Hallo pembaca hebat, saya membawakan cerita baru dengan judul "PANGGIL AKU MAS!"
Kisah pemuda yang tampan, pekerja keras dan hidup mandiri. Dia sudah satu tahun hidup di ibukota, dan jauh dari keluarga.
Prasetya Wardana, pemuda 24 tahun kelahiran Boyolali dan lulusan Sarjana Informatika dari Universitas Negeri di kota Semarang.
Pasetya yang sering dipanggil dengan nama Pras itu, dia bekerja di sebuah perusahaan swasta ternama di kota Jakarta.
Pras yang sering menggunakan logat Bahasa Jawa.
Pras yang tampan banyak di gemari gadis, tapi dia juga pernah di tolak saat melamar gadis.
Mau tahu tahu kisah Prasetya Wardana?
Gadis cantik mana yang akan mendampingi Prasetya?
Apakah Pras akan terus tinggal di ibukota?
Keluarga, cinta, pekerjaan dan kasih sayang akan ada dalam cerita ini.
Cerita ini hanya karangan belaka, bila ada kesamaan nama karakter dan nama tempat, mohon dimaklumi.
Penulis berharap kepada para pembaca untuk memberikan like, koment, rate dan vote.
Terima kasih 🙏
"Panggil aku mas!" 😎 Jangan lupa "Panggil aku mas!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie_Gv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memulai Dengan Manis
Mata Pras menatap ke sebuah cincin yang dari tadi sudah menjadi pusat perhatiannya. "Sepertinya yang ini cocok untuk Britney."
Ya Ya Ya...
Waktu pernikahan mereka yang dibisa dibilang dadakan itu, Pras belum memasangkan cincin dijari manis istrinya. Setelah dari KUA mengambil buku nikah, Pras bergegas ke sebuah toko perhiasaan sebelum dia berangkat ke kantor.
Sseeeerrr!!
Pras jadi mengingat moment waktu dirinya meminang Britney. "Britney, semoga kamu suka."
Beberapa jam sebelumnya.
*Flashback guys
Semalam Pras sudah bertemu dengan Restu Mahendra dan Vanesa, bahkan dia dari kantor sudah langsung ke rumah kakeknya Britney yang ada di kawasan Pondok Indah.
Restu Mahendra menerima kedatangan Pras dengan rasa bahagia, begitu juga dengan Vanesa yang saat itu dia sedang melakukan pemotretan di rumah.
Melihat kedatangan Pras, Vanesa menghentikan pemotretannya. Vanesa melihat sosok Pras yang berbeda dengan Bram. Sangat sederhana tapi berkharisma, pikirnya dalam hati.
Pras yang sudah mulai mengenal kakek dan juga tantenya, tapi Britney dan Vava belum pulang juga.
"Kamu tidak perlu cemas. Tadi Britney sudah bilang, mereka akan pulang malam." Ucap Vanesa.
"Iya tante." Jawab Pras, tapi hatinya sangat risau, sudah jam sembilan malam, kenapa belum sampai di rumah.
Pras tadi juga sudah makan malam dengan kakek dan tantenya Britney, tapi Pras belum sholat. Pras bingung ingin menunaikan ibadah di rumah itu, bukan karena perbedaan keyakinan yang membuat dirinya risau. Seandainya sang istri sudah tiba, pasti ingin segera sholat Isya' di rumah itu.
Deeegh!
"Mas, kamu sudah lama menunggu." Sapa Britney yang baru tiba lalu mencium tangan suaminya.
"Iya, sudah dari jam 7 aku disini." Ucap Pras.
"Maaf, tadi aku ke tempat karaoke dulu." Ucap Britney, karena menuruti keinginan sang adik.
Vava yang sampai di rumah tidak menyapa Pras yang bersama keluarganya. Vava hanya melihat motornya terparkir diluar dan tidak ingin bertemu Pras. Vava langsung ke kamarnya.
"Britney, Vava mana?" Tanya Vanesa.
"Vava ke kamar. Sepertinya Vava sudah capek." Jawab Britney.
Vanesa meninggalkan mereka semua dan pergi ke kamar Vava. Britney lalu mengajak Pras untuk ke kamarnya.
Cekkleeek
"Mas ayo masuk, ini kamar kita." Ucap Britney.
Seketika Pras menghela nafas panjang, saat melihat luasnya kamar Britney dan juga berbagai isiian kamar itu.
Britney lalu meletakan tasnya di meja berwarna putih dan menatap suaminya lalu bertanya "Mas, kenapa bengong?"
Pras duduk di tempat tidur dan hanya tersenyum.
Britney mengatakan mau ke kamar mandi dulu dan mau sholat. Pras lalu mengikutinya "Aku juga belum sholat."
Britney menatap suaminya, tidak biasanya suaminya menunda sholatnya. Britney meminta Pras lebih dulu ke kamar mandi dan Britney mengambil sajadah yang ada di lemari kamar Evan.
"Abang, Britney pinjam dulu." Gumam Britney yang mengambil sajadah Evan.
Kamar Britney dan Evan sebelahan. Evan juga sering menginap di rumah kakeknya.
"Mas, aku sudah siapin tempat sholat." Ucap Britney yang sudah memakai mukena.
"Kamu sudah wudhu?" Tanya Pras.
"Sudah, dikamar bang Evan." Jawabnya dengan tersenyum.
Mereka berdua sholat berjamaah. Pras dengan suara yang sangat merdu dan begitu khusyuk. Perasaan Britney perlahan semakin bergetar, rasanya mulai timbul perasaan manis.
Nyyyeess!
Rasanya adem melihat senyuman Britney setelah mencium tangannya.
"Mas, tidak usah pulang ke kost." Pinta Britney.
