain.

Saat matahari mulai bergeser ke arah sore, mereka kembali ke desa untuk melihat lebih dekat bagaimana usaha kecil di sana telah berkembang berkat bantuan teknologi yang diberikan. Setiap usaha yang mereka kunjungi menunjukkan perkembangan yang luar biasa, bukti bahwa teknologi yang dibuat dengan hati dan tujuan yang baik benar-benar bisa membawa perubahan besar bagi kehidupan banyak orang.

“Kita akan mulai dengan mengintegrasikan semua sistem yang kamu kembangkan dengan platform utama kita,” jelas Rania saat mereka sedang dalam perjalanan pulang. “Dengan begitu, lebih banyak usaha kecil bisa mendapatkan manfaat yang sama seperti yang kita lihat di desa ini.”

Reza mengangguk dengan penuh kesepakatan. “Dan kita akan membuat surel bahwa setiap usaha yang bergabung dengan kita memiliki cerita sendiri yang akan disimpan dan dilestarikan – sama seperti kenangan kita yang tersembunyi di dalam kode sistem kita.”

Mereka semua merasa bahwa penyelidikan yang mereka lakukan secara diam-diam telah membawa mereka pada pemahaman yang lebih dalam tentang makna kerja sama dan pentingnya memberikan yang terbaik bagi orang lain. Meskipun awalnya mereka khawatir tentang keamanan sistem mereka, mereka sekarang menyadari bahwa terkadang ada orang-orang baik yang bekerja di balik layar untuk memastikan bahwa karya yang baik bisa memberikan manfaat yang maksimal.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!