NovelToon NovelToon
Pesona Adik Angkat

Pesona Adik Angkat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: bundaAma

Aaron Alexander Demian Dirgantara, seorang pria sukses yang memiliki perusahaan di Amerika yang bergerak di bidang infrastruktur dengan kekayaan yang tidak terhitung, memiliki paras tampan dengan tinggi badan ideal dan bentuk tubuh yang cukup bagus.

Ia merupakan seorang pria yang sangat di puja puja dan menjadi impian para wanita, namun ia hanya menganggap wanita sebagai tisu basah dan mainannya.

Setelah 10 tahun ia tak pulang ke negaranya, ia malah terpincut pada seorang wanita muda yang sering ia temui di sebuah club, wanita yang membuatnya penasaran dan ingin memiliki nya seutuhnya.

Namun takdir berkata lain, selain saingannya yang lumayan banyak ia tertampar dengan kenyataan jika wanita kecil incarannya adalah adik angkatnya sendiri yang sering ia temui di rumah dengan pakaian syar'i nya.

Bagaimanapun kelanjutannya, yuk ikuti kisahnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bundaAma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps-17

"panggil Jera, suara mamah pasti terdengar ke kamarnya yang tanpa peredap suara.." titah Demian mencoba tetap tenang memberi aba aba padahal sang ibu agar meminta bantuan pada yang lain.

"Jera tidak kunjung bangun, mungkin ia tidak mendengar teriakan-teriakan mamah, ia cukup lelah di siang hari..."

Shitttttt Siall

Tanpa sadar kendaraan yang dikendarai nya memacu lebih cepat saat mendengar jika adik bungsunya yakni Hajeera tidak ikut membantu ia melesat pergi melewati taksi yang tengah di naikin oleh Hadriana, sedangkan Jack yang berada tepat di belakangnya hanya melongo heran saat Demian melewati taksi Hadriana begitu saja.

"Apa yang terjadi? Apakah dia tidak jadi tertarik..." ujar Jack bertanya tanya apa yang sebenarnya tengah terjadi dengan perubahan mood temannya.

Tak terasa mobilnya memasuki kawasan komplek para konglomerat saat tengah membuntuti Hadriana, dengan kening mengkerut Jack tetap melanjutkan mengikuti mobil yang ditumpangi Hadriana.

Ia mengernyit heran saat Hadriana turun di dalam taksi tepat di kawasan dekat rumah keluarga Dirgantara, namun sedetik kemudian tubuh Hadriana menghilang begitu saja di hadapannya entah kemana.

Jack bergidik ngeri saat tak melihat Hadriana yang menghilang dengan cukup cepat, ia buru buru memutar balikkan mobilnya meninggalkan lokasi yang menjadi tempat Hadriana turun dari taksi nya dengan penuh tanda tanya dikepala nya.

"Ssttt... Sebenarnya orangtuanya siapa sampai bisa membeli rumah dekat orang orang yang kaya dari lahir...."

Sedangkan di sana tepat di belakang pohon besar Hajeera mencoba menaiki pohon perlahan lalu berjalan ke dahan yang cukup kokoh yang biasa ia pakai untuk kabur di malam hari.

"Arghhh... Alhamdulillah Akhirnya sampe juga..." ucap Hajeera dengan kalimat yang sangat bersyukur setelah kakinya mendarat di lantai balkon kamarnya.

Namun telinganya menangkap sesuatu yang ramai di depan kamarnya, perlahan ia membuka pintu balkon kamar dan betapa terkejutnya ia saat baru saja melangkah masuk pelan pelan suara tendangan pintu kamar dan umpatan dari luar sana ke kamarnya.

Dughhhh

Bughhh...

"Tolol!!"

"Anjing loh gak punya perasaan!"

"Aaron, udah Ron,..."

"Tuan muda mari bawa Nona Indri terlebih dahulu..."

Suara di luar sana begitu ramai entah sejak kapan, tubuhnya bergetar saat mendengar suara bentakan dan teriakan dari kakak laki lakinya, kakinya seolah melayang dan sulit menapaki lantai kepalanya berdenging namun ia tetap mencoba menjaga kesadaran nya berjalan tertatih tatih ke arah pintu kamar.

"Liat ajah, gak bakal ada yang peduli juga sama loh, dasar angkuh!! Mentang mentang anak orang terkaya!"

"Aaron udah, Indri tidak boleh bertambah syok... Cepat bawa turun..."

Keramaian di luarnya masih belum berhenti kakinya melangkah dengan sangat lelet bahkan ia menyeret tubuhnya memaksa berjalan dengan memegangi dinding kamarnya mencoba meraih knop pintu kamarnya.

