NovelToon NovelToon
GAMON

GAMON

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:447
Nilai: 5
Nama Author: Vianza

"Cintai aku sekali lagi."

(Cuma enam suku kata. Tapi beratnya kayak batu nisan.
Kata siapa yang ngomong? Keana ke Bima? Atau Bima yang dulu, yang masih gamon, yang masih berharap? Dua-duanya bisa.
Itu celanya. Itu bagusnya.)

---

"Peluk hangat untukmu yang selalu berusaha paham akan aksaraku, aku belajar bahwa kolaborasi bisa datang dari mana saja-bahkan dari algoritma yang dirancang untuk memahami bahasa."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vianza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Keana Mengejar Bayangan

...GAMON...

...Bab 11: Keana Mengejar Bayangan...

...POV Keana...

---

Seminggu Sejak Pertemuan di Mal

Keana nggak bisa tidur.

Setiap kali pejam mata, yang muncul wajah Bima. Bukan Bima yang dulu—yang masak sop iga, yang nungguin dia pulang, yang ngirim pesan "love you" setiap malam. Tapi Bima yang baru. Bima yang beda. Bima yang bilang "Gue udah maafin lo, Kean. Tapi maaf aja nggak cukup buat balikin apa yang udah hancur."

Kata-kata itu muter di kepala. Kayak lagu rusak. Kayak alarm yang nggak bisa dimatiin.

Dia bangun. Duduk di tepi kasur. Kost lama masih gelap. Retakan di langit-langit masih ada—setia menemani, seperti pengingat bahwa ada yang pernah peduli, dan dia biarin pergi.

Ponsel. Refleks.

Jari-jarinya bergerak tanpa perintah otak. Membuka Instagram. Mengetik di kolom pencarian.

@bima_pratama

Akun itu muncul. Foto profil Bima—foto dirinya sendiri, di gym, senyum tipis. Bukan lagi foto berdua mereka.

Dulu, foto profilnya adalah foto mereka berdua. Keana yang ngambil, waktu liburan di Bandung. Bima tidur di pangkuannya, dia selfie dari atas. Bima marah-marah pas tahu fotonya dipajang, tapi akhirnya diemin. "Yang penting lo seneng," katanya.

Sekarang? Foto itu udah hilang. Diganti dengan dirinya sendiri. Sendiri. Tapi keliatan lebih... damai.

Keana scroll. Postingan demi postingan.

Postingan 1: Foto Bima di kantor, pake jas, rapi banget. Caption: "New chapter, new energy. Let's go!" Like 2.345. Komentar 128.

Postingan 2: Foto Bima lagi belajar, buku-buku di meja, laptop, segelas kopi. Caption: "Late night study. MBA is no joke. But I'm loving it." Like 1.987. Komentar 76. Salah satu komentar dari akun cewek: "Kak Bima ganteng banget kalo lagi fokus." Dibalas Bima: "Haha makasih. Semangat juga belajarnya."

Postingan 3: Foto Bima dan Rina. Di kafe. Mereka tersenyum. Rina pegang gelas, Bima lihat ke arahnya. Caption: "Date night with my favorite person. Happy to have you." Like 4.567. Komentar 312.

Keana berhenti di postingan itu.

Mata nempel di layar. Napas tertahan.

Mereka bahagia. Beneran bahagia. Bukan bahagia palsu kayak yang dulu dia pamer sama Andra. Tapi bahagia yang keliatan dari mata. Dari cara Bima lihat Rina. Dari cara Rina duduk di sampingnya, natural, nggak kaku.

Dia baca komentar-komentar.

"Ih sweet banget kalian!"

"Pasangan serasi!"

· "Cie yang lagi jatuh cinta!"*

"Langgeng terus ya, Kak!"

"Rina beruntung banget punya Bima."

Rina beruntung.

Dulu, orang juga bilang dia beruntung. Tapi dia nggak pernah ngerasa. Dia kira itu biasa. Dia kira Bima akan selalu ada.

Sekarang Bima ada di samping orang lain. Dan dia? Dia cuma mantan yang nge-stalk di medsos jam 2 pagi.

Keana taruh ponsel. Tarik napas. Tangan diletakin di dada—jantung berdetak kencang. Sakit.

Kenapa aku sakit?

Dia udah nggak punya aku. Aku juga udah nggak punya dia.

Terus kenapa rasanya kayak kehilangan lagi?

---

Pagi – Pukul 07.00

Keana bangun dengan mata sembab. Lingkaran hitam di bawah mata makin dalem. Badan lemes.

Dia paksa diri mandi. Makan roti dikit. Minum kopi.

Tapi pikirannya nggak di situ. Pikirannya di ponsel. Di foto itu. Di senyum Bima yang sekarang bukan buat dia.

Dia buka ponsel lagi. Refleks.

Postingan baru Bima. 10 menit yang lalu. Foto sarapan—nasi uduk, telur, kerupuk. Caption: "Sarapan favorit. Makasih yang udah masakin."

Yang masakin pasti Rina.

Rina masak buat Bima. Dulu, dia yang selalu dimasakin. Sekarang dia yang masakin—buat orang lain.

Keana letakkan ponsel. Tutup muka dengan bantal.

Berhenti, Kean. Berhenti!

