NovelToon NovelToon
Istri Bodoh Tuan Mafia

Istri Bodoh Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Bullying dan Balas Dendam / Mafia / Roman-Angst Mafia / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:853
Nilai: 5
Nama Author: Nadinachomilk

Seyna Darma, gadis yang dianggap bodoh karena trauma kematian kedua orang tuanya, hidup dalam siksaan paman dan bibi yang kejam.
Namun di balik tatapannya yang kosong, tersimpan dendam yang membara.
Hingga suatu hari ia bertemu Kael Adikara, mafia kejam yang ditakuti banyak orang.
Seyna mendekatinya bukan karena cinta, tapi karena satu tujuan yaitu menghancurkan keluarga Darma dan membalas kematian orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadinachomilk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 PERJODOHAN

Setelah beberapa hari di rumah sakit, akhirnya Seyna kembali ke dalam rumah keluarga Damar bersama Bi Surti dan Risa. Saat Seyna sampai di ruang tamu, terdengar suara berat dari sang paman.

"Sudah kembali Seyna?"tanya Dirga.

Seyna hanya diam dan menatap ke arah atas, sedangkan Bi Surti buru buru berkata.

"Non Seyna sudah baikan tuan."

Dirga yang mendengar itu hanya mengangguk lalu membiarkan mereka untuk kembali ke kamar Seyna. Sesampainya di sana Rayyan sudah menunggu dan memeluk sang kakak.

"Kak Seyna, Rayyan rindu sekali," ucapnya.

Seyna hanya tersenyum lalu membalas pelukan dari sang adik dan segera berlutut agar tinggi mereka sejajar.

"Rayyan baik baik saja?saat Kakak tidak disini?"tanya Seyna.

Rayyan hanya tersenyum lalu mengangguk dan memberikan satu buah gambar yang berisi Rayyan dan Seyna. Seyna menatap itu dengan wajah yang sedih.

"Maaf sayang,kakak belum bisa buat Rayyan hidup nyaman tanpa penyiksaan," gumam Seyna.

Rayyan yang masih kecil itu langsung mengerucutkan bibirnya ketika melihat air mata di pipi kakaknya. Dengan kedua tangannya yang mungil, ia mengusap pipi Seyna pelan cara seorang anak kecil menenangkan orang yang paling ia sayangi.

"Kakak jangan sedih," ucap Rayyan lembut.

"Rayyan kuat. Kakak juga harus kuat. Kakak kan super heronya Rayyan."

Seyna menggigit bibirnya sendiri, menahan isakan yang hampir pecah. Anak sekecil itu malah yang berusaha menguatkan dirinya.

"Rayyan…" lirih Seyna sambil tersenyum kecil, suaranya bergetar.

Seyna buru-buru menarik napas panjang, mencoba menghapus air mata di wajahnya. Ia tak ingin Rayyan melihat sisi rapuhnya terlalu lama.

"Ayo sini, duduk sama Kakak." Ia menggandeng tangan kecil Rayyan dan mengajaknya duduk di tepi kasur kamar yang gelap itu.

Saat Rayyan memandang sekeliling ruangan dengan rasa penasaran, Seyna meraih sebuah benda kecil dari tasnya sebuah mainan plastik sederhana yang ia temukan saat perawat membersihkan ruangan. Mainan itu bukan barang mahal, hanya mobil-mobilan kecil berwarna biru.

"Ini… buat Rayyan," ucap Seyna sambil menyodorkannya.

Mata Rayyan langsung berbinar bahagia seolah menemuka sebuah hal yang langka." Beneran, Kak?ini buat Rayyan?"

"Iya. Kakak temuin kemarin di rumah sakit, Rayyan suka?"

Rayyan tidak menjawab dengan kata-kata. Ia langsung memeluk Seyna erat begitu erat sampai Seyna hampir kehilangan napas.

"Rayyan suka banget! Rayyan belum pernah punya mainan ini, terima kasih Kak Seyna!"

Pelukan itu membuat dada Seyna terasa sesak bukan karena pelukan Rayyan yang kencang, tapi karena kesadaran pahit yaitu anak sekecil ini tidak pernah diberi mainan sama sekali di rumah paman dan bibinya. Tidak pernah merasakan kebahagiaan kecil yang seharusnya didapat setiap anak.

Seyna mengelus kepala adiknya pelan. Dalam hatinya, amarah dan tekad bercampur jadi satu. Keluarga Damar sudah melampaui batas. Menyiksa dirinya, masih bisa ia tahan Tapi Rayyan? Seyna tidak bisa membiarkan anak sekecil itu harus menjalani hidupnya dengan kekerasan tanpa mendapatkan kebahagian selayaknya anak kecil.

"Mereka tidak akan bisa lolos begitu saja," gumam Seyna.

Seyna menatap wajah polos adiknya, menyelipkan mainan itu ke genggaman Rayyan, lalu mengusap pipi bocah itu dengan lembut.

"Rayyan… mulai hari ini, Kakak janji." Suara Seyna rendah, namun tegas.

"Kamu bakal hidup nyaman. Kamu bakal hidup tenang. Kakak bakal pastikan itu."