"Aku, harus balik ke kost. Vava juga masih tidak nyaman melihat keberadaanku disini. Pasti akan sulit untuk dia." Ucap Pras, mengusap kepala Britney yang masih memakai mukena.
"Mas, aku bakal disini sampai sabtu nanti." Ucap Britney.
Pras mendengar hal itu, dia mengerutkan dahi "Kenapa kamu baru bilang?" Keluh Pras. Padahal tadi pagi, pamitnya hanya untuk semalam saja, kenapa jadi sampai jum'at.
"Mas.... Aku sudah berjanji sama Vava untuk mengantarnya ke sekolah sampai hari jum'at, jadi sabtu aku baru pulang ke kost." Ucap Britney, dia juga bersalah tidak meminta ijin suaminya. "Mas, kamu marah?"
Pras hanya terdiam lalu tangannya memegang kedua tangan Britney "Aku tidak marah. Baiklah, terserah kamu. Aku tidak keberatan."
Britney tersenyum, baru kali ini ada sosok yang begitu memahami dirinya. Rasanya sangat nyaman dan bahagia.
Tidak lama Pras pamit pulang ke kostnya, kakek dan tantenya juga ingin Pras tinggal dirumah itu.
Dengan berat hati Pras menolaknya, dia juga masih berfikir, tinggal satu rumah dengan Vava akan semakin membuat Vava tidak nyaman.
Woossh!!!
Perjalanan yang cukup jauh, tapi tidak masalah. Niatnya untuk bertemu kakek dan tante sudah tersampaikan dan mereka menerima menantunya dengan rasa senang.
Britney gelisah, sudah satu jam suaminya belum memberi kabar.
"Mas..." Gumamnya dengan rasa khawatir.
Tidak lama Pras mengirim pesan.
[Aku sudah di kost. Kamu cepatlah tidur. Aku juga sudah mengantuk. Sampai ketemu besok di kantor. Aku sayang kamu 😘.]
Seeerrr!!
Britney membaca itu dengan tersenyum dan rasanya sangat mendebarkan. Britney jadi tidak bisa tidur, dia berulang kali menatap ponselnya dan senyum-senyum sendiri.
"Aaaa.... Mas Pras..." Britney dengan suara gemas, meremas gulingnya dan semakin berdebar.
Ciiee... Ciee.. eheemss... *Author
Pras sudah tertidur, bahkan dia sudah bermimpi manis. Dalam tidurpun Pras tersenyum dan sepertinya Pras bahagia.
Morning 🐦
Pras sangat bersemangat, dia sudah meminta ijin setengah hari kepada atasannya. Pras mengatakan akan mengurus surat pernikahannya di KUA dan Bu Nia memberinya ijin sampai jam siang.
"Vava, semangat!! Kakak sayang kamu." Ucap Britney memeluk Vava.
Vava mencium pipi kiri kakaknya "Thank you my sister." Sambil tersenyum dan keluar dari mobil Britney.
Britney memutar mobilnya dan langsung ke kantor.
Beeeemmmm!!
Gas poll... Britney *Author
Tiikttokk...Tiikkttokk
Ingin sekali menemuinya.
"Selamat Pagi...." Sapa Britney yang tidak biasanya masuk ke ruang divisi akunting.
Deegh!
Semua yang ada di ruangan itu menatap heran.
"Selamat pagi, Bu Britney." Ucap karyawan akunting secara bersamaan.
"Kenapa Bu Britney kesini? " Batin Maristha yang penasaran.
"Bu Britney silahkan." Ucap Pak Surya, yang lebih dulu berdiri mendekatinya.
"Iya, Pak Surya."
Sudah lebih dari jam sepuluh, kenapa suamiku tidak ada di ruangannya. Britney lupa kalau hari ini suaminya ke KUA untuk mengambil buku nikah mereka berdua.
"Kalian sudah mengerjakan anggaran proyek baru?" Tanya Britney dengan salah tingkah.
"Annisa dan Prasetya yang mengerjakan itu." Ucap Pak Surya.
Karena tugas itu baru diberikan Bu Nia pagi tadi, kenapa Bu Britney datang lebih cepat.
"Prasetya? Lalu dia kemana??" Tanya Britney.
"Kemarin Prasetya mengatakan kalau hari ini pergi ke KUA. Dia juga sudah ijin dengan Bu Nia." Ucap Pak Surya yang masih berdiri disebelahnya.
Britney tersenyum mendengar hal itu, lalu dia berjalan melihat pekerjaan karyawannya. Britney juga melihat meja kerja Pras yang cukup rapi, tidak ada aksesoris maupun foto di meja itu.
Britney dengan santai dan dia juga berusaha untuk mengenal teman kerja suaminya.
Maristha tampak mengisi faktur dan Fika juga serius dalam mengolah data. Britney melihat Annisa yang cukup rajin bekerja. Pak Miko yang dari tadi masih meliriknya dan Britney berjalan mendekatinya. Britney tersenyum saat melihat hasil pekerjaan Pak Miko.
Daassshh!!
"Bu Britney, maaf saya terlambat." Sapa Pras, yang masuk tanpa tahu ternyata ada istrinya.
"Iya, saya tahu." Ucap Britney, yang memegang dokumen dan berdiri disebelah Pak Miko.
Pras berjalan ke loker melewati istrinya dan meletakan tas ransel juga jaketnya.
"Kenapa kamu kesini. Aku tidak sanggup." Pikir Pras dalam hati saat melihat istrinya.
"Pak Surya sudah menjelaskan kinerja kamu. Selamat bekerja." Britney dengan tersenyum, lalu pergi dari ruangan itu.
Pras merasa tidak karuan, rasa ingin segera memeluk istrinya.
Uuuu......Kaciiaann...*Author kurang kerjaan.
.
.
.
.
bahagia nya Brithney...❤️