Tapi dia nggak bisa.

---

Siang – Kantor

Keana duduk di meja kerja. Layar komputer nyala, tapi matanya kosong. Maya dateng, bawa kopi.

"Lo kayak mayat hidup."

Keana nggak jawab.

Maya duduk di kursi tamu. Tatap Keana tajam.

"Kean, lo masih stalk dia?"

Keana diem. Tapi diam itu jawaban.

Maya hela napas. Panjang.

"Kean, lo harus berhenti."

"Aku tahu."

"Tapi?"

"Tapi aku nggak bisa." Suara Keana pecah. "Aku coba, May. Tiap hari aku bilang berhenti. Tapi tiap malem, tangan aku ngetik sendiri namanya. Aku buka IG, liat fotonya, liat dia sama Rina, liat dia bahagia—dan aku... aku hancur."

Maya tatap dia. Nggak ada marah di matanya. Cuma sedih.

"Lo tahu kenapa lo hancur?"

Keana geleng.

"Karena lo nggak bisa move on. Tapi move on itu bukan tentang dia, Kean. Tentang lo. Tentang lo berhenti ngejar bayangan."

"Bayangan?"

"Iya. Bima sekarang udah bukan Bima yang dulu. Dia udah beda. Dan lo? Lo masih ngejar Bima yang lama. Yang dulu sayang lo. Yang dulu masakin lo. Yang dulu nungguin lo."

Maya berhenti. Napas.

"Tapi Bima yang itu udah mati, Kean. Dia mati pas lo tinggalin di angkringan. Sekarang yang hidup adalah Bima yang baru. Yang nggak lagi buat lo."

Keana diem. Air mata jatuh.

"Aku tahu, May. Tapi aku—"

"Lo gamon. Tapi bukan karena cinta. Karena ego."

Keana tersentak.

"Apa?"

"Lo gamon karena lo nggak terima dia bahagia tanpa lo. Lo gamon karena lo pengen jadi yang paling berkesan di hidup dia. Lo gamon karena lo kira cuma lo yang bisa bikin dia hancur atau bahagia."

Maya tatap dia. Lembut tapi tegas.

"Itu ego, Kean. Bukan cinta."

Kata-kata itu menggantung di udara.

Keana nggak bisa jawab. Karena di dalam hati yang paling dalam, dia tahu Maya benar.

---

Sore – Pulang Kerja

Keana naik taksi. Macet. Jakarta sore, langit mulai gelap.

Pikirannya ke mana-mana. Ke Maya. Ke kata-kata itu. Ke ego. Ke cinta.

"Lo gamon karena ego."

Apa benar?

Dia pikir lagi. Semua yang dia rasain belakangan ini. Sakit lihat Bima sama Rina. Sakit lihat Bima bahagia. Sakit lihat Bima move on.

Tapi pas Bima hancur dulu—pas dia tinggalin—dia nggak sakit. Dia malah lega. Dia pikir itu yang terbaik.

Jadi kalau dia bener-bener cinta, kenapa pas Bima hancur dia nggak sakit? Kenapa pas Bima hancur dia malah ninggalin?

Tapi pas Bima bahagia sama orang lain, dia baru sakit?

Itu ego.

Bukan cinta.

Keana tutup mata. Air mata panas mengalir di pipi.

---

Malam – Kost Keana

Dia buka laptop. Buka file lama. Foto-foto Bima. Foto-foto mereka.

Dia liat satu per satu. Bima tidur di pangkuannya. Bima lagi masak, muka belepotan tepung. Bima tidur di sofa, rambut acak-acakan. Bima pegang tangan dia di pantai—satu-satunya liburan mereka.

Dia senyum. Nangis. Senyum lagi.

Lalu dia buka folder lain. Foto-foto Andra. Foto di restoran mewah. Foto di apartemen. Foto dengan barang-barang mahal.

Dia liat itu. Dan dia nggak ngerasa apa-apa. Kosong.

Dua dunia. Dua pria. Dua pilihan.

Dan dia milih yang salah.

Dia tutup laptop. Ambil ponsel. Buka Instagram.

Postingan baru Bima. 30 menit lalu. Foto Rina lagi tidur di sofa, dipeluk bantal. Caption: "Lelah abis lembur. Tapi cantiknya nggak ilang."

Love dari Rina di kolom komentar: "I love youuu"

Keana baca itu. Dan untuk pertama kalinya, dia nggak sakit.

Dia cuma... sedih. Sedih yang aneh. Kayak kehilangan sesuatu yang memang udah bukan miliknya.

Dia taruh ponsel. Matikan lampu.

Gelap.

Di gelap itu, dia berbisik pada dirinya sendiri.

"Move on, Kean. Bukan buat dia. Tapi buat kamu."

---

Bersambung ke Bab 12: Bima dan Rina

---

...📝 Preview Bab 12:...

Bima dan Rina makin dekat. Mereka mulai membicarakan masa depan. Tapi di sela-sela kebahagiaan itu, Bima masih menyimpan luka lama—yang kadang muncul tanpa diundang.

Sementara Keana mulai belajar melepaskan. Tapi melepaskan tidak semudah mengucapkannya.

Bab 12: Bima dan Rina—segera!!!

---

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!