Rayyan hanya mengangguk polos, tak mengerti betapa seriusnya kalimat itu. Sementara Seyna menatap ke arah pintu yang baru saja ditutup oleh Risa dan Bi Surti.

Pikirannya melayang, mengingat wajah Kael tatapan khawatirnya, sentuhan hangatnya semua itu membuat sebuah senyum kecil muncul di bibir Seyna.

"Keluarga Damar sudah tidak punya waktu lama. Karena kini, Seyna punya dua alasan untuk berdiri melawan siksaan itu memberikan kebahagiaan pada Rayyan dan Kael yang sudah mulai ada dalam genggamannya untuk melancarkan aksi balas dendamnya.

Seyna mengeratkan pelukan terhadap adiknya, sementara sebuah tekad dingin mulai berkembang di dalam hatinya.

"Aku akan buat kalian semua membayar," bisik Seyna dalam hati.

Kael akhirnya sampai di rumahnya setelah mengantar Seyna, Zidan masih setia mengikutinya sampai di ruang makan. Selang beberapa menit Zidan disana, tina tiba suara Kakek Adikara terdengar.

"Kael.." panggil kakek.

Kael buru buru menoleh dan membantu sang kakek untuk duduk di meja makan bersamanya, tetapi suasana disana hening untuk sesaat. Kael masih larut dengan pikirannya.

"Kael, apakah kau sudah mau menikah?"tanya Kakek tiba tiba.

Mendengar itu Kael yang sedang makan tiba tiba tersedak dan Zidan buru buru mengambilkan air minum.

"Ini tuan," Kael menyodorkan segelas minuman.

Kael buru buru meminum minuman itu dan menenangkan dirinya.

"Nikah?kenapa kakek tiba tiba membahas nikah?"tanya Kael.

Sang Kakek hanya menghea napas lalu berkata pelan.

"Sepupumu saja sudah mau menikah, kamu yang sudah tua tidak menikah menikah,"ucap Kakek.

Kael yang tahu makna dibalik kalimat itu hanya mendengus.

"Jadi kali ini kakek mau jodohin Kael sama siapa?"tanya Kael.

Sang kakek hanya tersenyum lalu berkata pelan, "Sebenarnya kakek sudah pernah berjanji akan melindungi cucu teman kakek."

"Sudah lah Kek, kasih tahu saja siapa?"ucap Kael sambil memutar bola matanya.

"Seyna Damar, dia cucu kesayangan teman kakek. Tapi dia sedikit bodoh sekarang," ucap Kakek lirih.

Kael yang awalnya santai langsung membeku setekah mendengar nama yang diucapkan oleh sang kakek.

Wajah polos gadis itu terlintas begitu cepat:l di pikiran Kael, tubuh penuh lebam, senyum kecil yang memaksa, suara lembutnya yang selalu bilang aku nggak apa-apa kak. Kael mematung beberapa detik bahkan Zidan sampai meliriknya karena wajah bosnya tampak benar-benar kaget.

"Kakek… ulangi tadi siapa?" suara Kael pelan, tapi tegang.

"Seyna. Seyna Damar," jawab sang kakek pelan, seolah itu hal biasa saja.

Lalu ia menambahkan, "Dia cucunya sahabat kakek. Waktu dia lahir, kakek janji akan menjodohkannya dengan salah satu cucu kakek untuk menjaganya seumur hidup."

Kael menunduk, napasnya terasa berat.

Selama ini Seyna bahkan tidak tahu apa pun.

Dan Kael juga tidak menyangka kalau takdir mereka ternyata memang saling terkait sejak awal.

Kakek mengangkat alisnya. "Jadi? Kau setuju atau tidak? Kalau tidak, kakek serahkan janji itu ke sepupumu yang lain. Mereka juga tertarik dengan gadis itu."

Mendengar itu Kael langsung mendongak cepat.

"Maksud kakek… ada sepupu lain yang mau dijodohkan juga?"

"Ya tentu. Gadis itu baik, halus… meski sedikit bodoh. Dan—"

"Setuju." Kael memotong cepat, nyaris tanpa berpikir.

Kakek terdiam mendengar ucapan Kael yang sudah berkali kali menolak untuk dijodohkan.

"Apa? Baru juga kakek jelasin."

"Aku setuju, Kek," ulang Kael, kali ini lebih tegas.

"Aku yang akan menikah dengan Seyna."

Zidan terkejut sampai tak sengaja menjatuhkan pulpen dari tangannya. Kakek menatap cucunya lama, lalu perlahan tersenyum kecil.

"Tumben seorang Kael Adikara mau dijodohkan. Ada apa ini?"

Kael hanya menunduk sebentar, mencoba menyembunyikan ekspresi wajahnya yang rumit antara campuran marah, iba, dan sesuatu yang lain saat mengingat Seyna.

....

MOHON DUKUNGANNYA JANGAN LUPA VOTE,LIKE,KOMEN SEBANYAK BANYAKNYA TERIMAKASIHH

Jangan lupa follow buat tau kalau ada cerita baru dari othorrr!!

1
Bu Dewi
seru, lnjut lagi kak.. hehehhehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!