NovelToon NovelToon
Cinta Kalah Oleh Dendam

Cinta Kalah Oleh Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Romansa
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Untuk visualnya, silahkan kunjungi Instagram noer_azzura16

Kakak Bella ditemukan dalam keadaan mabukk dan menyebabkan kecelakaan yang merenggut nyawa Lusi, adik Leo. Membuat ibu dan ayah Leo terpukul hebat.

Sementara Bella dan Leo baru saja kembali dari bulan madu. Kebahagiaan itu hancur seketika, melihat keluarga yang akhirnya menatap Bella sebagai seorang adik dari pembunuhh orang yang mereka cintai.

Setelahnya Bella bahkan tidak bisa menatap cinta itu lagi di mata suaminya. Meski kakaknya bahkan di penjara. Dia masih harus menanggung akibat dari apa yang dilakukan kakaknya itu.

Dua orang yang tadinya saling mencintai, dendam telah mengalahkan cinta mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17- CKOD 17

Tiga hari berlalu, hari ini dokter sudah mengatakan kalau Bella sudah bisa pulang. Dia sudah lebih baik, semua lukanya juga sudah membaik.

Bella juga tahu kalau perawat Dewi sudah di berhentikan, tapi dia cukup heran sebenarnya. Selalu ada perawat lain yang datang lebih baik dari perawat Dewi. Dua perawat bergantian hanya mengurusnya. Dia juga sempat heran pada awalnya. Sebelum perawat lain itu mengatakan kalau fasilitas kamar VIP memang seperti itu.

Padahal tidak seperti itu juga. Orang yang sudah membantu Bella sebenarnya adalah Frans.

"Nona Bella, aku bisa mengantar nona pulang kalau tidak ada yang menjemput!"

Bella menatap perawat Airin agak bingung.

"Tapi suster, ini masih di jam kerjamu kan?"

Perawat Airin menggelengkan kepalanya.

"Aku sudah akan keluar istirahat. Aku bisa antar, nona Bella pulang kemana?" tanya perawat Airin.

Bella tertunduk diam. Sejujurnya, dia tidak mau kembali ke rumah Leo. Tapi, jika dia tidak kembali. Dia khawatir Leo akan menyakiti kakaknya.

"Ke kediaman Alexander, jalan Bahari..."

"Aku juga lewat sana!" sela perawat Airin, "aku mau ke jalan Nias, lewat sana!" lanjutnya.

Bella tersenyum. Kebetulan sekali kalau begitu. Lagipula, sebenarnya dia tidak punya uang untuk pulang naik taksi. Dia sudah minta petugas menghubungi Leo. Tapi katanya tak kunjung di angkat. Biaya rumah sakit bahkan hanya dikirim lewat transfer.

"Baiklah" jawab Bella.

Perawat Airin mengantarkan Bella sampai di depan pintu gerbang.

"Terima kasih banyak suster!" kata Bella.

"Sama-sama nona Bella, aku pergi dulu ya. Dengarkan kata-kataku tadi ya!" kata perawat Airin sebelum benar-benar meninggalkan tempat itu.

Bella lagi-lagi tertunduk diam. Perawat Airin memintanya untuk merekam semua kejahatan yang dilakukan orang-orang di rumah ini padanya. Tidak untuk dilaporkan, hanya untuk menggertak saja, supaya orang-orang dari keluarga Alexander itu tidak menyiksanya lagi. Tapi, dia bahkan tidak punya ponsel. Dia juga tidak tahu harus bagaimana? bukankah itu sama saja mengancam mereka? kalau seperti itu, bukankah Leo akan semakin mengamuk.

Bella menghela nafas panjang. Dia benar-benar tidak seberani itu. Kakaknya masih ada di genggaman Leo. Dia tidak mau kakaknya kenapa-kenapa.

"Selamat siang nona"

Bella terkejut, dia belum meminta penjaga membuka pintu. Tapi sudah ada seorang penjaga yang membuka pintu.

"Selamat siang"

Bella melangkah maju, tapi penjaga itu kembali bicara padanya.

