NovelToon NovelToon
Young WIDOWER

Young WIDOWER

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Fantasi / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: intanpermata

Menyandang status duda diusianya yang masih sangat muda adalah hal yang sama sekali tidak pernah terbayangkan oleh Abrisam Xander Rahadian.


Hatinya telah membeku dan tidak berniat ingin mencari pendamping ataupun sosok ibu untuk putranya semenjak ia merasa dikecewakan dan sakit hati oleh mantan istrinya yang begitu tega meninggalkannya terutama putranya yang usianya belum genap satu tahun yang masih sangat membutuhkannya.

Ingin tau lebih lanjut cerita tentang Abrisam Xander??? Ikuti ceritanya yuk!!🙏😊😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon intanpermata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 16

Di KJ Hospital.

Zefanya telah selesai mandi dan sudah berganti pakaian. Ia memakai mini dress warna putih dengan motif bunga-bunga berwarna merah.

Terlihat pas dan sangat cocok ditubuhnya yang mungil.

Rambutnya yang tergerai dan masih basah terlihat sangat sexy. Ia berjalan dengan membawa botol infus ingin menuju tempat tidurnya kembali.

Namun langkahnya terhenti saat pandangannya tertuju kesofa. Ia melihat Abrisam tidur disofa dengan sebelah tangannya diletakkan dikening sedikit menutupi kedua matanya dan tangan sebelahnya berada diatas perutnya yang sixpack tertutup oleh kemeja warna biru gelapnya.

Zefanya melangkah mendekati Abrisam. Ia sedikit membungkukkan badannya dan ingin mengamati wajah Abrisam dari jarak dekat.

"Saat tidur saja dia masih sangat tampan begini, bagaimana aku tidak terpesona dengannya?" Ucapnya lirih sambil memandangi wajah tampan Abrisam.

"Oh ya Tuhan, aku ini bicara apa sih?!" Lanjutnya sambil menepuk keningnya kemudian menggigit bibirnya dan menegakkan tubuhnya kembali.

Ia lalu beranjak melangkah dan ingin kembali berbaring diranjangnya. Namun ia terkejut karena tiba-tiba tangannya ditarik oleh Abrisam.

"Aawh!!" Zefanya memekik saat terjatuh diatas tubuh Abrisam. Ia melebarkan mata dan mulutnya saat ia melihat wajah Abrisam yang sangat dekat dengan wajahnya.

Abrisam memeluk pinggangnya dan menatapnya dengan intens.

"Jadi kau terpesona denganku?" Tanya Abrisam sambil memeluk Zefanya dan menatapnya.

"I-iya! Oh maksudku tidak!!" Ucap Zefanya dengan sangat gugup kemudian ia menggigit bibirnya.

Ya Tuhan, ternyata dia tidak tidur dan mendengarkan ucapanku tadi!! Aku bodoh sekali kenapa harus bicara seperti itu didepannya sih?!

Gumam Zefanya merutuki dirinya sendiri sambil memejamkan matanya rapat-rapat dan menggigit bibirnya.

Ia kembali terkejut saat merasakan ada yang menempel di bibirnya, terasa dingin dan sangat lembut.

Seketika Zefanya melepaskan gigitan bibirnya dan membuka matanya. Ia semakin terkejut saat melihat wajah Abrisam yang sangat dekat tak berjarak dengan bibir Abrisam yang telah menempel dibibirnya. Zefanya semakin melebarkan matanya.

Abrisam hanya menempelkan bibirnya saja ke bibir Zefanya. Saat Zefanya melihatnya sambil melotot, ia sedikit menjauhkan wajahnya dan menatap Zefanya.

Zefanya mengedipkan matanya beberapa kali terlihat sangat menggemaskan dimata Abrisam. Ia merasakan jantungnya berdegup sangat kencang rasanya ingin keluar dari tempatnya.

Melihat Zefanya yang hanya diam saja, dengan pelan Abrisam menarik tengkuk Zefanya lalu kembali menempelkan bibirnya ke bibir Zefanya, kali ini Abrisam tidak hanya menempelkan bibirnya saja namun ia mencium dan ******* bibir Zefanya dengan lembut.

Seketika tubuhnya menegang dan merinding. Darah didalam tubuhnya berdesir seperti terkena aliran listrik. Ia juga merasakan seperti ada banyak kembang api dan kupu-kupu didalam perutnya.

Ya Tuhan!! Apa ini mimpi?? Dia menciumku?? Dan ini adalah ciuman pertamaku!!

Gumam Zefanya dalam hati sambil memejamkan matanya menikmati kelembutan bibir Abrisam.

