terlihat siluet laki laki tinggi tegap berdiri di balkon dengan kemeja hitam tertiup angin, mata tajam nya tampak melihat hamparan pohon menjulang tinggi, tampak tangannya memegang besi balkon dan tangan lainnya memegang ponsel tampak menelepon seseorang, "sudah saatnya kau kembali, aku yang akan menemuinya secara langsung" tegas tak terbantahkan "baik" sahut orang di seberang sana.
seorang gadis dengan senyum manis sedang mengobrol dengan teman sebaya nya duduk tenang di bangku taman universitas, tampak sesekali tertawa ceria.
takdir apa yang akan menemukan mereka? akan ada banyak plotwis dan intrik,ikuti kisah mereka disini. stay tune
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon er_riri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 17
Mobil Gama tampak memasuki mall elite yang merupakan milik Sigama group. Bila menggandeng tangan Gama, Gama tersenyum tipis dengan inisiatif yang Bila lakukan. Tanpa tahu apa yang di fikirkan istrinya, Bila tampak sibuk melihat kiri kanan dan sadar bahwa banyak perempuan yang mencuri pandang untuk melihat suaminya. Apa aku pakaikan dia masker atau topi? Aku harus mencarinya! Tapi sepertinya tidak akan berhasil Memang sih wajah tampannya tidak bisa di sembunyikan dengan apa pun, namun sebelum fikiran Bila terealisasi kan, Gama sudah merapatkan tubuhnya dan membisikkan "kenapa semua orang menatapmu begitu? bukankah di lemari banyak topi,harusnya kau memakainya, kenapa wajahmu begitu mencolok? Membuatku marah saja!" mendengus kesal, Bila mendongak melihat Gama,dari tatapan matanya dia tidak terima dengan kesalah pahaman Gama hey sadarlah tuan muda! Mereka menatapmu bukan aku, mereka malah berfikir kau berjalan dengan pelayanmu mungkin, aku hanya debu yang mengotori pandangan mereka!.
Bila menghela nafas panjang, "mana mungkin seperti itu tuan", tersenyum. Bila tampak lega setelah berjalan melewati beberapa toko, Bila mengiring Gama memasuki toko peralatan buku dan alat tulis yang sangat luas dan lengkap. Bila berjalan melewati beberapa rak buku dan alat tulis sesekali mengambil dan memasukkan ke keranjang, Gama duduk di kursi yang di sediakan untuk menunggu Bila mengambil semua yang di butuhkan.
Gama mengecek pekerjaan di handphonenya sesekali melirik Bila yang masih sibuk dengan kegiatannya. Tanpa mereka sadari bahwa seseorang telah memperhatikan Bila dari tadi, Bila memegang keranjang yang sudah penuh menuju kasir, Gama sedang menelepon sekretaris Seth agar dua pengawal yang di tugaskan mengawal Gama dan Bila mendekat untuk mengambil belanjaan Bila. Karena memang sejak kemarin Gama sudah memerintahkan Seth agar semua yang di lakukan nya ketika belanja berjalan dengan sempurna tanpa ada gangguan dari sudut manapun. Intinya Gama ingin selalu menempel pada Bila tanpa di repotkan oleh belanjaan sekalipun, walaupun Bila sudah meminta bahwa dia ingin berdua saja dengan Gama, tanpa Bila ketahui dari jauh Seth dan dia pengawal tetap mengawasi.
Ketika Bila ingin menyodorkan kartu yang di berikan oleh Gama ke kasir, tangannya di tahan seseorang "pakai ini saja mba!" Bila tersentak kaget, namun setelah itu Bila tersenyum " Refan" , mereka bersalaman Bila tampak senang dengan pertemuan itu, "apa kabar Bila?" ucap Refan dengan tersenyum. "aku baik, bagaimana bisa kau disini? Kemana saja kau, bahkan kau tak datang di hari kelulusan kita". "maafkan aku pergi tanpa pamit Bila, aku sedang merintis usahaku waktu itu, kau tahu kan aku bermimpi memiliki perusahaan game ku sendiri, dan yahh bisa kau lihat aku sekarang", memberikan kartu nama bertulis Refan Andika ceo perusahaan game baru yang sedang jadi perbincangan hangat publik. Bila mengacung kan kedua ibu jarinya karena merasa bangga memiliki teman yang sukses, Refan tertawa dengan tingkah Bila yang masih sama seperti dulu ceria dan bersemangat.
Gama merengkuh pinggang Bila posesif, dan mencium pipi Bila. " apa semua sudah selesai sayang? Apa yang kau lakukan disini kenapa lama sekali? Aku sudah merindukanmu istriku!" sengaja mempertegas kata istri di akhir kalimat. Bila tampak terdiam kaget dengan perubahan Gama, " siapa dia sayang?" masih dengan menatap istrinya, Refan pun kaget karena Bila sudah menjadi istri orang apalagi suaminya Gama pemilik Sigama group.
Refan gugup dan mengangkat tangannya ingin bersalaman namun tetap menggantung di udara karena Gama tidak mau menerima uluran tangan Refan. Refan jadi hanya membungkuk hormat " saya Refan Andika ceo dari perusahaan game Elektra yang bekerja sama dengan Sigama group" Gama tampak melihat sekilas, dia ingat dengan anak muda cerdas yang sedang mengembangkan gamenya datang ke perusahaan Gama beberapa waktu lalu untuk di sponsori, setelah Gama memeriksa hasil kerja Refan, Gama tertarik dengan konsepnya dan menyetujui untuk bekerja sama, dia pun tidak menyangka bahwa game tersebut bisa se sukses ini.