"Di dalam ada pelayan bernama Rara, dia akan menjagamu. Kalau ada apa-apa, panggil saja dia!"

Bella terkejut, dia nyaris ingin menoleh. Tapi, penjaga itu bicara lagi.

"Jangan menoleh nona, terus berjalan maju. Kami disini untuk menjagamu!"

Bella sempat bingung. Tapi pada akhirnya dia maju. Penjaga itu, sebenarnya Bella juga belum pernah melihatnya. Dan pantas saja pintunya sudah terbuka sebelum dia minta tolong dibukakan. Tapi, siapa yang memerintahkan mereka menjaga Bella.

Bella terus melangkah dengan pikiran yang masih bingung.

'Kakak... tidak mungkin, bukankah kakak amnesia. Atau anak buah kakak? Kak Aditya' batin Bella menebak.

"Aku kira kamu akan kabur? ternyata memang tidak mau hidup susah!"

Suara Desy sudah menggema di depan pintu. Namun Bella hanya terus melangkah maju.

"Hehh, aku bicara padamu! kamu tulii!" pekik Desy marah.

Prangg

Tak hanya membentak, Desy juga melemparkan sebuah pajangan kaca di depan Bella.

Bella berhenti, dan dari wajahnya yang sedikit meringis. Jelas ada pecahan kaca yang mengenai kakinya.

"Ya ampun!" teriak seseorang yang langsung mengalihkan perhatian Desy dari Bella.

Sementara Bella masih diam disana. Jika dia maju, mungkin Desy akan melemparkan hal lain lagi.

"Nona Desy, astaga! apa yang nona Desy lakukan? itu pecahan kaca! kena nona ini. Kalau dia lapor polisi, nona Desy bisa di penjara. Di penjara itu mengerikan, nona!"

Desy mendengus kesal dan berdiri dari duduknya.

"Saat majikan bicara! siapa yang memberi ijin pelayan rendahan seperti kamu bicara. Kamu baru disini! kamu harus tahu. Saat kami, majikan di rumah ini melakukan apapun pada wanita pembawa siall, yang merupakan adik dari seorang pembunuhh ini. Kamu harus diam! kerjakan saja apa yang harus kamu kerjakan!" tegas Desy.

"Hah, adik pembunuhh? kalau dia adiknya pembunuhh, apa nona Desy tidak takut kakaknya marah kalau lihat adiknya di perlakukan seperti ini, lantas bunuhh nona Desy?" tanya Rara.

Ya, pelayan itu adalah Rara. Ted dan Rara adalah dua anak buah Aditya yang memang sengaja di masukkan ke dalam kediaman ini. Setelah sebelumnya menyingkirkan satu orang penjaga dan satu pelayan yang lain.

Mata Desy membelalak kesal.

"Kamu diam, pelayan bodohh! mana mungkin kakaknya yang pembunuhh itu bisa macam-macam. Dia sudah gilaa di penjara. Dia bahkan tidak tahu siapa dirinya...!"

"Wah, lebih parah lagi kalau gilaa, nona Desy! orang gilaa itu sikopat. Nanti cara membunuhnya bisa lebih ngeri. Di kampung dulu ada orang gilaa bunuh orang. Dimutilasi, di jual di pasar dagingnya..."

Mendengar ucapan Rara, Desy malah jadi merinding.

"Heh, diam kamu!" sela Desy marah.

Sangking marahnya, dia sampai lupa mau bicara apa pada Bella, tadi.

"Lagian nona, di rumah ini ada tuan muda Davin yang sangat tampan itu. Kalau dia tidak sengaja menginjak semua pecahan kaca ini, bagaimana?" tanya Rara mengalihkan perhatian Desy dan melambaikan tangannya di belakang punggung. Memberikan isyarat pada Bella untuk cepat pergi dari sana.

Desy mengernyitkan keningnya. Yang dikatakan Rara benar juga.

"Kamu cepat bersihkan itu! aku akan cegah Davin datang kemari!" kata Desy yang cepat-cepat pergi.

