NovelToon NovelToon
DESA YANG HILANG

DESA YANG HILANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Misteri / Horor
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Riski riko

Sebuah karya novel bergenre horor yang sangat menyeramkan tentang perjalanan mahasisiwa teknik geologi yang terjebak didalam desa yang hilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riski riko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ikan Fuck Boy

Karena melihat Aku dan Danu mendapat ikan besar, Rio dan Wisnu langsung pindah tempat ke lokasi Kami.

Terlihat Rio Dan Wisnu berlari menuju lokasi kami, Seolah olah mereka tidak mau kalah.

"Kayaknya di tempat Kalian banyak ikanya Ko"

Teriak Rio yang lagi berlari sambil membawa pancingnya.

"Sini aja, Siapa tau dapat kayak Gua dan Danu"

Teriak ku kembali.

Wisnu pun langsung memilih tempat disamping pancinganku, Dan Rio memilih didekat pancingnya Si Danu.

Aku melirik ke arah Rio, Dia tampak begitu bersemangat untuk mendapatkan ikan.

Kamipun kembali memasang umpan masing masing.

Dibawah pohon tua dengan teriknya matahari yang sudah mulai reda menandakan waktu sudah sore,

Kami berempat berjajar berdekatan dengan memegang pancing masing masing.

Aku dan Danu sudah mendapatkan ikan patin yang lumayan besar, Tinggal si Rio Dan Wisnu yang belum mendapatkan ikan sama sekali.

Tidak menjelang lama setelah Aku melemparkan mata pancingku ke sungai.

Hanya membutuhkan Waktu 3 menit

Pancinganku tiba tiba terasa berat lagi.

Pancing yang hanya terbuat dari bambu itu sepertinya sudah mulai menunjukkan tanda tanda di lahap ikan.

Wisnu yang berada disampingku langsung berteriak histeris melihat pancinganku

"Koooooooooooooooooo, Pancing Looo tu kenaaaaaaaa"

Aku langsung saja menarik pancingan ku dengan sekuat tenaga, Tampak pancing yang terbuat dari bambu itu tidak kuat menahan beban ikan yang melahap pancingan ku.

Pancinganku seperti sudah mau patah tapi tetap ku usahakan supaya tetap bisa bertahan.

Rio ,Wisnu dan Danu tampak begitu histeris melihat pancingan ku.

" Tarrrrrrriiiiiiiikkkkkk kooooooooo"

Teriak Rio.

Aku langsung menarik pancingan ku. Sedikit Ku mainkan, Sesekali Aku tarik, Sesekali Aku ulur kembali talinya.

Pancing tradisional yang hanya terbuat dari bambu membuat Aku sedikit kesulitan.

"Kaliiaaannn siap siap tangkap ikanya"

Teriak Ku sambil menarik pancingan Ku.

Tiba tiba

Trrrrrraaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkk

Suara pancingan bambu Ku tiba tiba patah

Aku langsung saja meloncat ke sungai untuk menangkap ujung bambu yang patah itu.

Byuuuuuuuuuuuuuuurrrrrrrrrrrrr

Suara ku yang meloncat ke dalam sungai.

Teman temanKu semua berteriak histeris karena melihat pancinganku patah.

Aku tarik perlahan pancing itu, Ikan yang besar tersebut terlihat mencoba untuk melarikan diri.

"Dan Lo pegan pancing ni, Gua mau ngambil ikannya" Teriak ku sambil memberikan pancing yang sudah patah itu.

Walaupun pakaian Ku sudah basah semua tapi perjuangan tidak membohongi hasil.

Ikan yang Aku perjuangkan akhirnya tertangkap juga.

Ikan Dakso yang ukurannya sekitar tiga kg berada di tangan Ku.

"Tarik Dan"

Teriak ku kepada danu.

Sebuah ikan Dakso berukuran besar sudah berada di pinggir sungai.

"Kalian kok banyak dapat terus ya?" Tanya wisnu yang lagi terkesan melihat ikan Dakso yang sudah ku angkat ke daratan.

"Ada triknya Wis"

Jawab Danu sambil mengedipkan mata ke arah ku.

"Gede juga ya?"

Ucap ku yang lagi bersemangat.

"Coba Lo ke atas cari wadah ikan ikan kita wis" Gumam Rio.

Wisnu pun pergi mencari wadah ikan, Kemudian datang dengan membawa karung berukuran besar.