Klekkkk

Setelah sekian lama akhirnya ia bisa membuka pintu kamarnya, pintu terbuka lebar namun terlambat orang orang sudah mulai pergi menuruni anak tangga, sekilas matanya menangkap sesosok pria dengan bahu lebar dengan jas hitam di tubuhnya tengah membopong tubuh Indri menuruni anak tangga satu persatu.

Kepalanya berdenyut hebat hingga penglihatan nya mulai kabur, tubuhnya oleng namun sebisa mungkin ia tetap menahan tubuhnya agar tidak tumbang, namun baru saja bibirnya bergerak ingin memanggil sang sopir, tubuhnya tak bisa lagi menahan hingga ambruk ke lantai.

Brughhhhhh...

Pak Darso yang melihat sang nona kecil jatuh pingsan langsung bergegas menghampiri Hajeera secara spontan.

"Non, nona..." pekik pak Darso memeluk tubuh kecil sang nona lalu membopong nya ke atas kasur, belum sempat dirinya merapikan sang nona dari bawah sana orang orang berteriak memanggil namanya.

Dengan berat hati ia menatap sekilas pada tubuh Hajeera yang terbaring di atas ranjang lalu berbalik dan melegang pergi dari sana.

Namun saat ditengah jalan ia berpapasan dengan salah satu maid di sana, ia berpesan agar menemani Hajeera yang tak sadarkan diri di lantai atas.

Sepanjang perjalanan pak Darso terus terusan menerima ocehan dari Demian dan Bu Selyn sekaligus, mereka meminta agar dirinya mempercepat laju mobil yang padahal mobil yang dikendarai nya sudah melaju dengan kecepatan maximal.

"Maaf Bu, tapi kita sudah berada di kecepatan maximal,...akan saya usahakan sampai ke rumah sakit tidak terlambat ditangani..." ucap pak Darso bergetar dengan keringat dingin yang bercucuran.

"Ingat yah Darso kalo sampai Indri tidak tertolong, saya akan mengambil langkah tegas karena kelalaian kalian..." ancam Demian yang kekanak-kanakan.

"Udah Ron, kita harus sabar, benar kata pak Darso kita gak boleh melebihi batas kecepatan maximal..." ucap Bu Selyn mencoba menenangkan putranya yang tengah kalut.

Ia tahu, dan ia sadar bagaimana konsekuensinya menelepon Aaron saat Indri tengah berjuang melawan kejangnya, tapi bagaimana lagi ia harus menanggung konsekuensi itu karena saat itu dirinya benar benar tidak tahu harus meminta tolong pada siapa sedangkan di tangannya hanya ada sebuah ponsel, saat dirinya mengabari sang suami suaminya malah menjawab dengan santai memintanya untuk tetap tenang dan ia akan pulang setelah beberapa menit.

Hingga tangan nya menekan tombol Aaron berharap Aaron berada di dekat daerah rumah mereka, dan benar saja Aaron datang 2 menit setelah dikabari hingga bisa membantunya menolong Indri.

Sampai di rumah sakit, Aaron berlari membopong Indri seraya berteriak agar dokter cepat menangani adik angkatnya.

"Tolong tangani adik saya dahulu..." titah Demian yang meminta tolong namun dengan wajah penuh penekanan seolah sang dokter harus langsung menangani adiknya.

Menghadapi situasi itu beberapa dokter berlari menghampiri Demian, lalu segera menangani Indri.

Mereka membawa Indri ke sebuah ruangan untuk mendapatkan penanganan yang khusus, karena saat ini kondisi Indri benar benar tengah memprihatinkan.

"silahkan tunggu di luar, agar kami bisa menangani nya langsung..." pinta dokter yang langsung membuat langkah kaki Demian berhenti dan mundur beberapa langkah menjauhi ruangan ICU tempat Indri ditangani.

"Lihat saja jika sesuatu terjadi pada Indri, aku tidak akan segan untuk menghukum jera meskipun konsekuensi nya aku harus kehilangan perusahaan ku sendiri..." ucap Demian nyalang dengan penuh kemarahan, Bu Selyn hanya bisa menepuk pundak Aaron ia tidak bisa melarang Aaron melakukan apapun akan tetapi ia juga tidak bisa menyalahkan putri bungsunya yakni Hajeera, namun yang tak habis pikir baginya mengapa Hajeera tidak datang menolongnya padahal sudah ia panggil berkali kali, bahkan setelah apa yang Aaron lakukan pun jera tetap tidak kunjung keluar dari kamarnya.

Sedangkan di seberang sana seseorang menerima beberapa telepon, mulai dari nomer telepon rumah hingga nomer telepon asing.

"Kenapa?" tanya pak Benedick setelah mengangkat telepon dari orang rumah.

"Non Jera pingsan tuan, nyonya dan tuan muda pergi membawa non Indri ke rumah sakit, .."

"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya pak Benedick, mengapa Hajeera tiba tiba pingsan saat kakaknya dilarikan ke rumah sakit

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!