NovelToon NovelToon
Baby Twins Milik Ceo

Baby Twins Milik Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Anna Maryana

Tania Saraswati, berusia 18 tahun dibesarkan di sebuah panti asuhan Kasih Ibu. Tania di tinggalkan ketika masih bayi di depan panti asuhan. Setahun yang lalu Tania lulus sekolah dan ia bertekad untuk mencari pekerjaan di kota dan membantu biaya adik-adik panti. Tapi malang nasib Tania ketika baru beberapa bulan bekerja di kota mendapat musibah. Musibah itu akhirnya dia harus menerima kenyataan dengan usia masih muda harus hamil di luar nikah. Kenyataan pahit yang ia terima diperkosa dan mengandung hasil dari tragedi pemerkosaan tersebut.
Tania tak sengaja bertemu lelaki yang memperkosanya. Akankah Tania meminta pertanggungjawab atas apa yang dilakukan olehnya setelah beberapa tahun Tania menghilang apalagi lelaki tersebut tak mengenal Tania?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anna Maryana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tujuh Belas

Setelah selesai telpon makanan dan minuman sudah datang lalu Ira dan Tania makan karena Tania sudah lapar banget.

“Adik kamu kapan datang Saras?” Tanya Ira yang masih sementara makan

“Belum tau mbak karena aku belum nanya karena adik aku baru lulus “ Ucap Tania

“Dulu mbak punya adik tapi kecelakaan waktu kecil saat itu mbak kehilangan adik mbakk sama Ibu entah dimana mereka sekarang “ Ucap Ira sedih

“Loh kenapa gak tau mbak ? Emang apa yang terjadi sama mereka mbak?” Tanya Tania yang penasaran sama perkataan Ira

“Mama dan Adik mbak terlempar saat kecelakaan itu.. Nenek mbak hanya menemukan papa dan mbak yang sudah di rumah sakit di bawah oleh warga .. dan tim SAR mencari mama dan mbak tidak dapat sampai seminggu .. aku di rawat sama nenek karena papa sampai koma selama sebulan “ Ucap Ira menceritakan kejadian kecelakaan saat itu

“Mungkin sudah di tolong sama warga lain saat terlempar mereka tolong “ Ucap Tania

“Mungkin .. apalagi adik mbak baru beberapa bulan saat terjadi kecelakaan saat itu dan susah untuk mencarinya“ Ucap Ira

“Kejadian di mana mbak? Apa disini?” Tanya Tania

“Kecelakaan di kota S mau masuk menuju kota ini dan orang suruhan papa melihat mama di kota ini makanya mbak pindah kesini “ Ucap Ira yang memang baru tinggal di kota M

“Mbak gak bisa mencari adik mbak adik mbak masih kecil susah di cari hanya dengan foto terakhir.. kita foto bersama saat selesai liburan... mbak juga gak bawa foto tersebut.. kalau ada mbak sudah tunjukan ke kamu Saras ” Ucap Ira

Tania hanya bisa diam dan tak bisa berkata apa – apa, mereka melanjutkan makan kembali. Ketika selesai makan Ira memandang Tania dengan serius

“Ada apa mbak ?” Tanya Tania

“Kamu gak apa – apa ? Maksud mbak gak mual atau apa gitu .. atau ngidam apa gitu?” Tanya Ira

Tania pun sadar akan hal itu karena selama hamil dia tak pernah merasakan hal itu dokter dan Sekar pun pernah menanyakan hal itu tapi Tapi tidak merasakannya

“Alhamdulliah mbak, aku gak pernah mbak dari mulai aku hamil” Ucap Tania

“Gak ngidam gitu biar aku penuhin ganti suami kamu” Ucap Ira terkekeh melihat Tania yang kebingungan memandang Ira

“Anak – anak aku pintar gak nyusahin maminya jadi Aku gak pernah ngidam mbak .. “ Ucap Tania

“Mungkin papinya yang merasakan” Ucap Ira Tania hanya mengangkat bahunya tak peduli sama sekali

“ Saras suami kamu?” Tanya Ira memandang Tania

Tania dengan menghela napas berat dan memandang Ira

“Aku gak ada suami mbak” Ucap Tania memandang Ira untuk melihat reaksi Ira

Sedangkan Ira mendengar itu kaget dan memandang Tania dengan kebingungan dan Tania langsung menceritakan kejadian tersebut hingga dia sampai di sini membuat Ira benar – benar kaget dan memandang Tania

“Kalau mbak merasa gak mau ..” ucap Tania yang tak melanjutkan perkataan karena sudah di pukul tangan oleh Tania

“Saras.. Mbak marah benar mau “ Ucap Ira sedikit emosi

Tania langsung terkekeh melihat Ira yang sudah emosi dan memukul kembali walaupun pelan.

