NovelToon NovelToon
Tahta Darah Sembilan Cakrawala

Tahta Darah Sembilan Cakrawala

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

Di Benua Awan Gelap, yang kuat dihormati bagai dewa, dan yang lemah diinjak bagai semut. Shen Yuan, seorang pemuda dengan pembuluh nadi bawaan yang cacat, hidup dalam kehinaan di sudut kota terpencil. Namun, takdirnya berubah ketika kepingan darah dari masa purbakala menyatu dengan jantungnya, memberikannya warisan "Jalan Iblis Penelan Surga".

Dari seorang buangan, ia melangkah di atas lautan darah dan gunung tulang. Ia akan menantang keangkuhan para putra langit, menghancurkan sekte-sekte berusia ribuan tahun, dan menguak tabir kebohongan para dewa yang bertahta di Sembilan Cakrawala. Ini adalah kisah tentang fana yang menggugat takdir, selangkah demi selangkah menuju keabadian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bentrokan di Paviliun

Ruangan tertutup yang dipenuhi aroma dupa cendana itu mendadak terasa sekecil sangkar burung. Kepingan-kepingan kayu jati dari pintu yang ditendang hancur berserakan di atas karpet sutra.

Pemuda berpakaian sutra putih itu berjalan masuk dengan kipas lipat di tangannya, dagunya terangkat tinggi menantang langit. Di dada kirinya, tersulam benang emas membentuk lambang dua pedang bersilang—lambang dari Keluarga Lin, salah satu kubu tiran yang memiliki pengaruh besar di Kota Bintang Jatuh.

"Seribu keping emas untuk dua puluh butir Pil Darah Murni. Anggap saja sisa sembilan ratus keping emas itu sebagai sedekah dari Tuan Muda ini untuk membelikanmu pakaian yang lebih layak, Pengemis," cibir pemuda itu, Lin Chen. Ia melempar sebuah kantong kulit berisi kepingan emas ke atas meja kayu cendana, tepat di depan Mutiara Darah yang memancarkan kilau merah delima.

Wajah Master Yao berubah sangat jelek. Urat nadi di pelipis penilai tua itu berkedut karena amarah, namun ada kilatan ketakutan yang tertahan di matanya.

"Tuan Muda Lin Chen! Ini adalah Paviliun Seribu Ramuan! Kami beroperasi di bawah perlindungan Balai Lelang Bintang Jatuh. Tindakan Anda yang memaksa merampas barang pelanggan kami dengan harga hina benar-benar merusak kehormatan kami!" protes Master Yao, memaksakan keberaniannya. Tiga ribu keping emas per butir yang ia tawarkan saja sudah merupakan harga teman; dua puluh butir bernilai enam puluh ribu keping emas! Dan pemuda arogan ini ingin merampasnya dengan seribu keping emas? Ini bukan tawar-menawar, ini adalah perampokan di siang bolong!

Lin Chen hanya mendengus geli. Ia melipat kipasnya dengan bunyi klak yang nyaring. "Master Yao, kau sudah tua. Matamu pasti sudah rabun. Paviliunmu memang dilindungi oleh Balai Lelang, tetapi apakah mereka akan repot-repot menghancurkan kerja sama dengan Keluarga Lin hanya demi seorang pengelana gembel yang tidak memiliki latar belakang? Aku hanya mengambil apa yang pantas untukku."

Dua pengawal bertubuh kekar di belakang Lin Chen melangkah maju. Hawa murni mereka meledak secara bersamaan, menekan udara di dalam ruangan. Keduanya berada di Ranah Penempaan Raga Lapisan Kedelapan! Aura penindasan dari dua ahli tingkat tinggi itu membuat Master Yao, yang hanya seorang ahli peramu pil fana di Lapisan Kelima, kesulitan bernapas dan jatuh terduduk di kursinya.

Namun, di tengah badai hawa murni yang mencekik itu, pemuda berjubah abu-abu kusam yang duduk di seberang meja bahkan tidak berkedip.

Shen Yuan dengan tenang menyingkirkan kantong emas milik Lin Chen hingga jatuh ke lantai. Ia lalu mengambil satu butir Mutiara Darah dari atas meja, memutarnya di antara jari telunjuk dan ibu jarinya, sama sekali mengabaikan keberadaan Lin Chen.

"Master Yao," suara Shen Yuan mengalun datar dan sedingin es, memecah kesombongan Lin Chen. "Kesepakatan kita tadi belum selesai. Sepuluh Batu Roh Tingkat Rendah untuk satu butir. Total dua ratus Batu Roh untuk semuanya. Keluarkan pembayarannya sekarang."

Ruangan itu hening sesaat.

Wajah Lin Chen seketika berubah menjadi merah padam karena amarah. Sebagai Tuan Muda Keluarga Lin, tidak pernah ada seorang pun di generasi muda Kota Bintang Jatuh yang berani mengabaikannya seperti udara kosong, apalagi seorang pengelana kumal!