"Nah ini baru mantap"

Ucap ku sambil mengambil karung wadah ikan tersebut.

Semua ikan ikan Kami sudah berada di dalam karung, Karna pancingku sudah patah jadinya Aku hanya menjadi penonton saja.

Rio dan Wisnu terlihat sangat bersemangat melihat ikan yang sudah Aku dan Danu dapatkan.

" Kali ini pasti giliran Gua"

Kata Rio yang lagi fokus dengan pancingnya.

"Katanya kalau Fuckboy mancing disini gak bakalan dapat Hahahah " Ucap Wisnu kepada Rio.

"Elo berarti Fuckboy juga Wis, Kan cuma kita berdua yang gak dapat hahahahah " Balas Rio

"Udah, Sama sama gak dapat jangan saling ejek" Gumam Danu.

Mereka bertiga fokus dengan pancinganya, Sementara aku masih memegang karung yang berisikan Tiga buah ikan.

"Mana ni ikan ya? Kok pancing Gua gak dimakan makan ?" Ucap Rio.

"Ya elah, Sabar dikit napa" Jawab Wisnu.

Didalam perdebatan mereka, Tiba tiba pancing Danu kembali strike.

"Naaaaahhhhh pancing Gua di sambar lagi ni"

Teriak Danu yang lagi berusaha mengangkat pancingnya.

"Kok kalian mulu yang dapat ya ?"

Ucap Rio sambil melihat Danu mengangkat ikan.

Terlihat Danu mengangkat ikan yang sedikit kecil dari yang didapatkan sebelumnya.

"Alhamdulillah, Dapat lagi"

Gumam Danu.

Tidak lama kemudian, Tiba tiba pancing Rio pun sepertinya dilahap ikan.

"Naaaahhhh apa yang gua bilang kan !, Pasti ikannya besar ni"

Kata Rio sambil mengangkat pancingnya.

" Waaaaaduuuhhh kayaknya besar Ni" Teriak Wisnu

"Satuuuuuu Duaaaaaaa Tigaaaaaaaa, Angkaaaatttttt"

Teriak Rio kembali sambil mengangkat pancingnya.

Ketika pancing sudah terangkat, Ternyata hanya sebuah Karung bekaas yang sudah berlumpur.

"Hahahahahahahahahhaha Makan tu ikan FuckBoy" Teriak wisnu sambil tertawa kencang.

Aku dan Danu pun Ikut tertawa.

Setelah Rio mendapatkan Ikan fuckboynya, Aku melihat Jam tangan ku, Ternyata sudah Sore, Sudah Jam 16.50 Wib.

Matahari pun sudah menunjukan akan menghilang dan berganti dengan sang rembulan.

"Udah sore ni, Ayodah kita pulang"

Ucapku.

"Ayoo ayo, Ikan Sudah banyak juga"

Jawab Si Danu.

"Kalian Enak dapat ikan !, Nah Gua ?, Dapat Karung bekas " Ucap Danu sambil Membersihkan pancingnya.

"Hahahahahah Itu ikan Khusus Fuckboy " Jawab Wisnu.

"Mending Gua dapat karung, Lah Eluuuu ? Gak dapat sama sekali " Balas si Rio.

Setelah itu kami pun kembali ke penginapan untuk mempersiapkan menyambut datangnya malam.

Ikan yang Kami dapatkan, Kami berikan kepada Warga, Kami hanya membawa satu yang palin besar dan Berencana akan memanggangnya habis isya.

Matahari yang mucul sudah digantikan oleh Rembulan, Hanya cahaya rembulan yang menyinari Desa ketika malam telah tiba.

Jangkrik jangkrik mulai bernyanyi seolah olah paduan suara mereka telah menjadi musik wajib di Desa ketika malam.

Krrriiiiikkkk krrriiiikkkk krrriiiiiikk

Suara jangkrik yang bersaut sautan.

Seperti biasanya Kami berempat berkumpul diruang tengah ketika malam telah tiba.

Ikan yang Kami dapatkan tadi sudah Kami siapkan didapur.

"Ikanya tadi udah siap Dan?" Tanya ku.

"Udaaaahh ko, Di belakang" Jawab si Danu.

"Ayo dah Kita panggang" Kata si Rio sambil berdiri.

"Nasinya gak ada ?" Gumam Wisnu.

"Sabar, Kata bapak ketua adat tadi siang, Nasi kita nanti bakalan di antar ama tetangga sebelah"

Jawab ku sambil berdiri menuju dapur.

