NovelToon NovelToon
Cinta Dari Perjodohan

Cinta Dari Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Romansa
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Cumi kecil

Khayla Atmaja, gadis 21 tahun yang ceria dan berani, harus menerima kenyataan dijodohkan dengan Revan Darmawangsa, pria 32 tahun yang dingin dan sibuk dengan pekerjaannya. Perjodohan yang diatur oleh Kakek Darius itu mempertemukan dua pribadi yang bertolak belakang. Khay yang hangat dan blak-blakan, serta Revan yang tertutup dan irit bicara. Awalnya pernikahan ini hanya dianggap kewajiban, namun seiring waktu, kebersamaan perlahan menumbuhkan perasaan yang tak terduga, mengubah perjodohan menjadi cinta yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 HARI SABTU

“Besok adalah malam minggu,” lanjut Revan, nada suaranya tetap datar namun tegas. “Saya akan pulang.”

“Pesankan tiket untuk saya besok,” tambah Revan, seolah itu keputusan yang tidak bisa ditawar.

Bas terdiam beberapa detik. Bukan karena tidak mengerti. Tapi karena… kaget.

“Baik, Tuan,” jawabnya akhirnya, meski di dalam hati banyak tanda tanya bermunculan. Ia kembali menunduk, pura-pura fokus pada dokumen. Tapi pikirannya jelas tidak di situ.

" Sejak kapan Tuan Revan peduli dengan malam minggu? " gumam bas dalam hati

Baskara melirik sekilas ke arah Revan. Laki-laki itu masih duduk dengan tenang, wajahnya datar seperti biasa. Tidak ada perubahan mencolok.Namun entah kenapa… terasa berbeda.

Biasanya, Revan adalah tipe orang yang akan menyelesaikan semua pekerjaan sampai tuntas. Tidak peduli hari apa, tidak peduli waktu. Bahkan jika harus lembur seminggu penuh pun, ia tidak akan protes.

Tapi sekarang?

Malam minggu?

Bas hampir saja menghela napas. Ini pasti karena Nyonya.

Ia kembali fokus pada pekerjaannya, meski dalam hati masih bertanya-tanya.

Sementara itu, Revan menyandarkan tubuhnya lebih dalam ke sofa. Ia membuka kembali ponselnya, menatap foto khay.

Baskara yang masih berdiri tidak jauh dari Revan akhirnya menyelesaikan dokumennya. “Tuan, tiket sudah saya pesan untuk besok pagi,” lapornya.

Revan mengangguk tanpa menoleh. “Baik.”

Bas ragu sejenak, lalu memberanikan diri bertanya.

“Apakah ada perubahan jadwal meeting besok?”

Revan menjawab santai, “Pindahkan ke online.”

Bas kembali terdiam.

Luar biasa.

Namun ia hanya mengangguk. “Baik, Tuan.”

Sebelum keluar ruangan, Bas sempat melirik sekali lagi ke arah Revan. Dan untuk pertama kalinya… Ia melihat tuannya tersenyum sambil menatap ponsel.

Tipis.

Tapi nyata.

Bas menggeleng dalam hati. Sepertinya… dunia benar-benar sudah berubah.

Sementara itu, Revan kembali mengetik.

Revan: Tunggu aku.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Hari Sabtu pagi terasa jauh lebih santai dibanding hari-hari biasanya. Tidak ada jadwal kuliah, tidak ada tugas yang mendesak, dan tidak ada dosen killer yang harus dihadapi.

Di dalam kamar asrama, suasana justru ramai.

Khay duduk selonjoran di atas kasurnya sambil memegang bantal, sementara Vani, Sinta, dan Rika berkumpul di satu titik, membentuk lingkaran kecil penuh gosip dan tawa.

“Eh gue serius ya,” kata Vani dengan nada dramatis.

“Cowok itu kalau chatnya udah mulai nanya ‘udah makan belum’ itu tanda-tanda bahaya.”

Rika langsung menimpali, “Bahaya kenapa?”

“Bahaya baper!” sahut Vani cepat.

Sinta tertawa kecil. “Atau tanda dia perhatian?”