"Kau mencari mati! Hancurkan kedua lengannya dan robek mulutnya!" raung Lin Chen, menunjuk ke arah Shen Yuan dengan kipas lipatnya yang tertutup.

Salah satu pengawal Lapisan Kedelapan menyeringai buas. Ia melesat maju bagaikan harimau lapar. Tangan kanannya yang berotot besar membentuk cakar elang yang diselimuti oleh hawa murni berwarna perak, mengincar bahu Shen Yuan untuk mematahkan tulang selangkanya dalam satu tarikan.

"Mati kau, Tikus Kecil!"

Jarak di antara mereka sangat sempit. Di mata Master Yao, pemuda malang itu pasti akan cacat seumur hidup dalam sekejap mata.

Namun, yang terjadi selanjutnya membekukan aliran waktu di ruangan tersebut.

Saat cakar perak yang mengandung kekuatan puluhan ribu kati itu hendak merobek bahunya, Shen Yuan hanya perlahan mengangkat tangan kirinya. Ia tidak menoleh. Ia tidak memancarkan ledakan hawa murni yang menyilaukan. Ia hanya menangkap pergelangan tangan pengawal raksasa itu dengan cengkeraman lima jarinya.

Baaam!

Gelombang udara menyapu debu di ruangan, namun tangan pengawal itu berhenti total di udara. Tidak peduli seberapa keras otot pengawal itu menegang, atau seberapa gila hawa murni peraknya berputar, tangannya tidak bisa maju walau hanya seukuran rambut!

"K-Kekuatan apa ini...?!" Mata pengawal itu terbelalak lebar, memancarkan kengerian yang tak terlukiskan. Cengkeraman tangan Shen Yuan terasa seperti jepitan dua gunung besi.

Shen Yuan akhirnya memalingkan wajahnya perlahan, menatap pengawal itu dari balik tudung jubahnya. Matanya yang hitam pekat menyimpan kedalaman jurang Sembilan Neraka. Kulit di balik lengan bajunya memancarkan kilau emas gelap yang sangat samar.

"Kau terlalu berisik," bisik Shen Yuan.

Krek!

"Aaarrrghhh!"

Jeritan histeris memecahkan guci-guci porselen di sudut ruangan. Shen Yuan hanya memelintir pergelangan tangan pengawal itu dengan santai. Tulang lengan pengawal di Lapisan Kedelapan itu patah menjadi beberapa bagian, serpihan tulangnya bahkan menembus keluar dari kulitnya!

Tanpa melepaskan cengkeramannya, Shen Yuan mengayunkan kaki kanannya, menendang perut pengawal itu.

Bum!

Tubuh seberat dua ratus kati itu terlempar ke udara bagaikan karung gandum yang ditabrak kereta kuda, menghancurkan sisa-sisa pintu kayu jati, dan terhempas ke lantai dasar paviliun dengan suara dentuman mengerikan. Pengawal itu pingsan seketika, memuntahkan darah segar bercampur serpihan gigi.

Ruang tertutup itu kini sunyi senyap, hanya menyisakan suara napas berat dari pengawal kedua dan Lin Chen yang gemetar hebat.

Mengalahkan ahli Lapisan Kedelapan dengan satu gerakan sederhana tanpa menggunakan jurus hawa murni... Iblis macam apa yang bersembunyi di balik jubah abu-abu kusam ini?!

Pengawal kedua yang tersisa menelan ludah. Keringat dingin sebesar biji jagung mengucur di dahinya. Ia menyadari bahwa pemuda di depannya ini adalah sosok yang sangat kejam, mungkin seorang jenius sekte tersembunyi yang sedang menyamar untuk mengasah pengalaman duniawinya.

"K-Kau... beraninya kau... Keluarga Lin tidak akan mengampunimu!" Lin Chen melangkah mundur, kakinya tersandung kaki meja, membuat kipas lipatnya terjatuh. Wajah angkuhnya telah hilang tanpa sisa.

Shen Yuan berdiri dari kursinya. Ia memancarkan secuil dari aura pembantaian yang ia kumpulkan dari merenggut ratusan nyawa di Hutan Kabut Beracun dan Kota Debu Merah. Hawa dingin yang mutlak membekukan darah Lin Chen.

"Satu kata lagi keluar dari mulutmu, dan aku akan menjadikan lidahmu sebagai pakan anjing liar di jalanan sana," ucap Shen Yuan dengan suara sedatar permukaan danau es.

Lin Chen menutup mulutnya rapat-rapat. Ia bisa merasakan bahwa pemuda ini tidak sedang menggertak. Jika ia membantah, kepalanya benar-benar akan terlepas dari lehernya. Ia segera memberi isyarat kepada pengawal keduanya, lalu lari terbirit-birit keluar dari ruangan, turun ke lantai bawah untuk memungut pengawalnya yang terluka parah, dan kabur dari Paviliun Seribu Ramuan.

