NovelToon NovelToon
Dinikahi Duda Perjaka

Dinikahi Duda Perjaka

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / CEO / Cinta setelah menikah / Pengantin Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Duda
Popularitas:25.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lidya Amalia

Hari yang seharusnya menjadi hari yang paling bahagia, tapi nyatanya tidak.
Hari yang seharusnya berganti status menjadi seorang istri dari lelaki bernama Danish, kini malah berganti menjadi istri dari lelaki bernama Reynan, tetangga barunya. Yang katanya Duda.
Dia adalah Qistina Zara, bagaimana kisahnya? kemana Danish? kenapa malah menjadi istri dari lelaki yang baru dikenalnya?
yuk, ikuti kisah Zara di sini😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lidya Amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jhon

“Oh ya, saya baru ingat. Kita belum bertukar nomor ponsel,” ucap Reynan. “Ketik nomormu,” lanjutnya seraya memberikan ponselnya ke Zara.

Zara pun langsung mengambil dan mengetik nomor ponselnya di sana.

Reynan kembali mengambil ponsel, lalu melakukan panggilan ke nomor itu.

Ponsel Zara pun berdering. “jangan lupa, simpan,” kata Reynan.

“Hum,” gumam Zara.

Mengingat belum membersihkan tubuh, Reynan pun pergi ke kamar mandi.

***

Pukul tujuh pagi, pintu kamar di ketuk.

Zara yang masih nyaman dengan baringnya, ia pun beranjak.

“Iya, Bi?” tanya Zara.

“Ini ada paket Bu,” ucapnya, seraya menyerahkan barang itu ke Zara.

“Oh iya, makasih ya, Bi.”

Setelah menutup pintu, Zara pun kembali.

“Baju mungkin ya?” monolog Zara.

Mau membukanya, tapi ia takut barang Reynan.

Sedangkan saat ini, Reynan sedang berada di kamar mandi.

“Nanti saja lah, tanya dulu orangnya.” Zara kembali bermonolog.

Akhirnya, ia pun memilih untuk membereskan tempat tidur.

Semalam, ia merasa tidurnya begitu nyenyak. Terasa nyaman, hangat dan tenang. Sampai ia tidak tahu, Reynan entah tidur di mana. Pasalnya, ia tidur lebih dulu saat Reynan mandi. Dan saat bangun pun, Reynan sudah tidak di tempat tidur.

Namun berbeda dengan Reynan, saat ini matanya seperti mata panda.

Bagaimana tidak, semalam ia tidak bisa tidur. Saat dirinya akan terlelap, kaki Zara mendarat di pahanya.

Zara tidur memeluk dirinya, seolah tengah memeluk guling.

Tidak hanya itu, benda kenyal dan padat menempel ke lengannya. Membuat tubuhnya menegang.

Sesekali, kaki Zara pun bergerak pas di atas adik kecilnya yang diberi nama Jhon.

Keinginan sebagai pria dewasa, tentu ada dan begitu menggebu.

Namun … ia hanya bisa menahannya dengan pasrah, karena jika ia bergerak takut Zara terbangun.

Tidak ia pungkiri, ia suka dengan posisi itu. Dan … mungkin mencicilnya, meski baru menempel di lengan dan itupun terhalang pakaian.

Beberapa menit kemudian,

Pikiran nakalnya mulai menguasai otak lurusnya.

Entah kenapa, ia berpikir untuk menggerakkan lengannya sedikit. Ya sedikit, tapi otak lurusnya dengan keras menolak. Takut jika Zara terbangun.

Namun … satu menit kemudian. Otak lurus itu kalah.

Reynan lelah berperang batin. Akhirnya, ia pun mengikuti keinginan yang begitu menggebu.

Ia mencoba menggerakkan lengannya yang menempel pada benda kenyal itu.

Seketika mata Reynan membulat. Ia merasa benda itu begitu kenyal dan padat, ia tidak merasakan ada penghalang yang tebal di sana.

“Shit … apa dia gak pake daleman?” gumam Reynan.

Karena penasaran, ia pun mengulanginya lagi.

Benar, tidak ada benda itu. Malahan, lengannya merasa ada benda kecil seperti boba yang mengganjal.

“Shit, Zara …” erangnya. Ia menelan ludahnya dengan kasar, matanya memejam kuat.

Seolah ia tengah mencoba menghilangkan pikiran kotor dan keinginan dalam dirinya yang membara.

Terbukti, adik kecilnya bangun, berdiri dengan tegak.

“Za … maaf.” rasa ingin dan penasaran yang kuat. Tangan kanan Reynan pun terulur untuk memegang benda itu.

