NovelToon NovelToon
Pernikahan Dini

Pernikahan Dini

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Teman lama bertemu kembali / Romansa / Cintapertama
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: hanisanisa_

Melia-Dimas yang bermula dari Hubungan Tanpa Status berakhir di jenjang pernikahan yang masih terlalu muda.

Takdir seolah tak membiarkan keduanya asing, setelah berpisah karena orang tua yang harus berpindah negara, mereka kembali di pertemukan dengan satu sama lain dengan perasaan yang masih sama tanpa berkurang sedikitpun.

Bagaimana kelanjutannya? Simak selengkapnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanisanisa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Hari demi hari berlalu, kehidupan Melia dan Dimas di apartemen yang cukup luas dan memiliki dua kamar itu nampak adem ayem.

Hingga tak terasa bagi Melia perkuliahan akan di mulai beberapa hari lagi, ia terlalu sibuk liburan.

"KAKAK!! BANTUIN AKU!" seru Melia dengan bergema di dalam kamar nya memanggil Dimas yang berada di kamar yang satu nya.

"Apa? Jangan teriak-teriak, nanti tetangga apart datang" tegur Dimas di angguki patuh oleh Melia.

"Bantuin siapin barang buat di bawa ke asrama dong" pinta Melia membuat Dimas mengernyit.

"Kamu.. Mau tinggal di asrama?" tanya Dimas, sebenarnya kedua nya sudah berunding tentang tempat tinggal Melia selama kuliah.

Tapi Dimas menginginkan Melia tetap di apartemen nya, karena memang apartemen tak jauh dari kampus, sedangkan Melia mengatakan ingin memiliki teman sekamar yang bisa di ajak kemana-mana.

"Iya Kak.. Kalau aku tinggal di apartemen sendirian, aku cepat bosan.. Kan Kakak juga harus kerja lembur, terus yang masakin buat aku makan siapa kalau Kakak sibuk kerja" oceh Melia mencoba memberi alasan yang dapat Dimas terima.

Dimas nampak berpikir dan menghela napas. "Kalau itu keputusan mu, oke.. Tapi, tiap weekend kamu harus ada di apartemen, bisa?" Dimas memilih mengalah.

Melia mengangguk di sertai senyuman. Ia tak pernah di kekang atau tidak di pedulikan oleh Dimas, Dimas selalu mau mengalah asal ia memiliki alasan yang jelas dan wajar.

"Maaf kalau beberapa minggu kamu disini, ku tinggal lembur.. Kerjaan lumayan menumpuk karna ku biarkan selama sebulan" sesal Dimas sembari mendekati Melia yang sibuk menaruh barang-barang nya di kardus.

"Nggak papa kok Kak, kan Kakak juga kadang tetap nyempetin buat nemenin aku kalau mau beli sesuatu" sahut Melia membuat Dimas tersenyum dan mengelus kepala Melia dengan lembut.

"Mau langsung ke asrama atau tunggu perkuliahan di mulai?" tanya Dimas sembari membantu Melia memasukkan barang-barang ke kardus dan koper.

"Langsung aja kayaknya, biar pas pindah nanti tinggal santai aja" jawab Melia di angguki Dimas.

"Jangan bawa semua, pakai barang yang itu-itu aja.. Kamu di asrama itu nggak selama nya, Lia" tegur Melia yang hendak memasukkan semua barang bawaan dari apartemen.

Melia mendongak dan cengengesan. "Iya-iya" sahut Melia menurut dan mengembalikan barang-barang itu ke tempat semula.

...****************...

Melia dan Dimas berjalan menuju asrama kampus yang sudah ada beberapa mahasiswa yang juga akan tidur di asrama.

"Kamu udah tau kamar kamu dimana?" tanya Dimas di angguki Melia sembari menunjukkan pesan di hp nya.

Dimas manggut-manggut lalu melangkah kembali beriringan dengan Melia menuju kamar yang di tuju.

Ceklek

Sebuah kamar yang lumayan luas dengan empat ranjang, dua ranjang sebelah kanan, dan dua ranjang sebelah kiri, dan masih belum di tempati oleh orang lain.

"Kamu sendirian?" tanya Dimas membuat Melia mengangkat kedua pundak nya, ia tak tau siapa saja teman sekamar nya.

"Mungkin teman sekamar Lia besok baru datang" jawab Melia di angguki Dimas sembari melihat-lihat sekitar.

"Habis ini kita ke mall dulu, kita lupa beli kelambu" cetus Dimas sembari mendekat ke arah Melia yang sedang beberes.