Seminggu kemudian, setelah mengurus semua urusan sekolah sekalian mau daftar dimana Tasya dan Retno berangkat kekota M. Tania dan Sekar ibu angkat Tania yang selama ini tinggal bersamanya pun menunggu Retno dan Tasya di terminal yang menurut Tasya sebentar lagi sampai di terminal. Tania tak perlu meminta ijin karena Retno dan Tasya sampai sudah menjelang sore. Tania yang sudah tidak sabar ingin bertemu Tasya dan Retno ketika melihat bis yang di naikin oleh Retno dan Tasya pun menghampiri bis tersebut. Walau tak kejauhan Tania melihat Retno dan Tasya turun dengan membawa tas masing – masing yang di pegang Retno dan Tasya. Tania melihat Tasya dan Retno memandang kesekeliling yang sedang berbicara yang menanyakan Tania menunggu dimana hanya tersenyum melihatnya. Apalagi Tasya sudh melihat ke arah Tania, Tania tersenyum memandang Tasya tapi Tasya tak mengenalnya hanya tersenyum balik ke Tania dan berbalik memandang ke arah lain membuat Tania malah terkekeh melihat Tasya yang tak mengenalnya apalagi dia jemput dalam keadaan hamil membuat Tasya tak mengenalnya. Hingga Tania mengajak Sekar untuk menghampiri Retno dan Tasya

“Assalamualaikum ” sapa Tania

“Waailakumsalam” jawab Tasya dan Retno

Mereka berdua membalas ucapan Tania dan memandang Tania dengan heran karena ada yang menyapa mereka karena mereka tidak mengenal siapapun di sini tapi ada yang menyapa mereka. Tania menyalami Retno walau dengan bingung Retno meberikan tangannya

“Apa kabar bu? “ Ucap Tania setelah selesai menyalaminya

Retno dan Tasya memandang Tania dengan masih bingung dan Tania hanya tersenyum memaksa.

“Sayang “ Ucap Tania dengan memeluk Tasya karena sudah kangen

Retno dan Tasya kaget dengan keadaan Tania yang sudah berubah dan dalam keadaan hamil. Tasya yang mengetahui itu Tania yang memeluknya, langsung membalas pelukan Tania dan menangis di pelukan Tania karena begitu rindu dan kaget dengan Tania

“Udah jangan nangis ya sayang..” Ucap Tania mengusap bahu Tasya sedangkan Retno masih syok melihat Tania

“Kangen “ Ucap Tasya manja setelah melepaskan pelukan

“Iya kakak tau sayang ..” Ucap Tania memandang Tasya dengan menghapus air mata Tasya

“Nak..” Panggil Retno

Tania memandang Retno yang memanggilnya dan melihat Retno menunjukan dirinya. Tania mengerti akan hal itu

“Nanti Nia jelaskan di rumah ya bu gak di sini...” Ucap Tania sendu

Retno hanya mengangguk kepala mengikuti apa kata Tania benar gak mungkin Tania menceritakan disini.

“Oh iya bu.. sayang .. Kenalkan ini bu Sekar yang selama ini menemani Nia di sini “ Ucap Tania memperkenalkan Sekar pada Retno dan Tasya.

Dalam perjalanan pulang dalam mobil Tasya tak mau melepaskan pelukan Tania hingga duduk pun masih berdekatan. Hingga Retno pun mengalah dan duduk bersama Sekar di belakang. Ira meminjamkan mobilnya dengan memakai sopir untuk menjemput Retno dan Tasya. Ira tak ikut karena ada urusan yang tak bisa di tinggalkan. Sesampainya di apertemen yang Tania beli dengan cara mencicil lalu masuk, Tania memang membelikan apertemen dengan dua lantai dan mempunyai empat kamar dan satu kamar pembantu. Dalam apartemen itu juga ada ruang keluarga, ruang Tamu, dan ruang makan serta Dapur. Dua kamar di lantai atas dan dua kamar serta kamar pembantu di lantai bawah Tapi Tania tidak mau Sekar tidur di kamar pembantu jadi Sekar tidur di salah satu kamar di lantai satu. Tania meminta Retno tidur di kamar atas tapi Retno tidak mau karena tidak kuat dengan menaiki tangga terus menerus akhirnya Tania membiarkan Retno tidur di kamar di lantai satu sedangkan Tasya ingin tidur bersama Tania membuat Tania terkekeh karena sampai di rumahpun Tasya masih manja dengannya.

Tania mengantarkan Tasya ke kamarnya dan nanti tidur bersama Tania sedangkan Retno yang melihat Sekar memasak di dapur langsung ikut membantu walau di larang oleh Sekar tapi tetap Retno membantu Sekar untuk memasak. Ketika Tania yang melihat Tasya yang sudah tidur di kamarnya Tania turun mengikuti Retno dan Sekar, Tania mencari Sekar karena mendengar suara di ruang keluarga Tania lalu berjalan ke ruang keluarga

“Bu... “ panggil Tania

Karena Retno membelakangi Tania lalu berbalik memandang ke arah Tania, Tania yang melihat Retno memandangnya langsung berjalan cepat dan berlutut di depan Retno membuat Retno kaget

“Hati – hati nak “ Ucap Retno

Tania lalu menangis di pangkuan Retno sambil meminta maaf dan Retno memegang kedua bahu Tania untuk isyarat Tania bangun dan duduk di samping Retno. Sekar yang melihat itu pun meninggalkan Tania dan Retno berdua walau Retno tau kehidupan Tania yang Tania sudah menceritakan tapi tetap Sekar memberikan waktu untuk mereka. Tania bangun dan duduk lalu menceritakan tanpa di minta oleh Retno dan Retno pun paham apa yang terjadi dengan Tania dan Tania meminta untuk tidak menceritakan pada Tasya biar dia cari waktu untuk menceritakan pada Tasya sendiri

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!