“Perhatian doang gak cukup,” balas Vani sok bijak. “Harus ada aksi nyata.”

Khay yang sedari tadi diam langsung nyeletuk, “Contohnya?”

Vani menyeringai lebar. “Ngirimin makanan kek.”

Khay langsung tersedak sendiri. “Uhuk uhuk!”

Ketiga temannya langsung menoleh curiga. Vani menyipitkan mata. “Nah loh. Kenapa reaksinya gitu?”

“Gak kenapa-kenapa,” jawab Khay cepat sambil mengibaskan tangan.

Rika tersenyum penuh arti. “Mencurigakan.”

Sinta mendekat sedikit. “Jujur aja Khay… ada sesuatu ya?”

Khay menghela napas panjang. “Kalian ini ya… terlalu kepo.”

“Karena lo makin aneh!” balas Vani tanpa ampun.

Khay mengambil bantal lalu melemparkannya ke arah

Vani. “Berisik!” Tawa mereka pecah.

Suasana kamar terasa hangat. Obrolan mereka terus mengalir dari satu topik ke topik lain tentang dosen, tugas, sampai gosip kampus.

Hingga...

Ting…

Ponsel Khay berbunyi. Ia melirik sekilas.

Nama itu lagi. Revan.

Jantungnya berdetak sedikit lebih cepat.

Ia membuka pesan itu.

Revan: Aku di bawah. Turunlah.

Khay langsung membulatkan kedua matanya.

“Astaga…”

“Kenapa?” tanya Sinta.

Khay berdiri cepat dari kasurnya. “Maaf gais, sepertinya aku harus pergi.”

Ketiga temannya langsung bereaksi.

“HAH?!”

“Ke mana?”

“Siapa?!”

Khay berjalan cepat ke arah lemari pakaiannya.

“Is kalian kepo banget sih!” protesnya sambil mengambil baju.

Vani berdiri sambil menyilangkan tangan. “Yang jemput cowok ya?”

“Bukan urusan kalian!” jawab Khay cepat.

Rika tertawa kecil. “Fix ini pasti sesuatu.”

Sinta ikut menyahut, “Jangan-jangan… yang kemarin ngirimin makanan?”

Khay berhenti sebentar, lalu menoleh dengan tatapan tajam tapi pipinya sudah memerah.

“Udah ya! Aku ganti dulu!” Ia masuk ke balik lemari kecilnya, berganti pakaian dengan cepat. Tak lupa ia merapikan rambut dan mengoleskan sedikit lip tint.

Tidak berlebihan.

Tapi cukup membuatnya terlihat segar. Beberapa menit kemudian, ia keluar.

“Dah aku pergi dulu!” pamitnya sambil mengambil tas kecil.

“WOI!” teriak Vani. “Balik harus cerita!”

Khay hanya melambaikan tangan. “Lihat nanti!” Ia pun keluar dari kamar dengan langkah cepat.

Jantungnya masih berdebar. Dia beneran pulang…

Turun dari asrama, Khay berjalan menuju halaman depan. Matanya langsung mencari sosok yang ia tunggu.

Namun langkahnya terhenti. Seseorang berdiri di depannya.

Romi.

Wajah Khay langsung berubah. “Apa lagi sih…” gumamnya pelan.

Romi melangkah mendekat. “Khay, kita harus bicara.”

Khay menghela napas kasar. “Udah deh Rom, plis jangan ganggu aku lagi.”

Namun Romi tidak mendengarkan. “Aku masih sayang sama kamu,” ucapnya. “Kita bisa balikan.”

Khay menatapnya dengan kesal. “Serius? Setelah semua yang kamu lakuin?”

“Itu cuma kesalahan,” jawab Romi cepat. “Aku bisa berubah.”

Khay menggeleng. “Aku gak butuh itu.” Ia mencoba melangkah pergi. Namun tiba-tiba...

Romi menarik tangannya. “Dengerin aku dulu!”

“Ahh!” Khay meringis kesakitan. “Lepasin!”

Di ujung sana, sebuah mobil hitam terparkir rapi.

