Serena Laurent, seorang wanita yang pernah terluka cinta, terpaksa meninggalkan semuanya setelah difitnah mantan pacarnya, Logan Winston. Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu lagi dalam keadaan yang tidak terduga, Logan telah menikah karena perjodohan, justru tidak bisa melupakan Serena dan ingin memilikinya kembali.
Dengan dalih dendam, Logan menebus Serena kepada pemilik Club malam dimana Serena Bekerja untuk menebus hutang ayahnya, kemudian memaksa Serena untuk menikah dengannya secara diam-diam.
Namun, Semakin lama Serena semakin terjebak dalam permainan cinta yang berbahaya. Logan mulai menunjukkan sisi lain dirinya, dan Serena mulai merasakan perasaan yang sudah lama ia kubur.
Apakah Serena akan menjadi korban racun cinta kedua, ataukah menemukan jalan keluar untuk lepas dari pernikahan rahasia mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17.
Serena terpaksa menurut kali ini, kalau tidak ia tidak akan bisa keluar dan mencari udara segar.
"Oh ya, Serena. Aku akan membantumu memasak nantinya, tapi bukan berarti aku asisten rumah tangga ya. Aku bagian tim delta yang melindungi grup Winston! Jadi kamu jangan menganggapku pelayanmu!" Elsa menegaskan statusnya dengan jelas supaya Serena tau.
"Baiklah!" Jawab Serena.
Mereka berada dalam satu mobil menuju pusat perbelanjaan yang hanya ada didepan gedung apartemen. Padahal jalan kaki juga sampai, kenapa mesti naik mobil, Serena tidak habis pikir.
"Kenapa tidak jalan kaki saja?"
"Tuan Logan bilang kalau kakimu sedang sakit!" Balas Elsa.
Serena menghela nafas, padahal cuma untuk berjalan beberapa meter saja dia seharusnya sanggup. Logan saja yang terlalu berlebihan, apa jangan-jangan pria itu mengkhawatirkan dirinya?
Serentak Serena menggelengkan kepalanya, mana mungkin Logan mengkhawatirkan dirinya. Tidak mungkin Logan perduli padanya, pria itu selalu menekannya dan bertindak sesuka hatinya.
"Kau harus berhati-hati disini! Ramai orang, jangan sampai dari mereka ada yang mengingatmu!"
.....
Cukup banyak yang Serena beli, tapi semuanya bukan atas keinginannya semua. Tapi Elsa yang memaksanya membeli semua barang-barang itu, katanya... "Tuan Logan Winston punya banyak uang. Jadi jangan pernah berhemat!"
Singkat cerita, mereka sudah berada didepan apartemen. Serena merasa kalau Elsa tidak terlalu buruk, dia bisa menjadi temannya agar tidak bosan diapartemen.
Begitu sampai di dekat unit pintu apartemen, langkah mereka terhenti melihat sosok dua pria yang berdiri didepan pintu. Salah satu pria itu memiliki wajah datar dan dingin, tapi sangat tampan dan berwibawa. Mereka ternyata pulang kemalaman hanya untuk belanja di mall dan ke salon kecantikan.
"Jam berapa sekarang?" Suara berat Logan terdengar setengah marah. Seketika itu Elsa merasa kalau tuan mudanya sedang tidak baik saja.
Serena terdiam saat ingin menjawab, ia lupa peringatan Logan kalau sebelum jam empat sore dia harus sudah berada didalam apartemen.
Sebenarnya mereka lama, bukan hanya karena keliling di mall, tapi Serena memaksa Elsa untuk menemaninya mencari ibunya meskipun tidak tau ada dimana. Sekarang mata batin Serena sebagai seorang anak merasa kalau ibunya justru memang ada di kota Arcadia.
"Tapi Serena, bukannya kau harus pulang sore? Aku takut tuan Logan marah. Kau hanya boleh berada di mall, bukan keliling!" Jawab Elsa.
"Aku mohon, Elsa. Kalau kamu tidak mau membantuku, kamu disini saja tunggu aku. Aku sangat yakin kalau ibuku ada di Arcadia!" Serena menyahut dengan memohon.
Elsa sebenarnya tidak mau melanggar perintah tuannya, tapi melepaskan Serena itu juga malah menambah masalah. Dalam kondisi kaki Serena yang setengah pincang, yang ada membuat Serena kesulitan, kalau dia tersesat atau kenapa-kenapa, Elsa juga yang harus menanggungnya.
"Oke baiklah! Tapi cuma sebentar ya. Jangan lama-lama!"
.....
"Maaf, aku terlambat!" Serena menjawab pelan.
Logan menatap Elsa dengan tajam, "Kau yang bertanggung jawab. Tugasmu membawanya pulang tepat waktu dan menjaganya, jelaskan sekarang!"
Elsa mengangguk kecil, dia tidak tau kalau Serena harus pulang sebelum sore hari tiba. Tapi Serena yang belum puas mencari ibunya membuatnya terus menuruti gadis itu, tapi tidak tau perintah Logan.
"Maafkan saya, tuan!"
"Jangan salahkan Elsa. Aku yang salah karena terlalu lama di dalam mall. Aku pikir untuk menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya, karena tidak mungkin juga ada kesempatan lain untuk keluar nanti!" Serena menyahut.
Apapun alasannya, Logan tidak suka ada yang melanggar peraturannya. Dia tidak suka orang yang tidak kompeten dan membantah.
"Kau banyak alasan! Siapapun yang melanggar peraturanku harus dihukum!"
Tiba-tiba Saja Logan membuka pintu lalu menarik satu tangan Serena dengan kasar untuk masuk kedalam. Beberapa paper bag yang Serena pegang jatuh kebawah karena terkejut dan mengikuti langkah pria itu.
"Kanapa kau membawa Nona Serena pulang terlambat?" Tanya Max.
"Aku tidak tau kalau tuan Logan memberikan batas waktu Serena untuk pulang! Kalau tau aku juga akan memaksanya pulang tadi!"
Max menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar jawaban Elsa. Sebenarnya Elsa juga tidak salah, dia hanya mengikuti Serena.
Didalam apartemen, Logan menarik Serena menuju kamarnya, pria itu menutup pintu lalu menyudutkan Serena dibelakang pintu. "Kamu mau apa? Lepaskan aku!" Serena berusaha melepaskan dirinya.
Tapi Logan tetap mengurungnya, dia ingin memberikan sedikit hukuman untuk Serena supaya tidak melanggar peraturannya. "Siapapun yang melanggar peraturanku, maka harus siap dihukum!" Balas Logan.
Serena menggelengkan kepala, aura berbahaya dari pria itu membuatnya merinding. Serena takut dan tidak siap Logan menjatuhkan hukuman dengan cara menyentuhnya.
"Aku.. Aku... Hmpffttt..." Baru Serena mau protes, bibirnya tiba-tiba saja dikecup oleh Logan. Pria itu menatapnya dengan dalam saat Serena menatapnya dengan terkejut.
"Ini hukumanmu!" Bisik Logan, lalu menggigit kecil bibir Serena dan membuat gadis itu meringis, Logan tidak menyia-nyiakan kesempatan, lidahnya yang panjang begitu lihai menerobos masuk kedalam. Tidak bisa dipungkiri kalau dia memang merindukan Serena!
thank you Thor 😘
💗💗💗💗💗