Abrisam semakin mempererat pelukan dipinggang Zefanya dan memperdalam ciumannya. Zefanya tidak sanggup untuk menolaknya karena ia benar-benar sangat menikmatinya.

Zefanya semakin merasa terbuai dengan apa yang dilakukan Abrisam. Namun kemudian Abrisam melepaskan ciumannya dan menatap Zefanya dengan intens.

"Sangat manis!" Ucap Abrisam sambil mengusap bibir Zefanya dengan pelan dan lembut lalu tersenyum.

Membuat hati Zefanya semakin merasa tidak karuan.

Abrisam ingin bangkit dan duduk. Sontak Zefanya juga bangkit lalu dengan cepat ia beranjak menuju tempat tidurnya. Ia menggantung botol infusnya kembali ke tiang kecil yang ada disamping tempat tidurnya, kemudian ia naik ke tempat tidurnya dan berbaring dengan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.

Abrisam masih duduk disofa dan terkekeh geli melihat Zefanya yang dengan cepat melangkah dan naik keatas tempat tidur lalu menyembunyikan tubuhnya didalam selimut hingga tidak terlihat.

Abrisam bisa melihat dengan jelas wajah Zefanya yang merah merona mungkin karena sangat malu setelah ia menciumnya.

Kemudian Abrisam mengusap wajahnya lalu kembali tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

Apa benar aku telah jatuh cinta kepadanya?? Oh sial!! Kenapa aku tidak bisa menahan diriku?? Dan bibirnya terasa begitu lembut dan sangat manis! Sepertinya aku benar-benar sudah gila!!

Gumam Abrisam dalam hati kemudian ia menghela nafasnya panjang.

Abrisam juga merasakan hatinya bergejolak tidak karuan saat berada dekat dengan Zefanya.

Ia pun bangkit dan beranjak keluar dari kamar perawatan Zefanya. Abrisam keluar dari rumah sakit dan menuju Cafe yang ada disebelah rumah sakit tersebut.

Ia ingin bersantai dan mengalihkan pikirannya yang terus membayangkan ciumannya tadi dengan Zefanya. Entah mengapa ada sesuatu dalam dirinya yang selalu memberi respon saat berada dekat dengan Zefanya.

Padahal banyak wanita cantik, anggun dan sexy yang berusaha ingin dekat dengannya, namun ia sama sekali tidak merasa tertarik dengan mereka. Tapi kenapa dengan Zefanya yang baru saja ia kenal rasanya sangat berbeda.

Setelah Abrisam duduk dan memesan kopi juga salad, ia sekilas seperti melihat sosok wanita yang tidak asing baginya, lalu ia menoleh dan mengamati dengan seksama memastikan kalau yang ia lihat itu memang benar.

Sabrina??

Gumam Abrisam dalam hati sambil memicingkan matanya menatap kearah wanita tersebut yang memakai pakaian yang sangat ketat dan kekurangan bahan, memperlihatkan dengan jelas lekukan tubuhnya juga belahan dadanya.

Dan sosok wanita yang ia perhatikan ternyata juga memperhatikannya kemudian mendekatinya.

"Sam!! Ternyata benar ini kamu?? Kamu terlihat sangat berbeda dan semakin tampan saja!" Ucap wanita itu setelah mendekat kearah Abrisam dan ternyata memang benar Sabrina.

"Hmm!" Jawabnya singkat sambil sekilas menatapnya dengan dingin kemudian ia mengalihkan pandanganya kearah lain.

Sabrina merasa sangat senang dan ia semakin terpesona melihat mantan suaminya yang kini jauh lebih tampan dari sebelumnya. Dalam hati, memang Sabrina masih sangat mencintai Abrisam. Ia terpaksa meninggalkannya dan mencari pelampiasan karena tidak tahan dengan sikap Abrisam yang sering kali menolak untuk berhubungan suami istri hingga membuat dirinya selalu merasa kesal harus bermain sendiri didalam kamar mandi atau disaat Abrisam tidak dirumah.

"Apa kabarmu Sam?" Tanya Sabrina dengan lembut sambil menarik kursi dan duduk dihadapan Abrisam.

"Seperti yang kau lihat!" Jawabnya datar tanpa menatapnya.

"Permisi kak, ini pesanan anda!" Ucap dari pelayan cafe yang mengantarkan pesanan untuk Abrisam.

"Terimakasih!" Jawab Abrisam kepada pelayan tersebut.

"Sama-sama kak, apa ingin memesan lagi?" Tanya pelayan tersebut dengan ramah dan sopan sebelum beranjak pergi.

"Oh tidak, terimakasih!" Jawab wanita yang duduk dikursi diseberang Abrisam.