"Kalau gak, Lo langsung aja ke tetangga sebelah jemput nasinya, Dari pada nanti tetangganya repot repot antarin"

Ucap Danu,

"Iya dah, Gua ngambil nasi, Kalian Panggang ikan"

Wisnu pun langsung pergi ke rumah tetanggan.

Aku, Rio dan Danu Fokus memanggang ikan Dakso yang besar, Hasil tangkapan tadi sore.

Pertama kali kami menghidupkan bara api, Setelah itu baru memanggang ikannya.

Ketika warna ikanya sudah sedikit matang, Sedikit demi sedikit kami olesi dengan kecap manis.

Aroma ikan panggan kami membuat perut yang mencium aroma itu menjadi lapar.

Malam malam gini di sunguhi oleh panggang ikan ala ala desa.

Ikan pun sudah hampir matang, Dari arah pintu ada yang mengucap salam.

"Assalamu'alaikum"

"Siapa Dan?" Tanya ku kepada Danu.

"Gak Tau juga" Jawab si Danu.

Kami bertiga pun kedepan dan meninggalkan ikan yang kami panggang itu sebentar.

"Wa'alaikum salam" Ucap ku sambil melangkah ke depan bersama Rio dan Danu.

Ternyata kerjaannya si Wisnu yang baru datang membawa Nasi dan Lauk yang di berikan Oleh Warga.

"Ahhh Lo Wis, Kayak gak ada kerjaan aja"

Ucap si Rio.

"Dan, Lo cek ikannya, Apakah udah mateng apa belum" Ucap ku.

Danu pun berjalan kedapur.

"Koooooooo??? Ikannya hilang" Teriak Danu dari arah dapur.

"Ahh yang bener Lu dan" Teriak ku.

Aku , Winu dan Rio pun mencoba mengecek ke dapur.

Ketika Kami sampai ternyata benar, Ikan yang Kami panggang tadi benar benar menghilang.

" Nahhh kemana ikanya?, Baru di tinggal bentar doang" Ucap ku sambil melihat ke sisi sisi dapur jika ada kucing.

"Kayaknya gak ada kucing didapur ini" Ucap Rio yang juga mencari jika ada kucing.

"Nahh kok bisa?" Tanya Wisnu.

Kami berempat pada malam itu di buat kaget, Bagaimana mungkin?, Ikan yang kami panggang itu tiba tiba mengilang.

"Masak hantu makan ikan?" Gumam Wisnu.

"Bisa jadi itu Wis" Jawab Rio.

"Ah kok Gua jadi merinding ya? " Ucap Danu.

#Bersambung#

jangan lupo Votenyo kk😁

1
elisa Fitri
aku udah baca dari tahun 2020 terus selalu kesini buat mastiin up lagi ternyata engga😭😭😭
Noyar ikan
setidaknya beritahu jika hiatus. saya menunggu 2 tahun. bukan hanya saya yang menunggu tapi fans mu
Aifa 2 Jeddah
benar benar hilang desannya
Zuhril Witanto
minta di geplak emang si wisnu
Zuhril Witanto
suwi ora up,ngenteni pirang tahun iki
Zuhril Witanto
udah takut tuh ikan jadi2an.alhamdulillah bukan
Zuhril Witanto
kok takutnya tuh ikan penunggu sungai
Zuhril Witanto
Alhamdulillah akhirnya up
Mohammad Djufri
belum jelas ni arahnya, bang gintink eh sintink...😂🙏
Kiocty deva
kapan up bang..
Zuhril Witanto
dari sekian lama ku tunggu..kamu gak up thor
siti sufiya
ni kpn up nya udh setahun nungguin kelanjutannya 😑
Nanda
1 tahun lebih author menghilang, 2 tahun pembaca (saya) hilang juga
Dan sekarang setelah 3 tahun hilang²an, akhirnya lanjut baca lagi 'Desa Yang Hilang' 😅 Makasiiih ya author
Nur Amanah
ko GK sholat siy
Desfa
menarik
Zuhril Witanto
seru
Zuhril Witanto
gak up lagi
Nasyasonia
Saya suka banget cerita seru , kenapa lama banget Upx ya thoor
Fadilla Rahmadani
akhirnya setelah beberapa tahun nungguy
Ayuk Vila Desi
kok gak update lagi thor...kamu kemana?belum balik
Dafarizfi Tianto: author yg hilang dah setahun lo thor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!