Di dalamnya, Revan duduk diam. Matanya menatap lurus ke arah Khay. Ia melihat semuanya. Laki-laki itu. Tangan yang ditarik. Ekspresi tidak nyaman Khay.

Rasa tidak suka langsung muncul. Cemburu?

Mungkin.

Tapi Revan menahannya. Ia ingin melihat. Seberapa jauh Khay akan bersikap.

“Romi, cukup!” bentaknya. “Aku udah gak ada hubungan apa-apa sama kamu!”

Namun genggaman Romi justru semakin erat.

“Aku gak peduli!”

Barulah.. Pintu mobil terbuka. Langkah kaki terdengar tegas. “Khay.”

Suara itu membuat Khay langsung menoleh.

Matanya melebar.

“Mas…” Tanpa ragu, Khay langsung menarik tangannya dari Romi dan berlari kecil ke arah Revan.

Ia berdiri di samping Revan, seolah mencari perlindungan.

Romi menatap tajam. “Siapa kamu? Jangan ganggu kami.”

Revan mengangkat satu alis.

Tatapannya dingin. “Khay,” ucapnya tenang, “siapa dia?”

Khay membuang napas kasar. “Orang tidak penting. Ayo Mas.” Jawaban itu membuat Revan mengangguk pelan. Tanpa banyak bicara, ia menggenggam tangan Khay lembut tapi tegas. Mereka berbalik.

“KHAY!” teriak Romi. “Urusan kita belum selesai!”

Langkah Khay sempat terhenti.

Tapi sebelum ia menoleh Revan membuka pintu mobil. “Apapun urusan kalian,” ucap Revan dingin tanpa melihat ke belakang, “semuanya sudah selesai.”

Khay masuk ke dalam mobil.

Revan menyusul.

Pintu tertutup.

Mobil itu melaju pergi, meninggalkan Romi yang berdiri dengan wajah penuh amarah. Di dalam mobil, suasana hening. Khay menunduk, masih menahan rasa kesal sekaligus sisa sakit di tangannya.

Revan melirik sekilas. “Tangannya sakit?” tanyanya singkat.

Khay mengangguk pelan. “Dikit.”

Revan tidak berkata apa-apa lagi. Namun rahangnya sedikit mengeras.

1
erma irsyad
lanjutt thor
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
siapa yang ngawasin..harusnya Khay terus terang saja kalau udah nikah,kan jadi fitnahan nantinya
Drama Queen
Lanjut kak💪
Drama Queen
apa yang kamu pegang khay🤣🤣🤣
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Khay mulai ada perasaan sama suaminya 🥰🥰
erma irsyad
dtunggu Up selnjutnya🥰
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Jaga suamimu Khay jangan ada valak kor diantara kalian
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
🤣🤣🤣🤣🤣
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Revan cemburu🥰🥰🥰
erma irsyad
thor Up ny jgn lama2 😄
Bungatiem: lanjutkan lagi Doong
total 2 replies
Bungatiem
lanjutkan
Bungatiem
di dunia nyata ada suamiku ga pernah bangunin aku walopun aku tidur sampai siang 😍 Alhamdulillah pernikahan kami sudah berjalan 26 thn 😍
Marchel: Alhamdulillah.. Semoga pernikahannya bahagia terus ya kak 🤗😍
total 1 replies
HjRosdiana Arsyam
Luar biasa
Marchel: Terimakasih kak
total 1 replies
Drama Queen
Revan perhatian banget sih ama istri kecilnya.. 😍😍😍
Drama Queen
lanjut💪
Drama Queen
Revan sangat perhatian ama istri kecil nya😍😍😍
Drama Queen
khay jangan banyak alasan bilang aja kamu takut tidurmu kebablasan dan peluk-peluk suamimu. tenang khay kalian sudah sah jadi bebas 🤣🤣
Drama Queen
gak sabar nunggu mereka malam pertama😄
Drama Queen
kenapa khay setiap bangun pasti kamu kaget dan menjerit 🤣🤣
Drama Queen
Revan sabar ya.. kalian masih masa perbekalan dan pendekatan jadi malam pengantinnya di undur sampai kalian benar-benar dekat🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!