"Baiklah kalau begitu saya permisi!" Jawab pelayan tersebut dengan sopan kemudian beranjak pergi.

"Sam! Bagaimana kabar Alan?" Tanya wanita itu dengan ragu dan wajah terlihat sedih menatap Abrisam.

"Kau sudah tidak punya hak lagi untuk menanyakan kabar putraku!!" Jawab Abrisam dengan tegas dan menatap tajam Sabrina.

"Tapi Alan juga putraku! Putra kandungku Sam!" Ucap Sabrina dengan menatap Abrisam.

"Putramu?? Kau benar! Dia memang putramu tapi dulu, empat tahun yang lalu sebelum kau meninggalkannya begitu saja hanya demi laki-laki lain yang sangat kaya bahkan usianya lebih pantas menjadi ayahmu! Bukan begitu??" Ucap Abrisam dengan mengeraskan rahangnya menahan emosinya.

"Sam! Aku sungguh telah menyesal! Aku tidak memiliki hubungan apa-apa dengannya! Percayalah kepadaku Sam! Aku sangat merindukanmu juga putra kita!" Ucap Sabrina dengan suara bergetar dan mata yang sudah berkaca-kaca menahan tangisnya.

"Omong kosong!!" Ucap Abrisam dengan tersenyum sinis.

"Sam, aku benar-benar minta maaf kepadamu! Aku juga ingin meminta maaf kepada Alan! Aku ingin menebus semua kesalahanku! Mari kita mulai lagi hubungan kita ini dari awal!" Ucap Sabrina sambil meraih tangan Abrisam dengan airmata yang telah mengalir membasahi pipinya.

Namun dengan cepat Abrisam menarik tangannya dan tidak ingin disentuh oleh Sabrina. Ia merasa muak dan jijik kepadanya. Ditambah dengan pakaian yang dipakainya saat ini.

"Jangan pernah bermimpi dan berharap untuk kembali lagi kepadaku atau putraku, setelah apa yang telah kau lakukan dimasa lalu!!" Ucap Abrisam dengan kalimat penuh penekanan menahan emosinya dan menatap tajam Sabrina.

1
YAM
Luar biasa
Dahlia Anwar
tolol semua si huft kenapa selalu emosi yang di kedepankan katanya cinta tapi bego
Dahlia Anwar
iya bego semua marahin aja bal
Neni marheningsih
goblog ze mau2 nya luluh sama Sam...haruse kasih pelajaran..orang udah punya istri masih mikirin mantan aja..Dasar plin plan
Neni marheningsih
dasar ogeb ya ogeb si sam
Neni marheningsih
Sam nya aja bego...kenapa ga punya asisten..udah tau si Clara suka di biarin ikut😬😬
korban perasan Csr
y7
Bzaa
wow semoga benih2 cinta segera menghampiri
tania_: makasih banyak, kak. sudah mampir di karya saya.🙏🥰🥰🥰
total 1 replies
Bzaa
semoga abrisam Mao membuka pintu hati nya buat Ze
Bzaa
akhirnya bertemu dan berteman 👍
Bzaa
menarik 😘
Bzaa
ceritanya asyik 💕
asfar arahman
bagus Fanya...sebagai wanita bermaruah kamu harus bisa menjaga dan melindungi diri kamu....jgn biarkan diri kamu diperkotak katikkan oleh wanita ular itu
asfar arahman
jgn bagitau dulu paman dan bibimu...biar Sam yg katakan semuanya..biar bibi dan sepupumu terkejuttttt
Deandra🕊🌻
gw jadi bininya si Sam, udah gw suruh pecat tu si Clara..
waktuitu
aku mampir thorrr kayanya seruuu
asfar arahman
itu normal sebagai anak gadis ...apa nak dimalukan pembalut itu memang wajib ada bg setiap perempuan
asfar arahman
Sam cari kebenaran kamu dijebak Sabrina...
tania_: makasih banyak kakak udah mampir..🙏🥰🥰🥰
total 1 replies
Oh Dewi
mampir ah, mana tau seru.
Demi apa, sesusah itu nyari novel yang seru. Btw, mau sekalian rekomendasiin novel yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, wajib search pakek tanda kurung.
Bagus banget novelnya, tapi ya gitu minim pembaca😈
tania_: trimakasih kakak, msh ada lagi karya aku yg seru Terjerat Pernikahan Kontrak Dengan Sang IDOLA, Perjalanan Hidup NAURA sp tau suka..😊🥰
total 1 replies
osinry 翔
Wah visualnya keren sis😍
tania_: makasih kakak..🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!