NovelToon NovelToon
Silk&Steel: Cinta Dalam Kontrak Berbahaya

Silk&Steel: Cinta Dalam Kontrak Berbahaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Psikopat / CEO / Romantis / Mafia / Romansa / Nikah Kontrak
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Cerrys_Aram

Elara Vance mengira hidupnya di London akan tenang setelah lulus kuliah seni. Namun, satu kesepakatan rahasia ayahnya menyeret Elara ke dunia Julian Moretti—pengusaha muda dengan pengaruh luar biasa yang gerak-geriknya selalu dipenuhi misteri. Demi melindungi keluarganya, Elara setuju untuk masuk ke dalam sebuah pernikahan kontrak.

​Julian itu dingin dan penuh kendali, namun ia memiliki satu aturan: tidak boleh ada yang menyentuh Elara selain dirinya. Di balik kemewahan mansion Moretti, Elara harus mencari tahu siapa pria itu sebenarnya, sambil menyembunyikan cincin rahasia di jarinya yang menjadi tanda bahwa ia adalah milik sang penguasa bayangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerrys_Aram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: LABIRIN PARA PENGKHIANAT

Udara di stasiun Green Park terasa apek dan menyesakkan. Elara menatap pria di depannya—pria yang baru saja menyelamatkannya, atau mungkin, baru saja menangkapnya kembali.

"Ikut aku, Elara. Jangan buang waktu," ucap pria itu sambil menarik lengan Elara menuju lorong gelap yang menuju ke jalur Victoria Line.

Elara mengikuti, namun matanya tidak berhenti mencari celah. Ia sadar, pria ini tahu terlalu banyak. Dia tahu soal frekuensi biometrik, dia tahu soal proyek Silk & Steel, dan dia tahu persis di mana harus menemukan Elara di kota seluas London. Ini bukan sekadar kebetulan; ini adalah perburuan terencana.

"Siapa kau sebenarnya?" tanya Elara sambil mengatur napasnya yang memburu.

Pria itu menoleh sedikit, bekas lukanya tampak lebih dalam di bawah lampu neon yang berkedip. "Namaku Kael. Dan jika kau ingin tetap hidup untuk menanyakan pertanyaan lain, kau harus berhenti bicara dan mulai berlari."

Langkah kaki berat bergema dari arah eskalator utama. Julian. Elara bisa merasakannya. Kehadiran Julian seperti gravitasi yang menariknya kembali ke pusat badai. Namun, dari arah berlawanan—jalur keluar darurat—suara klik senjata terdengar. Orang-orang Silas.

Elara dan Kael terjebak di tengah.

"Mereka mengepung kita," bisik Kael. Ia menarik sebuah pistol kecil dari balik jaketnya. "Saat aku mulai menembak, kau lari ke arah terowongan kereta. Jangan berhenti sampai kau menemukan pintu pemeliharaan bertanda merah."

Elara menatap Kael, lalu menatap pistol itu. Dia ingin menggunakan aku sebagai umpan untuk menarik Julian keluar, batin Elara. Instingnya berteriak bahwa Kael tidak lebih baik dari Julian. Baginya, Elara hanyalah "hulu ledak" yang harus diamankan.

BUM!

Suara ledakan kecil dari granat cahaya membutakan lorong. Julian masuk dengan kecepatan yang menakutkan, menembak tepat ke arah posisi Kael. Kael membalas tembakan sambil menarik Elara ke balik pilar beton.

"Elara! Kemari!" suara Julian menggelegar di antara suara tembakan. Ada nada keputusasaan yang jarang terdengar dari pria itu.

Di saat itulah, Elara melihat kesempatannya.

Di samping pilar tempat mereka bersembunyi, terdapat sebuah tuas darurat untuk mematikan aliran listrik rel kereta. Tanpa pikir panjang, Elara tidak lari ke arah Julian, dan tidak mengikuti perintah Kael.

Ia menarik tuas itu sekuat tenaga.

Crrrttttt!

Percikan api listrik raksasa meledak di sepanjang rel, menciptakan kegelapan total di stasiun bawah tanah tersebut. Sistem lampu cadangan yang redup mulai menyala, namun itu cukup memberikan waktu bagi Elara.

Ia tidak lari ke terowongan. Ia justru memanjat ke atas gerbong kereta yang sedang berhenti karena mati listrik. Dari ketinggian itu, ia melihat Julian dan Kael sedang terlibat perkelahian fisik yang brutal di lantai bawah. Dua predator yang terlalu sibuk memperebutkan mangsa hingga lupa memperhatikan mangsanya sendiri.

"Kalian berdua sama saja!" teriak Elara dari atas gerbong, suaranya bergema di stasiun yang sunyi. "Julian, kau menciptakan penjara ini. Kael, kau hanya ingin kuncinya. Aku bukan milik siapa-siapa!"

Elara melompat ke arah balkon pemeliharaan di sisi lain terowongan—jalur yang ia sadari saat ia memanjat tadi. Ia berlari masuk ke dalam lorong sempit yang biasanya hanya digunakan oleh teknisi.

Di dalam lorong yang hanya diterangi lampu merah redup, Elara terus berlari hingga kakinya terasa seperti akan patah. Ia menemukan sebuah tangga besi menuju permukaan. Ia memanjatnya dengan sisa tenaga terakhir.

Begitu ia berhasil membuka lubang got dan keluar, ia mendapati dirinya berada di gang kecil di balik jalanan Mayfair—ironisnya, tidak jauh dari tempat pelariannya bermula, namun kali ini ia berada di wilayah yang berbeda.

Ia melihat sebuah taksi tua yang sedang berhenti untuk menurunkan penumpang. Elara segera menghampirinya.

"Tolong, bawa aku ke pelabuhan. Sekarang," ucap Elara sambil menyerahkan kalung berliannya—benda terakhir yang ia bawa dari mansion—ke tangan sopir taksi yang tertegun.

"Nona, ini terlalu mahal untuk sekadar ongkos ke pelabuhan," ucap sopir itu bingung.

"Ambil saja. Pergi sekarang sebelum mereka menemukanmu denganku!"

Taksi itu melesat pergi. Elara menyandarkan kepalanya di jok mobil yang bau rokok, namun terasa seperti kebebasan paling murni yang pernah ia rasakan. Ia tahu Julian dan Kael akan segera menyadari ke mana ia pergi.

Pelabuhan adalah satu-satunya tempat transaksi besar yang Silas sebutkan tadi.

Elara tidak lagi melarikan diri untuk sembunyi. Ia menuju ke pusat konflik. Jika dia adalah kuncinya, maka dia yang akan menentukan siapa yang boleh membuka pintunya—atau apakah dia akan menghancurkan pintunya sama sekali.

Namun, saat ia menatap jendela, ia melihat sebuah titik merah kecil berkedip di pantulan matanya sendiri. Bukan di cincin, bukan di tengkuk. Titik itu berada di dalam pupil matanya.

Chip itu tidak hanya di tengkuk, batin Elara dengan ngeri. Julian... apa yang sebenarnya kau lakukan padaku?

1
YuWie
wis pasraho wae elara..
YuWie
hmm latar cerita luar negri ya
Cerrys_Aram: Iya, tadinya konsepnya Indo. Tapi setelah dipikir lagi, konflik dan karakternya lebih cocok kalau latarnya luar negeri.
total 1 replies
YuWie
mulai baca
Arifinnur12
Keren sih iniiiii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!