Leana putri tunggal seorang pengusaha yang tidak pernah terekspos, sehingga dia di kenal sebagai anak orang miskin yang masuk ke tempat elit demi menaikkan derajat. Menjadi pacar seorang anak miliyader membuatnya menjadi pusat perhatian, Reno putra ke tiga dari keluarga ternama di kotanya, Ketika berkunjung kerumah sang pacar dia mendapati teman baiknya sedang berduaan. Meminta pertanggung jawaban namun tak di hiraukan Reno.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhe vi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8
Semakin lama aku dan Ray semakin dekat. Aku merasa benar-benar di manjakan olehnya, mungkin karena dia yang lebih dewasa atau karena aku yang terlalu nyaman bersama dirinya.
Setiap kali ada kesempatan kami akan selalu bertemu, walaupun hanya sekedar makan siang ataupun makan malam.
Ketika mengantarku pulang, tante Mia selalu menggoda dirinya hingga Ray merasa risih dengan semua godaan tante Mia, sejak tinggal bersama tante aku mulai melupakan masalaluku walaupun terkadang aku masih merasa bahwa aku adalah wanita kotor yang tidak pantas untuk siapapun, dan akhir-akhir ini jumlah pengikutku di sosmed semakin bertambah karena tanteku yang selalu mempromosikan desainnya.
Setiap desain yang mama dan tanteku buat hanya ada satu, sehingga orang-orang memperebutkannya.
Ada satu nama yang membuatku tidak tenang, Melinda meminta ku untuk memfolow balik dirinya.
[Masih hidup kamu? Ayo coba follow balik aku]. Permintaan pesannya pada sosmedku
[haa, jadi model sekarang, apa tidak rugi mereka membayarmu yang kotor itu].
[sok cantik, miskin saja banyak tingkah].
[hasil foto editan kok di pajang? Keluar negeri hasil dari jual diri ya, ih malu banget].
Semua pesan yang Melinda kirimkan hanya ku baca, namun Ray yang merasa lain pada diriku langsung merebut ponselku dimana aku sedang membaca semua pesan dari Melinda.
"Cih wanita murahan ini". Marahnya setelah membaca semua pesan Melinda.
"Ray sudah biarkan saja. Aku tidak menanggapinya juga kok".
"Bagaimanapun dia sudah mengganggu kamu, coba sini ku lihat akunnya".
"Lihat".
Ray memperlihatkan foto-foto yang Melinda bagikan, ternyata dia lebih parah dari pada yang ku kira. Dia sering mengupload dirinya bersama Reno, namun terkadang dia membagikan foto-foto dirinya saat di klub malam.
"Dia masih sama Reno?". Tanyaku pada Ray.
"Tidak tau, aku tidak mengurusi pria bajingan seperti itu".
"Jangan begitu dia kan adik mu juga".
"Adik?". Katanya heran, dan aku mengangguk
"Aku sudah lama mau cerita ini sama kamu".
"Apa itu Ray".
"Reno itu bukan adikku dan kak Asael, dia anak dari selingkuhan ayahku, ibunya menjebak ayah ketika di yacth dan tidak lama setelahnya dia bilang bahwa dia hamil. Pada akhirnya ayah bertanggung jawab pada anaknya tapi tidak menikahi jalang itu".
Aku menutup mulutku.
pantas saja Reno dulu bilang dia anak satu-satunya, ternyata dia hanyalah anak yang di bawa dari hasil di jebak oleh seorang wanita penghibur.
"Aku diam-diam mengetes dna ayah dan dia apa kamu mau tahu hasilnya".
"Anak dan orang tua?". Ray menggelengkan kepalanya.
"Jadi dia bukan anak ayah kamu". Dia mengangguk
Aku merasa bersyukur telah berpisah dari Reno, jika aku menikah dengannya mungkin sekarang aku akan seperti wanita yang aku temui saat aku berlibur, tapi aku benar-benar menyesal kehilangan kehormatan dari pria seperti itu.
Maka aku putuskan aku tidak akan menikah dan tidak akan mengecewakan suamiku karena aku bukan seorang wanita yang harusnya menjaga kehormatannya.
"Melamun lagi". Tegur Ray
"Tidak apa, hanya saja aku nggak menyangka".
"Sudah jangan fikirkan pria brengsek itu. Bulan depan kak Asael akan menikah, kamu mau temani aku pulang?". Ajaknya dengan lembut
"Aku fikir-fikir dulu ya Ray".