“Besar juga, Za. Arrgghhh … Zara …” ia memejamkan matanya, dengan tangan kanan memegang benda itu.

Seolah ia sedang menerawang bagaimana di dalamnya. Ia juga seperti tengah menyimpan bagaimana tekstur saat ia memegangnya.

“Bisa gila saya, Za.” Reynan membuka matanya. Bibirnya tanpa ragu mencium pucuk kepala Zara, yang posisinya sangat pas.

“Entah mulai dari kapan. Sepertinya saya sudah ada rasa padamu,” ucapnya.

“Apa kamu bisa mencintai saya, Za?” lanjutnya.

“Perasaan kamu ke dia, gimana Za? Udah move on belum?” sambungnya.

“Arrgghhh …” Reynan mengerang, kala tangan Zara tidak sengaja mendarat di adik kecilnya.

“Argghh … Za …” Napasnya naik turun, debaran jantungnya berpacu lebih cepat.

Karena sudah tidak tahan lagi, ia pun menggerakkan tangan Zara yang masih berada di balik adik kecilnya.

"Argghhh, Za ..."

Ia sudah tidak tahan lagi. Reynan menarik diri dengan pelan, supaya Zara tidak bangun.

Setelah memastikan Zara masih dengan lelapnya, Reynan mengecup bibi Zara dengan pelan tapi cukup lama.

Kedua tangannya memegang benda kenyal itu, dengan sedikit remasan. Karena merasa kurang, dengan nakal ia menyingkap baju Zara dan—

“Za …” Reynan begitu kagum melihat benda kenyal dan padat itu, putih bersih dengan pucuk yang ranum.

“Maaf, Za.” Ucapnya, setelah itu ia mel*umat dan meng*mut pucuk ranum yang begitu menggodanya.

Zara menggeliat.

Dengan debaran jantung yang cepat, has*rat prianya memuncak. Reynan pun menyudahinya dan ia lekas pergi ke kamar mandi. Ia takut Zara bangun dan mengetahui aksi bejatnya.

Di sana, Reynan merasa menjadi pria bajingan.

Namun disisi lain, Reynan merasa itu adalah sebagai haknya.

Adik kecil yang masih berdiri tegak, terpaksa ia pun melakukannya sendiri.

***

Reynan keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk yang menutupi inti tubuhnya saja.

“Aaaaa …” Zara berteriak dan langsung menutup matanya.

Ia terkejut melihat Reynan keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk saja.

“Kamu kenapa?” tanya Reynan dengan santai.

“Kenapa gak pake baju?” tanya Zara masih dengan menutup mata.

Reynan berdecak. “Kirain apa,” jawab Reynan singkat.

“Kirain apa, maksud kamu?! Ingat ya, di kamar ini bukan hanya kamu saja. Ada saya juga,” kata Zara.

“Iya … saya tau. Tapi kita udah jadi suami istri. Jangankan melihat bagian atas, kamu mau lihat si Jhon pun, saya kasih kalo mau,” kelakarnya.

Arghhh … ia jadi teringat yang semalam. Seketika, si Jhon pun terbangun.

“Si Jhon, siapa?” tanya Zara. “Ah gak penting, cepetan pakai baju!” lanjutnya.

Reynan pun melangkahkan kakinya menuju lemari dan ia langsung memakai baju di sana.

Sedangkan dengan Zara, ia langsung pergi ke kamar mandi.

“Gila aja,” ucap Zara seraya bersandar di balik pintu kamar mandi. Bagaimana tidak, saat ini debaran jantungnya serasa mau copot.

Dada bidang, dengan sedikit bulu halus di sana. Perut sixpack, tubuhnya tinggi dengan rambut setengah basah, membuat ketampanan Reynan bertambah berkali-kali lipat.

“Aduh … murahan banget hati gue,” ucap Zara, seraya memegang dadanya.

1
𝐈𝐬𝐭𝐲
mending cia keluar dri rumah, kan bisa ngekost biar ayahnya yg gak tau diri belajar bertanggung jawab sama istri barunya...
fatih faa
lanjut thor
Lidya Amalia: siap kk
total 1 replies
Sriati Rahmawati
Keysa biar nikah sama bpknya Reynan saja🤣🤣🤣🤣
Lidya Amalia: gak mau dia, Reza udah berumur😅
total 1 replies
Lidya Amalia
aduh jangan dong🤭
Dian Romadhon
Kalo ampe mau nikahin keysa beneran fix saya hengkang ya thor
fatih faa
semangat terus thor
Lidya Amalia: siap kk🥰
total 1 replies
fatih faa
lanjut Thor update sore
muna aprilia
lanjut
Titik Sofiah: awal yg menarik ya Thor moga konfliknya nggak trlalu berat
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!