Sebenarnya Desy itu juga tidak pintar-pintar sekali. Dia paling rendah IQ-nya di bandingkan dua saudaranya yang lain.

"Terima kasih!" kata Bella pada Rara.

"Nona, saya Rara. Sebisa mungkin saya akan membantu nona"

"Siapa yang menyuruhmu...?"

"Rara! sudah dibersihkan belum?" pekik Desy dari ruangan tengah.

"Nona, cepat pergi. Masuk kamar. Nanti orang itu cari masalah lagi!" kata Rara.

Bella mengangguk dan segera ke kamarnya. Rara pun membersihkan semua pecahan kaca itu.

Bibi Okta yang melihat Bella pulang juga segera menghampiri Bella.

"Nona, maaf bibi sama sekali tidak bisa menjenguk nona saat, nona Bella di rumah sakit"

Bella mengangguk paham. Dia tahu, orang-orang di rumah ini tidak mungkin membiarkan bibi Okta.

"Tidak apa-apa bi!"

"Bibi obati luka di kaki itu ya. Oh ya non, kata Rara, dia akan membantu nona. Bibi senang mendengarnya. Akhirnya ada orang lain selain bibi yang tidak seberapa becus ini yang akan membantu nona Bella"

Bella tersenyum lirih. Dia jadi tidak enak pada bibi Okta. Sebenarnya yang lebih tidak becus itu dia. Dia tidak berdaya.

***

Bersambung...

1
Dew666
💎💎💎
❥ᴀʀ•ᵖυм𝕡ᛕ𝐢𝓷𝐀⃝🥀ᯓᡣ𐭩
plisss lanjut kk🤧
Noer: sabar, besok lagi 🤭
total 1 replies
❥ᴀʀ•ᵖυм𝕡ᛕ𝐢𝓷𝐀⃝🥀ᯓᡣ𐭩
takut dia di tangkap🤣
Noer: ho'oh betul tuh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
wah Bagas mau di coblos pake jarum besar sama Oscar seperti 🤔
mudah mudahan ada penolong 🤲
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: kasihan Kalau gak ada mah 🤭
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
jangan seyakin itu napa, nanti kecewa loh🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: iya 🤣🤣🤣
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
menang 🤔🤔
mimpi aja kamu Leo 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: iya mimpi aja dia🤭
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
setiap hari apa harus 🤔
Noer: ya anggap² cari kesibukan gitu kak 🤣
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
cemburu membuat bodoh gitu aja Thor 🤭🤣
Noer: cemburu itu tanda minder, kalau kata dilan mah
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
penasaran juga kamu Leo 🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kak Thor lidah q belibet kalau baca nama pengacaranya 🤭
Nicklas
niklas🙈
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: iya 🤣🤣🤣
total 4 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ya begitulah penjahat, kalau kebusukannya mau dibongkar ya pasti ngamuk² gak jelas, apa lagi dia sebenarnya tau kalau anaknya yang salah 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: boleh kak, biar gak bisa ngamuk² dia🤭
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
mungkin bagi pengacara Nicklas sudah biasa melihat orang bereaksi seperti Bima 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
satu ya bukan saya 🤭
Noer: iya ampun dah
total 3 replies
partini
wah bahaya juga yah ketahuan kalau pura pura
Noer: tenang kak, aku tak akan membiarkan sandiwara itu terbongkar ha ha ha ha ha ha a
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
sok baik kamu Des 🤣🤭
Noer: seblak aja yang murah kak 🤭
total 3 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
gak mau meninggalkan kesan buruk, tapi kelakuannya buruk sekali kau Vivian 🤭
Noer: itulah ya kak, kadang gitu tuh kalau horang keyong
total 3 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kirain mau bilang jangan sedih Rachel nanti Tante beliin yg baru 🤭
Noer: iya kan ya
total 3 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ngapain coba Ginting disini, bukannya main badminton sana 🤭
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 3 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kapok🤣
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: iya 🤭
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Rara ada aja kamu , mana mungkin mereka mengaku kena azab🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: iya bener banget 🤣🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!