Shen Yuan mendengus pelan, menatap kepergian mereka dengan pandangan meremehkan. Tikus-tikus kecil seperti itu bahkan tidak layak untuk memancing Nadi Iblis Penelan Surganya.

Ia menoleh kembali ke arah Master Yao yang masih duduk membeku, mulutnya sedikit terbuka karena terguncang.

"Master Yao, mari kita selesaikan urusan kita. Apakah Paviliun Seribu Ramuan bermaksud membatalkan kesepakatan karena takut pada Keluarga Lin?" tegur Shen Yuan pelan, kembali duduk di kursinya.

Kata-kata itu menyadarkan Master Yao. Ia buru-buru berdiri dan membungkuk hormat, keringat membasahi jubah bangau putihnya.

"T-Tentu saja tidak, Tuan Muda! Balai Lelang Bintang Jatuh tidak pernah takut pada kubu tiran mana pun! Saya hanya... terkejut dengan kehebatan Tuan Muda," ucap Master Yao dengan nada yang kini sangat berhati-hati dan penuh hormat. Ia tahu, di dunia ini, kekuatan adalah raja.

Master Yao segera mengambil botol giok berisi Mutiara Darah itu. Ia kemudian merogoh saku jubahnya dan mengeluarkan sebuah kantong kecil yang terbuat dari kain sutra emas yang sangat halus. Kantong itu memancarkan riak hukum ruang yang sangat tipis.

"Ini adalah Kantong Qiankun tingkat rendah, Tuan Muda. Di dalamnya terdapat sebuah ruang hampa sebesar lemari pakaian, dan saya telah menaruh tepat dua ratus Batu Roh Tingkat Rendah di dalamnya. Anggaplah Kantong Qiankun ini sebagai tambahan hadiah dari kami atas ketidaknyamanan yang Tuan Muda alami barusan," ujar Master Yao sambil menyodorkan kantong tersebut dengan kedua tangannya.

Mata Shen Yuan sedikit berbinar. Kantong Qiankun! Di Kota Debu Merah yang miskin, pusaka ruang semacam ini hanya dimiliki oleh segelintir ahli sekelas Tetua Agung. Tidak disangka di kota ini, sebuah Paviliun Ramuan bisa memberikannya sebagai pemberian cuma-cuma.

Shen Yuan menerima Kantong Qiankun tersebut. Ia mengalirkan sedikit hawa murninya ke dalam sutra emas itu, dan kesadarannya langsung terhubung dengan sebuah ruang kosong berukuran sekitar dua tombak persegi. Di sudut ruangan hampa tersebut, tertumpuk rapi dua ratus keping batu seukuran ibu jari yang memancarkan cahaya putih susu.

Itu adalah Batu Roh! Batu yang mengandung hawa murni langit dan bumi yang sangat kental, jauh lebih berharga daripada emas fana, dan merupakan mata uang utama di antara para pendekar tingkat atas.

"Kesepakatan yang memuaskan," Shen Yuan mengangguk, menarik kembali hawa murninya. Kantong Qiankun itu ia ikat dengan aman di balik jubahnya.

"Jika saya boleh tahu, Tuan Muda," Master Yao memberanikan diri untuk bertanya, "Apakah Tuan Muda datang ke kota ini untuk menghadiri Pelelangan Agung yang akan diadakan oleh Balai Lelang Bintang Jatuh tiga hari lagi?"

Langkah Shen Yuan terhenti sejenak di ambang pintu yang rusak. "Pelelangan Agung?"

"Benar, Tuan Muda," Master Yao mengangguk cepat. "Pelelangan ini diadakan hanya sepuluh tahun sekali. Konon, kali ini Balai Lelang akan mengeluarkan beberapa harta karun legendaris dari reruntuhan purba. Banyak pendekar tangguh dari berbagai benua datang ke mari. Jika Tuan Muda berminat, dengan kekayaan Batu Roh di tangan Tuan Muda saat ini, Anda berhak mendapatkan kursi di Aula Perunggu."

Shen Yuan tersenyum misterius di balik tudungnya. Sepuluh tahun sekali... Waktu yang sangat pas. Sepuluh tahun yang lalu adalah saat ayahnya dibunuh dan peta makam itu dirampas oleh utusan dari Balai Lelang ini. Apakah ini sebuah kebetulan dari takdir, ataukah benang merah sebab-akibat yang sengaja ditarik?

"Aku akan hadir," jawab Shen Yuan pelan.

Tanpa menoleh lagi, Shen Yuan melangkah turun, meninggalkan Paviliun Seribu Ramuan, dan kembali membaur ke dalam lautan manusia di Kota Bintang Jatuh. Tiga hari. Ia memiliki waktu tiga hari untuk memulihkan diri, memahami seluk-beluk kota tiran ini, dan bersiap menyusup ke dalam sarang naga yang telah merenggut nyawa ayahnya.

1
Bucek John
kiankun kepala keluarga Lin disio siokan, gak ditoleh, padahal harta sdh jelas byk sekali n harta klan lin gak diambil, sia sia harta menang prang..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!