Dimas tepat berada di belakang Melia yang sibuk menata buku-buku nya di rak buku, tak banyak buku yang ia bawa.

"Emang harus ya pakai kelambu?" tanya Melia mendongak dan terdiam saat merasakan terpaan napas yang terasa hangat di tengkuk nya.

"Harus, Kakak nggak mau kamu di gigit nyamuk, kecuali nyamuk itu Kakak" jawab Dimas berbisik di telinga Melia.

Deg

Bulu kuduk Melia meremang, dapat ia rasakan detak jantung nya yang begitu cepat dan berbunyi keras.

Kedua nya sudah menikah, tapi untuk bersentuhan secara in tim, kedua nya begitu jarang, bahkan sekedar berpelukan pun sangat jarang.

Grep

"Kakak bakal kangen kamu banget" lirih Dimas sesekali mengecup pundak Melia yang tertutup dress bunga-bunga.

Melia tak bisa mengucap satu kata pun, rasa nya ia berada di tengah kerumunan orang yang mencoba menggoda nya.

"Kak.." lenguh Melia saat merasa tangan Dimas yang mulai merayap dengan bebas di tubuh nya.

Dimas membalikkan tubuh Melia agar kedua nya saling tatap. Dengan netra mata hitam kedua nya saling diam.

"Selama di asrama, jangan nakal. Kakak akan tetap mengawasi kamu, jauh atau dekat nya dari jangkauan Kakak" ucap Dimas lalu mendekap Melia dengan erat.

Melia hanya bisa terdiam sembari mendengar irama jantung Dimas yang berdetak dengan kencang juga, bahkan deru napas Dimas terdengar begitu berat.

"Kak.. Kakak nggak sakit kan?" tanya Melia mencoba mendongak menatap wajah Dimas, ia mencemaskan Dimas yang seperti sedang ada masalah.

Dimas tersenyum lalu mengusap pipi Melia dengan gerakan lembut. "Sakit, sakit karna harus melepas kamu tinggal di asrama" jawab Dimas berbisik.

Melia terdiam sesekali mengerjap mata pelan, Dimas rela mengalah agar ia bisa fokus kuliah. Lia jadi tak tega meninggalkan Dimas sendiri di apartemen.

"Lia akan sering-sering berkunjung ke apartemen" ucap Melia, jari nya tak bisa diam untuk tak menulis asal di dada Dimas yang tertutup kemeja.

Dimas mengangguk pelan lalu mulai menyudutkan Melia ke tembok dan bersiap untuk menerjang bibir manis Melia yang selalu ingin coba terus.

Tok tok tok

Ceklek

Kedua nya langsung saling menjauh dan menatap ke arah seorang gadis yang sudah masuk ke dalam kamar dengan tatapan datar.

"You... your room is here too?" tanya Melia dengan rasa canggung, ia melirik Dimas sekilas yang berusaha biasa-biasa saja.

Gadis itu mengangguk. "Hana, you?" gadis itu mengenalkan diri nya sendiri.

"Melia, you can call me Lia" jawab Melia ikut memperkenalkan diri pada teman sekamar nya.

"Where are you from?" tanya Hana sembari meletakkan koper dan barang nya di kasur yang berhadapan dengan kasur nya Melia.

"Indonesia" jawab Melia disertai lirikan tipis pada Dimas yang sibuk menata ulang buku-buku yang belum sempat ia tata rapi.

"Kalau begitu kita pakai bahasa Indonesia aja" balas Hana sembari menoleh sekilas lalu kembali fokus pada barang nya.

"Wah orang Indonesia juga? Dari mana?" tanya Melia dengan semangat, rasa nya ia seperti bertemu saudara nya yang telah lama hilang.

"Kalimantan Tengah" jawab Hana, Melia manggut-manggut. "Kalau aku dari Jakarta" ucap nya.

Hana berbalik menatap Melia sejenak lalu ia melirik ke arah Dimas yang masih kelihatan sibuk.

Melia ikut melirik Dimas. "Ah ini, suami ku.. Jadi jangan berburuk sangka pada nya ya, dia cuma bantu-bantu aku buat beres-beres" jelas Melia agar Hana tak salah paham.

Hana manggut-manggut. "Kalian lanjut saja, aku harus mengambil barang ku lagi" pamit nya dan berlalu keluar dari kamar.

1
ハニサ
yg smpt bca komen aku, baca ya🙏

buat yg vote, like, komen, dan meraih peringkat 1 akan aku kasih hadiah kecil-kecilan buat nambah semangat kalian supaya rajin ngegift hehe🤭
ハニサ: klau bsa rebut peringkat ku jg sih🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!