"Kabarin saja kalau kamu ikut aku pulang, aku juga sudah izin sama orang tuamu".
"Eh sama mama ayah?".
Ray mengangguk. Jika sudah begini apa aku harus pergi menemani Ray, entah bagaimana nanti jika aku bertemu dengan Ray dan Melinda.
Sepulangnya Ray aku mencoba menelpon mama untuk memastikan apa Ray benar-benar sudah izin dengan orang tuaku.
(Mama). Panggilku ketika telponku di angkat
(Iya sayang. Tumben kamu telpon mama).
(Katanya Ray ada izin sama mama).
(Iya, mama sama ayah juga dapat undangan, rencananya kami mau ajak kamu, eh Ray nya mau ajak kamu duluan, ya sudah mama sama ayah izinkan).
(Kok nggak tanya Lea dulu sih ma).
(Kamu pasti menolak karena ada mereka berdua kan).
Aku terdiam perkataan mama benar, aku spontan akan menolak ajakkan dari Ray.
(Fikirkan dulu saja).
(Ya ma, udah ya ma Lea mau istirahat).
(Ya udah kalau ada apa-apa bilang ya nak).
(Ya ma).
Apa sebaiknya aku datang ya? Mungkin ada drama lagi antara kedua sejoli itu. Ah entahlah aku mau tidur saja.
Esok paginya, aku masih memikirkan apa aku ikut atau tidak. Tante Mia bulan depan juga akan pergi ke LA karena suaminya akan mendarat di sana, aku akan sendirian dirumah.
"Tante". Panggilku
"Iya sayang kenapa?".
"Apa Lea harus pergi tan".
"Pergi? Oh ajakkan Ray kemarin ya".
"Ih tante nguping ya".
"bukan begitu, menurut tante sebaiknya kamu pergi lagian orang tua kamu juga pergi kan".
Aku mengangguk.
"Apa kamu rela Ray di dekatin yang lain kalau dia pulang". bisik tante Mia.
Entah kenapa aku merasa marah dengan yang tante Mia ucapkan, bukankah jika ada wanita dekat dengan Ray itu wajar dan dia juga single tapi kenapa aku merasa tidak rela ya.
"Iya iya deh Leana ikut pulang".
"Lea mau telpon Ray dulu tan".
"Nggak perlu, tuh orangnya sudah datang".
Mendengar mobil Ray di depan rumah aku langsung berlari keluar membuka pintu lebar-lebar untuknya.
"Pelan-pelan Lea nggak usah lari".
"Aku ikut Ray".
"Yakin?".
"Ya, jika tidak ku hadapi kedua sejoli itu, maka aku akan di cap tidak bisa melupakan Reno kan, aku akan buktikan kalau aku bisa tanpanya".
"Gadis baik, mau jalan?".
Aku mengangguk dan menuju kamar untuk berganti pakaian.
Setelah pamit dengan tante Mia aku dan Ray langsung berangkat, kali ini dia mengajakku ke sebuah restoran yang baru saja di buka, dia bilang ini milik temannya.
"Enak banget Ray".
"Kamu suka? Kata temanku dia masak sendiri loh, dia seorang koki". jelasnya
"Wah, makananya enak loh Ray".
"Iya habiskan".
Selesai makan siang aku dan Ray berbincang santai.
"Yakin?".
"Iya sangat yakin".
"Kenapa berubah fikiran"
"Ya aku nggak mau aja di cap nggak bisa lupain Reno, mungkin aku bisa mendapatkan lebih dari dia". Jawabku dengan yakin
Alasanku sebenarnya adalah aku tidak mau pria di depanku ini mendapatkan pasangan, apa mungkin aku mulai menyukai Ray, tidak-tidak dia lebih tua dariku tapi kan hanya beda 7 tahun.
"Aku mau belanja". Pintaku padanya
"Iya ayo".
setibanya di Mall, dia membelikanku berbagai macam barang entah sudah berapa banyak dia habiskan untukku saat ini, tapi rasanya aku tidak rela jika dia pulang akan bertemu wanita lain, bagaimana kalau nanti dia bertemu wanita impiannya, lalu aku bagaimana?
"Makasih Ray".
"Masuk sudah malam".
Aku terdiam sejenak dan mendekati Ray sebelum aku masuk kerumah dengan keberanian penuh aku mencium pipinya dan berlari masuk ke dalam rumah, hah rasanya jantungku mau lepas.
semangat ngetik thor sampe tamat..